OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 6 : TEMAN BARU


__ADS_3

Muna tidak sengaja dan tidak hati-hati saat berbalik sehingga ia tidak sadar telah menabrak seorang wanita yang ternyata sudah berada di belakangnya sedari tadi.


"Maaf... maaf aye kaga sengaja." ujar Muna dengan menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Iya tidak apa-apa mbak." Jawab wanita yang terlihat baik dan ramah itu.


Muna pun buru-buru keluar dari ruangan yang ternyata tidak untuk kalangannya sebagai OB tersebut.


"Kerja gini amat yaak... pagi-pagi mata sudah ternoda, bekal juga di embat si bos, giliran mau makan, eeh!! Masih ada aturan harus makannya di mana lagi. Mending aye cari makan di luar aja klo gini. Pan jam kerja masih lama." Muna berdumel sendiri dengan suara yang sangat pelan.


"Heii... kamu kok bicara sendiri. Ada apa...?" tanya seseorang yang telah menepuk bahu Muna dari belakang.


"Eh... empok. Kaga ada ape-ape mpok." Jawab Muna saat berbalik dan melihat wanita yang ia tabrak tadi menepuk bahunya.


"Kamu siapa... boleh kita kenalan? Saya Aisyah dari bidang keuangan." Ucapnya memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya.


"Oh... aye Muna Hidayatullah, panggilan aye Muna. Aye baru keterima jadi OB di mari. Mangkanya aye kagak tau apa-apa tentang kantor ini. Tadi aye mau makan, tapi katanya kagak boleh di mari. Harus ke kantin umum di lantai 2, mpok sudah lama kerja di mari...?" tanya Muna panjang kaya kereta api.


"Iya...saya sudah 4 tahun kerja di sini. Bukan tidak boleh makan di kantin ini Muna. Hanya... di kantin ini harus menunjukkan ID Card seperti ini. Sebab, jika menunjukkan ini, kita tidak perlu bayar. Karena pihak kantor yang sudah membayarkan makanan kita. ID Card akan di berikan setelah 2 minggu masa training." Jelas Aisyah dengan pelan-pelan.


"Oh seperti itu, Bu Cica kaga ada kasih tau soal itu. Pantesan Bu Cica bilang selama masa training aye kerja nya di lantai 36 sama 37. Khusus bersih toilet di dua lantai itu. Tapi itu tadi pagi, pas aye bau sampe. Tapi, pas selesai kerja pagi, aye di kasih jadwal baru lagi."


"Apa lagi jadwalnya...?" tanya Aisyah yang masih terus berjalan beriringan dengan Muna menuju Lift.


"Katanya aye, kaga usah kerja di lantai 36 dan 37. Karena, aye hanya di suruh bebersih di lantai 37, dan ruangan tuan Kevin, juga ruang pribadinya. Gitu kata Bu Cica."

__ADS_1


"Kalau yang saya tau, jadwal susulan seperti itu menandakan karyawan baru sudah menyelesaikan masa trainingnya, maka telah mendapat posko tempat kerja tetap. Artinya udah mau di kasih tuh ID Cardnya. Kamu punya kenalan orang dalam kali, jadi bisa kerja di sini dan dapat tempat kerja paling istimewa itu. Pak Kevin orangnya susah dan suka pilih-pilih orang yang boleh masuk ke ruangan beliau. Karena..." Aisyah tidak melanjutkan kalimatnya.


"Karena apa...?"


"Maaf saya tidak bermaksud bergunjing. Dan saya juga tidak pernah melihatnya secara langsung. Kata orang, pak Bos suka bawa perempuan ke ruangannya. Juga sering nganu... gitu-gituan di sana. Pak bos itu seorang cassanova. Jadi ... beliau pilih-pilih orang yang akan bekerja di ruangannya. Kemarin yang kerja di ruangan beliau sedang cuti karena melahirkan. Dan beliau memang belum dapat OB yang baru. Tapi dengan jadwal yang di berikan padamu, berarti kamu lah OB yang di pilihnya." Jelas Aisyah panjang lebar.


