
Muna terenyuh dengan semua yang nyak sampaikan padanya.
Mungkin pendidikan nyak Time tidak lah tinggi, hanya pernah mengeyam pendidikan sampai di sekolah menengah pertama saja. Tetapi perjalanan hidup yang memberinya berjuta pengalaman membuatnya selalu waspada untuk tetap memiliki hati yang tulus.
Kedua pasang ibu dan anak itu kini sudah dalam rangkulan babe Rojak. Sebagai bentuk perwakilan rasa bahwa sungguh ia tidak menyalahkan kedua wanita kesayangannya.
"Nyak lu bener Mun. Dari awal nyak, babe kaga pernah maksa Muna harus terime Entong. Tapi, jika kagak demen, sekiranye jangan main api di belakang die. Jadi lah gadis yang berani menyatakan ape aje yang elu rase. Tanpa menyakiti. Jodoh entuh di tangan Allah. Kita kagak tau sekarang deket ma sape, besok nikah ame sape. Yang penting jujur, dan jangan sampe ngecewain yang udah jalan. Selesein satu per satu."
"Iye maafin Muna. Makasih ye nyak, be udah ingetin Muna. Sayang nyak, sayang babe." Jawab Muna mengundang cairan bening di pelupuk mata ketiganya.
Di tengah malampun akhirnya Muna melaksanakan sholat tahajud. Untuk meminta petunjuk pada sang pencipta.
Muna tidak meminta Kevin menjadi jodohnya, juga tidak menyebut nama Bara dalam doanya. Ia hanya meminta Allah menyatakan siapa saja yang di ridhoi oleh Allah menjadi jodohnya, maka terbukalah jalan tanpa hambatan merintangi perjalanan cintanya.
Di usia Muna yang bahkan belum genap 19 tahun tentu adalah waktu yang terlalu cepat untuk meminta jodoh. Namun karena kedekatannya dengan Kevin yang telah mengajaknya menikah, maka Muna merasa perlu memohon petunjuk agar mantap dengan segala ketetapan Allah untuknya.
Hari sabtu pun tiba di sambut cerahnya mentari yang menjanjikan keterikan dan cerah cerianya hari itu.
Muna dan Siska sejak pagi sudah gelisah menantikan supir yang Prety kirimkan untuk menjemput mereka ke tempat perawatan yang siap melayani mereka. Yang katanya akan merawat mereka dari kaki hingga ujung kepala.
Tidak tanggung-tanggung Prety sampai mengajukan cuti 1 hari di Rumah Sakit dan memilih libur tidak membuka praktiknya, demi menemani Muna dan Siska perawatan. Juga tentu ia juga ingin merawat dirinya sendiri.
Tentu saja hal ini adalah pengalaman pertama bagi Muna dan Siska. Sehingga keduanya tentu sangat merasa beruntung dan antusias menjalankan semua perawatan tersebut. Ketiganya tak pernah terlihat terpisah dalam menjalankan setiap treatment, yang memang sudah di setting oleh Prety.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, perawatan badan mereka selesai di lanjutkan perawatan rambut. Namun mereka bersepakat break untuk makan siang terlebih dahulu.
"Muna... kakak Kevin bener ga datang ke acara nanti malam?" tanya Prety saat mereka menikmati makan siang.
"Katenye siih gitu. Abang mau ke papinya, mau ijin soal rencana hubungan kami." Jawab Muna seadanya.
"Oh... berarti sekarang kakak ke Inggris donk."
"Kaliii... kemarin sih masih di Singapura ngurus kerjaan. Terus langsung ke papinye katenye."
"Oh... gitu. Kamu sudah siap menikah dengan kak Kevin Mun?"
"Kaga tau juga siih Pre. Sepertinya menembus restu papinya abang susah ye...?"
"Masa... yang Pre tau. Papi orang baik kok. Sekarang jam berapa?"
__ADS_1
"12 siang."
"Oke... belum terlalu malam untuk kita nelpon papi. Bentar Pre hubungi papi sebentar." Prety mengambil gawainya untuk menghubungi ayah Kevin yang sepertinya di panggilnya papi juga.
"Hallo papi... how are you?"
(Halo papi, apa kabar)
"Hii my beautiful girl, papi always good news. How about you?"
(Hai gadisku yang cantik, kabar papi selalu baik. Bagaimana denganmu)
"I'm fine pap."
"Oh grateful. Ada angin apa my Prety nelpon papi...?"
