
Hari ini Luna meminta ijin kepada Bagas dan Felisha untuk pulang terlambat. Ia dan Cindy akan menghadiri undangan pesta ulang tahun Rio kakak kelas mereka yang kebetulan ketua OSIS di sekolah Luna. Kebetulan Luna dan Cindy sama-sama aktif di organisasi itu.
Luna dan Cindy datang terlambat karena mereka harus membeli kado terlebih dahulu untuk Rio.
Luna langsung bengong ketika tiba-tiba Rio memberikan potongan pertama kue ulangtahun kepadanya.
"Cie..ternyata kue pertama nya untuk Luna " teman-teman sekelas Rio langsung menggoda
"Terima..terima..terima.." semua bertepuk tangan menyuruh Luna menerima kue dari Rio. Karena merasa tidak enak Luna pun terpaksa menerimanya.
Sorak Sorai langsung terdengar ketika Luna menerima kue pemberian dari Rio.
"Terimakasih Ya Luna " ucap Rio senang
"Aku yang seharusnya bilang terimakasih " jawab Luna.
Acara ulangtahun Rio yang diadakan disebuah cafe milik orangtua Rio itu pun berjalan sangat meriah.
"Kenapa sih kamu pake terima kue pemberian dari Rio " omel Cindy ketika mereka sedang menikmati makanan disebuah meja.
"Masa aku tolak Cin..ya ga enak dong " jawab Luna.
"Iya..tapi kamu tau tidak itu artinya apa ?" tanya Cindy.
"Tidak " jawab Luna
"Itu artinya kamu itu orang special buat dia " jawab Cindy.
"Oh gitu ya..tapi aku menganggap biasa saja " jawab Luna polos.
Di usianya yang masih belia Luna memang belum bisa mengerti jika orang yang memberikan perhatian lebih itu artinya menyukainya.
"Kamu lihat saja.. besok-besok disekolah pasti heboh gosipin kamu pacaran sama Rio " ujar Cindy.
"Yang bener Cin ?" tanya Luna
"Lihat saja besok " jawab Cindy yakin.
Luna berada di pesta Rio tidak lama karena Bagas langsung menjemput sepulang dari kantor. Rio terlihat sedikit kecewa karena Luna pulang disaat pesta ulangtahun nya belum selesai.
"Gimana seru pestanya Kak ?" tanya Bagas ketika mereka dalam perjalanan pulang.
"Biasa saja Dad " jawab Luna
"Yang ulangtahun teman sekelas kakak ?" tanya Bagas
"Bukan Dad..dia itu kakak kelas aku..dia ketua OSIS di sekolah " jawab Luna.
"Ganteng tidak ?" tanya Bagas setengah menggoda.
"Iih Daddy kenapa jadi kepo.." Luna tertawa.
"Ya Daddy ingin tau saja " jawab Bagas.
"Menurut aku..lebih ganteng Daddy daripada Rio " jawab Luna.
"Pastinya dong " ujar Bagas bangga.
Sesampainya di rumah mereka disambut Abimanyu yang sedang menangis dalam gendongan Felisha.
"Kenapa jagoan Daddy menangis ?" tanya Bagas sambil mengambil Abi dari gendongan Felisha.
"Jatoh dari sepeda " jawab Felisha.
"Abi jatoh..mana yang sakit Sayang ?" tanya Bagas.
Abimanyu memperlihatkan lutut dan sikut nya yang terdapat luka memar sambil menangis.
"Sakit Dad " Abimanyu terisak dalam gendongan Bagas.
"Sebentar lagi juga sembuh ..percaya sama Daddy " Bagas mengusap punggung Abimanyu.
__ADS_1
"Kalau begitu kakak kasih coklat mau tidak ?" Luna berusaha ikut membujuk Abi agar berhenti menangis.
"Mau kak " jawab Abimanyu.
"Sebentar kakak ambil dulu " Luna buru beranjak ke kamarnya dan mengambil dua batang coklat untuk Abimanyu.
Setelah mendapatkan coklat dari Luna tangis Abimanyu pun langsung berhenti. Ia pun anteng menikmati coklatnya dalam gendongan Bagas.
