
Sementara pasangan suami istri di dalam kamar itu melakukan hal yang sama-sama di inginkan. Ternyata duo G sama-sama di landa rasa yang sama yaitu tidak bisa tidur.
Gita bukan tipe cewe jaim, yang harus perfect menjaga pola makannya. Nasibnya beruntung, makan banyak sekalipun tidak akan membuat berat badannya naik drastis. Sehingga malam itu ia iseng membuka kulkas, dan mengambil kentang untuk di goreng di cocol saos keju dan menyeduh teh chamomilo.
"NengGi... kok belum tidur?"
"AGiii, iih bikin kaget aja." Gita memegang dadanya beneran kaget.
"Ya maaf atuh neng. Bikin apa?"
"Kentang goreng sama teh. AGi mau?"
"Boleh juga... anggap sedang di layani istri." Goda Gilang pada Gita, menbuat Gita tersipu malu.
"Maaf AGi. Aku ga ada pilihan tadi. Spontan saja, ga punya ide lain, supaya dia ga ganggu aku lagi."
"Kenapa putus neng?" tanya Gilang santai sambil menarik kursi pada meja makan di dekat mereka.
"Dia pembohong A'."
"Bohong gimana? parah ya neng?"
"Lumayan siih."
"Tentang?"
"Pekerjaannya. Dia bilangnya seorang pengusaha. Ternyata ga, awalnya aku tuh tidak mempermasalahkan soal pekerjaan itu. Kami juga sempat patungan gitu. Buat bantu usaha yang baru di rintisnya, tapi ternyata uangku habis doang, usahanya nihil. Parahnya lagi dia juga udah punya tunangan." Curhat Gita tanpa malu.
"Waduuuh... rugi banyak neng?"
"Ya... rugi-ruginya anak kuliahan yang sambil ngirit uang SPP dan kost lah."
"Huum... orang tua neng teh, tau kitu neng di porotin?"
"Ya... akhirnya tau lah. Pengeluaranku membesar drastis."
"Terus..."
"Ya makannya ku cari kerjaan sampai ke sini. Alhamdulilah keterima walau hanya pegawai magang."
"Neng... pasti lagi kena hukum ya?"
"Gimana?"
"Ya... kan neng bilang uangnya banyak habis. Pasti neng sekarang ga di biayain lagi sama orang tua... benarkan tebakan AGi?"
"Kok tau...?"
"Udah lumrah kali neng. Makanya kalo pacaran itu jangan serius banget. Baru pacaran udah mau patungan, segitu cintanya eneng sama dia?"
"Ya maksud ku kan baik, mau bantu gitu."
"Bantunya itu nanti, tunggu jadi suami. Pas jadi suami juga ga penting banget. Kan cari nafkah tugas suami neng."
"Huum... iya aku salah. Makanya putus."
"Dia terima?"
"Kayaknya ga sih."
"Ya iyalaaah... putus dari kamu itu membuatnya kehilangan ATM neng."
"Parah deeh nasib aku A'."
"Kenapa? Mantan neng teh kaya kantut ya? keluarnya kapan, baunya ga ilang-ilang."
"Haaa... bener tuh A."
"Masih cinta ga sih?"
"Ngapain aku bohong tadi, coba?"
__ADS_1
"Sabar neng... nanya doang. Jangan marah neng."
"A.... makasih ya. Dan sekali lagi maaf bawa AGi bohong tadi."
"Ga mau di buat kontraknya gitu neng. Biar Aa'a dapat duit. Jadi suami sewaan gitu." Kekeh Gilang jenaka.
"A'a segitunya cari duit?"
"Hahaaa... lumayan buat tambahan belanja anak yatim."
"AGi ngaco. Eh... makasih juga udah mau dengerin curhatku ya A'."
"Biasa aja kali, sesama manusia kan emang wajib tolong menolong neng."
"AGi... kalo a'a di bohongin marah ga?"
"Ya tergantung bohongnya lah neng, kalo sampae membahayakan jiwa ya AGi marahlah."
"Kalo nengGi yang bohong gimana?"
"Ya...itu urusan eneng."
"Bukan gitu. Misal aku yang bohong sama A'a. Kira-kira di maafin ga?"
"Iya.... di maafin ntar tunggu lebaran. Puasa dulu sebulan, biar rontok dosa-dosanya. Kembali sucikan, yang penting tuh jangan di ulangi bohongnya."
Gita memonyongkan bibirnya. "Kalo itu neng juga tau. AGi... serius ga punya pacar?"
"Ih... kepo banget sih. Dengerin ya neng. A'a teh baru se usia Aydan teh jadi sekretaris. Sebelumnya hanya pegawai magang, sebelumnya lagi AGi teh, cuma tukang kebon di kantor dan pabrik."
"Kenapa?"
"Karena cuma pekerjaan itu yang bisa di sesuaikan dengan jadwal kuliah AGi."
"Bentar, tadi neng...tanya soal pacar AGi lho... bukan kerjaan."
"Iya kan Agi blom selesai ngomong."
"Nah... maksud A'a teh, mana ada cewek yang mau pacaran sama tukang kebun atuh neng."
