
Tidak ada kata yang dapat di ungkapkan selain dari bahagia yang Muna rasakan saat ini. Masih memiliki orang tua yang lengkap, pun kedua orang tua angkat yang sangat amat pengertian. Yanga sudah lelah tanpa pamrih merawat membesarkannya sejak bayi. Kini bahkan mau sibuk merawat anaknya sejak usia 15 bulan hingga sekarang genap berusia 24 bulan atau 2 tahun. Tepat setelah sebulan Muna sudah berada di Indonesia.
Muna dan Kevin mana pernah mau repot dalam urusan persiapan acara apa saja, mengingat kandungan Muna sudah memasuki usia 9 bulan. Dan biasalah duo G selalu siap di repotkan untuk membantu menyiapkan syukuran ulang tahun Aydan juga selesainya studi Muna.
Mereka sengaja mengadakan syukuran di pabrik, sebab di sana ada aula yang cukup luas juga halaman yang cukup besar untuk mereka mengadakan konsep garden party. Acara tersebut sederhana saja, layaknya perayaan ulang tahun pada umumnya. Namun, sovenirnya yang selalu luar biasa. Yaitu masing-masing tamu mendapat beras 10kg, dan untuk semua karyawan dan karyawati pabrik, kali ini mendapat sebuah setelan pakaian olah raga juga set pakaian kerja, yang tentu semua ukuran sudah di data oleh pengawas pabrik tersebut. Siapa lagi kalau bukan Koco.
Koco sudah resmi menjadi pegawai tetap. Ia tak hanya sudah melewati masa magangnya, tetapi juga telah berhasil menunjukkan kinerja baiknya di pabrik itu.
Koco benar ingin merubah taraf hidupnya, sudah sungguh belajar dari kesalahan di masa lalunya. Maka kini ia tumbuh menjadi pria yang bijaksana, tegas juga bertanggung jawab dengan pekerjaannya dan hidupnya sendiri tentunya.
Dengan keberadaan Muna yang menyelesaikan kuliahnya di Apeldoorn, tentu membuatnya tak pernah bertemu Muna lagi. Dan tidak ada yang tau, jika Koco dan Muna dulunya adalah teman satu tim sebagai petugas cleaning servis di perusahaan Mahesa. Bahkan Koco pernah nembak Muna. Ah... masa lalu.
Sekarang orang tau Muna hanya sebagai istri bos, dirut RS, mahasiswi lulusan luar negeri pula. Tentu saja semua berdecak kagum dengan prestasi Muna tersebut, tanpa orang menyadari bahwa ada pengorbanan besar di balik semuanya.
Tapi Muna tetaplah Muna yang dulu, yang selalu ramah dan baik pada semua orang yang di kenalnya. Mudah terenyuh dengan hal-hal yang menyedihkan, mengingat bagaimana dulu ia juga jatuh bangun dan merangkak dalam urusan mengumpulkan uang demi bisa kuliah. Sempet mau jadi ojol juga, waktu itu.
Sehingga jika saat Aydan ulang tahun ia menggelontorkan banyak uang, tentu tidak bermaksid ria. Hanya ingin berbagi, merontokkan sedikit kekayaam yang mungkin bukan haknya, yang wajib ia sumbangkan kepada yang lebih memerlukan.
Suasana aula heboh, saat di akhir acara, tiba-tiba di adakan pengumuman mendadak. Yaitu penyerahan 3 unit kendaraan roda dua, kepada pegawai pabrik yang di nilai secara berkala oleh tim penilai secara rahasia, bagi pegawai yang memiliki masa kerja paling lama, dan rajin tentunya. Terbayang betapa bahagianya ketiga orang yang beruntung tersebut, saat bermimpi pun tidak dalam hal mendapat kejutan menarik tersebut.
Muna mengelus perut besarnya, saat terasa ade di dalam perutnya pun berlonjak-lonjak kegirangan mengikuti acara yang tiba-tiba ramai tersebut.
"Terima kasih pak... bu. Masyaallah tidak membayangkan sama sekali bisa dapat rejeki nomplok begini. Alhamdulillah. Semoga rejeki bapak dan ibu semakin di lancarkan, sehat selalu ya pak, untuk ibu semoga sehat, lancar, selamat ya sampai lahiran." doa salah satu pegawai yang mendapat hadiah motor tadi mendekati pasangan yang sedang berbahagia itu.
