OB MILIK CEO

OB MILIK CEO
BAB 269 : PENETAPAN


__ADS_3

Benar saja keluarga kecil bahagia Muna dan Kevin hampir seharian di luar rumah. Tadinya Kevin ingin mengajak anak istrinya ke pantai. Tapi Baby Naya masih sangat kecil untuk di ajak ketempat terbuka seperti itu. Sehingga mereka memilih ke mall saja.


Kevin juga menyilahkan Muna berelaksasi walau hanya creambath di salon yang terdapat di mall tersebut dan Kevin khusus melihat Aydan dari luar arena permaian sambil menggendong Naya, memberi susunya jika agak rewel.


Kemudian mereka berjalan-jalan mengitari seputaran mall tersebut, dan sesekali singgah jika ada beberapa produk yang di sukai oleh Muna.


"Pilih yang." Perintah Kevin saat mereka singgah di sebuah lapak jewellery.


"Ga usah bang, ga di pake juga." Tolak Muna dengan masih melingkarkan tangannya pada lengan Kevin.


"Di pake lah sekali-kali. Jangan buat suamimu seperti tak mampu membeli barang mewah untukmu."


"Mubazir."


"Kita masih hidup di dunia. Wajar saja ikut trend sesama manusia. Selama belinya tidak dari hasil merampas hak orang lain." papar Kevin.


Muna melihat-lihat beberapa set berlian yang tentu semua cantik dan indah di sana.


"Yang limitied edition mana mbak?" tanya Kevin pada pelayan toko perhiasan tersebut.


"Sebentar kami punya 3 set yang limitied edition." Jawab pelayan itu kemudian bejalan ke arah penyimpanan edisi unik juga mahal tentunya.


Muna memegang satu set yang menurutnya bagus itu. Meneliti dengan seksama, mematut matutkan di jari manisnya.


"Waah itu bagus... boleh liat mbak?" Suara seorang wanita yang sepertinya baru merapat ke tempat Muna dan Kevin berada sejak tadi.


Muna dan Kevin menoleh ke arah suara itu lalu besama sama bersuara.


"Manda...?"


"Kevin... Muna. Haaaii apa kabar??" tanya Manda yang langsung mencium pipi kiri dan kanan Muna juga memyalami Kevin.


"Baiik." Jawab Muna ceria.


"Hallo... ini pasti Aydan. Waah... cakep banget siih." Cubitnya pada pipi Aydan gemes.


"Dengan siapa Man?" tanya Kevin.


"Dengan Ferdy lah. Tapi lagi nyangkut di lapak mana gitu." Kekehnya senang tak menyangka bisa bertemu pasangan itu di sana.

__ADS_1


Kemudian mereka pun terlibat dalan reuni kecil-kecilan. Saat Ferdy pun sudah bergabung dengan mereka yang kemudian berakhir di sebuah tempat makan masih di area mall tersebut.


Saat sudah kembali kerumah babe dan nyak. Naya dan Aydan segera dinmandikan, di bersihakn seluruh tuhunya serta di ganti pakaiannya dengan cepat. Sebab bukan hanya Aydan yang langsung tidur nyenyak, Naya juga sepertinya lelah hampir seharian dalam gendongan. Walau sekekali berubah posisi juga pindah gendongan Muna.


Saat kedua anak mereka sudah tidur, Muna memilih memukul kecil pundak Kevin yang sedari tadi tentu cape menjadi hot papa bagi kedua anaknya. Bahkan sempat memberi kesempatan untuk Muna merelak kepalanya untuk di ubeg-ubeg.


"Terima kasih untuk hari ini ye bang."


"Apanya? perhiasannya?"


"Semualah. Waktunya untuk anak-anak pastinya. Ga di beli perhiasan tadi juga ga apa-apa. Abang sejak pagi udah nemenin Muna ngurus anak-anak lalu jaga mereka tadi juga. Subhanallah banget sayang."


"Sama-sama. Kita usahakan selalu ada waktu dengan mereka hingga mereka besar nanti ya Mae. Ingatkan abang, jika mulai lupa."


"Insyaallah, saling mengingatkan saja yang." Jawab Muna.


"Dulu mami abang selalu bilang, besok kalo sudah berkeluarga sendiri. Berikan banyak waktu untuk mereka, sebab uang bisa habis dan di cari kembali. Tapi tidak dengan waktu. Hal itu akan selalu bergerak maju tanpa peduli kamu mengisinya dengan hal baik atau buruk. Abang sudah pernah mengisi waktu dengan hal buruk saat sendiri dulu. Tapi tidak dengan sekarang. Abang ingin menjadi lelaki tangguh dalam hal melindungi dan menyayangi kalian."


