
Senin terlalui dengan terjal bagi Gita sang pejuang restu. Sehari kemarin isi hatinya sudah seperti letupan kembang api di malam tahun baru sebelum pandemi saja. Dan Gita belum memberi tau kepada Gilang jika lampu hijau sudah memenuhi lintasan cinta mereka. Biar surprise dulu.
Gita berpikir ulang, apakah dia cinta Gilang atau hanya obsesi saja. Demikian juga Gilang, apakah benar telah sungguh-sungguh mencintainya. Atau hanya bercanda alias sekedar ngegombalin Gita saja.
Kevin sudah kembali turun bekerja. Setelah seminggu terbuai dalam eforia kelahiran putrinya. Bukan Kevin jika tidak menanggapi postingan di grup soal Gita dan Gilang.
"Danu keruangan saya sebentar." Panggil Kevin pada kepala bagian HRD itu.
"Siap, ada tugas apa pa?" tanya Danu saat sudah berada di ruangan Kevin.
"Siapkan Surat Peringatan, kapan perlu pemecatan. Terkait postingan di grup. Mulai dari yang menyebar foto di Lembang sampai acara di rumah saya kemarin. Kumpulkan siapa yang posting juga komen. Saya tunggu di ruang rapat." Dudidudidam... dam... daam. Apakah yang akan Kevin lakukan terhadap netizen nyinyir itu.
Pegawai di perusahaan itu hanya 85 orang, sebab yang ratusan adalah karyawan pabrik. Dan yang berangkat ke Lembang hanya 10 orang. Tapi yang ikut komen kurang lebih 35 orang. Sehingga 50 orang karyawan dapat di pastikan selamat, dari murka Kevin. Jangan lupa Kevin sedang puasa ya gaes, jadi mengeluarkan emosi pada pegawainya mungkin salah satu cara menyalurkan hasrat terpendamnya.
Sebelum semua karyawan itu berkumpul. Kevin sudah meminta Danu untuk menyortir komen yang bernada negatif dan positif agar di pisahkan secara barisan tempat duduk, sebab mungkin mereka akan lolos dari hukuman.
"Selamat pagi semuanya." Kevin memulai sidang ala-ala dia sendiri.
"Pagi pa." Jawab para karyawan serentak.
"Saya sudah pantau kemajuan kinerja dan pemasaran perusahaan kita. Untuk itu saya akan mengapresiasinya dalam bentuk perjalanan kaji tiru pada perusahaan yang bergerak di bidang yang sama. Namun dengan skala lebih besar dari perusahaan ini tentunya. Untuk itu, saya perlu orang-orang yang benar-benar loyal dengan perusahaan ini. Perusahaan tersebut ada di Swiss. Dan saya akan memberangkatkan 20 orang pegawai yang masuk kriteria."
Riuh tepuk tangan para pegawai yang merasa beruntunh terpilih dalam ruang rapat tersebut. Ada Sita di sana. Yang tentu lebih lebay menanggapi perjalanan kaji tiru tersebut.
"Boleh kami tau apa kriteria yang boleh ikut berangkat pak?" tanya Sita penuh semangat.
"Pertanyaan bagus. Keberangkatan adalah 3 bulan lagi. Semua biaya transfort, akomodasi dan uang saku tentu di tanggung oleh kantor. Hanya yang berangkat adalah pegawai yang memiliki atitude yang baik." Jawab Kevin memanggapi pertanyaan Sita.
"Jadi ada peraturan baru begitu ? Bukan di ambil dari bidang yang berhuhungan dengan pemasaran?" tanya Sita lebih agresif
"Setiap bidang di perusahan ini semua berhunbungan dan layak mengikuti perjalanan dinas tersebut." Jawab Kevin.
__ADS_1
"Berarti tinggal di ambil 4 orang dari tiap bidang, sebab kuota hanya untuk 20 orang." Lanjut Sita kembali.
"Bisa jadi, tapi yang terpenting adalah memilih orang-orang yang terbaik dari yang baik. Terutama yang bisa menjaga komunikasinya dengan baik, termasuk bijak dalam menggunakan media sosial."
Semuanya terbungkam, mulai mengerti kemana arah pembicaraam sang pimpinan.
