Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Berguru pada Zhi dan Cindy


__ADS_3

Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🙏🙏🙏


Keesokannya begitu bangun tidur Luna mendapati Kenzo tengah tertidur pulas di sampingnya


Luna tidak tau kapan tepatnya Kenzo pulang. Luna yang melihat Kenzo tidur sangat pulas akhirnya memutuskan tidak mengganggunya. Luna memilih pergi ke dapur bergabung dengan Mamih Kenzo yang sedang memasak bersama beberapa orang pelayan.


"Papih sama Kakak Ken pulang jam berapa Mih ?" tanya Luna.


"Sepertinya jam 2 kak " jawab Mamih Kenzo.


"Pantas kakak Ken tidurnya pulas sekali " ujar Luna.


"Mereka pasti akan tidur sampai siang jadi tidak usah dibangunkan, lebih baik kita jalan-jalan mumpung mereka tidur " ajak Mamih Kenzo.


"Iya Mih " jawab Luna.


Hari itu Mamih Kenzo membawa Luna ke pusat shoping terbesar di Tokyo.


"Lebih enak belanja sama kakak daripada sama Papih " gumam Mamih Kenzo sambil memilih tas dengan brand terkenal dan harga yang fantastis. Mereka beruntung karena sedang ada diskon musim dingin sehingga mereka mendapat potongan harga yang lumayan.


Puas berbelanja mereka mengunjungi sebuah restoran ramen.Beruntung Mamih Kenzo sudah reservasi terlebih dahulu sehingga mereka bisa makan siang disana tanpa mengantri.


Luna dan mertuanya pulang ketika hari menjelang sore.Setibanya di rumah mereka mendapati Papihnya sedang menonton siaran tv lokal.


"Kalian darimana? kenapa tidak bilang-bilang kalau mau jalan ?" tanya Papih Kenzo.


"Mau bilang bagaimana kalau Papih tidur " jawab Mamih Kenzo sambil meletakkan belanjaan mereka di meja.


"Mih..Pih..aku ke kamar dulu ya " Luna pamit untuk pergi ke kamarnya.


"Iya kak " jawab Mamih dan Papih.


Luna membawa semua barang belanjaannya ke kamar. Disana Luna mendapati Kenzo sedang berbaring di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


Kenzo menoleh ketika Luna masuk dan meletakan beberapa paperbag hasil merampok Mamih mertuanya diatas meja.


"Habis darimana Sayang..kakak bangun cariin kamu tidak ada " tanya Kenzo.


"Habis belanja sama Mamih " jawab Luna.


"Pantas..belanja sama Mamih bisa seharian " ujar Kenzo.


"Iya..kaki aku sampai pegal-pegal begini " keluh Luna.


"Sini kakak pijitin " Kenzo menarik tangan Luna agar duduk di ranjang dan meluruskan kakinya. Aluna pun menurut, ia membiarkan tangan Kenzo memijit kedua kakinya yang pegal-pegal.


Setelah merasa rileks Kenzo menyuruh Luna mandi dengan air hangat agar tubuhnya lebih segar. Lagi-lagi luna menurut apa yang diperintahkan oleh Kenzo. Hampir satu jam Luna berendam di kamar mandi.


Setelah selesai mandi Luna yang baru keluar dalam balutan bathrobe putih terpekik ketika Kenzo langsung menyergap nya dari belakang.


"Kakak kaget tau " omel Luna sambil memukul tangan Kenzo yang melingkar di perut nya.


"Hmmm..kamu wangi Sayang " Kenzo mengendus leher Aluna dari belakang dengan satu tangan mulai merayap menuju dada Luna dan meremasnya lembut.


"Kakaak.." tubuh Luna sedikit gemetar dengan kaki yang tiba-tiba terasa lemas.


Bibir Kenzo terus menyusuri leher belakang Luna.Kini satu tangan Kenzo yang lain mulai merayap dipaha mulus Luna menuju ke atas.


"Luna menahan tangan Kenzo sebelum sampai pada bagian bawah tubuhnya yang belum pernah dijamah oleh siapapun.


"Aku belum pake ****** ***** " bisik Luna malu.


"Tidak apa-apa.. malah lebih bagus biar kakak tidak usah repot-repot buka " jawab Kenzo dengan suara parau.


Luna pun akhirnya membiarkan tangan kanan Kenzo menyentuh nya dengan lembut sedangkan tangan kirinya sibuk meremas benda bulat yang empuk dan kencang di dada Luna.

