
Niat Muna sebelum tidur semalam, besok akan bangun pagi. Setelah subuhan langsung memasak untuk Kevin. Tapi apalah daya saat sholatpun Muna sambil mengantuk. Mana tega Kevin bangunkan dan meminta Muna untuk memasak sesuai permintaannya semalam. Maka Kevin membiarkan Muna tidur lagi setelah sholat tadi,mandi dan menyiapkan dirinya sendiri untuk berangkat ke ķantor.
"Hah... abang udah rapi. Jam berapa ini?"
"Hampir jam 8 yang." Jawab Kevin merapikan dasinya sendiri. Muna duduk mendadak ingin berdiri dengan cepat.
"Hati-hati... bumil." Kevin mengingatkan.
"Kenapa ga bangunin sih bang?"
"Mae kecapean semalam. Jadi abang ga tega bangunin."
"Huum... iya kurang tidur emang. Tapi kan mau masak buat abang."
"Tunda besok aja Mae, tadi Gilang ingetin. Kami ke Jakarta hari ini, ada meeting."
"Di hotel lagi...?"
"Ga... di perusahaannya lansung."
"Sama Gilang saja?"
"Mau bawa bini, tapi takut masih kecapean." Jawab Kevin yang mengertinMuna tentu masih trauma kasus kemarin.
"Iya... hari ini mau tiduran saja, ajak Gita atau Siska yang." Saran Muna.
"Gita aja. Nanti abang minta Gilang yang ajak."
"Maaf ya... bukan Muna ga percaya abang. Hanya masih takut saja yang kemarin ke ulang." Ucap Muna mengibas, mengencangkan jas yang sudah membalut tubuh suaminya.
"Ga papa. Itu wajar sayang." Peluk Kevin pada Muna yang sudah tidak bisa di peluk dengan erat lagi.
"Udah peluknya... istri abang belum mandi lho ini."
"Justru itu wangi favorit abang. Wangi dengan keringat sedikit kecut, selalu bikin abang mau buka celana."
"Eeh... pagi-pagi udah mesum. Efek obat kemarin masih sisa,,,?"
"Ga tau... cek yu Mae. Ke Jakarta masih 2 jam lagi."
"ABBAAAAANG...!!!"
"Eh... toa. Kalo mau ga usah pake teriak juga." Kekeh Kevin menatap lucu Muna yang masih tak suka ia goda.
"Siapa yang mau... malu iya. Laki aye udah rapi begini. Lah Muna masih bau jigong yang."
"Abang mandiin yang..." tawar Kevin lagi.
"Mesum...!!!"
"Suka kaaan."
"Lewat-lewat.. mau sikat gigi. Laper aye ngadepin abang pagi ini." Sarkas Muna seolah gusar.
"Abang tungguin."
"Hmm..." Jawab Muna yang langsung masuk ke kamar mandi. Agak lama.
Ceklek Kevin membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci itu. Wow... istrinya tidak sedang menggosok gigi. Tapi malah mandi tanpa mengenakan apa-apa di sana.
"Yang... sarapan di sini boleh?"
__ADS_1
"Yaah... lupa kunci pintu tadi." Desis Muna.
Kevin hanya sempat melepas jas dan celananya lalu menggantungnya. Setelah itu masih dengan kemeja rapi berdasi cekak itu, ia sudah bergabung mencumbu Muna di bawah shower yang mengalir air hangat.
Muna mengeliatpun tetap seksi di mata Kevin. Menepikan tubuh itu kedekat dinding dan mengangkat satu kaki Muna ke atas pahanya untuk memudahkan akses absen kehadiran otong di rumah mumun. Tidak ada penolakan, Kevin selalu mampu memberi rasa nyaman untuk patnernya. Gemericik suara lajunya air shower itu, selaras dengan desa han Muna yang tak tertahan. Yaaah..., maksud hati ingin sikat gigi. Tapi tergoda untuk mandi. Dan justru dapat serangan, jackpot dong bagi Kevin, readers juga.
"Makasih sayangku..." suara Kevin lebih ceria setelah selesai beriya-iya dadakan.
"Hmm..." Jawab Muna datar.
"Ga suka?"
"Ga hanya suka... tapi mau lagi." Jawab Muna terbahak.
"Setelah sarapan... istirahat ya Mae. Maaf, ga bisa liat Mae nganggur... maunya di garap terus. Ikhlas ?"