"Beberapa hari di akhir minggu ini, saya lumayan terusik dengan postingan yang isinya bukan info seputar pekerjaan di perusahaan ini. Lebih merujuk pada kegiatan pribadi kalian yang sangat tidak ada hubungannya dengan urusan kantor. Dan itu saya bisa tolerir. Tetapi postingan yang kemarin, justru membawa nama saya. Apakah saya salah mengartikan? Atau saya termasuk pimpinan yang terlalu mau sibuk dengan gosip receh?"
Semua terlihat mematung, berkelana dengan pikiran masing-masing. Baru saja hati mereka senang, dengan kabar mungkin akan di ajak perjalanan dinas. Tapi, sekarang justru terperosok bersama akibat jentikan jemari mereka di layar pipih masing-masing.
"Silahkan yang merasa ikut berkomentar positif di dalamnya, angkat tangan." Perintah Kevin mulai dengan nada suara khasnya. Cool.
Kevin sudah tau siapa saja yang berkomentar positif. Adalah 7 orang yang duduk di sebelah kirinya. Danu sudah memberikan info melalui chat WA. Celakanya ada 3 orang yang berkomen negatif alisa nyinyir, mengaku berkomentar positif. Sehingga 10 orang yang mengaku.
"Untuk yang 3 orang di kanan saya. Silahkan baca komen yang kalian kirim. Baca dengan keras." Mendadak wajah ke tiga orang itu memerah malu, sadar jika komen mereka tidak berbobot.
"Maaf pa. Komen saya tidak positif." Jawab mereka bergantian.
"Sebentar... untuk 7 orang di kiri saya. Terima kasih sudah menjaga atitude yang baik, dengan bahasa dan doa yang baik. Semoga tulus. Silahkan isi data ke bagian sektretaris. Paspor kalian akan segera di buatkan, bagi yang belum punya." Perintah Kevin bak durian runtuh bagi ketujuh oramg tersebut.
Dari 35 orang tadi, baru 7 yang selamat. Bahkan dapat hadiah dari Kevin. Tersisa 28 orang yang masih harap-harap cemas dengan hal apa yang akan di timpakan pada mereka.
"Yang merasa memposting pic di Lembang, silahkan pindah ke kiri saya."
Gea segera berpindah ke kiri, tak mau lama berada dalam kecemasan.
"Apa alasanmu memposting itu?"
"Seru-seruan saja pa. Senang juga ternyata selain terlihat kompak bekerja Gilang dan Gita adalah pasangan berpacaran."
"Oh.. iya. Ada caption di bawahnya."Jawab Kevin menscroll ponselnya untuk memastikan jika Gea tidak termasuk dalam grup pengghibah.
__ADS_1
"Lain kali, ijin dulu dengan yang menjadi modelnya. Kamu bisa mengirimnya langung ke Gita atau Gilang. Mereka pasti tidak tau jika kamu sudah berhasil mengambil momen unik itu. Lebih berguna bagi mereka berdua untuk menyimpan dan mengoleksinya sendiri. Bagaimana jika kamu di posisi mereka?"
Gea tidak bisa menjawab, tentu saja ia pun akan malu jika di posisi Gilang dan Gita.
"Gilang dan Gita sepertinya tidak ikut komen di sana ya. Jadi saya juga tidak punya hak untuk lebih jauh memberi ganjaran. Status mu di sini masih magang atau tetap?"
"Magang pa."
"Danu."
"Siap pa."
"Perpanjang waktu magangnya sampai 6 bulan. Jika tidak bersedia, silahkan mengundurkan diri."
"Iya... siap." Jawab Danu menerima perintah. Lalu tangan Kevin di kibas ke udara memberi kode agar Gea Keluar.
"Selanjutnya siapa yang mau mengaku sudah berkomen negatif?"
Semua pun mengakui kesalahannya.
"Yang paling banyak komen silahkan ke kiri."
5 orang berpindah ke kiri termasuk Sita di sana.
"Danu... siapkan surat pemindaham mereka ke pabrik selama 6 bulan. Untuk persiapan mereka di pekerjakan di Cisaruaa, jika sudah selesai di bamgun."
"Hah... pindah ke pabrik?" celos Sita tidak terima.
Bersambung...
Happy reading ya
__ADS_1
πππ