__ADS_1


"Mmhh..kakak .." Luna melenguh ketika bibir Kenzo menggigit kecil lehernya membuat Luna nyaris tidak dapat menopang kedua kakinya karena bibir dan kedua tangan Kenzo menyerang tiga bagian tubuhnya.


Secepat kilat Kenzo membalikan tubuh Luna hingga menghadap kearahnya dan langsung menyambar bibir Luna.


Berciuman dengan Kenzo sudah biasa bagi Luna, namun kali ini Luna merasakan jika ciuman Kenzo kali ini berbeda dengan pada saat mereka masih pacaran.


Luna begitu menikmatinya dan membalasnya tanpa merasa risih dan takut. Mungkin karena pada saat ini mereka sudah resmi menjadi suami istri dan halal bagi mereka untuk melakukan lebih dari sekedar ciuman sekalipun.


Dalam sekali tarik tali bathrobe Luna pun terlepas dan kain berbentuk jubah itu pun langsung melorot turun dari tubuh mulus Luna.


Menyadari bathrobe nya meluncur bebas diantara kedua kaki mulusnya Luna pun buru-buru menutup dada dan bagian bawah tubuhnya dengan kedua tangannya malu.


"Kenapa ditutup..semua yang ada pada tubuh kamu sekarang milik Kaka ..suami kamu " bisik Kenzo sambil melepaskan kedua tangan Luna yang menutupi bagian tubuhnya yang paling indah.


"Malu kakak " jawab Luna manja.


"Kelihatan suami sendiri masa malu " ujar Kenzo sambil kembali melahap bibir Luna dengan rakus. Tangan Kenzo menekan belakang kepala Luna membuat ciuman mereka semakin dalam.


Perlahan Kenzo menggiring Luna menuju kasur empuknya dan menjatuhkannya disana.


Ketika Kenzo mulai melepas satu persatu baju yang melekat ditubuhnya, Luna menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya sambil menatap tubuh gagah Kenzo yang hampir telanjang.


Setelah melepaskan semua bajunya Kenzo pun menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Luna.


"Tidak usah ditutup..biar badan kakak saja yang tutup " Kenzo menyingkirkan selimut yang menutupi sebagian tubuh Luna.


"Kakak..kita akan melakukannya sekarang ?" tanya Luna sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Kenzo.


"Tidak..tahun depan " jawab Kenzo sambil menggigit kecil leher Luna dan menghisapnya meninggalkan beberapa jejak merah kebiruan disana.


Puas melukis leher putih Luna, kini bibir Kenzo merambat turun menuju dua benda bulat yang padat dan kenyal di dada Luna.


Luna kembali melenguh ketika mulut Kenzo melahapnya dengan rakus dan mempermainkan puncaknya dengan lidahnya bergantian kiri dan kanan.


Kenzo tidak mengindahkan ucapan Luna ia sibuk menyalurkan hobi melukisnya di tubuh mulus Luna dengan hanya satu warna yaitu merah kebiruan.


Setelah banyak meninggalkan jejak di dada Luna kini Kenzo beralih untuk melukis bagian paha dan bagian bawah perut Luna.


Luna menutup pahanya rapat-rapat ketika bibir Kenzo mulai menciumi bagian intimnya dengan penuh kelembutan.


"Buka Sayang " perintah Kenzo.


"Tidak mau kaaak..jangan kesitu " Luna merasa malu karena itu adalah area paling pribadi miliknya.


Setelah dibujuk dan dirayu akhirnya Luna pun mau membuka pahanya dan membiarkan kepala Kenzo berada diantara kedua pahanya.


Luna nyaris terpekik sambil memejamkan matanya ketika mulut Kenzo mempermainkan bagian intimnya dengan lidah yang terus menari-nari dan merangseg semakin dalam.


"Kakaaaak..Syu..dah..aku tidak kuat..geli..." keluh Luna sambil mencengkram rambut Kenzo.


Setelah puas bermain-main disana, Kenzo mengangkat kepalanya dan menggantikan dengan pinggulnya dengan senjatanya yang sudah on Fire.


Luna menahan napasnya ketika Senjata milik Kenzo yang sudah berdiri tegak dengan gagahnya mulai menyentuh bibir bawah bagian tubuhnya.


"Kakak akan pelan-pelan Sayang " bisik Kenzo ketika melihat wajah Luna yang terlihat tegang.


Kenzo masih bisa menahan diri untuk tidak langsung menghujamnya, melainkan hanya menekannya sambil menggerakkan pinggulnya.


