
Niat Kevin dan Muna awalnya hanya ingin menunjukkan sayang mereka pada babe dan nyak. Namun, kini mereka adalah pasangan suami istri yang harus berlaku adil pada sisi kedua keluarga mereka.
Kebetulan mereka tergolong keluarga mampu, sehingga tak salah pula mereka memutuskan untuk berangkat bersama menjadi tamu Allah.
Niat dan tujuan semata-mata karena Allah Swt, dan bukan untuk mencari kemasyhuran dan gelar. Memperbanyak sedekah. Meninggalkan rafats (ucapan kotor; tidak berguna), fusûq (maksiat, keluar dari ketaatan kepada Allah Swt), dan jidâl (berbantahan, bertengkar dll)
Bukankah kita semua tau bagaimana masalalunya Kevin. Maka, keputusan untuk melaksanakan haji kecil ini di rasakan sangatlah tepat. Selama itu sesuai kemampuan.
Semua persiapan lahir maupun batin semua di penuhi. Semua tampak memasang wajah bahagia. Mereka terdiri dari dua rombongan. Sebab berangkat dari benua yang berbeda. Nyak babe, abah mama, Kevin Muna, kakek beserta pengasuh dan dokternya berangkat dari Amesterdam melalui dengan penerbangan internasional tujuan Timur Tengah yaitu Medinah.
Sedangkan rombongan yang dari Indonesia terdiri dari papi Diendra, Indira, Daren juga Gita. Kedua orang tua Siska, juga ada ambu yang selalu satu paket dengan Asep Suparta yang kasep.
Babe dan nyak Time tampak berkaca-kaca saat Kevin mengajaknya untuk beribadah haji kecil tersebut. Yang jauh dalam hati kecilnya tentu tersimpat harapan besar untuk menapakkan kaki di tanah suci.
"Buah pisang di buat rimpi,
Jangan lupa simpan di laci.
Babe kagak sempat ngimpi,
Tetiba aje uda di tanah suci." Ucap babe senang saat sudah tiba dan bertemu dengan semua rombongan baik dari Indonesia maupun Belanda.
"Dalam pertandinga ada menang juga kalah,
Gigih berjuang itu mestinya.
Tiap doa di denger Allah,
Makanya sekarang kita bisa jadi tamunya." Balas Muna memeluk nyak Time penuh sayang.
"Buruh Irian, burung cendrawasih,
Ada musang berbulu domba.
Hanya doa terbaik tuk kalian yang nyak babe bisa kasih,
Sebab, kesempatan ini sangat babe damba."
"Cakeeeep." Serampak mereka yang mendengar ungkapan senang hati babe.
Mereka sudah merancangkan perjalanan tersebut sedemikian rupa. Sehingga dapat menjalankan ibadah sesuai aturan dari biro perjalanan yang sudah mereka tentukan, agar dapat memfasilitasi mereka dengan layak dan benar di sana nanti.
Betapa semua bagai mimpi bagi Herman dan istri. Kehidupan yang berubah 180 derajat setelah kedatangan Kevin ke kampung Cikoneng kurang lebih 2 tahun lalu, tentu sangat membuat perekonomian keluarganya membaik, bahkan lebih baik. Herman sungguh-sungguh megelola usaha yang Kevin berikan, sehingga keluarga tersebut jauh dari kemiskinan. Tidak ada lagi hutang piutang dengan rentenir, bahkan modal dari Kevin pun sudah kembali bahkan dalam satu tahun berjalan.
__ADS_1
Sama halnya dengan Siska, yang kini juga telah berstatus menjadi mahasiswi. Tetap tumbuh menjadi pribadi yang sederhana dan bersahaja. Memanfaatkan kebaikan keluarga Muna dengan sebaik-baiknya. Menjadi penunggu rumah babe Rojak, sembari terus mengabdi dengan sungguh di perusahaan Mahesa, sebagai calon sekretaris yang handal.