"Abang sudah nomor satu dalam hati Muna, sejauh ini abang juara dalam hal menjadi ayahnya Aydan dan Naya. Muna selalu dukung dan tidak akan pernah bosan menjadi pendamping abang. Karena abang selalu menanam kebaikan dalam keluarga kita. Abang sangat bijaksana. I Love you my husband." Peluk Muna pada Kevin.


"Menanam padi saja tidak semua padi yang tumbuh, kadang ada rumput ikut serta tumbuh bersamanya. Sama seperti menanam kebaikan pada anak-anak kita. Kita ajarkan yang benar saja, belum tentu semua yang benar yang akan dia kerjakan, pasti juga ada salahnya."


"Semoga anak-anak kita tidak ada yag seperti abang ya Mae."


"Bermohon pada Allah saja, dan berusaha selalu memberi teladan juga kasih sayang yang cukup untuk mereka nanti. Insyaallah semua akan baik."


"Amin. Mae... tidur."


"Yakin tidur saja?"


"Jangan buat otong berubah pikiran. Abang mau peluk sampe pagi aja."


"Heem. Padahal Muna mau demonstrasi lingerrie yang baru di beli tadi. Ya kapan-kapan saja lah."


"Serius???"


"Tapi bo'ong." canda Muna yang langsung mengeratkan pelukannya pada suaminya tercinta.


Jika sabtu kemarin mereka habiskan berqulity time berempat. Hari ini khusus bercengkrama bersama di rumah babe dan nyak. Sebelum sorenya akan kembali ke rumah Hilidimar di Jak-Sel.

__ADS_1


Bunda Laras sudah kembali sejak siang, juga sudah berelaksasi lepas dari kepenatannya mengasuh dua balita majikannyan tersebut. Ada semangat baru saat suasana saat hati dan pikirannya pun telah di penuhk sesuatu yang fresh kembali.


Rencana Akad Nikah Gilang dan Gita adalah senin kemudian. Maka Rabu depan Kevin berencana akan ke Bandung untuk melaksanakan penentapan jabatan Gilang sebagai Wakil CEO.


Kevin tidak bisa selamanya menjadikan Gilang Asprinya, sedangkan bebannya bagaikan seorang CEO di perusahaannya. Kevin juga tidak bisa mengangkat Gilang langsung menjadi CEO untuk menggantikannya, sebab besar harapan Kevin, abah Dadang akan sembub dan bisa bekerja kembali. Sehingga ia tetap bisa kembali menjadi CEO di perusahaannya sendiri.


Rencana itu sudah Kevin konsultasikan pada Muna sebagai dewan Komisaris sekaligus istri yang menurutnya juga perlu di ajak berdikusi dalam hal pekerjaan.


Maka, lagi mereka bagai pasukan turbo saja, wara wiri, hilir mudik berangkat ke Bandung untuk melaksanakan acara penyerahan dan penetapan jabatan baru untuk Gilang.


Gilang tidak pernah bermimpi untuk jabatan tersebut. Baginya bisa di percaya sebagai tangan kanan Kevin saja sudah anugrah. Apa lagi sekarang bisa mendapat jabatan sebagai Wakil CEO baginya adalah suatu amanah yang harus lebih hati-hati untuk ia emban.


Acara ceremonial sudah berlangsung. Ada semacam selamatan kecil-kecilan yang Muna siapkan, berupa paketan makan siang untuk semua karyawan yang memang tak seberapa banyak tersebut.


"Gita... kapan cuti? Persiapan akad beres?" tanya Kevin saat hanya ada mereka dalam ruangan setelah acara berlangsung."


"Besok sudah mulai cuti kak. 7 hari saja ijinnya. Sebab kan cuma akad ga langsung resepsi."


"Kapan rencana resepsinya?" tanya Kevin lagi.


"Belum tau juga sih, kapan ya A?" lempar Gita pada Gilang.


"Kalian berdua keruangan saya sebenar." Perintah Kevin pada keduanya. Lalu melangkah ke ruanganya. Di ikuti couple dua G tersebut di belakangnya.


Kevin mendekati meja kerjanya, membuka brankas yang tentu hanya dia yang tau sandinya. Lalu mengeluarkan cek meletakan di atas mejanya.


"Ini cek kosong, mungkin berguna untuk kelangsungan acara resepsi kalian. Mau di tulis sendiri atau kaka yang tuliskan?" tanya Kevin pada Gilang dan Gita serius.


Gilang dan Gita hanya saling bertukar tatap. Tak bisa memutuskan kejutan yang bertubi-tubi Kevin berikan pada mereka.


Bersambung...


Ayoook


Kira-kira mau nulis sendiri atau di tuliskan nih?


Kalo nyak sih, udah jelas dan pasti mintanya, like, komen, mawar, kopi dan vote aja dong


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2