"Pasti ada, Agi kali yang pilih-pilih."
"Bukan milih neng, hanya selektif saja. Udah A bilang, A teh punya tanggungan banyak di rumah. Kalo A dapat cewe yang ga pengertjan, paling tiap hari kerjaannya marah saja, karena a akan selalu menopang finansial ibu dan teteh Arum. Makanya a harus mapan dulu, baru berani nikah."
"Kalo Agi dapetnya cewek yang kaya?"
"Itu hanya ada di kisah sinetron. Kebanyakan ngehalu, neng iih. Mana ada cewe anak orang kaya mau sama pria miskin kaya A'a?"
"Kalo misalnya ada, dan suka sama A'a...?"
"Sukanya gimana dulu?"
"Ya suka banget gitu, klepek-klepek pengen beut di nikahi oleh a'a, misalnya gimana?"
"Ya kalo maksa, ya hayuu."
"Ga takut di kira matre a..?"
"Kok matre siih? kan ceweknya yang maksa. Kali, kalo ga Agi nikahi ntar dia mau bunuh diri, bikin Agi dosa aja."
"Bukaaan gitu. Maksudku, apa Agi ga malu seolah nanti Agi di kira ambil kesempatan lalu harga diri Agi di injek gitu."
"Neng... mana ada harga diri seorang cowok bisa di injek sembarangan kalo keduanya saling berjuang. Suami ga bakalan di hina mertuanya, selama istri benar patuh dan nurut pada suami. Rumah tangga akan di hinakan, kalo di tuh miskin trus berani kawinin anak orkay, lalu mau tinggal di tempat mertuanya, jadi benalu. Gitu baru cowok matre. Kalo orang biasa nikahi putri kaya, lalu si putri di bawa keluar istana dan di buatkan istana yang baru walau ga sebesar milik orang tuanya, kan kitu kagak matre neng."
"A...A. bahaya niih."
"Apaan sih?"
"A'Gi liat ga? ada emote lope-lope keluar dari mata eneng. Bahaya niih eneng kayaknya jatuh cinta sama AGi."
"Eeh amis pisan euuy si eneng mah."
__ADS_1
"Enggak... eneng ga bau amis." Kilah Gita mengendus tubuhnya ke kiri dan ke kanan.
"Amis dalam bahasa Sunda teh artinya manis kayak eneng tadi yang pintar ngegombalin A"a."
"Siapa yang gombal?"
"Lah tadi bilang jatuh cinta sama A'a. Apa coba maksudnya."
"Iseng siih, kali berhadiah. Emang AGi ga mau sama eneng?"
"Ga."
"Ya ampun kejem yaah? Kenapa A'...?"
"Hahaaaa... dia tanya kenapa? Agi kan sudah jadi suami eneng."
"Iih A'a. kan bohongan."
"Yaaaahhh mau di seriusin niih ceritanya?" mendadak pipi Gita memerah malu, ga tau sejak kapan. Jujur Gita memang duluan suka sama Gilang.
"Emang Agi mau serius?"
"Ga lah... becanda neng. Agi ga berani."
"Takut apa sih?"
"Mau tau aja atau mau tau banget?"
"Banget."
"Agi masih banyak tanggungan dan belum mapan. Terus... Agi ga mau jadi pelarian awewe yang baru putus cinta dan masih di kejar-kejar mantan. Ga sudi..."
"Oh gitu.. "
"Mumpung kita masih muda neng. Kita nikmati waktu jomblo dengan maksimal dulu lah. Apa lagi eneng masih magang tuh. Gaji belom full. Kost masih patungan, ke kantor masih nebeng juga. Coba eneng nabung, bisa beli motor sendiri itu bangganya ga ketulungan lho neng. Walau butut tapi milik sendiri."
"Yaaah... kalo eneng punya motor sendiri ntar ga ada alesan dong buat eneng minta di antar jemput A'a lagi."
"Eh... kedondong brenti deh gombalnya."
"Ya... kan Agi tau eneng ga bisa naik motor."
"Iya...ya. bisanya malah pake mobil. Ya udah, nabung buat beli mobil deh. Ntar kalo punya mobil kita pacaran."
"Uuuuh matre."
"Patungan deeh beli mobilnya."
"Mau... okee."
"Masya Allah neng. Segitu mudahnya eneng terpedaya, ya iyalah mantan eneng masih ngejer. Ga susah diskusinya, eneng tinggal oke-oke aja."
"Yeeee.... becanda lah A'."
"Udah yu neng tidur. Besok banyak kerjaan."
"Iya... makasih sharringnya ya A'."
"Sama-sama jangan masukin ke hati ya, kalo ga mutu."
'Iya.. sama A. Met malam."
"Ga tidur bareng A' a neng?" goda Gilang menunjuk kamarnya.
"Ntar tunggu A'a udah mapan."
"Hhhiiiiyaaaaaahh tunggu eneng punya mobil, a'a lamar hahahahaaa."
Bersambung...
Maaf part ini hanya tentang duo G ga sengaja geregetan aja mau bahas tentang mereka.
__ADS_1
Love buat kalian semua💗