"Amin... Amin doa yang sama untuk bapak dan keluarga. Semoga bermanfaat ya pak."
"Injiih... untuk nak Aydan juga. Semoga di limpahkan kebaikan, kepintaran, sehat, umur panjang dan menjadi anak yang sholeh, membanggakan orang tua, berguna untuk nusa dan bangsa." Lanjutnya yang sungguh sangat bahagia.
"Amiin. Terima kasih doanya pa." Jawab Muna penuh sukacita.
"Co Koco..." Panggil Muna pada Koco yang tidak hanya membuat Koco menoleh tapi Joli yang ada di sampingnya juga ikut memalingkan kepalanya ke arah Muna.
"Iya bu... ada yang bisa di bantu?" tanya Koco mendekat.
__ADS_1
"Ih... Co Koco... apaan sih pake panggil ibu. Kaya sama siapa aja." Ramah Muna santai.
"Maaf ini tempat kerja. Tidak sopan dan tidak enak dengan pa Kevin." Jawabnya dengan pelan.
"Iya... iya. Siksa." Panggil Muna lagi saat Koco sudah di sampingnya.
"Wuiiih ada yang reuni nih." Celetuk Siska saat melihat Koco dan Muna dekat.
"Foto yuks... eks OB Mahesa. OTW Sukses." Ajak Muna senang.
Kevin buru-buru menyusup badannya ke dekat Muna, agar Koco tak tertempel dekat tubuh istrinya.
"Ih abang nyempil." Celetuk Muna gemesh.
"Jangan lupa, abang juga eks pegawai Mahesa lho." Jawab Kevin sambil menahan senyumnya saat mulai di ambil gambar.
"Iya.. ya. Kita udah pada hijrah ke Bandung aja ini. Makasiih ya abangku sayang." Centil Muna yang tidak malu bersikap romantis di sembarang tempat pada suaminya. Kevin hanya terkekeh sambil mencium kening dan mengelus perut besar Muna.
"Co Koco... terima kasih. Persiapan acaranya perfect. Sesuai keinginan, mantap." Puji Muna pada pekerjaan Koco.
"Ya iyalah... apa sih yang ga bisa di beresin kalo ada uang." Kekeh Siska.
"Ada... urusan jodoh mu Sis. Ntar buluk lho kelamaan jomblo. Sama Koco giih, masih jomblo Co Koco...?" tebak Muna.
"Ahaaa... Alhamdulilah ketemu jodoh di pabrik cinta niih." Jawab Koco yang ternyata sudah move on dari Muna.
"Oh ya... siapa?" Kepo Muna yang langsung Kevin dusel pucuk kepalanya.
"Tuuh... yang baju merah, lagi pegang minuman di sana." Tunjuk Koco tanpa malu.
"Oh... itu yang magangnya samaan Gita, pap. Yang rumahnya deket pabrik, aduh siapa sih namanya lupa." Muna mengingat-ingat.
"Joli bu. Insyaallah awal tahun depan kami menuju halal." Jawab Koco yakin.
__ADS_1
"Alhamdulilah. Semoga persiapannya lancar ya Co Koco. Minta subsidi tuh sama pak bos. Buat modal nikah." Canda Muna pada Koco. Membuat Koco salah tingkah.
"Pap..." senggol Muna pada Kevin.
"Hmmm..."
"Co Koco mau nikah tuh. Kasih apa yang?"
"Mau naik jabatan atau uang cash?" tanya Kevin spontan.
"Naah... pilih salah satu deh Co Koco."
Koco hanya nyengir di suruh menentukan pilihan dari mantan temannya itu.
"Siska... kapan otw halal. Biar di kasih subsidi juga niih kaya Co Koco. Ada yang ngajak nikah ga siih?" goda Muna pada Siska yang sejak tadi menyimak obrolan mereka.
"Kerumah Luluk, bareng Septri.
Biar aku buluk, banyak kok yang ngantri." Jawan Siska dengan berpantun seperti babe.
"Cakeeep. Siska udah terkontaminasi babe niih." Girang Muna tertawa akan kemampuan Siska berpantun.
Mereka pun melebur lebih meleleh lagi dalam obrolan yang tentu semakin seru. Sebab kebersamaan seperti ini kadang sangat mereka rindukan.
Bersambung...
Huumm nyak siap kok ga tamat.
Asal selalu di kasih semangat.
Terima kasih banyak yaa...
Lope buat kalian semua
__ADS_1
❤️❤️❤️