"Tidak ada angin apa-apa. Hanya penasaran melihat ekspresi papi, jika ku kenalkan dengan calon mantu papi."
Uhuk...uhuk. Muna terbatuk mendengar obrolan Prety dan papi Kevin.
"Calon mantu papi...? Apakah Kevin sudah memiliki calon istri Pre...?"
Muna speeclesh, grogi akan perkenalan dadakannya dengan papinya Kevin.
"Malam om. Salam kenal." Muna menyapa dengan senyum dan anggukan hormat.
"O...o...o like son like father. Ternyata selera Kevin sama seperti papi. Sama-sama pencinta gadis bermata biru. Siapa namamu cantik." Ramah suara lelaki di seberang sana.
"Muna Hidayattulah Om. Muna."
"Muna... Muna. Pliis, jangan panggil Om. Panggil papi saja seperti yang lainnya. Kapan kalian akan menikah?"
"Maaf... kate abang bulan depan. Mungkin sekarang abang sedang menemui papi ke Inggris, untuk membicarakan rencana kami."
"Oh...really. Katakan padanya. Tak perlu menemui papi ke sini. Papi akan pulang ke Indonesia. Menghadiri pernikahan kalian."
Muna hanya terpana dengan jawaban pria itu, yang ternyata tak sesulit yang Kevin gambarkan selama ini padanya.
"Apakah papi menyetujui hubungan kak Kevin dan Muna?" Prety sudah mengambil alih ponselnya menyadari jika kini hati Muna tentu sudah penuh sesak karena keterkejutannya atas respon papi Kevin.
__ADS_1
"Papi jatuh cinta pada pandangan pertama pada calon menantu papi Pre. Papi yakin dia gadis yang baik dan cocok untuk Kevin. Bantu persiapan pernikahan mereka ya. Papi usahakan cepat pulang."
"Oh... syukurlah. Siap laksanakan pap. Jaga kesehatan ya, bye." Pamit Prety memutuskan sambungan vicallnya bersama papi Kevin.
"Muna, kamu dengar sendiri kan. Bahkan hanya dengan sekali pandang saja, papi sudah setuju dengan hubungan kalian. Jadi jangan ada keraguan lagi untuk memantapkan langkah membangun rumah tangga bersama kak Kevin." Prety juga tentu sangat senang. Akhirnya kakak sepupunya memiliki tambatan hati yang sangat baik, cantik dan sederhana.
"Alhamdulillah, jujur sebelum ketemu ame papinye bang Kevin. Muna tuh takut Pre."
"Takut apa?"
"Takut kagak di setujui lah. Maklum, aye pan cuman OB. Ortu Muna cuma penjual ketoprak di pinggir jalan. Jadi Muna tuh, selama ini, kagak mau nambah porsi demen makin dalem ke abang. Takut ga dapat restu."
"Muna mikirnya kejauhan. Kak Kevin sudah dewasa, bahkan sangat dewasa. Tentu sudah sangat dengan matang dan berpikiran jauh dalam hal mencari calon istri. Pre juga tau, bagaimana kelakuan kak Kevin, sebelum ketemu Muna. Untuk itu Prety minta maaf, dan sangat berterima kasih pada Muna karena sudah menerima kak Kevin apa adanya."
"Ah... Muna kagak ngelakuin ape-ape buat abang. Jadi, kaga use terime kasih ame Muna."
"Mungkin Muna ga pernah ngerasa ngelakuin apa-apa buat kak Kevin. Tetapi, dengan Muna terima kak Kevin sebagai kekasih saja, sudah sangat membawa pengaruh baik untuknya. Semoga kalian berjodoh, panjang jodoh dan kuat jodohnya ya Mun."
"Amiiiin. Buat hubungan dan rencana pernikahanmu juga. Muna doain lancar ya Pre, semoga nanti Samawa."
"Amin. Yuk, kita lanjut perawatan rambut dan make over buat penampilam malam ini." Ajak Prety yang terus memantau jam di pergelangan tangannya. Memastikan waktu yang masih tersisa untuk mereka, menuju tempat acara.
Bersambung...
Gimana readers
KUA makin dekeet yaah
Kita kawal terus menuju halal
buat pasangan KeMun yaah
Nih nyak kasih pic Muna setelah di make over. Cantiik ya makin cantiiik donk yaah
Lope buat kalian semua
๐นโ๐โค๏ธ
__ADS_1