Mulusnya perjalanan karier Siska juga peroleham nilai di kampusnya berbanding terbalik dengan kisah cintanya. Ya... Siska masih jomblo.
Rutinitasnya sebagai karyawan magang dan mahasiswa sangat banyak menyita waktunya.
Kesepian jangan di tanya, Siska sudah sangat akrab dengan suasana sendirinya. Jatuh cinta...? Secara visualisasi ia paham, sebab terbiasa di cekoki dari tontonan drama Korea faboritnya. Namun, untuk mengimplementasikan dalam kehidupan nyata. Siska masih belum pandai membagi waktunya. Antara pekerjaan dan tugas kuliahnya.
Belum lagi standar fisik yang Siska buat sendiri, yaitu adalah pria bermata sipit berkulit putih ala ala Korea. Tentu akan menyulitkan dirinya sendiri untuk menggapai target tersebut.
Seiman pasti, baik dan tulus menerimanya apa adanya tentu kriteria utamanya juga. Mampu mengetarkan hati dan jiwanya pun bagian dari impiannya. Nyungsep saja kamu Siska, untung kriteriamu tidak harus CEO seperti kebanyakan dalam kisah drama Korea.
Adalah seorang Asep Suparta, sepupu Muna yang secara fisik sudah sangat masuk nominasi kriteria Siska. Tetapi masih sangat lekat dalam ingatan Siska, wajah jutek seorang gadis bernama Laela yang menurut informasi adalah kekasih Asep.
Siska bisa apa? Ia bahkan telah kalah sebelum berperang. Untuk apa berusaha berjuang, jika sejak awal Asep tampak tercipta bukan untuknya. Turut prihatin saja buat mu Sis.
Ajakan melaksanakan ibadah Umroh dari Muna, tentu sangat di sambut baik oleh Siska juga kedua orang tuanya yang sudah sangat merindukan hal ini.
Siska bukan anak bau kencur lagi, beranjak dengan seiringnya waktu tentu saja dalam waktu seminggu ia dapat membantu kedua orang tuanya menyiapkan semua keperluan sebelum keberangkatan.
Ini adalah perjalanan udara terjauh dan pertama bagi Siska dan kedua orang tuanya. Cukup tau lah apa alasannya. Berbeda dengan ambu dan Asep. Yang walau tinggal di desa, tetapi sudah sering melakukan perjalanan udara, terutama benua Eropa.
Sejak di bandara Soekarno Hatta, Siska sangat banyak di bantu oleh Asep yang terlihat semakin ramah untuk mengawal keluarga Siska.
Kursi penumpang dalam kabin adalah untuk 3 orang. Mestinya Siska bisa duduk manis tanpa terpisah dari kedua orang tuanya.
Tetapi ambu yang baru saja berkenalan dengan ibunya Siska, langsung merasa cocok. Dan meminta bertukar tempat dengan Siska.
Diendra dan Indira tentu sudah menjadi satu paket dengan Gita, adik Kevin.
Kemudian Asep dan Daren lah yang tersisa pada deret kiri burung besi tersebut.
Siska tak punya pilihan untuk memilih duduk di dekat siapa, yang ia mau hanya di samping jendela, agar dapat menikmati pemandangan dari atas langit.
"A'Sep. Boleh aku yang di dekat jendela?" Siska memberanikan diri meminta kursi tersebut.
"Boleh atuh neng Siska. Kenapa? Mau beli kacang gorengnya?" Ramah Asep menggoda Siska yang memang sudah sering di temuinya, walau tidak saling akrab.
"Segala beli kacang goreng. Makasih ya A'." Siska merasa tertolong. Selain mendapatkan view yang indah nantinya, ia juga sedikit khawatir jika saja, selama perjalanan ia akan duduk di apit oleh Daren dan Asep.
