OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 118 : JANJI MUNA


__ADS_3

Mobil mewah yang di kemudi oleh Kevin sudah berada di parkiran 'High Butik' milik Stefany.


Hari itu adalah hari yang sudah Stefany janjikan untuk menyelesaikan semua pesanan pakaian pengantin Muna dan Kevin.


Mata Muna berbinar cerah saat melihat pakaian kebaya yang terlihat sederhana namun bertaburan kristal mahal berkilauan di setiap detail di sepanjang tepian leher memenuhi dada juga pada tiap tepian sepanjang pakaian tersebut.


Pakaian adat betawi berwarna putih sesuai pesanan Muna untuk Kevin pun terlihat selesai dengan sempurna di tangan dingin Stefany. Sehingga senyum Muna dan Kevin pun mekar sempurna bagai kelopak mawar yang baru meninggalkan kuncupnya.


Belum selesai kekaguman Muna dengan pakaian yang akan ia gunakan saat akad nikah berlangsung di pagi sabtu depan, kini ia di perhadapkan kembali pada pasangan pakaian couple pengantin yang hanya pernah Muna lihat dan kagumi lewat layar kaca. Persis dengan yang di gunakan oleh selebritis tingkat dunia, elegan, mewah dan tak pernah terbayang olehnya akan mengenakan pakaian seperti itu. Sungguh bagai mimpi dapat menyentuhnya, bahkan kini dapat memilikinya.


Sepintas pakaian itu memang nampak seksi, di mana pada bagian belakang, terlihat agak turun yang nantinya akan menampakkan sedikit punggungnya. Tetapi itu hanyalah permainan kain kaca yang sangat halus di buat oleh desainer berbakat sekelas Stefany.


Kevin tidak hanya membayar Fany dengan uang. Tetapi juga dengan sebuah tiket paketan bulan madu ke Bali untuknya dengan suami, sesuai yang sudah Kevin janjikan sebelumnya.


"Bagaimana Vin... suka?"


"Kamu liat sendiri Fan... senyum sumringah di bibir gadisku. Itu tandanya dia sangat menyukai karyamu."


"Transferan pasti bengkak niih, tapi aku lebih nagih ke janji seorang teman yang mau kasih aku tiket bulan madu nih. Maklumlah, suamiku tak terlayani selama 5 hari gegara buatkan pesananmu." Tagih Stefany pada Kevin.


"Berbentuk tiket atau uang saja Fan...?" tanya Kevin memegang ponselnya, siap melakukan transaksi.


"Aku mau semuanya kamu yang atur. Aku mau merasakan bagaimana seleramu dalam urusan memilih paketan bulan madu. Atau mau barengan?"


"Hum... gadisku tidak sepertimu dalam urusan di ajak berbulan madu Fan." Jawab Kevin sembari menghubungi seseorang untuk menyiapkan tiket dan paketan bulan madu untuk Stefany.


"Fan... mau di mana?" tanya Kevin sambil masih melamgsungkan panggilan telepon.


"Bali saja, deket dan lumrah." Jawab Stefany secepatnya.


"Bara... tolong siapkan tiket dan paketan mewah bulan madu di Bali, untuk 5 hari. Buat atas nama Stefany. Nanti ku berikan data lengkapnya. Ingat... buat yang mewah dan romantis, aku percaya dengan pilihanmu." Perintah itu lolos keluar dari mulut seorang Kevin kepada Bara si sekretaris andalannya kini.


"Makasiiiih bosku." Jawab Fany centil, bagaimana tidak. Ia hanya bercanda soal bonus itu. Tetapi seorang Kevin memang tidak pernah suka bercanda dengan janjinya, pasti selalu ia tepati.


"Oke... bungkus." Jawab Kevin yang bahkan sudah menyelesaikan pembayaran atas semua pesanannya.

__ADS_1


Sementara Muna tidak tau menau tentang harga juga bonus yang Stefany dapatkan dari Kevin. Ia terlihat sibuk berjalan dan berputar-putar di area manekin-manekin yang terpajang rapi di butik itu.


Sebentar di lepasnya, sebentar dipeganginya. Ingin bertanya, takut di kira mau. Di bilang ga mau, tapi sesungguhnya suka. Begitulah Muna dengan salah satu pakaian pengantin hijab berwarna silver buatan Stefany, yang menurutnya sederhana tetapi menarik perhaiannya.


"Fan... apakah baju yang di dekati gadisku itu sudah bertuan?"


"Hmm... belum. Aku hanya mencurahkan isi di kepalaku saat membuatnya. Dan berharap ada orang sekelas sultan yang akan meminangnya." Jawab Stefany sedikit lebay.


