
Sesungguhnya jiwa Muna sedikit goncang mendengar nilai nominal yang Kevin tawarkan, namun dengan terpaksa ia setujui ketimbang ancaman Kevin terjadi.
Sebab bagaimanpun mereka tidak akan menemukan titik temu untuk sebuah kata sepakat. Jika selalu ingin menyesuaikan kemampuan keduanya yang tentu sangat berbeda. Bukankah selama ini selera mereka bagai lagu Ari Wibowo? Muna suka singkong, Kevin suka keju. Walaupun kedua makanan itu sama-sama enak untuk di makan, hanya ini soal kebiasaan saja.
Mungkin babe Rojak benar, menikah bukan akhir segalanya. Namun justru merupakan awal dari ikhwal beradunya karakter, saling menunjukkan sisi sifat dan sikap masing-masing yang belum saling mengenal satu sama lain. Masa yang menuntut adanya saling mengerti, melebur untuk menjadi pribadi yang harus saling menghargai dan mengalah demi mendapatkan mufakat.
Di sisi Kevin pun menyadari, kini ia di perhadapkan pada suatu kenyataan bahwa ia akan menikahi seorang remaja labil yang keras kepala, juga berbeda kasta. Tetapi jiwa CEOnya yang tidak suka di bantahpun tak dapat ia enyahkan dari dalam dirinya, yang sangat kental walau ia sendiri menyebut dirinya sudah dewasa.
Maka dengan segala daya dan upaya Kevin selalu berusaha memposisikn dirinya, agar dapat menyampaikan maksudnya pda Muna dengan tanpa selah menghina, atau menajamkan perbedaan mereka yang sesungguhnya memang sangat jomplang.
Bagi Kevin, sungguh Tuhan sudah kirimkan Muna Hidayatullah untuknya, benar sesuai seperti yang ia harapkan selama ini. Bahkan Muna mampu membuang traumanya terhadap wanita. Luka yang pernah di torehkan Yolanda, cinta pertama Kevin. Hubungan mereka selama 2 tahun mereka jalain pada masa akhir masa perkuliahan S1nya, harus berakhir karena sebuah pengakuan tentang kehamilannya, yang bahkan Yolanda akui bahwa itu ulah Diendra Mahesa yang tak lain adalah papi Kevin sendiri.
Hati manusia mana yang tak kecewa atas sebuah pengkhianatan wanita yang ia cinta?
Anak lelaki mana yang tak membenci ayahnya sendiri, yang sanggup merebut kekasihnya?
Salahkah Kevin membenci seorang Diendra, yang sebelumnya sudah merusak rumah tangganya sendiri dengan perselingkuhan, mengobrak-abrik hati Beatrix sang mami dengan segala tingkah kejinya dengan para wanita bahkan tidak berusaha mengobati maminya saat sakit. Luka itu teramat pedih bagi seorang Kevin. Hal itu membuat Kevin sempat tak percya lagi adanya Tuhan.
Kevin di perhadapkan pada sebuah kenyataan pada orang-orang yang suka uang, Kevin menyadari ia akan bagai sebuah magnet jika memiliki uang yang banyak, sehingga iapun bisa dengan seenaknya melakukan apapun jika memiliki banyak uang. Jadilah Kevin menjadi seorang pekerja keras, kejam, dingin dan arogan. Bagi Kevin dengan ia memiliki banyak uang, semua wanita akan bertekuk lutut menginginkannya. Dan ia bisa berbuat seenaknya.
Tetapi, Tuhan maha adil. Tuhan selalu ada dalam tindak tanduk umatnya. Sehelai rambut jatuh pun diperhitungkan-NYA, maka tidak ada yang dapat manusia sembunyikan dari sang pemilik tersebut. Tuhan lebih tau apa yang manusia butuhkan bahkan di luar yang manusia pinta sekalipun.
__ADS_1
Jujur Kevin sebenarnya tidak ingin papinya tau tentang Muna. Pada awalnya ia bermaksud akan mengirimkan undangan pernikahannya sebagai pemberitahuana saja, untuk papinya. Agar tidak ada drama apapun yang nanti terjadi. Juga sedapat mungkin Kevin ingin menghindar untuk bertemu Yolanda si wanita ular yang merupakan istri muda papinya tersebut.
