
Kevin dan Muna sempat sempatnya tertidur pulas, hingga tak sadar mama Rona sudah masuk ke kamar mereka yang hanya di ganjal sandal, agar tidak tertutup rapat.
"Muna... Bangun sayang, periasnya sudah datang." Tepuk halus Rona pada tangan Muna.
"Iya ma. Hmm... Lumayan 30 menit bisa pejam mata. Bang... Bangun." Muna melanjutkan tepukan untuk membangunkan Kevin yang ada di sebelahnya.
"Ini mama siapkan STMJ untuk kalian berdua. Atau mau mama siapkan makanan, sebab nanti akan lebih capek meladeni tamu." Ujar mama Rona yang sangat perhatian pada anak dan Kevin menantu pilihannya tersebut.
"Terima kasih ma. Ga usah. Nanti Kevin saja yang ambil makanan di bawah." Tolak Kevin menolak pelayanan mama mertuanya yang selalu memperlakukannya dengan lembut.
"Ya sudah... Mama tinggal ya." Pamit Rona yang juga akan menyiapkan dirinya untuk hadir di acara selanjutnya.
"Sayang... Kita makan sepiring berdua saja ya. Nanti abang yang ambilkan makanannya." Tawar Kevin pada Muna yang wajahnya sudah mulai di tepuk tepuk dengan alas bedak 7 lapis tersebut.
"Ih... Kenapa abang yang layani Muna. Itu tugas istri yang." Tolak Muna sedikit malu.
"Sesuai sikon dong sayang. Mae udah ga bisa gerak gitu." Lanjut Kevin membuat iri para perias yang seolah tidak di anggap Kevin ada di kamar mereka.
"Ya terserah abang aja. Terima kasih suamiku." Jawab Muna hangat.
"Sama-sama istriku. Tapi abang agak lamaan ya. Sekalian ngopi di bawah." Pamitnya menerobos tim perias itu, untuk sekedar mencium pucuk kepala istrinya mesra. Di balas anggukan tanpa suara oleh Muna.
"Waaah... Pasangan romantis sekali ini. Suaminya kelihatan sayang banget ya. Mbak beruntung sekali menikahi pria itu, tampan, kaya, dewasa lagi. Gimana cara dapetin suami cam itu mbak?" Celetuk asisten perias yang sedari tadi memperhatikan komunikasi Muna dan Kevin.
"Ha...ha.... Ga tau juga, gimana dulu dapetnya kak?" Gurau Muna pada mereka.
"Pacarannya lama?" Cecar mereka lagi.
"Hampir 3 tahun kayanya. Tapi deketnya cuma 6 bulan." Jawab Muna sedikit serius.
"Huum... 2,5 tahunnya kemana?"
"Muna masih kuliah, jadi LDRan."
"Oow... Berani pacaran jarak jauh mbak? Tampan gitu di lepas..."
"He...he... Ya gini deh. Cuma sanggup 4 semester langsung nyerah minta kawin." Tawa Muna lucu sendiri.
"Empat semester? Berarti setelah nikah ini pisahan lagi mbak?" kepo perias itu.
"Iya... Besok Muna udah harus balik ke habitat lagi. Senin UAS, baru deh libur semester."
"Di mana?"
"Apeldoorn, Amesterdam." Jawab Muna.
__ADS_1
"Oh... Sultan ketemu ratu Belanda ternyata. Pantesan jodoh."
"Ah... Tidak juga, biasa saja kak." Jawab Muna merendah.
"Ga takut kalo jauhan nanti bakalan ada yang mendua mbak?"
"Insyaallah... Jika niat memang saling setia walau jauhan tetap amanah dengan komitmen.."
"Iya juga sih. Deketan juga kalo emang ganjen ya ... Pasti akan selingkuh." Jawab perias itu. Mengundang senyum kaku saja di wajah cantik Muna.
60 menit berlalu wajah Muna sudah berubah, hanya tinggal di poles lipstik selesailah dekoran wajah blesteran itu. Masih dengan bakutan bathrobe sutra putih, sebelum benar menggunakan pakaian kebesaran pamungkas pengantin umumnya.
Tim perias sudah berpindah menata rambut panjang Muna.
Sementara Kevin sudah kembali ke kamar tersebut, membawa sebuah baki berisi makanan dan minuman untuk makan petang mereka berdua.
Keduanya pun saling berganti suap, menikmati dengan lahap makanan yang Kevin bawakan. Lagi, seolah di kamar itu hanya terdiri dari dua orang itu saja.
