
Aktifitas pengantin baru tak jauh jauh dari kasur. Ngomong mesra, gombal gombalan berakhir gumuush di tempat tidur. Saat salah, bertengkar beda pendapat juga di selesaikan dengan hukuman di area tempat tidur. Modus aja kali ya segala alasan alasan itu, emang mesin baru wajib di rayen terus kali biar cepet mencetak produk terbaru.
"Selamat pagi istriku. Cup." mendaratlah kecupan manis bibir tipis Gita di pagi buta." Tentu saja oleh suami tampan, menawan yang baik hati itu.
"Selamat pagi juga paksu. Muuuaaach" pipi kiri dan kanan Gilang di kecup gemes oleh Gita.
"Sholat yu. Kemarin istri a'a bolong kan sholatnya. Maaf ya, karena a'a ga bangunin bener bener." Hah... Gita yang ga bangun saat di bangunkan, tapi Gilang yang minta maaf. Bucin bucin.
Gita cuma nyengir, merasa bersalah sekaligus malu atas ke malasan yang melandanya kemaren. Ga usah nyiyir, Gita cuma manusia, bukan malaikat. Sesekali bolong sholat lumrah kali, ga serta merta masuk neraka bukan. Kayak kita suci aja, ga pernah bolong ibadah.
Keduanya sudah selesai melaksanakan rukun Islam yang ke dua itu, dan saat Gita akan masuk lagi ke dalam selimut. Gilang segera menarik selimut itu, mengibaskannya untuk melipat dan merapikan tempat tidur mereka. Gita hanya memandang suaminya.
"Mau tidur lagi?" tanya Gilang pelan dengan tangan yang cekatan dan terlatih melipat selimut mereka
"Masih ngantuk dikiiit." jawab Gita tanpa malu malu.
"Maaf kalau semalam bikin eneng kecapean. Tapi kalo udah sholat subuh sebaiknya, jangan tidur lagi. Bergerak saja biar ngantuknya hilang. Oke." Ujar Gilang yang sudah selesai merapikan tempat tidur mereka.
"Hmm..." Jawab Gita patuh dengan mengucek matanya yang agak berat.
"Ayo ke dapur, kita buat sarapan sama sama. Atau hanya mau nonton a'a masak juga boleh." Ajaknya menarik tangan istrinya keluar kamar dan menuju dapur rumah itu.
"Jangan... a'a aja yang nonton. Biar eneng yang masak deh." Gita melawan rasa kantuk, malas dan sedikit lelah sisa gempuran semalam.
"Bisa...?"
"Belajarlah, a'a nilai yang jujur ya nanti biar tau yang a'a suka yang gimana."
"A' a tuh ga neko neko neng. Mau enak atau tidak, yang penting ada. Terus yang bikinnya ikhlas. Buatan istri lagi... ooh dunia serasa di surga." kekeh Gilang mengambil dua cangkir gelas akan menyeduh minuman untuk mereka berdua.
"Mulai deh gombalnya." jawab Gita mulai menanak nasi untuk mereka berdua.
__ADS_1
"Haduh... eneng masak apa ya pagi ini? cuma ada beras, telor ga ada, ayam ga ada." Gumam Gita mengeryitkan dahi. Bingung sendiri melihat isi kulkas yang serba kosong itu.
"Pulang kerja kita belanja stok makanan ya neng." ucap Gilang menyodorkan teh panas untuk Gita.
"Hah...? yakin ngajak neng belanja lagi? Untuk bahan makanan lagi, bakalan khilaf part dua ntar a." Pancing Gita.
"Kan a'a yang ajak neng. Artinya a' a sial di rampok."
"Rampok...? sialan niih a'a." kerling Gita so marah pada suaminya.
"Canda neng. Sudah kita sarapan bubur ayam di luar aja, sekalian berangkat. Ga ada yang bisa di masak juga kan di rumah." ajak Gilang pada Gita.
"Bubur ayam atau bibir ayank...?" colek Gita nakal pada suaminya.
"Jangan mancing ini baru setengah 6 lho, ntar a'a ajak main satu lintasan. Lemes di kantor." Gilang sudah menggendong Gita ala bribidal style menuju kamar mereka.
