OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 65 : KENA IMBAS


__ADS_3

Setelah melepas kangen via telepon dengan Muna semalam. Kevin baru sadar bahwa besok adalah hari minggu. Dan semua pekerjaannya sudah semuanya rampung. Ia salah melihat jadwal yang ia buat sendiri. Lingkaran merah di hari senin merupakan jadwal meeting yang harus ia lakukan di Jakarta, bukan di Singapura.


Dengan jentikan jari tercepat, Kevin pun segera membeli tiket pesawat komersil penerbangan paling pagi, agar besok segera pulang ke Indonesia.


Untuk segera melepas segala rasa kangennya yang bertumpuk pada Muna sang gadis pujaan. Yang secara tidak ia sadari sungguh telah mengubah hidupnya 180 derajat.


Sejak kenal Muna, Kevin memang pernah bermain wanita tapi dengan frekuensi yang sangat kurang. Sejak ia mulai menyukai Muna, ia pun tidak menampik pernah bermain dengan satu dua wanita bayarannya, tetapi bisa di hitung dengan jari juga tanpa hasrat dan gelora yang menggebu seperti biasanya.


Sejak ia mengakui jatuh cinta pada Muna, ia benar-benar hanya memilih bermain solo di kamar mandi. Dan selalu tersungkur memohon ampun pada yang maha kuasa, agar dosa-dosanya di ampuni dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan bodoh bahkan dosa laknat itu kembali.


Pukul 10 pagi Kevin sudah berada di Indonesia, mencari tempat makan terdekat agar kesehatannnya tetap terjaga seperti yang Muna selalu ingatkan padanya. Ke apartemen untuk membersihlkan diri dan berganti pakaian, kemudian melajukan mobilnya berangkat menuju rumah kekasih hati pujaannya tersebut.


Kevin sengaja tidak membuka pesan dari Muna, bahkan memasang mode jangan ganggu pada ponselnya. Ia ingin memberi kejutan untuk gadis kesayangannya tersebut.


Berhenti di salah satu toko bunga untuk memesan sebuah buket yang akan ia berikan pada Muna. Oleh-oleh berupa makanan ringan juga suplemen dan vitamin pun telah Kevin bawakan buat babe dan nyak.


Segala yang terjadi tentu di luar sekenario Kevin, maksud hati ingin melihat ekspresi terkejutnya Muna, tetapi lutut Kevin lemas dan hampir tidak bisa ia gunakan sekedar untuk melangkah mendekati pekarangan rumah Muna. Yang telah di padati kerumunan orang-orang ramai di sana.


Kevin memberanikan diri untuk bertanya pada orang-orang yang tidak jauh dari nya, sebab walau terseok Kevin tetap memilih merayap mendekati area yang ramai tersebut.


"Permisi bu... ada apa ya ramai-ramai di rumah babe Rojak?" tanya Kevin sopan pada salah seorang wanita yang menggendong anaknya di pinggang sebelah kirinya.


"Entuuh lamaran"


"Siapa yang di lamar...?"


"Sape lagi kalo bukan Muna, pan babe Rojak cuma punya satu anak. Masa Nyak Time yang di lamar." Jawab emak-emak itu nyolot.


"Yang ngelamar Muna siapa?"


"Kagak tau juga siih, kayaknye siih yang datang Ncang Zuki... orang terkaya di kampung inih. Makanye kami pada ngumpul di mari. Ncang Zuki kalo seneng suka bagi-bagi duit. Kebayang dah, ntar kalo dah nikahin anaknye ame Muna, pasti acaranya besar-besaran, bakalan rame ni kampung. Seru pokoknye." Emak-emak itu terlihat antusias.


Kevin mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan lalu memberikannya pada emak-emak itu.


"Ini buat jajan anaknya. Terima kasih informasinya ya bu." Ujar Kevin.


"Waah baik bener ni orang, sape siih lu...?" tanya emak-emak itu penasaran.

__ADS_1


Tapi obrolan itu tidak berlanjut karena pasukan yang tadi tampak adem ayem nongkrong di area rumah Muna tiba-tiba bubar tangkar. Bahkan sebagian berlari terbirit-birit, meninggalkan halaman dan teras rumah babe Rojak.


Seperdetik kemudian, suasana depan rumah itu sepi, kaya kuburan. Penasaran akan hal yang terjadi, Kevin pun melangkah maju mendekati area yang tadi nyaris mirip sebuah pasar tradisional yang sangat dibanjiri orang-orang berbagai kalangan usia.


Tepat saat Kevin di depan teras dan hendak melepas sendalnya. Tiba-tiba, byuuuur.


Seember air sukses di guyur membasahi sekujur tubuhnya oleh nyak Time.


