OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 160 : KALI KEDUA


__ADS_3

Muna masih gelisah sebab Kevin masih belum nampak dalam ballroom hotel tersebut. Sedangkan Sepatah kata dari Kakek pun sudah selesai dengan sempurna, di lanjutkan acara tiup lilin dan potong kue oleh Muna. Tadinya Muna ingin ada Kevin di sisinya dan menjadi orang pertama yang akan ia berikan potongan kue ulang tahunnya tersebut.


Namun, Muna harus segera mengubah alur rencananya. Tak membuatnya kecewa. Sebab, masih ada kakek Hildiar dan Ambu yang akan ia tentukan menjadi orang pertama mendapatkaan potongan kue tersebut. sebagai tetua yang wajib ia hormati setelah kedua pasang orang tuanya.


Sementara di luar, sebenarnya Kevin sudah sedari tadi berada di sana, hanya memilih untuk menunda untuk masuk, memberi ruang khusus untuk keluarga yang memang baru saling bertemu dalam keadaan sakral tersebut. Belum lagi ia masih harus meredakan amukan badai dalam dadanya yang membuncah karena rindu menderu, menggerogoti hati dan pikirannya.


Di luar, Kevin tidak sendiri. Selalu saja ada Belia yang selalu tampak setia mendampinnginya di manapun berada dan momen apa saja. Belum tau dia, akan mendapat kejutan menohok malam ini.


"Haii Belia... kamu Belia kan, apa kabar?" sapa seorang pria tampan dan terlihat matang yang sudah berjalan menuju posisi Kevin dan Belia berdiri.


"Budi Pramana, dr. Budi Pramana, aku kabar baik. Bagaimana denganmu?" jawab Belia ramah.


"Seperti yang kau lihat, aku baik Bel. Dengan siapa? Suamimu?" Tebak Pria bernama Budi taadi mengarah pada Kevin. Yang seolah tak mendengar ucapan pria yang katanya bergelar dokter itu.


"Ah, ti... tidak. Dia CEO di kantor tempat ku bekerja. Kamu sendirian saja?" segera Belia mengkonfirmasi siapa Kevin pada Budi.


"Perginya sendiri, tapi pulang nanti semoga sudah berdua. Haha...haahaa" Canda Budi pada Belia.


"Hum... bisa nemu pasangan ya di acara ini?" Belia so' akrab dengan Budi.


"Maunya gitu. Siang tadi papaku menghadiri acara pengalihan kepemilikan rumah sakit Hildimar. Katanya direkturnya cucu Hildimar Herold. Masih 21 tahun, muda, cantik pasti. Bolehlah aku tebar pesona padanya malam ini." Kata-kata pria bernama Budi itu sedikit membuat Kevin sedikit meradang.


"Oh begitukah gadisku sekarang. Apa aku masih berani melepasnyaa tanpa ikatan?" batin Kevin di dalam hati sembari masuk ke dalam ballroom hotel tersebut.


Tepat saat acara pemotongan kue di depan selesai. Tersisa Muna yang langsung di minta menyampaikan sepatah kata sebagai pemangku jabatan yang baru. Di ikuti Belia dan Budi yang juga memiliki tujuan yaang sama dengan Kevin.


Sorot mata Muna menangkap sosok Kevin saat masuk ruangan itu. Muna beranjak melangkah mendekati tim pemain musik yang sedari tadi bertengger siap menghibur sesuai perintah seperti dalam konsep.


"Selamat malam. Terima kasih untuk banyaknya doa dan ucapan yang di tujukan pada saya malam ini. Teristimewa pada kakek Hildimaar Herold, terima kasih tak terhingga untuk kepercayaannya, mohon terus bimbing saya dalam menjalankaan tugas dan tanggung jawab yang di emban pada pundak saya. Ini berat bagi saya, namun seseorang pernah berkata bahwa semua akan bisa di atasi asalkan di hadapi bersama. Mohon maaf, pada kesempataan malam ini, ijinkan saya memanfaatkannya dengan sedikit acara pribadi. Hanya ingin melengkapi kebahagiaan saya, saat tepat berusia 21 tahun ini. Ingin mengungkapkan sebuah rasa yang sesungguhnya, untuk seseorang yang mungkin mengira saya sempat berada dalam keraguan." Cukup panjang Muna berbicara. Hingga akhirnya ia menjentikaan jarinya ke arah pemain musik di sisi kiri panggung.


^^^Jika wanginmu saja bisa^^^


^^^Memindahkan duniaku^^^


^^^Maka cintamu pasti bisa^^^


^^^Mengubah jalan hidupku^^^


^^^Cukup sekali saja aku pernah merasa^^^


^^^Betapa menyiksa kehilanganmu^^^


^^^Kau tak terganti kau yang slalu kunanti^^^


^^^Takkan kulepas lagi^^^


^^^Pegang tanganku bersama jatuh cinta^^^


^^^Kali kedua pada yang sama^^^

__ADS_1


^^^Jika senyumu saja bisa^^^


^^^Mencuri detaak jantungku^^^


^^^Maka Pelukkanmu yang bisa^^^


^^^Menyapu seluruh haatiku^^^


^^^Cukup sekali saja ku pernah merasa^^^


^^^Begitu menyiksaa kehilanganmu^^^


^^^Kau tk terganti kaauyang slalu ku nanti^^^


^^^Takkan Kulepas lagi^^^


^^^Pegang tanganku bersama jatuh cinta^^^


^^^Kali kedua pada yang sama^^^


^^^sama indahnya^^^


^^^(Satukan hati, tanpa peduli)^^^


^^^Kedua kali kita bersama lagi.^^^


Masih di pertengahaan lagu itu Muna sudah turun panggung, berjalan melangkah menuju dimana Kevin berada. Menggiring pria itu untuk bersama menaiki panggung itu kembali.


