Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Semua Sayang Luna


__ADS_3

Sepulang sekolah Luna tampak cemberut, ia terlihat kesal karena mendapat nilai c pada pelajaran menggambar.


"Aku maunya dapat nilai A mom " Luna terus merengek kepada Felisha.


"Bagaimana tidak dapat nilai c mom, masa mewarnai strawberry menggunakan warna ungu " bisik Nakula ditelinga Felisha.


"Masa ?" tanya Felisha sambil tertawa


"Serius mom.. strawberry Luna kasih warna ungu, pisang Luna kasih warna pink " tambah Sadewa sambil tertawa tertahan.


"Kalau begitu kalian ajarin " titah Felisha.


"Kemarin sudah dikasih tau mom.. tapi Luna nya tidak menurut " Nakula mengadu.


"Ya sudah nanti Mommy yang ajarin " ujar Felisha sambil tertawa.


"Ini kenapa si cantik cemberut saja ?" Mamih Kenzo yang kebetulan datang langsung mencolek pipi Luna.


Luna diam tidak bergeming meskipun Mamih Kenzo mencolek pipinya.Bibirnya terkatup rapat dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Dia sedang marah karena mendapat nilai c pada pelajaran menggambar " bisik Felisha.


"Ooh itu masalahnya " Mamih Kenzo tertawa sambil mengambil Luna dan mendudukkan di pangkuannya.


"Teman-teman aku dapat nilai A..cuma aku yang dapat nilai c " tangis Luna pun pecah.


"Jangan menangis nanti cantiknya hilang.. mending ikut Tante ke rumah yuk..minta diajarin sama kakak Ken " Mamih Kenzo mengusap air mata yang berhamburan membasahi pipi Luna.


Tanpa disangka Luna langsung mengangguk setuju. Setelah mendapat ijin dari Felisha Mamih Kenzo pun membawa Luna ke rumahnya.


Kenzo yang sedang anteng dengan cat dan kuas langsung menoleh ketika Mamihnya tiba-tiba masuk ke ruang lukisnya sambil menuntun Luna.


"Luna kenapa seperti yang habis menangis " Kenzo menatap heran pada wajah Luna yang sembab.


"Luna dapat nilai c pelajaran menggambar, makanya Mamih ajak kesini supaya belajar sama kamu " jawab Mamih Kenzo.


"Luna mau belajar sama kakak Ken ?" tanya Kenzo.


"Iya mau kak " jawab Luna.


"Baiklah.. sekarang Luna mau menggambar apa ?" tanya Kenzo.


"Buah-buahan " jawab Luna.

__ADS_1


Kenzo pun meninggalkan lukisannya yang belum selesai.Kini ia mengajari Luna menggambar.


Kenzo mengajari Luna cara memilih warna yang sesuai dengan objek gambar. Luna pun tampak mudah mengerti.


Mamih Kenzo setia menemani Luna belajar menggambar bersama putranya sambil menyuapi Luna makan.


Papih Kenzo yang kebetulan sedang ada di rumah terlihat senang dengan kehadiran Luna di rumahnya. Ia seperti dapat merasakan memiliki seorang putri.Begitu juga dengan Kenzo yang memperlakukan Luna penuh sayang seperti adiknya sendiri.


"Sering-sering main kesini ya cantik nanti Om belikan apapun yang Luna mau " Papih Kenzo mengusap puncak kepala Luna.


"Iya Om " jawab Luna tanpa menoleh sama sekali. Ia terlalu anteng mewarnai buah kesukaannya dengan crayon mengikuti arahan dari Kenzo.


Saking asyiknya belajar menggambar bersama Kenzo tidak terasa hari pun semakin sore. Felisha menyuruh Nakula dan Sadewa menjemput Luna di rumah Kenzo.


Pada saat makan malam, Felisha heran karena tidak biasanya Luna menolak makanannya.


"Kenapa tidak mau makan ?" tanya Bagas heran.


"Tadi aku sudah makan di rumah kakak Ken.. disuapi sama Mamihnya kakak Ken " jawab Luna.


"Oh ya sudah kalau begitu tidak apa-apa " Bagas yang awalnya akan memaksa Luna makan akhirnya mengurungkan niatnya begitu mendengar jika Luna sudah makan di rumah Kenzo.


Ketika akan tidur Luna mengadu kepada Bagas jika ia mendapat nilai C pada pelajaran menggambar.


"Tapi tadi Luna sudah diajarin sama kakak Ken. Besok kakak Ken janji mau ngajarin Luna lagi pulang sekolah " oceh Luna.


