
Organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai tempat pertama dari proses pencernaan dimulai, yang kemudian juga sering di artikan manusia jika terjadi pertautan dengan insan lainnya menandakan sebuah keseriusan dalam menjalankan sebuah hubungan.
Entah hal itu benar atau tidak, hanya dari situ pun kedua orang tersebut dapat saling tau,respon pasanganya. Apakah juga menyambutnya atau tidak
Daratan bibir itu hanya sekilas, namun hingga tengah malam pun Gita tidak dapat memejamkan mata dengan sempurna. Balik kiri, balik kanan, gelisah sendiri. Memindai kembali keberanian Gilang menciumnya bahkan di tempat terbuka.
"A..." akhirnya Gita mengambil ponselnya untuk menchat Gilang.
"Hmm..., kenapa belum tidur neng?" tanya Gilang.
"Ga bisa tidur, A."
"Keluar kamar sekarang." Perintah Gilang pada Gita. Yang Juga beringsut keluar kamarnya. Menuju dapur, mengecek sisa frozenfood yang ada di kulkas.
"A'a di dapur neng." Isi chat Gilang lagi pada Gita, agar kekasihnya menyusul.
Gita datang dengan langkah pelan, jelas sekali dari tampangnya. Gita seperti tidak dalam keadaan baik-baik saja.
"Neng kenapa?" Gilang memnyodirkan gorengan kentang dan secangkir teh hangat untuk Gita.
"A'a main sosor iih."
"Maaf neng. Sita ga bisa di kasih pengertian, dia tipe orang visuali. Yang lebih cendrung cepat mengerti dengan apa yang di lihatnya. Walau di kasih penjelasan berkali-kali juga ga akan mudah di terima oleh otaknya Neng."
"Harus ya sampe kita cip okan di depan orang banyak gitu. Neng kan malu A."
"Neng kira A'a ga malu apa?"
"A'a malu...?" Gilang mengangguk.
"Malu tapi mau neng. Maaf ya. Atau kurang lama tadi?" Gita memundurkan kepalanya dan menutup mulutnya dengan punggung tangannya.
Gilang mengusap kepala Gita pelan.
"Maaf neng..."
"Agi... kita baru jadian 3 hari udah main sosor, gimana sebulan?"
"Maunya di apain sih. Kita tuh udah deket lama lho. Mana pernah Agi ngapa-ngapain eneng. Kita tidur bareng aja udah pernah. Tapi Agi bisa jaga diri dan Nenggi."
"Ya iyalah itu statusnya cuma teman, di rumah pak bos lagi. Mana Agi berani."
__ADS_1
"Kalo emang ada niat sih, walau di mana juga dan ga ada status juga pasti di lakuin kok neng." Gita cuma diam dan memamah kentang goreng buatan Gilang.
"Di maafin ga sih?"
"Agi nyi pok kenapa? Biar Sita tau saja kita pacaran?"
"Ga itu yang utama. Emang Agi serius kok cinta sama Neng. Pulang besok kenalan sama ibu dan teteh ya neng."
"Serius...?"
"Agi di kenalin ke orang tuanya neng juga ya, Aa serius."
"Yakin...? Mau kenalan sama papi?"
"Bentar... papinya Neng itu yang makan siang bareng kami dengan Aydan bukan?"
"Iya. Makanya neng goshting waktu itu. Takut kebongkar penyamaran eneng, A."
"Segala penyamaran. Neng... kira-kira apa ya respon orang tua neng tau Agi orang biasa? kan kemarin yang mau di jodohin ke eneng pria kaya."
"Kemarin mama udah janji cuma minta eneng kenalan sama Sailendra itu. Ga harus sama dia juga. Asal neng punya pilihan yang lebih baik. Sekarang semua tergantung A'a. Jika memang bisa buktikan Agi yang terbaik untuk Neng. Mungkin kita akan dapat restu."
"Agi mana bisa buktika sendiri tanpa bantuan dari NengGi. Pertanyaanya... eneng udah yakin belum sama A'a?" Gita menatap Gilang tak berkedip.