Sayangnya Kevin akan menikahi Muna, anak babe Rojak Baidillah. Yang bahkan berulang-ulag meminta untuk di pertemukan dengannya sebelum menikah. Babe bahkan belum pernah meminta ini dan itu, seputar untuk kelangsungan penikahan anak gadisnya. Hanya minta bertemu dan berbicara langsung dengan papinya, itu saja. Yang menurut babe itu permintaan mudah, dan wajar. Hanya Kevin yang tau betapa besar terjadinya pergolakan perang batin dalam dirinya untuk memenuhi permintaan tersebut.
Kevin tidak main-main dengan Muna. Sholat taubat bahkan sudah ia lakukan setelah mengenal Muna, bahkan dari sebelum mereka resmi berpacaran. Kevin memiliki kerinduan kembali untuk menjalin keintimannya pada sang khalik pencipta. Maka, untuk urusan menghadapi sang papinya pun harus ia lakukan. Mungkin telah tiba waktunya untuk beramai dengan oarang yang ia benci, toh itu adalah papinya sendiri. Yang bahkan hingga maminya menutup mata pun, tetap dalam keadaan hati yang penuh cinta dan ikhlas akan segala yang pernah papinya perbuat terhadapnya.
Muna tidak tau secara detail mengapa Kevin membenci papinya, Muna bahkan tidak tau alasan sebenarnya ia seolah sulit bertemu calon mertuanya. Yang Muna tau hanya karena kini sang papi Kevin lebih sering tinggal di luar negeri daripada di dalam negeri sehingga sulit membuat janji temu, hanya itu. Belum lagi saat Prety melakukan hubungan via telepon, sepertinya Diendra sangat welcome dengannya. Maka tugas Muna sekarang ialah menyiapkan hatinya untuk benar menerima Kevin dan dengan segala kelebihannya yang tidak seperti pria biasa lainnya.
Muna dan Kevin sudah mendapatkan sebuah kesepakatan bahwa akad nikah mereka akan di laksanakan di sebuah Masjid Raya KH.Hasyim Asy'ari di jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Untuk itu Mereka berdua sudah terlihat sibuk untuk mendaftarkan rencana pernikahan yang belum mendapat kepakatan tanggal sebab masih menunggu kedatangan Diendra. Tetapi tak salah pula untuk mulai menyiapkan segala sesuatunya.
Untuk resepsinya, mereka akhirnya memilih melaksanakannya di JW Mariot Jakarta. Yang akan mengundang kurang lebih 2000 orang, dan itu juga di gadang-gadang akan menjadi sebuah perhelatan akbar. Semua kolega bisnis tentu akan hadir, juga semua karyawan di perusahaan mereka tak luput dari target yang akan di undang.
"Abang... bener entar ada stasiun tipi yang akan meliput acara pernikahan kite?"
"Abang kagak malu nikah ame Muna?"
"Kenapa harus malu? Abang menikah dengan wanita bukan pria jadi itu sudah sesuai dengan norma yang berlaku. Abang menikah dengan gadis belia, bukan istri orang. Jadi tentu tidak melanggar hukum. Hanya abang hampir menikah dengan anak di bawah umur saja. Tapi, menurut negara usia 18 tahun ke atas sudah boleh di ajak nikah. Jadi abang ga punya alasan untuk malu menikahimu, sayang." Kevin menyampir anak rambut yang terburai di terpa angin saat senja itu mereka memilih bersantai di sebuah cafe rooftoft gedung, untuk membicarakan rencana pernikahan tersebut.
"Abang... setelah menikah Muna bener boleh kuliah pan bang?"
"Hm..."
__ADS_1
"Ngapa cuma hm... abang kagak serius nih."
"Bawel banget siih. Iya Mae... satelah nikah nanti silahkan Mae mau kuliah sampe S3 juga tidak akan abang larang. Silahkan, asal tetap menomorsatukan keluarga."
"Segala sampe S3, jangan jangan belum semester 3 juga Muna udah bunting aje."
"Oh... ya iya dong. Ntar kalo sudah dapat kepastian tanggal nikah abang lepas yang kemarin. Biar Mae cepat hamil."
"Tuh paan, abang mesum lagi."
"Sayang, yang bilang bunting tadi siap duluan? jangan lupa sekarang usia abang 32 ya... 32. Mau di tunda sampai usia berapa abang punya penerus, ntar abang keburu tua."
"Yaaah elah... bukan keburu tua lagi. Emang abang sudah tua."
"Ya ga papa tua, yang penting punya istri Muda." kekeh Kevin sambil mencium punggung tangan kekasih hatinya itu.
Bersambung...
Stt...nyak othor bocorin tanggal resepsinye yee.
Drescode pake merah maroon
__ADS_1
Khusus reader kaga use bawa angpau. Kevin udah kaya panš¤