Muna mencermati yang di katakan Aisyah. Dalam batinya bergumam. "Bukan katanya lagi, lah tadi pagi aye udah liat pake mata n pala aye sendiri, itu Bos emang mesum."


"Oh seperti itu. Aisyah. Terima kasih penjelasannnya ya. Dan bisakah kita menjadi teman...? tapi... ah. Aye pan cuma OB, mana mungkin punya teman di bagian lain yak... maaf Aisyah. Kaga jadi." Ujar Muna sambil nyengir kuda


"Ya... ga papa kali Muna. Bagian mana saja. Selama kita masih bekerja di bawah gedung dan perusahaan yang sama. Kita ya serumah ini. Lagian kita sesama manusia wajar saja saling berteman. Dan... kamu juga tidak punya tampang seperti OB. Kamu cantik banget Muna." Puji Aisyah pada Muna, saat mereka sudah berada dalam kotak yang siap mengantar mereka ke lantai mana saja.


Tiing.


Pintu lift terbuka.


Segera Muna dan Aisyah menundukkaan kepala mereka tanda hormat pada Kevin, seraya beringsut keluar dari ruang lift yang mereka naiki tadi. Dan buru-buru meninggalkan pak Bos dan asistennya itu.


Kevin tidak berhenti memandangi Muna dari ujung kaki dan kepala. Pandangan itu penuh dengan pertanyaan dan penasaran. Akan penampilan gadis di depannya. Seolah kenal tetapi di mana, ia lupa.


"Ferdy... kamu kenal mereka tadi...?" tanya Kevin pada asistennya.


"Itu Aisyah kepala bagian keuangan." Jawab Ferdy dengan cepat.


"Aku juga tau kalau Aisyah. Yang satunya siapa...? Sepertinya aku kenal tapi di mana?" tanya Kevin pada Ferdy saat mereka kini telah berada dalam box kotak yang akan membawa mereka menuju lantai 37.

__ADS_1


"Oh... yang satunya. Kenalan Pak Bos di Club mungkin." Jawabnya asal pada Kevin yang masi sepupunya itu.


"Ah... masa. Aku belum pernah dapat yang body dan cantik seperti itu di club. Coba kamu tanya Aisyah. Sekalian boking buat aku."


"Hallo... sejak kapan Aisyah jadi ge* mo. Mau boking ya sama mami-mami di club sana lah."


"Tapi... sepertiny aku pernah liat cewek itu, tapi di mana...?"


"Hallah kamu ya selalu begitu. Kamu kapan tobat sih Vin. Yang kamu lakukan itu dosa." Ferdy menasehati adik sepupunya itu.


"Uda deh... ga usah ceramah. Wanita itu di mana-mana sama saja. MATRE...!!! tinggal kasih duit aja selesai urusan, dan mereka akan siap melayanimu dengan cara dan gaya apapun yang kamu mau."


"Terserah kamu saja. Aku ga ikutan. Hanya bisa mengingatkan."


"Iya... aku juga ga pernah ajak kamu. Oh iya Fer... aku sudah dapat OB pengganti yang cuti kemaren. Nanti kamu konfirmasi sama Bu Cica soal kontrak dan ID Card dan apapun itu." Perintahnya pada Ferdy saat mereka telah sampai ruangan Kevin.


"Kapan kamu menyeleksi OB...? Kok aku tidak tau?" tanya Ferdy yang biasanya paling sibuk dalam urusan penentuan OB di ruangan Kevin.


"Tadi pagi aku sudah dapat. Saat kamu terlambat datang." Jawab Kevin santai.


"Waw... aku ketinggalan momen pemilihan OB kalo begitu. Ok nanti ku urus semua dengan Bu Cica.


Bersambung...


...Pliis Like, Komen n Vote yah...

__ADS_1


...πŸ™πŸ™πŸ™...


__ADS_2