OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
EKSTRA PART : IDE MUNA


__ADS_3

Ritual ala-ala pengantin basi sudah benar terjadi, penolakan di awal hanya narasi tanpa bukti. Ya… walau dengan terpaksa cairan suci itu memang di siram di area teras mumun saja, Muna sudah wanti-wanti agar jangan menyembur di dalam. Kasian Annaya yang bahkan baru berusia 3 bulan saja, sudah harus punya adik lagi.


Mentari terbit sesuai porosnya. Menyapa sempurna setiap insan yang sudah memulai aktifitasnya dengan rutin pergi mengais rejeki, meyakinkan hati bahwa dihari baru selalu ada berkat yang tersedia bagi umat-Nya yang meminta dan keras berusaha.


Pagi ini, Kevin dan Muna sudah tampak siap pergi ke Hildimar Hospital tempat kerja Kevin yang baru. Muna ikut serta bukan untuk bekerja, melainkan untuk bertemu dengan dr. obgyn. Muna lumayan resah dengan jadwal haidnya yang tidak teratur. Sehingga merasa perlu untuk berkonsultasi.


Muna sudah berada di poly kandungan. Menyampaikan keluahannya tentang siklus haid. Dan sebelumnya Muna di periksa dengan alat pindai USG, untuk memastikan bahwa di rahimnya benar tidak ada makhluk yang mulai ikut hidup bersamanya.


“Bersih bu, rahim ibu sehat. Sisa darah kotor pun sudah sangat bersih. Kalau di lihat dari segi kondisinya bahkan rahim juga sudah kuat untuk di buahi kembali.” Kekeh dokter itu yang sempat menangkap kecemasan yang tercetak di wajah Muna.


Berbeda dengan Kevin yang sejak tadi berkeras ingin ikut mendengarkan hasil pemeriksaan dokter, justru tampak terlihat kecewa saat mendengar jika istrinya tidak sedang mengandung.


“Lalu mengapa siklus haid saya terganggu dokter?” Tanya Muna sambil berusaha turun dari bad dengan di bantu Kevin yang selalu berusaha menjadi suami siaga dan menjaga kemesraannya.


“Bukan kah ibu adalah ibu yang aktif menyusui? Selama menyusui bayi, ibu mungkin mengalami yang dikenal sebagai amenore laktasi yang berarti ibu tidak mendapatkan menstruasi karena sedang menyusui.” Jelas dokter dengan sangat pelan dan jelas. Muna dan Kevin menganggup paham.


“Dalam hal ini, tubuh ibu memproduksi hormon prolaktin untuk memungkinkan ibu menyusui dan hormon itu menekan estrogen. Itulah sebabnya hal ini terjadi. Namun, jika ibu berhubungan se ks, hamil selalu merupakan kemungkinan yang bisa terjadi. Dan, ini merupakan hal yang tak disadari banyak wanita. Banyak wanita mendapatkan kesan bahwa menyusui akan melindungi mereka dari kehamilan lagi. Tetapi ini tidak selalu terjadi.” Lanjut dokter itu semakin memperjelas perihal yang Muna alami sekarang.


“Lalu sebaiknya kontrasepsi apa yang aman untuk bisa saya gunakan, Sebab sebelumnya kami menggunakan system kalender.”


“Berhasil…?” tanya dokter penasaran.


“Jebol, dokter.” Sipu Muna.


“Kakaknya hanya berusia 15 bulan saya sudah hamil kembali.” imbuh Muna lagi.


“Oh… berarti jangan menggunakan metode itu lagi, jika memang tidak mau hamil lagi."


“Itu sebenarnya sukses dokter, hanya waktu itu kami sedang LDR-an. Jadi susah di setting waktunya.” Kevin membela diri.


Dokter terkekeh, mendengar pembelaan dari Kevin. “Banyak pilihan sih, bisa dengan suntikan, tablet, juga pemasangan IUD yang bisa menjeda 3 sampai 5 tahun kehamilan. Dan pilihan terakhir tadi yang paling banyak di pilih sebab tidak merusak hormone, berat badan cendrung stabil tidak berbakat melebar atau gemuk, juga menstruasi akan lebih lancar. Sehingga kemungkinan terjadinya gumpalan atau bibit kista, kemungkinannya sangat kecil.” Terang dokter itu lagi.


“Gimana Mae?” Tanya Kevin yang memang lumayan cerewet ternyata untuk urusan jadwal kunjung otong.


“Sepertinya saya tertarik dengan pemasangan IUD saja, kalau tablet yang termasuk pelupa, dan untuk di suntik juga sifatnya pasti berkala ya dokter? Saya takutnya jarang di tempat, maksudnya bisa kemana-mana tiba-tiba.” timbang Muna.