*
Keesokannya apa yang Cindy ucapkan di pesta ulangtahun Rio benar-benar terbukti. Hampir satu sekolah membicarakan Luna dan Rio. Kabar mereka pacaran pun langsung menyebar dengan cepat.
Luna yang masih polos terlihat cuek dan sama sekali tidak terpengaruh dengan gosip yang beredar di sekolah.
Rio justru memperlihatkan reaksi berbeda. Rio mulai berani menunjukkan perhatiannya kepada Luna salah satunya adalah dengan memberi Luna coklat.
Selain coklat Rio juga kerap kali menghampiri Luna yang sedang di kantin bersama Cindy. Luna yang masih polos tidak menanggapi dengan serius semua perhatian dari Rio. Luna menganggap Rio sama dengan teman-teman sekolahnya yang lain.
Sudah dua hari Cindy tidak masuk sekolah karena mengalami kecelakaan, Ia terjatuh dari motor yang dikendarainya di dekat rumahnya. Meski tidak mengalami luka yang serius namun dokter menyarankan untuk tidak masuk sekolah sampai luka di lututnya benar-benar kering.
Sepulang sekolah Luna dan beberapa temannya yang tergabung di OSIS termasuk Rio sang ketua OSIS datang untuk menengok Cindy.
Sebelumnya Luna sudah meminta ijin kepada Mommy nya untuk menengok Cindy dan Felisha pun mengijinkan.
Dari sekolah mereka pergi ke rumah Cindy dengan menggunakan mobil Rio yang dikendarai oleh sopirnya.
Kedatangan mereka disambut suara jeritan kesakitan Cindy. Cindy sedang menangis meraung-raung ketika luka di lututnya sedang diberi obat oleh mamanya. Satu orang pria tampak mengunci tubuh Cindy agar tidak terus meronta.
"Sudah berhenti nangisnya malu dilihat teman-teman kamu " ujar mama Cindy setelah selesai mengobati luka di lutut putrinya.
Pria yang sedari tadi mengunci tubuh Cindy akhirnya melepaskan kunciannya.
Luna yang berada dibelakang kaget begitu mengetahui siapa pria yang tadi memegangi Cindy.
"Kakak Ken ?" Luna melongo ketika menyadari jika itu adalah Kenzo.
"Hai Luna " sapa Kenzo sambil melepaskan kunciannya dari tubuh Cindy.
"Siapa suruh terus meronta " jawab Kenzo santai sambil beranjak keluar dari kamar adik sepupunya memberi kesempatan kepada Luna dan teman-temannya menengok Cindy.
"Gini nih kalau tidak nurut sama orangtua. Belum lancar bawa motor sudah nekad ke jalan jadinya jatuh " ujar mama Cindy.
"Sakit ga Cin ?" tanya Luna sambil duduk disisi ranjang, sementara Rio dan dua orang temannya berdiri di dekat Luna.
"Ya sakit dodol " jawab Cindy.
"Kalau sudah jatuh masih berani bawa motor ?" tanya Rio
"Ya masih dong " jawab Cindy.
"Aku pikir akan kapok " gumam Luna.
"Kalau jatuh itu tandanya mau pinter Lun..kamu lihat saja sebentar lagi aku berani bawa motor ke sekolah " ujar Cindy.
"Jangan " ucap semua yang ada disana.
Setelah memastikan keadaan Cindy baik-baik saja Luna dan teman-temannya pun pamit pulang.
Cindy bersikeras meminta Luna untuk tetap tinggal tapi Luna menolak karena takut Mommy dan Daddy nya khawatir mencarinya.
Pada saat Luna akan masuk kedalam mobil Rio tiba-tiba ada yang mencekal tangannya.
"Kamu pulangnya sama kakak saja " ternyata Kenzo yang mencekal tangan Luna.
Meski terlihat keberatan namun akhirnya Rio terpaksa membiarkan Luna pulang dengan diantarkan oleh Kenzo.
Luna menurut saja ketika Kenzo menuntunnya menuju mobil Kenzo. Setelah mobil Rio pergi tidak lama kemudian mobil Kenzo pun keluar meninggalkan halaman rumah Cindy.
"Kakak kapan datang dari Jepang ?" tanya Luna
"Semalam " jawab Kenzo
__ADS_1
"Tidak sama Om dan Tante ?" tanya Luna.
