OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 202 : PASAR TUMPAH


__ADS_3

Ruang rawat inap VVIP sebenarnya bukan ruang bersalin. Tetapi pemiliknya bebas dong. Perawat dan dokter bisa saja memindahkan peralatan medisnya keruangan itu. Lagi pula, proses persalinan Muna tergolong cepat dan tidak beresiko tinggi. Sakit hebat itu hal biasa, lumrah di alami semua calon ibu. Perihal tekanan darah, letak bayi, persediaan air ketuban, juga panjang ukuran tali pusat si bayi sangat mendukung untuk Muna bisa melakukan persalinan tanpa berpindah ruangan.


Pekerjaan dokter dan perawat pun telah rampung. Semua tak mengizinkan bayi Aydan keluar ruangan, atau masuk ke ruang bayi. Box bayi itu yang di antar ke ruang VVIP tersebut, mengapa?


"Dokter... Saya tidak mau baby Aydan ke ruang bayi, lakukan saja semua perawatannya di sini. Saya takut Aydan ketuker sama bayi lain." Posesif Kevin tambah satu level lagi. Belum puas mengikat Muna kini Aydan menjadi sasaran empuknya untuk menjadi papos tingkat dunia.


Berani dokter dan tenaga medis lainnya membantah perintah suami direktur rumah sakit tempat mereka bekerja? Tentu saja tidak. Mereka memilih patuh dan manut saja.


Muna di bantu mama Rona dan nyak Time berganti pakaian, mengusap seluruh tubuh itu dengan washlap dan membalurnya dengan minyak kayu putih, mengikat perut Muna dengan kain panjang sebisa mereka melakukannya. Sehingga kini Muna tampak lebih segar, wangi dan berseri kembali.


Dengan senyum sumringah merekah Muna bangga mengusap lembut kepala baby Ay, yang sekarang sudah nemplok di atas dadanya. Belajar mengulum, menghisap sumber kehidupannya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, air susu Muna yang memang sudah sering keluar sejak hamil tua. Tentu sangat membantu mempercepat kolustrum itu keluar untuk segera di transfer untuk Aydan.


Kevin mendekati dua kesayangannya itu. Mengecup mereka bergantian.


"Terima kasih sayang,"


"Sama-sama sayang. Maaf buat abang luka." Tatap Muna pada tangan Kevin yang memang berbekas dan sedikit robek dalam di pergelangan tangannya.


"Luka mu lebih besar dan dalam dari yang abang rasakan Mae. Abang makin cinta Mae." lembut dan terdengar sungguh-sungguh kalimat itu Kevin utarakan.


"Cintanya bagi-bagi ke Ay, pap." Jawab Muna sambil mengusap rambut kecoklatan Aydan.


"Pasti sayang. Ay... Terima kasih ya sudah lahir dengan cepat dan selamat. Kamu tau Ay... Mamamu itu keras kepala sekali, untung rumah sakit dekat rumah. Jika tidak, papap juga bisa gempor jalan kaki ngikuti maunya mamamu."


"Jadi tadi pagi yang masuk mobil tas saja Vin?" tanya Rona heran.


"Iya ma, Mae keukeh minta jalan kaki saja ke RS. Sampai di IGD kata dokternya sudah pembukaan 7. Apalah itu ga ngerti." Terang Kevin sedikit kilas balik.


"Waah... Pantas nenek ga keburu kalo gitu. Sakit mau bersalin kalo di bawa gerak memang lebih cepet ketimbang rebahan doang Vin." Sahut mama Rona dengan gelas nenek untuk panggilannya kedepan.


"Tapi aslinya sakitnya mulai tengah malam sih ma. Cuma Muna aja yang ga mau bilang. Karena jarak sakitnya masih jarang-jarang." Muna akhirnya mengakui yang sesungguhnya ia rasakan.


"Udah gitu, masih sempat berendam juga dia di bath up. Terus minta jalan kaki lagi. Semangat bener nih mama muda." Kevin lebih menguraikan


"Jera Mun?" tanya babe.


"Kagak be." Kekeh Muna.


"Alhamdulilah, buat yang banyak ya Mun. Biar kami kagak rebutan gitu."


"Be... Kalo urusan bikin sama Kevin pesannya. Mae tau ngeluarinya aja."

__ADS_1


"Hahaha... Ya udah ntar setelah nifas kalian buruan buat lagi. Si Ay biar nyak babe yang urus."


"BABBE... kuliah Muna kapan selesai kalo bunting lagi." Kesal Muna manja.


"Sabar Mun... Sabar. Jangan teriak-teriak. Baby Ay bisa ke bangun, juga jahitan yang di bawah bisa kebuka lho." Rona mengingatkan.


"Tau niih toa, lupa diri kalo udah jadi emak-emak." Timpal nyak Time.


"Kayak sape?" Celetuk babe.


"Ya kayak nyak Time lah, sape lagi." Kekeh Muna di sambut gelak tawa bahagia mereka semua yang di ruang rawat inap itu.


Tiga hari berlalu Muna sudah di boyong ke Bandung. Saat kondisi fisik Muna benar telah pulih dan sehat. Demikian juga dengan baby Ay. Yang sudah mendapatkan segala perawatan rangkaian imunisasi dan apa saja yang sudah selayaknya ia terima.