Kening...


Hanya Kening Muna yang berani Kevin sentuh dengan bibirnya di antara riuhnya tepuk tangan para tamu undangan, tak terkecuali kakek Hildimar yang ternyata sangat berbahgiaa malam ini. Menyaksikan keberanian cucunya memperkenalkan diri bahkan Kevin yang selama ini terlihat berada di balik layar kemajuan Muna dalam belajar.


Dapat di bayangkan betapa hancur perasaan para jomblo yang hadir di acara serah terima jabatan malam itu.


Terutama Belia yang sejak awal bekerja, sudah menaruh hati pada Kevin yang misterius, menutupi tentang hubungannya dengan wanita yang ia sebut calon istri itu. Juga perasaan kaget yang menjalar di hati seorang dr. Budi Pramana yang hampir menyerobot antrian Kevin selama ini.


Kemudian acarapun berjalan mengalir dengan santai, sebab ceremonial sudah selesai. Dilanjutkan acara ramah tambah, menikmati makan malam bersama dalam ballroom hotel tersebut.


Kevin dan Muna sudah tidak terlihat bersama di dalam ruang itu. Hiatus bersama kayaknya.


Mereka memilih melepas rindu di rooftop gedung hotel tersebut. Ada kerlap kerlip lampu yang di buat bergantungan di atas sana. Juga Muna telah siapkan meja khusus untuk mereka berdua, agar bisa menikmati malam yang tiba-tiba romantis itu.


"Dapat ide dari mana buat penyambutan seperti ini sayang?" tanya Kevin yang tidak mengira gadisnyaa bisa seromaantis itu.


"Mendadak saja, saat kemarin bersama kakek ngecek gedung. Muna jadi terpikir akan makan malam bersama calon suami yang tertunda di sini."


"Terima kasih untuk penyambutannya, sumpah abang ga ngira gadis abang bisa semanis ini." Puji Kevin senang.


"Jauh dari abang, ternyata buat Muna banyak mikir abang sudah terlalu banyak berkorban. Dan lagi... sekarang beban Muna semakin berat. Muna tidak mau oleng lagi. Muna mau abang yang selalu ada untuk Muna, dalam menghadapi semuanya."

__ADS_1


"Heii bocah labil, jangan bilang kamu pulang minta kawin." ledek Kevin pada Muna.


"Hiiish... Muna hanya meminta agar abang jangan goyaah menunggu Muna."


"Maaf Mae. Abang sudah pernah bilang. Abang ijinin Muna kuliah, tapi tak bisa janji sanggup menunggu Mae sampai selesai."


"Jadi...?"


"Rabu sebelum Mae pulang, kita menikah. Tidak ada penolakan. TITIK." Ujar Kevin serius.


"Tapi bang..."


"Tidak terima alasan dalam bentuk apapun juga." Kevin semakin mencecar Muna dengan ajakannya menikah yang kali ini terdengar lebih serius dan sangat serius.


"Ih abang... Kuliah Muna pegimane?" Muna sedikit memelas.


"Terima sekarang... atau tidak kan pernah sama sekali. Lupakan semuanya. Tidak ada lagi tangan yang selalu siap terulur untukmu. Tidak ada lagi tempat ternyaman untukmu melepas semua bebanmu. Abang sudah lelah menunggu." Kevin dengan gamblangnya menuturkan rasa yag selama ini ia tahan. Bohong saja pria yang kini berusia jelang 35 tahun ini tidak gusar menunggu gadisnyaa selesai kuliah. Belum lagi statusnya sebagai direktur utama di usianya yang masih muda. Tentu saja akan menjadi sasaran empuk incaran para pria pria di luar sana. Salah satunya dokter tadi, yang sudah secara nyata akan mencoba menarik perhatian Muna.


Kevin sudah tidak sanggup di ajak bersaing. Ia sudah terlalu lama bersabar. Ia tidak akan lagi memberi kesempatan gadisnya di salib siapapun.


"Sayang... gimana?"


"Yakin sempat di urus?"


"Akad doang... resepsi gampang." Jawab Kevin.


"Kita masuk kategori apaan nih kalo nikah mendadak gini?" tanya Muna kikuk.


"Kebelet kawin, dah. Sumpah ni belut sudah makin licin saja." Tukas Kevin masih dengan raut wajah tegang.


Bersambung...


Gimana?


Reader pada ngumpul donk yaa


Yuuk... merapat ke KUA terdekat.


Belah duren di depan matašŸ˜


Yang mau baper total intip IG nyak Ya


emmasariii


nyak buat Video MuKevā¤ļø


Pic hanya pemanis buatan yaak.


Muna ga seberani ini dalam berpakaian.

__ADS_1



__ADS_2