"Ikhlas dong, kucing kalo udah kenyang makan di rumah. Pas jalan keluar liat ayam seliweran, ga nyambar lagi lho. Insyaallah... laki aye ke gitu. Kalo udah mukbang di rumah."
"Segala laki di samain kucing. Hari ini... Mae istirahat, ntar malam janji abang ga minta lagi. Ni perut udah makin turun aja. Tapi... besok nasi uduknya tetap abang tagih ya."
"Siap bosque." Kekeh Muna yang sudah kembali membantu Kevin memasang pakaiannya kembali.
"Papap... mamam." Suara Aydan di luar kamar. Muna baru saja hendak mengeringkan rambut basahnya.
"Kaka Ay..." sapa Kevin membuka kamar.
"Papap... capan lang kong."
"Capan lang kong... eehhm... iya iya." Kevin masih bingung.
"Ayo pap... tu engkong." tunjuknya kearah lantai bawah dan menarik tangan Kevin agar keluar kamar.
"Sarapan bilang engkong... kata ka Ay pap." Muna mentransletkan.
Ketiganya pun menuruni tangga untuk sarapan kesiangan bersama.
"Huum... bener juga ye Tong. Sebelom puasa, dipuas-puasin dulu makannye." sindir babe yang tau arti rambut Muna yang masih lembab.
"Ha...ha... babe tau aja."
"Ibadah Tong." Kekeh babe.
"Be... Kevin ke Jakarta nih. Mau ikut?"
"Ga ngerepotin?"
"Ya ga lah. Kevin meeting, babe kerumah. Nanti di antar pak Min."
"Boleh-boleh. Lama ini ga ke rumah. Ntar tanya enyak mau ikut ga."
"Ay ikut kong... kut yaa..boweh...?" si kecil Aydan ikut nyeletuk aja mendengar engkongnya mau pergi.
"Eeh... cucu engkong mau ikut kemane?"
"Kut... kong."
"Kemane... kong tanye"
"Pigi...pigi li menan... kong."
"Mainan apa lagi...?" tanya engkong.
__ADS_1
"Lego..." Jawabnya tegas.
"Ude penuh noh... kamar Kaka Ay, lego semua."
"Kut Kong..."
"Engkong kagak kemane-mane. Cuma kasih majan ayam dan mau ambil telornya di belakang... mau ikut?" tanya babe pada Aydan lagi.
"Mau... ikut." jawan Aydan tak mau di tinggal kakek
"Oke deh. Ka Ay makan dulu ya."
"Iya"
"Kagak jadi deh Tong, babe ke Jakartanya. Si Ay mau ikut tuh."
"Ka Ay... ga usah ikut engkong. Berenang sama mamam aja, mau?" Muna mencoba mengalihkan fokus Aydan agar tidak mengrkor kakeknya.
"Mau... kong angis ya?"
"Ka Ay mau berenang sama mamam,,,?" tanya babe pada Aydan.
"Mau ama mamam."
"Oke.. kong kagak nangis, ka Ay sama mamam saja berenang ya."
"Iya..." Angguknya senang.
"Papap... ikut?"
"Enang pap."
"Ka Ay mau ajak papap berenang tuh." Muna mengartikan.
"Hmm... no no. Papap kerja ka Ay. Nanti 3 hari lagi. Papap berenang sama Ka Ay. Okey... "
"Keey...omes?"
"Eh... siapa nih yang ajarin Ka Ay bilang papapnya omes, mamam ya." Lotot Kevin pada Muna.
"Eh... siapa ??" tanya Muna.
"Papap... omes." ulang Aydan pada Kevin dan mengangkat hari kelingkingnya.
"Oh... promise." Kekeh Kevin mengaitkan kelingkingnya pada jari kecil yang menunggu tautan tangannya dari tadi.
"Yes... papap promise." Ulang Kevin sambil tersenyum.
"Otak mesum sih, tiba giliran anaknya bilang omes langsung kesinggung... ha..ha..ha." Muna terbahak.
Kevin menyumpal roti ke mulut Muna yang sedang tertawa senang itu.
"Bisa diam ga...?"
"Mangkenye Tong... jangan bini aje lu satronin. Sampe omongan anak sendiri aje, lu kagak ngarti." tegur babe.
"Iya... makasih be sudah ngingetin. Ke Jakarta jadi kan?" tanya Kevin lagi.
"Iye... tunggu babe kasih makan ayam bentar." Ijin babe.
Bersambung...
__ADS_1
Sampai jumpa di part selanjutnya
Besok senin yaaa😘