Jangan tanya kenapa saat Muna keluar rumah sakit itu, sudah seperti ada perhelatan akbar saja. Sebab sepanjang jalan dari gerbang sampai pintu keluar berjejer ucapan selamat kepada ibu direktur yang baru saja melahirkan. Sama dengan kado dan hadiah yang Muna terima, hampir 1 pick up mereka terima. Padahal, Kevin dan Muna pun sudah menyiapkan semuanya.


Bahkan kini kamar Muna dan Kevin sudah tidak di atas lagi. Sebab, Kevin sudah siapkan 1 kamar yang bagai ia sulap menjadi kamar khas anak cowok di dominasi warna biru donker dan sedikit biru muda. Di lengkapi tempat tidur besar berukutan besar untuk mereka juga box bayi. Siapa pelakunya? Tentu saja Kevin sudah berhasil merepotkan Gilang dan Gita dalam hal mengurus keperluan pribadinya.


Flashbac On


"Neng Gita, ibu bos udah lahiran. AGi dapat tugas besar nih. Eneng bantu a'a yah." Gilang pelan-pelan berbicara di dekat meja kerja Gita.


"Apaan?"


"Hmm... Oke. Di mana alamatnya?" Pura-pura dong, Gita so'so an saja ga tau apa-apa.


"Ya nanti AGi jemput di kost neng Gita." Ujar Gilang di sela pelerjaannya.


"Oke. NengGi tunggu."


"AGi..., NengGi. Oke. Keren juga."


"Echeeemm." Dehem Haikal yang sudah sebangsa monitor, meja, kursi dan benda mati lainnya di ruang kerja mereka.


"Kerja woii...kerja. Jangan ngobrol aja." Hardik Haikal kesal.


"Siap kakak." Ucap Gilang dan Gita bersamaan sambil masih cekikikan.


Flashback off


Baby Ay tergolong anteng, sebab tak sempat merasakan lapar sudah di suguhi ASi saja. Belum sampai lama lampinnya basah sudah di ganti juga oleh nyak atau mama Rona.


Mereka semua bersepakat belum menggunakan popok dengan penyerapan tinggi. Bukan ga mampu beli, sebab mama Rona ingin kembali ke masa indah sewaktu 2 bulan tinggal bersama ambu setelah Muna di lahirkan. Saat mereka menantikan teriknya matahari untuk segera mengeringkan kain lampin yang berjejeran di jemuran, sungguh pemandangam yang mengharukan dan di rindukan oleh setiap pasangan pengantin yang baru berumah tangga.

__ADS_1


Muna hanya kebagian tugas memberi ASI sedangkan yang lainnya semua di lakukan oleh nyak Time. Siska tak mau ketinggalan. Begitu tau ada jadwal kuliah yang kosong ia dan Daren sudah ngacir saja ke Bandung. Tak sabar melihat keponakan mereka.


Jadilah kini rumah Kevin mirip pasar tumpah. Di penuhi orang-orang yang sangat sayang pada keluarga baru Kevin, terlebih-lebih Aydan yang kehadirannya sangat di nantikan.


"Munaaaa." Peluk cium Siska mendarat tanpa permisi. Tak menyadari lagi posisi Muna yang masih duduk selonjoran menjaga kaki telunjuknya yang kata ambu pantang untuk di tabrak sembarangan. Ya, ambu dan Asep juga sudah terlebih dahulu datang dari Siska.


"Siska pelan-pelan dong."


"Kangen tau. Mana baby Ay... Penasaran mau gendong."


"Tuh lagi di kerubutin cogan." Tunjuk Muna pada Kevin dan Asep yang tak jemu memandang Aydan yang mereka letakan di atas meja, persis kue pajangan di meja waktu lebaran tiba.


"Selamat ya udah jadi ibu, Mun." Ucap Daren yang melangkah di belakang Siska dan menyodorkan sebuah buket bunga.


"Ih... Daren romantis banget sih." Lirik Muna ke arah Siska.


"Siska tuh yang punya ide." Sipu Daren melirik ke arah Siska.


"Kak Daren mau aja nurutin." Dengan santai Siska menjawabnya.


"Yaaah jiwa kepo emak meronta niih. Ada apa dengan kalian berdua?" Muna benar-benar ga bisa menahan diri lagi untuk mau tau hubungan kedekatan Daren dan Siska.


"Kasih tau ga yaa...?" Goda Siska yang sudah berjalan menuju baby Aydan berada.


"Sis... Iih. Ya kasih tau laah." Teriak Muna.


"Mae.... Apaan siih. Ingat jahitan bu." Gusar Kevin yang berjalan mendekati istrinya.


"Haii A'a Sep." Sapa Siska di dekat naby Ay, dan ada Asep yang masih tersisa di sanam


"Siska... Kapan datang, sama siapa?" Asep antusias melihat kedatangan Siska.


"Barusan, itu sama kak Daren." Tunjuk Siska pada Asep.


"Oh." Singkat Asep dengan mimik wajah kecewa di sana.


Bersambung...


Naah... Mau teka-tekian nih sama reader.


Kira-kira Siska sama sapa yah??


Daren or Asep...?

__ADS_1


Makasiiih suport kalian ya. Walau sibuk, nyak selalu nyempetin up. Ga sabar baca komen readers. Sangat menginspirasikan, dan parahnya... nyak lupa mau tamatin ini. Hahaaa... semoga kalian kuat baca sampe 300 BAB🤭😂🙏


__ADS_2