"Yang... Sholat gih. Baru ganti pakaian." Perintah Muna pada Kevin yang sudah menyusun piring bekas makan mereka berdua.
"Siap sayang." Jawab Kevin sembari melangkah ke toilet untuk berwudhu kemudian melakukan kewajibannya.
"Mbak... Ga bisa ikut sholat deh. Karena sudah dandan." Celeruk perias Muna.
"Bukan karena sudah berdandan. Tapi lagi dapet." Jujur Muna.
"Kata abang... Siaran tunda dulu kak." Jawab Muna seadanya.
Persiapan Muna sudah selesai sempurna di tangan MUA profesional. Sudah Muna cantik, pastilah penampilannya malam ini sangat memukau. Terbalut dalam busana megah, sedikit seksy. Sebab cara pandang Muna tentang berpakaian tidak sekolot dulu, namun bukan berarti melupakan adat ketimuran dan melanggar norma agama.
Kevin tak usah di tanya, tubuh gagah, macho, maskulinnya tercetak sempurna dengan tuksedo hitam dengan dalaman putih khas pengantin lelaki pada umumnya.
Muna berangkat terlebih dahulu untuk di amankan dalam sebuah kamar hotel tempat acara resepsi mereka. Dan Kevin berangkat dengan mobil yang berbeda. Sehingga kini Kevin dan seluruh keluarganya telah berada dalam gedung tempat pelaksanaan acara resepsi yang mulai di penuhi tamu, kerabat dan teman mereka.
Seluruh karyawan perusahaan Mahesa tentu sempat di undang semua, tak terkecuali teman sesama OB waktu Muna bekerja di sana. Juga bagaimana tidak heboh. Bahkan souvenir pernikahan mereka adalah mini gold, walau hanya 0,1gr namun isu tersebut tentu menyedot perhatian sekaligus mengundang rasa penasaran khalayak ramai, untuk berbondong-bondong datang pada perhelatan akbar tersebut.
Muna sudah berada di ambang pintu, siap akan memasuki tempatnya bersanding. Dengan lelaki yang dengan lancar merafalkan bacaan qobul, berjanji menjadi suaminya pagi tadi.
Nyak babe dan mama abah, berbaris di belakang Muna yang tampak melangkah tegas menyerahkan diri untuk benar menyambut uluran tangan Kevin yang sedari tadi tak sabar menunggu wanitanya masuk.
Dengan iringan lagu Perfect, gerbang itu di buka. Kevin seolah tak menginjakkan kakinya di ubin, sebab lagi lagi dan lagi ia terpukau, terpesona dengan kecantikan istri yang baru beberapa jam terpisah darinya.
Found a love for me
Oh darling, just dive right in and follow my lead
__ADS_1
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favourite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Syair lagu itu selesai di nyanyikan, tepat saat Muna dan Kevin sudah berada di atas pelaminan. Bertukar pandang, berganti puja dan puji di antara keduanya.
Mana Kevin perduli dengan tatapan mata yang hanya terpusat pada mereka berdua.
Yang ia tau, kini Muna telah halal baginya. Dengan tegas tengkuk Muna di desaknya untuk mengarah pada bibirnya. Sedikit menekan dan memaksa untuk sebentar melu mat bibir yang lagi lagi di rindukannya.
Tangan kevin melingkar sempurna pada pinggang ramping Muna, tak memberi jarak sedikitpun. Hingga akhirnya Muna pura-pura membelai pipi, turun ke rahang berjambang itu, lalu pelan dengan telujuknya merosot keleher Kevin, dan terhenti menusuk-nusuk dada bidang Kevin berkali-kali, berharap tindakan itu dapat menyadarkan Kevin. Jika kini mereka sudah saingan dengan unyil, pemeran utama yang sangat legendaris di jamannya.
Tepuk riuh, sorak sorai para tetamu undangan sontak membuat hingar bingar suasana gedung malam itu. Mereka telah di jamu dengan makanan lezat, suasana mewah yang kental juga boleh nonton gratis adegan pemanasan edisi belah duren.
Itu yang di otak para tetamu malam itu. Tanpa mereka tau, jika malam ini Kevin hanya menjadi pengangguran buta, yang paling hanya bisa meraba, mencium dan memeluk sampai pagi tiba.
Bersambung...
Kecewa readers
Unboxingnya di tunda dulu gegara tamu ikutan datang di resepsi.
Tapi boleh donk nyak minta di Vote udah SAH kan sesuai keinginan para reader tercinta❤️❤️
Reader jangan lupa isi buku tamu ye
__ADS_1
Biar dapet sovenirnye🤭