
Aura bahagia terpancar jelas di bingkai wajah Kevin dan Muna. Bagaimana tidak, sepekan mereka lalui dengan beraneka ragam aktivitas dari dingin, hangat hingga panas.
Yang mereka bahas bukan hanya tentang cinta, tapi semuanya. Segala keluhan dan uneg-uneg yang ngejogrok di antara mereka pun terlerai sudah.
Sebelum benar akan memulai masuk bekerja sebagai direktur di Hilimar Hospital. Pagi itu Muna memutuskan untuk ikut Kevin ke kantor. Dalam rangka memastikan pemindahan bidang pegawai magang.
Ninik, Joli dan Gita sudah berada di ruang rapat. Berhadapan langsung dengan Muna sang ibu dewan komisaris, Kevin selaku CEO lengkap dengan Gilang sekretaris andalan juga ada Danu sebagai kepala bidang personalia.
"Selamat pagi semuanya. Kita langsung ke inti tujuan di panggilnya kalian ke ruangan ini ya." Muna memulai rapat kecil tersebut.
Para peserta rapat hanya mengangguk pelan dan siap menyimak hal yang akan di sampaikan.
"Pak Danu, silahkan menyampaikan keadaan bagian mana saja yang perlu di tambah dengan pegawai magang." Perintah Muna masih dengan suara tegas.
"Ijin bu. Sesuai draf yang sudah kami petakan. Bagian pabrik membutuhkan pengawasan minimal 2 orang, namun sebaiknya laki-laki. Kemudian untuk admin di bagian personalia juga membutuhkan 1 orang, karena satu pegawai mengajukan cuti melahirkan. Dan satu orang di bagian sekretaris, sebab Tio sudah resign."
"Gilang... Tolong siapkan buah tangan besok saya akan menjenguk pegawai yang akan melahirkan tersebut. Carikan paketan peralatan makan saja, agar bisa di gunakan enam bulan kemudian." Perintah Muna makin lugas.
"I..iya bu." Gugup Gilang yang sesungguhnya bingung. Dapat perintah mencari perlengkapan bayi, haaalllaah perlengkapan seserahan saja ia tak tau apa saja isinya.
"Di antara kalian apakah sudah ada yang tau alamat pabrik PT. MK Farma ini?"
"Ijin menjawab bu. Saya tau, dan kebetulan hanya membutuhkan waktu 15 menit dari rumah dari rumah saya." Jawab Joli pelan.
"Wah... Bisa kebetulan begitu ya. Bagaimana jika kamu, di pindahkan untuk melanjutkan masa magangmu di pabrik?"
"Alhamdulilah. Mau bu, dengan senang hati." Girang Joli yang ternyata memang menginginkan bekerja di pabrik tersebut.
"Baik... Sekarang ada Ninik dan Gita. Semoga asumsi saya benar, seseorang akan menjalani sesuatu dengan sungguh jika di letakan pada tempat yang ia pilih sendiri. Maka, hari ini saya ijinkan pada Gita dan Ninik untuk memilih dua bidang yang memerlukan, silahkan." Ucap Muna yang tangannya sudah sibuk di bawah meja akibat di remas genit oleh Kevin suaminya. Oh bucin.
Ninik dan Gita saling berpandangan, meminta kode siapa yang akan berbicara terlebih dahulu.
Ruang rapat hening untuk beberapa menit. Menunggu keputusan pilihan sang pegawai magang yang sebenarnya salah satunya adalahbadik Kevin itu.
"Maaf ijin menjawab. Boleh saya memilih di bagaian admin personalia saja." Ninik memberanikan diri untuk memilih terlebih dahulu.
"Oke, pa Danu catat. Dan segerakan SK mutasinya. Dengan catatan masih berstatus magang ya. Akhir tahun kita akan melakukan pengangkatan besar-besaran. Sesuai hasil tes tentunya. Dan secara otomatis terpaksa Gita yang bertugas magang di bagian sekretaris."
"Siap baik bu." Tegas Gita dengan mata berbinar.
"Oh iya... Mulai hari ini sudah boleh berpindah ruang ya. Gilang ajak Gita mencari buah tangannya, mungkin wanita lebih paham akan perlengkapan bayi." perintah itu justru beraroma mencomblangi adik iparnya tersebut.
"Ya... Siap bu." Jawab Gilang cepat.
"Untuk Joli, bisa pindah mulai besok. Sebab berpindah kantor. Jadi mungkin agak lama dan banyak yang harus pindahkan."
"Baik siap bu terima kasih."
__ADS_1
"Ijin bertanya bu, bagaimana dengan kekurangan pegawai untuk di pabrik?"
"Untuk itu saya sudah punya kandidat."
"Laki-laki ya bu. Maaf mengatur, maksud saya hanya mengingatkan." Ceplos Danu.
"Iya... Dalam minggu ini saya pastikan ada." Kevin memandang heran pada Muna yang baginya penuh misteri. Kapan Muna sempat memikirkan kandidat pegawai magang untuk pabrik mereka. Kevin tak habis pikir.
"Rapat selesai silahkan kembali ke tempat kalian." Kevin menutup rapat agar mereka bubar tangkar dari ruangan itu.
"Sayang rekomin siapa sih untuk di pabrik? Kok abang ga tau?"
"Mau tau?"
"Abang kenal ga sih?"
"Kenal mungkin."
"Siapa?"
"Nak... Papap kepo tuh." Elus Muna pada perutnya yang tiba-tiba gelonjotan.
