
Di Jakarta.
Babe dan nyak tak dapat banyak berkata-kata akan hilangnya Muna. Mereka lebih cendrung fokus pada pengobatan yang harus babe jalani. Agar segera pulih dan dapat beraktivitas seperti sedia kala.
Sembari tak hentinya merapalkan doa permohonan agar maha besar Tuhan dapat memberikan petunjuk untuk mensegerakan di temukannya anak gadis mereka.
Sementara Kevin sudah bersama beberapa detektif, pergi untuk melacak keberadaan Muna. Sebab pagi ini ia sempat mendapat miscall dan SMS dari nomor asing. Namun di yakininya itu benar dari Muna. Kevin hafal betul bagaimana gadisnya berkomunikasi dengannya seperti selama ini.
Mungkin gerakan Kevin terkesan lamban, tetapi kali ini ia tidak akan lagi menyia-nyiakan kesempatan atau kecolongan untuk keberapa kali lagi.
Maka, dengan formasi dengan kekuatan penuh. Detektif bahkan polisi lengkap dengan anjing pelacak sudah berada di titik koordinat lokasi terakhir Muna berada.
Mungkin alam semesta sejagad raya masih belum bosan bercanda dengan Kevin. Sehingga ketika mereka yang berada di TKP pun sudah tidak mendapat satupun petunjuk jejak seorang Muna.
Kevin beberapa kali menendangkan kakinya keudara, benar-benar meruntuki kebodohannya, keteledorannya sendiri. Mengapa meninggalkan Muna saat hanya sedang mengaji di mushola yang bahkan tidak mungkin sampai 24 jam melakukan kewajiban itu.
Resah, gelisah, sesal tentu saja mendera silih berganti bak menari-nari dalam batin Kevin. Membuatnya semakin nelangsa. Hancur, lenyap, luluh lantak sudah impiannya untuk menikahi Muna. Walau sebelumnya sempat terpikir akan di lakukan di rumah sakit sekalipun. Asalkan segera halal.
Oh Tuhan senestapa ini kah nasib seorang cassanova yang ingin bertobat.
Apa yang dapat Kevin lakukan lagi untuk menemukan sang pujaan hati?
Ingin menuntut pihak rumah sakit seperti yang ingin ia lakukan sebelumnya, namun di rasakannya itu tidak perlu. Sebab Wadir rumah sakit itu sendiri, justru lebih marah dengan para petugas keamanannya. Bahkan telah mengancam akan memberhentikan semua petugas tersebut.
Untuk itu, Kevin lebih memilih berkooperatif dengan pihak rumah sakit agar bisa lebih bahu membahu lagi dalam melakukan pencarian Muna dengan gencar.
Dari pihak kepolisian bahkan sudah siap mencetak dan menyebarkan foto Muna di seantero pusat keramaian kota Jakarta untuk dapat memepermudah di temukannya Muna Hidayatullah.
Otak Kevin tak henti-hentinya berputar untuk memikirkan siapa dalang di balik semua ini. Kevin tidak yakin Muna begitu mudah terpedaya.
Kevin juga yakin, tak semua penculik mampu menggunakan mobil alphard hanya untuk melakukan aksi kejahatan.
Sumpah Kevin curiga dengan Diendra, papinya sendiri. Tetapi, atas dasar apa?
Bukankah papinya sudah sangat jelas mengatakan bahwa ia setuju dengan wanita pilihan Kevin.
Kevin merasa tak memiliki musuh bahkan selama ia bekerja sebagai staf, manager bahkan CEO seperti sekarang sekalipun.
__ADS_1
Lalu apa modus hilangnya Muna sesungguhnya?
Berita pernikahannya sudah di depan mata, tetapi masih sangat tertutup rapat untuk kapan waktu pelaksanaan. Yang orang tau, hanya Muna telah ia lamar beberapa waktu lalu.
Maka sedikit kemungkinan untuk Muna adalah sebagai incaran orang-orang yang mungkin membenci Kevin.
Para mantan wanita Kevin?
Tidak... mereka semua hanya budak uang. Mana mungkin mereka mau keluar uang banyak hanya untuk menculik calon istri Kevin. Mereka bahkan hanya tinggal bilang saja dengan nyata, jika ingin meminta uang, tentu akan Kevin berikan secara cuma-cuma.
Deretan polisi dan detektif sudah bubar tangkar. Namun berjanji akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk terus mencari dan memberi info terkini jika sudah mendapatkan perkembangan usaha pencarian Muna.