"Ga... a'. Eneng cuma becanda a'. Ampun duluan deh, a'." Rengek Gita mulai kegelian karena Gilang sudah mengendus endus leher istrinya.
"Eneng ga mau berendam, ntar kelamaan." Lalu ia keluar dari bak itu dan mengguyurkan tubuhnya di bawah shower saja.
Gilang hanya terkekeh melihat kepolosan istrinya. Gita sudah lewat seperempat abad, tapi kelakuannya tetap manis dan kadang kekanak kanakan. Mungkin faktor anak bontot juga tunggal perempuan membuat kadar manjanya kadang lebih dominan.
Gilang membiarkan dus dusan barangnya di ruang tamu. Meninggalkan secarik kertas berisi perintah untuk bi Inah yang nanti akan datang untuk membereskan semuanya.
Pasangan itu kini sedang sarapan di sebuah tempat makan tidak jauh dari kantor. Sesuai keinginan Gilang tadi, bubur ayam.
"Wah... ada pengantin baru nih. Kok makan di luar, ga sempat masak neng?" Sapa Siska yang ternyata dengan Ninik sudah lebih dahulu makan di tempat itu.
"Bukan ga sempat masak Sis. Tapi ga ada yang di masak di rumah." jawab Gita sambil tertawa, menertawakan keadaan rumah tangganya.
"Waduh... suram banget sih rumah tangga kalian. Suami, suami...gimana sih? jadi suami kok ga menafkahi istri. Jangan jangan hanya nafkah batin yang di kasih. Lupa kalo istri juga perlu makan." Celoteh Ninik asal.
__ADS_1
"Heeeiii... curiga boleh, asal jangan menuduh Nik. Ntar kalian rasakan kalo baru nikah. Hampir ga sempat jalan ke dapur lho Nik. Tujuannya cuma kasur." Kekeh Gilang nyeplos, sukses mendapat pelototan dari Gita yang mendadak malu.
"A'aaa..." Rengeknya.
"Kenapa...? kan emang bener. Pokoknya Nik, surah nikah itu nikmat. Lapar ga kerasa, udah kaya pulang pergi nirwana deh. Buruan nikah." celoteh Gilang memanas manasi Ninik yang tetiba malu mendengar ucapan Gilang.
"Ga gitu juga kali bilangnya." Gita saja geli mendengar celotehan Gilang.
"Biarin neng, supaya mereka cepet nyusul." kekeh Gilang bercanda.
"Hadeeeh... Reno. Reno mana yak. Kok belum ada tanda tanda ngelamar ya?" Ninik terpancing dengan topik pembicaraan.
"Huum... hati hati. Pacaran lama ga menjamin berakhir ke pelaminan lho Nik." Tegas Gilang menakut nakuti Ninik.
"Iih... Gilang. Ngumpulin duit dulu kali Lang, buat nikah. Beda lah dengan kalian yang udah tersedia semua. Jadi semua gampang deh." sambung Ninik lagi.
"Ha... ha. Ga seindah yang kalian liat juga kali." bantah Gita merendah akan status pernikahan mereka berdua.
"Udah, udah. Ga udah ghibah deh. Buruan kita makan saja." Ucap Siska menutup obrolan yang ga jelas itu.
Gilang, Siska dan Ninik memang seolah tak hormat pada Gilang. Walau kini jabatan Gilang adalah wakil CEO. Tetapi, keakraban itu hanya terjadi di luar kantor. Sedangkan jika di dalam urusan pekerjaan kantor. Mereka sudah kembali pada pengaturan layaknya atasan dan bawahan. Yang saling menaruh hormat juga profesional.
Entah dengan Gita dan Gilang yang sekarang sudah berubah status dari berpacaran menjadi suami istri itu. Walaupun pernikahan mereka belum sepenuhnya menyebar seantero kantor. Sebab berita mereka telah menikah hanya bagai gosip simpang siur saja di grup WA kantor.
Bersambung...
Selamat hari senin
Selamat hari melempar vote se NovelToon.
🤭🤭🤭
__ADS_1