"Ya sudah bungkus juga baju itu. Sepertinya gadisku tertarik dengan pakaian itu. Coba kamu dekati, dan katakan saja itu bonus untuknya, gratis." Kevin paham betul Muna bukan tipe gadis yang dengan mudah meminta ini dan itu, walaupun ia suka dengan sesuatu.


"Enak saja gratis, itu 3jt Vin." Stefany melotot ke arah Kevin.


"Iya ku bayar, bilang saja padanya. Itu bonus untuknya, atau kamu bilang saja harganya hanya 300ribu."


"Ya Tuhan, bahkan itu hanya harga benang untukku menjahitnya saja." Jawab Stefany lagi.


"Sudah ku transfer 3jt. Sana... lakukan tugasmu." Perintah Kevin.


Tanpa menjawab Stefany sudah berjalan mendekati Muna.


"Iye niih, Muna baru liat ni baju. Cantik. Sayangnye kemaren Muna kagak liat. Tau ade ini, mending Muna minta yang ini aje, kaga use buat yang baru pan."


"Sudahlah, beli saja lagi yang ini. Calon suamimu kan banyak duit Muna." Rayu Stefany pada Muna.


"Jangan dah, kesian abang. Lagian pan Muna udah di buatin yang sepasang buat akad ame resepsi. Kalo Muna beli yang ini buat di pake kapan coba?" tanya Muna.


"Ya kan bisa di pake buat prewed Muna. Atau kalian sudah melakukan prewed?" Stefany balik bertanya.


"Belom siih, baru mau ini." Jawab Muna sedikit tergoda.


"Ya udah ambil deh, murah kok. Harganya cuma 500 ribu, tapi buat kamu ku kasih diskon jadi 300 ribu saja." Bohong Stefany yang sudah mendapat notifikasi transferan dari Kevin.


"Waah... Muna kira mahal. Ya klo gitu angkat dah." Muna tiba-tiba ceria setelah tau jika baju itu cukup murah dan terjangkau baginya.


"Abang... Muna nanti fotonya pake hijab ini boleh kagak?" Muna baru sadar untuk meminta ijin pada Kevin yangterlihat cuek dan sibuk sendiridengan ponselnya.

__ADS_1


"Mae mau yang itu...?" akting Kevin mendekati Muna dan baju yang di inginkannya.


"Iye... sepertinye Muna cocok make ini bang."


"Boleh dong, tapi..." Goda Kevin sambil menunjuk pipi kanannya meminta bonus ciuman dari Muna.


"Halaaaah abang modus. Muna bayar sendir aje, kalo abang kagak mau." rajuk Muna berpura-pura.


"Ya sudah... Fan. Tolong bungkus juga yang ini buat calon bini gua." Pinta Kevin yang tidak mendapatkan ciuman walau hanya di pipi saja dari Muna.


"Makasih ye bang... ciumannye ntar di rapel pas lagi berduaan." Bisik Muna yang sesunggguhnya malu-malu mau melakukan itu pada Kevin yang sudah mengikuti semua kemauannya.


"Bohong dosa ya Mae." Seloroh Kevin dengan cueknya sambil berjalan mulai meninggalkan ruangan itu tak lupa menarik tangan Muna, untuk keluar.


Muna hanya cengegesan meruntuki janjinya yang pasti akan segera di tagih Kevin, jika nanti sudah hanya tinggal mereka berdua di suatu tempat.


Kini keduanya sudah berada di dalam mobil, kotak paketan pakaian pengantin pun sudah berpindah ke bagasi mobil Kevin. Lambaian serta senyum cerah bahagia terpancar dari Stefany, betapa tidak ia benar-benar untung banyak mendapatkan pelanggan seperti Kevin, yang tidak penah menawar, apalagi berhutang pada setiap pakaian pesanannya.


Hati Muna dag dig dug tak karuan, menebak-nebak sendiri atau memang sudah ingin mendaratkan ciuman pada pipi putih bersih di sampingnya, demi untuk membayar janjinya tadi. Tapi setelah Muna lirik-lirik sepertinya Kevin sudah melupakan janji Muna, dan terlihat santai saja mengemudikan mobilnya menuju sebuah mall yang menjual perhiasan.


"Hmm... syukur dah. Kayaknye gelar mesum si abang udah waktunya di hapuskan, buktinye. Selama berduaan di jalan, abang kagak nagih janji Muna, aman dunia." Batin Muna sendiri dalam hatinya.


Bersambung...


Fany beruntung ya


Langganannya sultan


Nyak tetep minta kita sama-sama nikmati alur ini dengan sealamiah mungkin ye.


Sambil nyak mikir, adegan unboxing terindah buat mereka


Lopeh buat semua


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2