Sementara di ruangan Wadir Hildimar Hospital. Tampak Dadang sedang melakukan panggilan telepon dengan dahi yang sedikit berkerut.
"Rugi saya bayar kaliah mahal-mahal. Untuk mengamankan seorang gadis saja tidak becus...!!!" Hardiknya dengan nada suara geram.
Hening.
Dadang Sudrajat masih menyimak jawaban yang diutarakan oleh lawan bicaranya di seberang teleponnya
"Usahakan kalian bersembunyi di tempat yang paling aman. Jangan sampai polisi, detektif dan calon suami gadis itu menemukan kalian. Pokoknya saya tidak mau tau. Paham???" Masih dengan nada marah melalui alat komunikasi canggih tersebut.
Dadang memijat pelipisnya. Merasakan sedikit pusing. Sebab baru kali ini mendapatkan gadis bermata biru yang sangat tangguh. Bahkan mampu melawan 5 orang suruhannya sekaligus, dan berhasil lolos untuk kabur menyelamatkan diri.
Operator CCTV sudah tampak berada di ruangan Wadir. Siap menerima cercaan dari Dadang.
"Kamu ini, bagaimana bisa Kevin itu bahkan dapat melihat perbuatan orang suruhan kita untuk menculik gadis itu hah?" tanyanya dengan nada tinggi.
"Maaf pa. Orang itu masuk tanpa permisi, bahkan saat saya masih tidur. Dia sendiri yang memindai semua rekaman kamera di sana, sehingga ia sendiri yang menemukan adegan itu."
"Bukankan tugasmu adalah menghapus bagian-bagian seperti itu....?"
"Iya... maaf. Saya mengaku salah pa. Maaf. Maafkan saya."
"Sudah lah... kembali ketempat kerjamu. Dan usahakan jangan sampai Kevin menaruh curiga. Jika kita yang berada di balik semua penculikan ini." Ujar Dadang melemah.
Terjawab sudah teka-teki hilangnya Muna di rumah sakit ini. Bahkan justru Wakil Direktur itu sendiri yang menjadi dalang semua tragedi.
__ADS_1
Entah Muna hanya sedang apes, atau memang telah di incar. Namun konon katanya, siapapun gadis belia yang memiliki bola mata berwarna biru yang datang ke rumah sakit mereka. Selalu di tangkap, di ambil darahnya lalu di bawa pergi. Dan di kurung selama kurang lebih dua minggu.
Maka saat pertama kali Muna menapakkan kakinya masuk ke rumah sakit tersebut, CCTV selalu memantau semua gerak gerik Muna dan mereka usahakan untuk mendekati dengan berbagai cara agar dapat di ambil darahnya untuk di periksa DNAnya.
Mengapa semua gadis belia bermata biru yang mereka incar?
Karena pemilik rumah sakit tersebut pernah kehilangan bayi perempuan bermata biru kurang lebih 18 tahun yang lalu.
Mengapa harus mereka kurung selama 2 minggu?
Sebab, itu kurun waktu yang di butuhkan pihak laboratorium untuk memastikan hasil tes DNA.
Maka dengan sendirinya mereka akan melepas bahkan memberikan uang ganti rugi sekaligus permintaan maaf. Karena telah mencurigai seseorang sebagai anaknya.
Sebenarnya hal itu adalah sesuatu yang mustahil di lakukan.
Bagai mencari jarum pada tumpukan jerami. Semacam menunggu mujizat yang kadang terjadi, juga kadang tidak akan pernah terjadi.
Namun, bagi pemilik rumah sakit tersebut. Itulah satu-satunya cara yang dapat mereka lakukan demi mendapatkan kembali buah hati yang bahkan baru 3 bulan ia asuh. Yang kemudian akan ia serahkan pada suaminya, untuk selanjutnya merawat buah hati mereka tersebut.
Namun untung tak dapat di raih, malang pun tak dapat di tolak. Saat sang ibu bayi ingin menyerahkan sang putri pada suami, yang di tunggupun tak kunjung datang pada waktu yang mereka sepakati bersama.
Sehingga, jangankan keranjang bayi. Jejak, tapak langkah pun tak ia temukan di tempat yang telah mereka janjikan. Hilang, bayi itu seketika hilang bagai buih sabun terbang di terpa angin. Menguap, berpendar tak tentu arah.
Bersambung...
Gimana readers....?
Udah mulai dapat clue untuk identitas Muna.
Makin penasaran?
Nyak tunggu like, komen, gift dan votenya selalu.
Ok👌
Nyak titip pic wajah Wakil Direktur Dadang Sudrajat ya🙏
__ADS_1