"Mamih dan Papih sudah pulang.. sekarang mereka ada di rumah " jawab Kenzo.
Sebetulnya setelah menengok Cindy Kenzo akan pulang bersama Mamih Papih nya namun ketika mendengar Luna akan datang Kenzo memilih menunggu Luna di rumah Cindy.
"Cowok yang tadi itu pacar kamu ?" tanya Kenzo setelah beberapa menit hening.
Kenzo memang sudah mendengar dari Cindy jika ada yang sedang berusaha mendekati Aluna.
"Yang mana ?" tanya Luna
"Yang ketua OSIS " jawab Kenzo.
"Bukaan Kak..aku tuh masih kecil " jawab Luna.
"Masih kecil apanya..kamu sudah besar cantik lagi " Kenzo melirik Luna yang terlihat semakin cantik dan tinggi, membuat Luna tersipu.
"Aku itu masih kecil..masih SMP jadi belum pantes pacaran..kalau kakak udah kuliah udah pantes punya pacar " jawab Luna.
"Siapa yang bilang ?" tanya Kenzo
"Kan aku yang bilang " jawab Luna sambil menunjuk hidungnya sendiri. Kenzo pun tertawa.
"Jadi kapan kamu mau punya pacar ?" tanya Kenzo menggoda.
"Aku tidak tau..kakak sendiri kapan punya pacar ?" balas Luna.
"Kakak juga tidak tau " jawab Kenzo mengulangi ucapan Luna.
Kenzo yang sedang Fokus mengemudi menepikan mobilnya didepan sebuah gerai ice cream.
"Mau ice cream tidak ?" tanya Kenzo.
"Mau..mau " jawab Luna
Mereka pun turun, Kenzo menggenggam tangan Luna ketika mereka berjalan menuju gerai ice cream.
"Kamu mau rasa apa ?" tanya Kenzo.
"Aku mau coklat vanila " jawab Luna.
Kenzo memesan dua buah ice cream dengan varian rasa coklat vanila. Kenzo membuka mobil bagian belakangnya dan mereka pun menikmati ice cream sambil duduk disana.
Selagi menikmati ice creamnya diam-diam Kenzo melirik wajah Luna dengan penuh kekaguman. Diusianya yang menginjak remaja Luna semakin terlihat cantik namun tetap manja. Mungkin karena Mommy dan Daddy nya yang selalu memanjakannya.
"Kamu belepotan " Kenzo mengusap sudut bibir Luna yang belepotan ice cream.Luna tampak tidak merasa malu ia malah tertawa.
Setelah menghabiskan ice creamnya, mereka pun melanjutkan perjalanan.Sepanjang perjalanan mereka terus mengobrol. Luna banyak bertanya tentang Negara Matahari terbit yang sekarang menjadi tempat tinggal Kenzo.
"Nanti kapan-kapan kakak ajak kamu kesana..itu pun kalau Daddy kamu ijinkan " ucap Kenzo.
"Daddy tidak akan ijinkan " jawab Luna. Ia tau betul bagaimana posesif nya Daddy nya. Tapi walaupun begitu Luna selalu menurut apa yang Daddy nya katakan karena ia tau semua demi kebaikannya.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di rumah Luna, kebetulan Mamih Kenzo pun sedang berada di rumah Luna sedang mengobrol dengan Felisha.
"Ketemu dimana kalian .kok bisa barengan ?" tanya Felisha ketika melihat Luna dan Kenzo turun dari mobil
"Ketemu di rumah Cindy Mom " jawab Luna.
Mamih Kenzo langsung memeluk Luna begitu melihat gadis itu.
"Kamu makin cantik saja " puji Mamih Kenzo membuat Luna tersipu.
"Sepertinya sudah punya pacar nih " goda Mamih Kenzo lagi
"Sudah Mih.. pacarnya ketua OSIS " jawab Kenzo.
"Apaan sih kakak..bohong Tante " Luna mencubit lengan Kenzo hingga pria keturunan Jepang itu meringis kesakitan.
"Kakak..kenapa dicubit Kenzo nya..kasian tuh " omel Felisha.
__ADS_1
"Abisnya ledekin aku terus " jawab Luna.