“Hah… bilang saja takut di suntik Mae.” Ledek Kevin mencolek pinggang Muna. Membuat dokter agak heran, apa iya pasangan ini adalah ditektur dan wakil direktur tempatnya bekerja?

__ADS_1


“Abang… iih.” Sikut Muna merasa risih.


“Kapan saya bisa melakukan pemasangan IUD itu dokter?”


“Pemasangan IUD sebaiknya saat menstruasi agar lebih mudah dan tidak terlalu nyeri, karena saat haid kondisi serviks sedang terbuka.” Terang dokter itu kembali.


“Baiklah, nanti saat saya haid, saya akan membuat janji temu lagi dengan dokter. Terima kasih untuk pemeriksaan dan semua penjelasannya ya dokter.” Muna pun akan berpamitan.


“Sama-sama ibu direktur. Sebelum IUD terpasang pastikan melakukannya dengan hati-hati jika memang belum ingin hamil kembali ya bu.” Pesan dokter itu di balas anggukkan dan pamit dari pasangan tersebut.


“Abang dengar sendiri kan… hati-hati. Banyakin sarung deh Bang, soalnya masa subur dan tidak suburnya Muna belum bisa di pastikan.”


“Siap bosku.” Jawab Kevin sambil terkekeh.


“Jadi gimana nih bang…? Minggu depan abang kan ke Swiss. Muna sudah boleh turun kerja kan?” tanya Muna sambil menyeduh kopi untuk Kevin.


“Iya.. ya. Pantesan Mae ga mau di ajak berangkat.”


“Ya kan kemarin kita sudah lama ninggalin rumah sakit, masa minggu depan di tinggal lagi.”


“Ga gitu juga bahasanya bang…” Muna merasa tidak enak.


“Tapi beneran abang ga masalah kok kalo selalu di bawah Mae, enak tinggal menikmati dan merek melek saja.” kekeh Kevin dengan wajah devilnya.


“ABBAAAANG ga jelas ah.” Toa kumat. Untung saja obrolan itu terjadi saat mereka sudah berada di ruangan Kevin.


“Eh… abang yang ikut berangkat siapa aja?”


“Banyak sih 20 orang. Ceweknya 11 lho. Tapi tenang ada Gita buat jadi spion abang, jamin setia.”


“Yang raguin kesetiaan abang siapa?” tanya Muna.


“Terus… kenapa kepo sama yang berangkat?”


“Gilang berangkat juga?” telisik Muna.


“Pasti lah Mae, masa dia tinggal. Kan dia Wakil CEO sekarang.”

__ADS_1


“Nah ntuh die masalahnye bang.”


“Masalah apaan?”


“Hubungi papi deh bang. Atau mereka bedua.” Muna tiba-tiba.


“Kenapa?”


“Mereka akan melakukan perjalanan dinas keluar negeri beserta rombongan. Gimana juga mereka kan pernah hampir nikah, apa ga nyut-nyutan tuh bedua ntar di sana Cuma bisa pegangan tangan doang. Kenapa ga cepet di nikahin aja sebelum berangkat gimana?” Ide Muna tetiba berkocol di otaknya


“Masyaallah bini abang cerdas banget.” Timpal Kevin membenarkan.


“Ya kasian mereka aja sih, sudah ke LN ga ngapa-ngapain. Atau malah bablas kan dosa bang. Anggap aja sekalian mereka bulan madu. Kan mereka sejak awal memang cuma mau akad doang. Ya, laksanain akad aja, pulangnya baru urusan resepsi dan lain-lain.”


“Iya… iya nanti abang telpon papi dulu. Mae tau aja, kalo belum nikah setannya banyak yang?”


“Hmm…”


“Pengalaman pribadi ya Mae, kalo belum nikah rasanya nyut-nyutan. Gimana siih?” Kevin sudah mendudukan Muna di pangkuannya nakal.


“Heeeii cassanova… jangan tuan nodai ruangan ini dengan ulah mesummu yak. Dosa”


“Udah halal ini, lupa kita bahkan sudah punya anak dua sayang.” Kevin mengendus ceruk leher Muna mencari aroma kesukaannya.


“Ga di kantor juga kali bang. Kaya ga bisa sewa hotel aja." Tantang Muna mengundang senyum smrik dari Kevin.


“Cari sensasi dong… sesekali kita eksplor tempat selain kamar.”


“Emang sekali mesum ya tetap saja mesum. Udah mending Muna pulang aja. Banyak setannye di mari.” Kekeh Muna beranjak pergi meninggalkan suaminya yang selalu suka menggodanya.


Bersambung...


Hallooow


Yang mau ikut hadiri akad Duo G


Jangan sungkan lempar mawar, kopinya yaaa buat nyak😀🤭

__ADS_1


__ADS_2