OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 36 : SARAN JALI


__ADS_3

Jali, Wulan, Siska dan Topan sudah berada di dalam ruang pantry. Berdiri di atas ubin yang sama dengan formasi ketiga orang OB baru itu menghadap berjajar pada Jali.


"Wulan kamu bertanggung jawab penuh pada lantai 33, Siska di lantai 34, Topan di lantai 35, saya di lantai 36 dan Muna di lantai 37 ini. Kebersihan toilet dan seluruh lantai di bagian mana pun di lantai yang saya sebutkan adalah tanggung jawab pribadi masing-masing. Termasuk melayani segala permintaan orang-orang di dalamnya adalah tanggung jawab kita sepenuhnya. Mengerti?" Jali memulai pembagian wilayah kerja mereka.


"Siap mengerti pak Jali." Jawab ketiganya.


"Oh iya... panggil bang Jali saja. Seperti para OB sebelumnya. Agar kita terdengar akrab."


"Iya... baik bang Jali." Ketiganya lagi bersuara.


"Cara kerja di sini berbeda dengan di gudang ya. Sebab, semua pekerjaan di luar sebagai bersih-bersih maka akan terhitung lembur. Maka selalu membawa buku catatan dan meminta paraf dari orang yang memberikan perintah. Semakin banyak perintah yang di penuhi, maka uang lembur akan segera di akumulasikan pada gaji yang di terima pada bulan berikutnya dan seterusnya."


Ketiganya hanya mengangguk tanda mengerti.


"Saya menekankan kekompakan pada tim ini. Tolong menjaga komunikasi yang baik satu sama lain. Hindari konflik antar sesama OB terutama tentang pembagian tempat kerja. Sebab tiap lantai akan memiliki variasi pekerjaan apa yang akan kalian lakukan. Jam kerja adalah mulai dari jam 6 pagi dan jam 6 sore. Kita sebaiknya datang sebelum karyawan datang, sehingga saat mereka datang ruangan mereka sudah bersih. Mengapa pulang pukul 6 sore? Itu optional sebab jadwal kita pulang sama dgn karyawan lain yaitu pukul 4. Hanya jika ingin datang terlambat besok harinya, silahkan pulang terlambat untuk menyelesaikan tugas, meringankan beban keesokan hari. Sampai di sini paham?"


"Siap... baik. Kami mengerti." Jawab Topan yang merasa tertarik dan antusias mendengar hal akan mendapat tambahan uang lembur.


Matahari berpendar pelan semakin ke barat. Itu artinya siang telah berlalu dan siap menyambut sore. Muna telah puas menghirup udara segar di rooftop dan akan segera turun kembali ke pantry.


Dengan perasaan telah tenang dan kembali ceria Muna pun melangkah memasuki poskonya. Diperhadapkan dengan sebuah pemandangan Jali yang sedang berbicara berhadapan dengan 3 orang yang dari postur belakangnya tidak ia kenal.


"Beli rujakan di tanah abang,


Jangan lupa belu kedodong.


Siapa mereka ini bang?


Kenalin dong."


Kebiasaan Muna yang selalu berpantun menandakan ia memang dalam keadaan baik-baik saja.


"Nah... ni orangnya. Sini Mun, bang Jali kenalin." Jawab Jali, membuat Muna sedikit bingung. Dan melangkah mendekati mereka.


"Muna... perkenalkan ini OB yang baru di tugaskan bersama kita di sini."

__ADS_1


"Laah... teman kita nambah ye? Seneeeng nye."


"Tidak Mun Vera, Monik dan Koco bertukar tugas dengan mereka ini. Ini Wulan, Siska dan ini Topan."


"Oh, hai..., aye Muna Hidayatullah. Panggil aye Muna aje ye."


Ketiga orang itu sudah berbalik menghadap Muna dan saling bersalaman pada Muna.


"Maaf...bang Jali. Ini Muna yang di bilang pak Ferdy tadi bukan?" Wulan membuka suara.


"Iya... ini Muna yang akan bertugas di lantai 37 ini." Tegas Jali.


"Ah masa sih, cantik bener. Dia OB juga ya?" Siska ikut bersuara karena tidak yakin saat melihat wajah Muna yang memang super cantik.


"Iye... neng. Muna juga OB di mari." Jawab Muna enteng.


"Iya Wulan, Siska, Topan. Muna ini sama seperti kita yaitu sebagai OB. Pembagian tempat tugas sudah di bagikan ya. Muna untuk tugas mu, tetap di sini ya."