"Gerak ya mom? Sini pap juga mau pegang." Kevin sudah mengelus halus perut buncit itu.
"Awas... Perut saja, ga ke bawahnya juga. Ntar si otong siap gerak lagi."
"Ga boleh sudzon sama suami, mau dapat pahala ga?"
"Tau... Ibu negara." Kekeh Kevin mencium pucuk kepala istrinya.
"Eh... Siapa yang?"
"Apa?"
"Yang di rekom ke pabrik."
"Oh... Koco pap. Temen Muna waktu jadi OB di perusahaan Mahesa. Boleh?"
"Bukannya waktu itu dia ikut mencela mu perihal video 3 menit itu?"
"Bukannya Allah maha membolak-balikkan hati seseorang pap? Kasih lah kesempatan, pegawai magang saja dulu, sambil kita liat kinerjanya."
"Apa abang punya alasan menolak permintaan ibu komisaris?"
"Makasih pap." Jawab Muna memeluk tubuh kekar suaminya. Dan negosiasi mulus.
Sementara di luar ruang rapat, Joli, Ninik dan Gita sudah terlihat sibuk memindahkan barang-barang mereka.
__ADS_1
Gita dan Ninik sudah akrab. Sebab kost mereka hanya terpisah dinding. Masih di atap yang sama. Karena sama-sama anak magang mereka saling dekat.
"Git... Maaf ya. Aku tadi duluan milih jadi admin di HRD. Soalnya aku takut repot kalo di bagian sekretaris. Kayaknya sering pergi-pergi. Kamu kan tau aku punya alergi dingin dan debu, jadi aku pilih yang banyak duduk di kantor saja."
"Iya ga papa. Keduluan kamu aja, milih HRD. Tadi aku udah mau bilang pilih bag. Sekre kok."
"Waah cocok deh kalo gitu. Padahal sih, penasaran juga kerja di bagian itu. Soalnya pak Gilang guantengnya nampol. Tapi apalah daya, bisa tambah bengek juga kalo tiap hari liat dia."
"Hihihii... Maaf ya. Jangan cemburu kalo besok-besok aku sering keluar bareng pak Gilang dan pak Kevin."
"Yeaaah... Kalo pak Kevin siih cakep. Tapi laki big bos. Melirik saja aku takut, mana selalu mesra lagi. Ga kuat liatnya."
"Hihi.. Nik aku udah selesai nih. Aku duluan ya." Pamit Gita pada Ninik dan siap akan menuju ruangan barunya.
Selain Gilang, sebenarnya masih ada Haikal dan Almira yang sebelumnya juga sebagai pegawai magang saat tes bersama Gilang dan juga Tio. Tetapi, Almira keburu nikah dan memilih menjadi ibu rumah tangga tulen saja.
Sementara Haikal spesialis menghadap laptop sebagai konseptor. Sejak sebagai pegawai magang atau pegawai tetap pun hobbynya hanya duduk di depan monitor. Entah benar sibuk bekerja atau hanya sekedar bermain game online. Itulah sebabnya mengapa Gilang yang lebih di percaya sebagai sekretaris andalan Kevin.
"Haii selamat siang. Salam kenal, aku Gita Putri. Akan bertugas di bidang ini. Mohon bimbingan dan semoga bisa bekerjasama." Sapa Gita dengan semangat.
"Ii..iiya hai. Aku Haikal, selamat bergabung." Jawab Haikal tergagap melihat ada wanita cantik manis, bening dan muda juga sudah mendarat dengan sukses di ruangannya.
"Aku panggil apa biar akrab?"
"Panggil kakak saja. Kamu baru lulus kuliah? Masih bening." Celetuk Haikal so' akrab.
"Hihihii... Iya kak Haikal. Huuum, di bagian ini berapa orang kak?"
"Tadinya 3, tapi satunya lanjutin kuliah. Sisa kakak sama Gilang deh Udah kenal Gilang kan?"
"Eh... Gita sudah di sini. Sorean ya... Bantu cari yang di minta ibu komisaris. Aa Gilang ga paham." Gilang sudah muncul saja ke ruangan mereka.
"What...? Aa...? SKSD kamu Lang, mentang-mentang dapat tambahan yang bening gini." Haikal menoyor kepala Gilang dengan senyum terkembang.
"Kasian dianya kalo manggil nama, ga sopan. Dia kan muda dari kita kakak Haikal."
"Sejak kapan kamu panggil aku kakak...hah? Jijay deh."
"Laaah... Neng Gita, kamu minta panggil kakak tadi. Masa aku ga boleh. Ingat kamu tua 3 bulan lho dari aku kakak Haikal." Goda Gilang pada Haikal.
"Baiklah... Silahkan panggil begitu adik Gilang." Jawab Haikal garing.
"Ha...ha. selamat bekerja ya neng Gita. Semoga betah bekerja sama dengan kami. Harap maklum, karena tuntutan pekerjaan kami rada kurang piknik. Jadi, kalo rada gila mohon di maklumi." Ujar Gilang pada Gita yang masih agak terpana melihat ke akraban yang terjalin di bagian yang akan di tempatinya untuk bekerja di kemudian hari. Sepertinya mengasyikan.
Bersambung...
Cie...cia udah pangil a'a eneng ajah pasangan ini yak🤭
__ADS_1
Ketebak deh nyak mau jadiin 2 G.G ntar di selip dikit kiscin nya di mari yaak. Semoga tidak bosan🙏🙏