"Mmhh...kakak.." Luna pun mulai menikmatinya dan membuka pahanya semakin lebar.


Setelah Luna mulai terlihat rileks.. Kenzo pun mulai menghujamkan senjatanya dalam-dalam.


"Kakaak sakit " Luna meringis menahan sakit ketika benda tumpul itu menerobos benteng pertahanannya. Kenzo buru-buru menghapus air mata yang menetes di sudut mata Luna.


"Maaf Sayang...apa sebaiknya kakak hentikan saja ?" Kenzo tampak merasa sangat bersalah.

__ADS_1


"Jangan..kata kakak Zhi dan Cindy sakitnya hanya sebentar sudah itu enak " jawab Luna.


"Sayaang kamu sudah membahas masalah ini sama mereka ?" Kenzo langsung melotot.


"Mereka kan lebih pengalaman jadi mereka ngajarin aku " jawab Luna.


"Padahal tidak usah diajarin mereka kakak juga bisa ngajarin kamu..bisa langsung praktek malah " jawab Kenzo sambil nyengir.


"Apakah masih sakit ?" tanya Kenzo


" Sedikit " jawab Luna.


"Kakak lanjutkan ya " pinta Kenzo. Aluna mengangguk.


Luna mencengkram kuat-kuat punggung Kenzo ketika tubuh kekar itu mulai bergerak maju mundur diatas tubuhnya.


Setelah beberapa menit berlalu, Luna baru percaya pada apa yang diucapkan oleh Zhifana dan Cindy. Rasa perih akibat luka yang terkoyak pun sirna berganti dengan rasa nikmat yang sangat luar biasa yang baru sekarang ia rasakan selama seumur hidupnya.


Kenzo berhenti sejenak untuk melihat apakah Luna masih merasa kesakitan.


"Aahh..kakak kenapa berhenti ?" Luna langsung merajuk membuat Kenzo langsung tersenyum lebar.


"Enak Yang ?" tanya Kenzo sebelum kembali bergerak maju mundur dengan tempo yang semakin cepat.


"Iya " jawab Luna sambil tersipu malu


"Baiklah Sayang " ujar Kenzo sambil kembali bergerak maju mundur diatas tubuh Luna.


Kenzo menangkup kedua dada Luna ketika tubuh mulus itu berguncang seiring tempo gerakan Kenzo yang semakin cepat dan dalam.


"Aarrghhh..Sayang " Kenzo mengerang hebat begitu juga Luna ketika gelombang kenikmatan menggulung dua raga yang saling menyatu.


"Sayaaang.." Luna memeluk tubuh Kenzo setelah keduanya mendapatkan pelepasan bersama.


Kenzo mencium bibir Luna sambil tersenyum penuh kepuasan. " Terimakasih ya Sayang "


"Iya " jawab Luna malu kemudian menyembunyikan wajahnya di dada Kenzo yang lembab membuat Kenzo semakin gemas.


"Kenapa malu hmmm..?" Kenzo menggoda Luna.


Luna tidak menjawab, ia mencubit pinggang Kenzo dan menyuruhnya turun dari atas tubuhnya.


Kenzo kembali mencium bibir Luna lembut sebelum ia turun dari atas tubuh Luna.


Kenzo merengkuh tubuh Luna dan membiarkan lengan kirinya menjadi bantal kepala Luna.


"Sayang kakak rasanya seperti mimpi bisa memiliki wanita yang kakak cintai dari sejak kecil " gumam Kenzo sambil mengelus puncak kepala Luna.


"Sepanjang hidup kakak tidak bisa melihat perempuan lain selain kamu, jadi kamu harus tanggung jawab "


"Tanggung jawab apa ?" tanya Luna


"Tetaplah bersama kakak seumur hidup kamu " pinta Kenzo.


"Ya pasti dong kak..aku kan istri kakak " jawab Luna semakin menyusupkan wajahnya di dada Kenzo.


Udara musim dingin di Jepang membuat Luna dan Kenzo terus mencari kehangatan sampai pagi menjelang.


Mereka sama sekali tidak mendengar Mamihnya beberapa kali mengetuk pintu kamarnya mengingatkan untuk tidak melewatkan makan malam mereka.


Hayoo silahkan cari pasangan masing-masing..hihihi.


Readers yang menunggu MP nya KenNa sudah Author bayar lunas ya..


tinggal giliran Author yang menunggu like,komen,dan vote kalian. Biar kita sama-sama senang. Happy reading 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2