"Iya... neng tau, Agi jujur ke eneng dari awal. Di sini, eneng yang ga jujur akan status eneng."
"Agi ga masalah soal itu, yang penting ngaku. Sekarang jujur, neng ga malu menerima Agi?"
"Eneng cinta sama A'a. Kenapa harus malu?"
"Kalimat itu yang akan menjadi senjata jika kita tak mendapat restu dari orang tua eneng."
"Kurang lebih 2 tahun, neng sudah hidup menjadi orang biasa. Ga bikin neng mati juga. Justru banyak yang neng dapatkan. Neng jadi bisa masak, bisa naik motor, bisa bersih rumah. Semua menyenangkan. Jadi, jika pun harus melepas semua fasilitas Mahesa pun. Neng ga masalah A. Asal A'a janji. Jangan kecewain Neng yang udah korban untuk Agi nanti."
"Ngecewain gimana... Agi cinta pake banget sama NengGi."
"Ya kali... nanti cintanya luntur A."
"Bedak kali bisa luntur neng. Mulai malam ini kita istiqoroh ya neng. Supaya dapat petunjuk dari Allah. Agi sih udah mantap milih eneng jadi makmunnya AGi. Soal ciuman tadi, sekali lagi maaf, insyaallah ga keulang sebelum halal."
"Maaf ya A. Eneng ga marah. Hanya takut di kira cewek gampangan aja. Yang mau di gituin di tempat terbuka, ada orang liat juga. Imej neng dan A'a kan jadi buruk."
__ADS_1
"Maaf ... Agi ga mikir panjang tadi neng. Mumpung momentnya tepat." Keduanya pun berjalan bergandeng tangan untuk mengantar Gita ke kamarnya.
"Kalo ciuman di sini, boleh sering ya Neng." Ujar Gilang pun setelah menciun kening Gita.
"Udahnya baru ijin." Seloroh Gita senyum.
Cup
Cup
Pipi kiri dan kanan Gilang di cium oleh Gita.
"Makasih nengGiku sayang."
"Sama-sama." Senyum Gita menahan malu.
Besok pagi mereka kembali ke Bandung. Ga usah di tanya Gita duduk sama siapa? Kali ini Gilang yang sudah terlihat memegang tangannya bahkan menjemput Gita dari depan kamar membantunya mengangkat tasnya. Sehingga mereka tentu langsung memilih tempat duduk yang sama.
Sita keder. Sejak semalam ia hanya nangis kejer, masih tidak terima kalau Gilang dan Gita benar pacaran. Parahnya lagi dia menganggap kalau selama ini dia di permainkan pasangan itu. Merasa di bohongi jika keduanya menutupi hubungan mereka selama ini.
"Padahal sejak awal aku udah tanya ke Gita. Kak Gilang udah punya pacar atau belum. Tapi ga di jawab. Sebel deh." Curhat Sita pada teman di sampingnya.
"Bukannya mereka memang sudah sering terlihat sering keluar berdua?"
"Ya iyalah... sering berdua. Kan awalnya mereka memang di bidang yang sama."
"Huh... pokoknya bagaimana caranya. Aku akan minta bantuan dengan ny.Kevin untuk memindahkan aku ke bidang sekretaris."
"Kamu kenal istri pa Kevin?"
"Pernah makan bareng malahan. Aku yang traktir mereka semua waktu itu. Hah... Kak Gilang nanti akan nyesal lebih milih Gita itu. Secara mereka berdua kemana-mana pake motor doang. Aku juga tau... si Gita itu bahkan tinggal patungan di kost dengan Siska dan Ninik yang bagian HRD." Cerocos Sita lancar.
"Emang... kenapa kalo mereka kemana-mana pake motor. Bukannya mesra?"
"Iya mesra sih. Miskin juga hahaa..." Tawa Sita jelas melecehkan.
Bersambung...
Kasih pic Gilanh lagi aah.
Biar besok nyak di timpuk Vote
__ADS_1
🙈🙈🙈