"Oke " jawab Bagas sambil mengusap kepala Luna lembut.


"Sekarang Luna tidur " Bagas menaikan selimut Luna hingga ke dada.


Bagas tidak beranjak dari sana menunggu putri kecilnya itu tertidur. Setelah Luna tertidur barulah Bagas kembali ke kamarnya.


Disaat yang bersamaan Felisha pun baru turun dari kamar si kembar. Sudah menjadi hal yang wajib bagi Felisha memeriksa ke kamar si kembar sebelum tidur.Sedangkan menidurkan Luna itu sudah menjadi tugas Bagas.Karena Luna baru akan tidur jika dekelonin oleh Daddy nya.


"Anak-anak sedang apa ?" tanya Bagas.


"Sedang belajar..katanya besok ada kuis " jawab Felisha.


"Mereka benar-benar mirip kamu mas..kalau belajar tekun banget " Felisha memuji kedua putranya.


"Harus begitu " jawab Bagas sambil menunjuk pahanya, menyuruh Felisha duduk disana.


"Jangan biarkan Luna main sendiri ke rumah Kenzo..harus ada yang menemani " pesan Bagas.

__ADS_1


Terlihat sekali Bagas sangat protektif kepada anak-anaknya apalagi Luna anak perempuan satu-satunya.


"Iya Sayang " jawab Felisha sambil iseng mengecupi bibir Bagas.


Bagas pun meladeni keisengan Felisha dengan sepenuh hati.


'Suami ngomong malah menggoda...dasar nakal " gumam Bagas sambil menggigit bibir bawah Felisha.


"Abisnya sayang kalau wajah gantengnya dianggurin " jawab Felisha sambil melingkarkan kedua tangannya dileher Bagas.


"Sudah mulai pintar ngegombal..dasar nakal " Bagas tertawa .


Tawa Bagas berhenti ketika ia kembali menyatukan bibir mereka. Bagas mengunyah bibir Felisha dengan rakus sedangkan tangannya mulai menyusuri paha mulus Felisha dan menyelinap disela-sela gaun tidurnya.


Bagas tersenyum simpul ketika menyadari jika Felisha tidak mengenakan apa-apa dibalik gaun tidur nya.Hanya manusia bodoh yang berani mengabaikan hidangan lezat yang tersaji didepan mata.


*


Keesokannya Mamih Kenzo datang lagi ke rumah Felisha dengan membawa satu paperbag ditangannya.


"Si Papih tadi siang bela-belain pulang dari kantor cuma buat kasih ini..katanya buat Luna " Mamih Kenzo memberikan paperbag berisi perlengkapan mewarnai.


"Waduh jadi merepotkan " Felisha merasa tidak enak hati.


"Papih Kenzo sepertinya sangat menyukai Luna..maklum dari dulu dia ingin sekali punya anak perempuan..sama seperti Kenzo yang ingin sekali punya adik perempuan "


"Tidak apa-apa sekarang tidak punya anak perempuan, nanti juga pasti punya kalau Ken sudah menikah " ujar Felisha.


"Iya " jawab Mamih Kenzo.


Sejak keluarga Kenzo menjadi tetangganya, kini hubungan Felisha dan Mamih Kenzo semakin dekat saja.Bahkan diam-diam mereka merencanakan untuk pergi liburan bersama pada saat anak-anak liburan kenaikan kelas.


Mamih Kenzo mengajak keluarga Felisha liburan dikampung halamannya di Bali. Kebetulan Bagas pun berencana untuk kembali mengajak berlibur di villa nya di Bali.Jadi tinggal menunggu waktu yang pas untuk kedua keluarga itu pergi berlibur bersama.


Ketika Felisha mengutarakan niatnya untuk pergi berlibur bersama dengan keluarga Kenzo Bagas pun mendukungnya.


"Bagus lah..biar kita bisa menitipkan anak-anak pada mereka pada saat kita berenang berdua " jawab Bagas.


"Dasar otak mesum..yang dipikirkannya cuma berenang berdua terus " Felisha mencubit paha Bagas gemas.


"Ga ada salahnya menitipkan anak-anak sebentar pada keluarga Kenzo.Orang tua Kenzo pasti senang dititipin anak-anak..Mas juga senang bisa berenang sama kamu..apalagi kamunya pake bikini " ujar Bagas.


"Terserah kamu lah Sayang " jawab Felisha.

__ADS_1


__ADS_2