"Pulang kagak lu...Hah!!!" Ucapnya berang tanpa melihat kiri dan kanan lagi menguyur satu-satunya orang yang masih tersisa di teras rumahnya.


"Nyak ini Kevin..." Suara itu terdengar kaget mendapat siraman mendadak saat ia baru saja hendak naik teras rumah Muna.


"Ya Allah Kepin. Ngapain lu bediri di situ...?" teriak nyakTime yang tidak menyangka yang ia siram adalah Kevin sang calon mantu kesayangannya.


"Ya Kevin mau masuklah nyak." Jawab Kevin pelan setengah bersungut. Memandangi buket bunga yang ia bawa basah, dan paperbag yang ia bawakan juga ikutan kuyub akibat siraman aer dari nyak Time.


Muna, Siska dan babe yang masih di dalam pun segera berlari keluar mendengar dialog yang sayup-sayup mereka dengar.


"Entong... ngape lu basah..?" kekeh babe melihat Kevin yang mirip kucing kecebur got, habis ketahuan nyolong ikan asin. Masih berdiri mematung di depan nyak.


"Nyak salah sasaran tuh, jadi Entong kena imbasnya. Masuk deh lu Tong. Muna, ambilin handuk tuh buat Entong." Perintah babe pada Muna.


Nyak Time menggaruk lehernya sembari mundur memberi jalan untuk Kevin masuk rumah.


"Maafin nyak ye Pin. Enyak kagak sengaje." ucap nyak Time pelan dan agak malu.


"Ga papa nyak." Jawab Kevin yang merasa senang saja walau di sambut dengan cara yang amazing setelah kurang lebih dua minggu ia tidak nongol di rumah kekasihnya itu.


"Abang... ada bawa baju ganti ga siih?" tanya Muna saat Kevin sudah dekat denganya.


"Ada, di mobil. Bisa tolong ambilkan? Tapi mobil abang di depan, tadi susah masuk banyak orang di dalam. Udah bisa nyetirkan, abang tunggu di sini." Pinta Kevin sambil menyerahkan kunci kontak mobilnya.


"Bisa dong. Bentar Muna ambilkan."


Dengan semangat 45 Muna pun berjalan kedepan jalan untuk membawa mobil Kevin menuju depan rumahnya, sebelumnya ia juga sudah memilih pakaian yang akan Kevin gunakan nanti.


Mata babe hampir keluar, melotot tidak percaya akan suguhan yang terpindai oleh matanya sendiri. Yaitu saat melihat mobil Kevin yang terparkir rapi di depan rumahnya. Bukan karena mobil mahalnya, tetapi karena Muna si anak perawannya yang telah berhasil memarkirkan mobil itu dengan sukses di depan rumahnya.

__ADS_1


"Masyaallah Mun, sejak kapan lo bisa nyetir...?"


"Baru be, minggu lalu aye khursus nyetir. Tuntutan kerja, selain jadi OB kadang bisa jadi kurir juga." Bohong Muna pada babe. Di balas angukkan setuju oleh babe.


Muna mengetuk pintu kamarnya, di mana Kevin berada di sana atas ijin babe, agar ia bisa mengeringkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.


Tangan Kevin terjulur keluar untuk mengambil pakaian yang Muna sodorkan untuknya.


Secepatnya Kevin memasang bajunya. Kemudian membuka sedikit pintu kamar Muna memberi kode jika ia sudah boleh di jenguk di dalam.


"Mun... sisir di mana?" suara Kevin setengah berteriak memanggil Muna yang belum jauh melangkah dari depan pintu kamarnya sendiri.


"Ada di depan cermin bang." teriak Muna.


"Huuush... treak-treak, buruan kasih sono, ntar kamar lu di buat rusuh gegara sisir doang." Hardik nyak yang melihat Muna so cuek pada Kevin. Membuat Muna pun masuk ke dalam kamarnya.


Buukh...


Badan Muna sudah nemplok, lengket dalam pelukan Kevin yang sebenarnya sudah menunggunya di balik pintu sedari tadi.


Bersambung...


Eng...ing...eng


Mpok reader pada senyuum niih


Shaaaap ...


Nyeeessh gitu rasanya pas di peluk babang Kevin yak...uwu


Mestinya judulnya di guyur membawa berkah ya readers.


(Ya Allah, segitunya yang kagak suka ame cerita nyak Otor sampe unfav๐Ÿ™„. Tapi... bebas siih. Nyak juga kagak bisa maksa readers harus suka ame nih cerite๐Ÿค—)


Lopeh-lopeh deh buat semua


โค๏ธโค๏ธโค๏ธ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2