"Iya baik siap." Jawab Muna.


"Maaf ya Muna, tadi seolah kami tidak percaya kamu OB. Karena kamu cantik sekali." Wulan melanjutkan menyentuh bahu Muna.


"Ah...mpok Wulan. Bisa aje, jangan berlebihan begitu. Mpok juga cantik. Siska ini juga cantik, masih muda juga pan kaya aye ?"


"Hihi... salam kenal lagi ya Mun. Mohon bimbingan saya dari kampung belum ada pengalaman kerja. Saya baru lulus SMA tahun ini. Kabur ke kota karena di kampung, saya mau di kawinin sama juragan empang." Jelas Siska yang tanoa di tanya pun sudah langsung nyerocos.


"Yaah...kita seumuran dong Sis. Aye juga baru lulus. Mau kuliah kagak punya biaya. Mangkanye aye di mari. Ngumpulin duit buat modal kuliah." Girang Muna yang mendapat teman satu server.


"Oooh, masa iya. Kita beda sekali Mun. Kamu terlihat dewasa dan cantik sekali."


"Aye boros tampang ye Sis." Tawa Muna berderai. "Oke... maaf ye semua. Aye pulang duluan, ada yang mau di cari sebelum pulang. Babaaaay." Pamit Muna pada ke tiga OB baru tersebut.


Sementar Jali sudah beradabdi bagian gudang pada gedung itu. Untuk menemui Monik, Vera dan Koco yang baru saja pindah.


"Hai... selamat bekerja di tempat yang baru ya. Walau sebenarnya, saya tentu akan kehilangan canda tawa dan gurauan bersama kalian. Semoga tidak lama bertugas di sini."

__ADS_1


"Terima kasih untuk doanya bang Jali semoga pengganti kami adalah orang-orang yang lebih baik."


"Sebenarnya aku belum mengerti benar kenapa kalian bertiga di pindahkan dengan mendadak seperti ini." Ucap Jali sedikit lirih Menatap para mantan teman satu timnya.


"Sudahlah bang. Mungkin ini ada kaitannya dengan kasus beredarnya Video berdurasi 3 menit antara Muna dan Pak Bos. Jadi kami kena imbasnya." Jawab Monik datar.


"Apa hubungannya dengan kalian?"


"Secara langsung sih mungkin tidak. Tapi tadi pagi kami memang sempat di peringatkan oleh Muna." Jawab Vera.


"Masa Muna berani memberi kalian peringatan?" cecar Jali tak percaya.


"Hah bang Jali saja yang tidak tau sifat aslinya. Aku bahkan sempat di siramnya air tadi pagi. Karena marah padaku."


"Tidak... aku tidak percaya Muna melakukan itu tanpa sebab. Walaupun belum lama kenal, tapi aku yakin. Muna tidak akan bereaksi yang berlebihan tanpa mendapat aksi yang tentu melewati batas kesabarannya."


Ketiganya hanya saling bertukar pandang, tanpa ada yang berani menjawab perkataan Jali.


"Tadi pagi aku juga ada menegurnya terkait sebaran video tersebut. Dan dia menanggapi teguranku dengan baik. Karena itu aku yakin, pasti cara kalian menyampaikan teguran kalian yang tidak tepat padanya. Bagaimanapun, dia itu masih ABG, tentu masih labil. Dia mestinya kita anggap seperti adik bersama. Sudah sewajarnya kita menegur jika ia salah, meluruskan jika memang jalannya sudah bengkok. Tapi...nasi sudah menjadi bubur. Ada hubungannya atau tidak dengan pemindahan kalian. sudah sepantasnya kalian harus bisa lebih bijaksana lagi dalam menentukan sikap." Jali berbicara panjang dan lebar.


"Iya... memang kami yang telah ikut memperkeruh suasana dengan menuduhnya ngamar dengan pak bos." Jawab Monik pelan.


"Wah...tindakan kalian sudah parah tentu saja dia marah. Saranku, ada pengaruhnya atau tidak. Sebaiknya kalian minta maaflah padanya. Tapi ini hanya saran. Dan aku tidak percaya jika pindahnya kalian adalah karena laporannya." Ujar Jali. Yang kemudian berpamitan untuk pulang mengingat waktu telah sampai.


Bersambung...


Maafin nyak telat up yaah


Sedang hibur Muna dirooftop😁


Happy reading darliing


Semoga tar malem nyak up lagi


🙏🙏🤔

__ADS_1


__ADS_2