"Ya Allah, betapa perjalanan ini penuh dengan godaan mata. Asep si ASN yang kasep, juga ada Daren calon CEO juga tak kalah menawan. Ampuni hambamu ya Allah. Tegaskan hatiku, jika mereka bukan untukku. Amin." Doa Siska di dalam hati. Bohong saja hatinya tidak rusuh, bisa berdekatan dengan dua pria yang semua berdarah belsteran, satu Korea dan satunya Turkie. Siska masih normal, organ tubuhnya masih lengkap. Ada sepotong hati di dalamnya yang belum pernah di tongkrongi oleh siapapun. Meronta manja, ingin dekat dengan salah satu dari mereka, tapi dalam mimpi pun ia tak kuasa.
Matanya... Mata dan selera Siska juga sudah tingkat dunia. Maka ia sadar, sekarang tengah berada dalam badai. Ada amukan masa dalam hatinya, meronta, menggila tiba-tiba ingin di perlakukan manis bahkan oleh kedua pria yang kini berada dekat dengannya. Istigfar.
__ADS_1
Penerbangan lama yang jauh pun terasa dekat, saat mata selalu di suguhkan dengan manusia ciptaan Tuhan yang mampu memikat hati Siska.
Bahkan kini meraka telah tiba di Arab Saudi yang merupakan tujuan utama ibadah umrah dan haji umat Muslim di seluruh dunia, termasuk jemaah dari Indonesia.
Group Siska pun kini telah saling bertemu dengan Muna. Jangan di tanya bagaimana serunya pertemuan juga perjalanan wisata rohani tersebut.
Sesuai arahan para pemandu, merekapun memulai segala bentuk kegiatan yang wajib mereka jalankan sesuai dengan ketentuan.
Mulai dari ihram umrah yaitu niat
untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melalaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam sholat.
Kemudian masuk ke Masjidil Haram lalu memulai tawaf dengan berjalan cepat di tiga putaran pertama sambil idhtihba di seluruh putaran. Dan bacalah doa diatas setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad). Memohon pada Allah agar menjadi haji yang mambrur serta di ampuni segala dosa.
Dilanjutkan rangkaian ibadah selanjutnya secara runtut sesuai arahan pemandu. Semua menjalankan ibadah tersebut dengan penuh kesungguhan dan khusuk.
Bukan hanya memohon pengampunan dosa, melainkan ibadah mereka tersebut di ridhoi oleh Allah Swt merupakan hal yang paling mereka pohonkan.
Memohon agar tetap di berikan nikmat sehat, umur panjang, hati penuh syukur, serta di beri kesempatan lagi dan lagi menjadi tamu Allah kembali di kesempatan selanjutnya dengan personil yang lebih lengkap lagi.
Muna dan Kevin menambah rangkaian perjalanan ibadah mereka menuju Bukit Kasih Sayang 'Jabal Rahma'. Selain mudah di capai, bukit ini terletak di padang yang luas. Juga di percaya menjadi tempat yang cocok untuk meminta doa mendapatkan jodoh, bagi yang belum menikah, juga agar keluarga diberikan kelanggengan sampai kematian datang jika sudah menikah.
Bukan hanya Muna dan Kevin yang ada di sana, tetapi jutaan muslimin dan muslimah dari seluruh dunia tampak berada di sana. Tak terkecuali, Gita, Daren, Asep juga Siska.
Diam-diam para pejuang buku nikah itupun ikut berjejal di padang Arafah tersebut, mungkin untuk doa yang sama. Ingin mendapatkan jodoh di Tanah Suci.
(Untuk jodoh Siska dan lain-lain mungkin akan nyak tulis di ekstra part ketika ini tamat yaak. Semoga masih berkenan untuk membacanya)
Bersambung...
Hallo readerku
Bunga mawar mekar merekah,
Pas musim banjir aernya dalem.
Yang muslim nyak doain cepet ke Mekkah.
Yang non muslim di segerkan ke Yerusalem.
Amiiin❤️
Titip kirim pic wajah Daren adenya Kevin yaah. Kali ada yang masih jomblo wkwkwkwk
__ADS_1