Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Kebobolan


__ADS_3

Mendekati hari pernikahan Luna dan Kenzo semua sudah mulai terlihat sibuk. Meskipun semua sudah ditangani oleh wedding organizer namun keluarga tetap terlibat juga termasuk Zhifana.


Meskipun sedang hamil besar wanita itu ikut sibuk mempersiapkan pernikahan adik ipar kesayangannya.


Setiap pagi sebelum pergi ke kantor Nakula selalu mengantarkan Zhifana ke rumah Felisha dan sorenya Nakula kembali menjemput sepulang dari kantor.


"Kamu tidak capek Zhi ikut bantuin Mommy mempersiapkan pernikahan Luna ?" tanya Nakula sambil mengelus perut Zhifana yang sudah semakin besar.


"Tidak, aku malah senang..dedek diperut aku juga sepertinya happy karena sering jalan-jalan " jawab Zhifana sambil tersenyum.


"Tapi jangan terlalu lelah ya " nasehat Nakula.


"Iya Sayang kamu tenang saja aku juga tau batasannya " jawab Zhifana sambil menyandarkan kepalanya di lengan kiri Nakula.


"Setelah nanti Luna menikah aku ga bisa bayangin perasaan Daddy melihat putri kesayangannya diambil orang " gumam Zhifana sambil terkekeh.


"Daddy pasti sangat kehilangan.. kamu tau sendiri bagaimana posesifnya Daddy sama Luna " Nakula ikut terkekeh.


"Sebetulnya yang posesif ke Luna bukan hanya Daddy tapi kamu dan Sadewa juga " ujar Zhifana.


"Sebetulnya bukan posesif..tapi lebih ke seorang kakak yang melindungi adiknya " ujar Nakula.


"Tapi aku salut Yang.. walaupun kalian tidak satu ayah tapi kalian sangat menyayangi Luna " puji Zhifana.


"Luna dan Mommy Fe itu adalah orang yang sudah merubah hidup Daddy. dulu Daddy itu orangnya kaku dan tidak sehangat sekarang "


"Beruntung sekali Daddy menikah dengan Mommy " gumam Zhifana.


"Ya " jawab Nakula.


"Aku juga beruntung sekali bisa menjadi bagian dari keluarga kalian " ujar Zhifana sambil mengecup bibir Nakula dan Nakula pun membalasnya.


Nakula mengangkat tubuh Zhifana agar duduk dipangkuannya dengan kedua kaki mengapit pinggang Nakula.


Meskipun perut besar Zhifana mengganjal diantara tubuh mereka namun tidak menyurutkan Nakula untuk semakin memperdalam tautan bibir mereka.


Diantara kedua menantu Felisha hanya Zhifana yang banyak terjun langsung membantu Felisha. Sementara Cindy karena sibuk kuliah dan tinggal di Bandung hanya bisa satu minggu sekali datang ke Jakarta untuk ikut membantu.


*


Cindy terpaku menatap kalender diatas meja belajarnya, ia terlihat sibuk menghitung tanggal dan menandainya.


Cindy yang sedang sibuk sendiri itu tidak menyadari jika apa yang ia lakukan itu tidak luput dari pengamatan Sadewa.Karena penasaran akhirnya Sadewa pun menghampiri Cindy.


"Kamu sedang ngitung apa sih ?" Sadewa melingkarkan tangannya dibahu Cindy, matanya mengikuti arah mata Cindy yaitu kalender di meja belajar istrinya.


"Aku kan terakhir datang bulan tanggal ini kak..nah seharusnya aku datang bulan lagi tanggal ini " Cindy menunjuk tanggal dibulan ini yang ia lingkari dan sudah lewat beberapa Minggu.


"Lalu ? " tanya Sadewa.


"Pil KB aku kan sudah habis mau ganti yang baru..tapi akunya belum datang bulan lagi " jawab Cindy bingung.


"Kalau begitu harus periksa ke dokter takutnya ada yang salah " saran Sadewa.

__ADS_1


"Iya..tapi antar ya !" pinta Cindy.


"Iya " jawab Sadewa.


Keesokannya setelah menjemput Cindy dari kampus, Sadewa langsung membawa Cindy ke dokter kandungan.


Karena mereka datang lebih awal dibanding pasen yang lain akhirnya mereka pun mendapat giliran pertama di periksa.


"Apakah pil KB nya diminum secara rutin dan tidak ada yang terlewat ?" tanya dokter.


Cindy tampak mengingat-ingat, Sadewa menatap Cindy penasaran.


"Pernah terlewat dok " jawab Cindy


"satu kali atau sering ?" tanya dokter.


"Sering dok..jadi kalau malam sudah ngasih jatah suami suka ketiduran dok, dan besok paginya mau minum juga suka kelupaan " jawab Cindy.


"Ya sudah kalau begitu kita USG saja " dokter menggiring Cindy menuju ruang pemeriksaan USG.


Sadewa dan Cindy terpaku ketika dokter menemukan ada kehidupan lain yang diam-diam sudah bersemayam didalam rahim Cindy.


"Ini usianya sudah lima Minggu " ujar dokter.


Setelah selesai pemeriksaan, Sadewa dan Cindy keluar dari ruangan dokter kandungan dan pergi ke bagian obat untuk menebus resep yang diberikan oleh dokter.


Keluar dari apotik Sadewa menuntun Cindy menuju mobil mereka di parkiran.


Sejak keluar dari ruangan dokter mereka tidak ada yang berbicara sepatah kata pun, mereka tampak masih shock dengan kabar kehamilan Cindy.


"Kakak akan jadi Papa..kakak akan jadi Papa " ucap Sadewa penuh haru


Puas menciumi wajah Cindy kini Sadewa beralih menciumi perut Cindy yang masih rata.


"Terimakasih ya Sayang sudah hadir di perut Mama " bisik Sadewa sambil terus menciumi perut Cindy.


Cindy mengelus kepala Sadewa yang sedang sibuk menciumi perutnya.


"Sudah kak..geli " keluh Cindy.


Sadewa mengangkat kepalanya kemudian menyambar bibir Cindy dan meluapkan kebahagiaan yang ia rasakan dengan mengecap bibir Cindy dengan rakus.


Pria tampan yang sedang berbahagia itu baru melepaskan tautan bibirnya ketika Cindy menepuk-nepuk punggungnya nyaris kehabisan napas


"Maaf..kakak bahagia banget akan menjadi Papa " ujar Sadewa sambil menyalakan mesin mobilnya.


Sebelum pulang Sadewa mampir ke supermarket untuk memborong susu hamil.


Tidak lama kemudian keluarga Bagas dan keluarga Cindy langsung heboh ketika Sadewa mengabarkan tentang kehamilan Cindy.


Keesokannya keluarga Bagas langsung berangkat ke Bandung untuk melihat kondisi Cindy yang sedang hamil muda.


Bagas pergi dengan Felisha, Abimanyu dan Alysha, sedangkan Luna ikut dengan mobil Nakula dan Zhifana. Kenzo tidak ikut karena sedang pergi ke Jepang karena masih ada yang harus diurus terkait persiapan pernikahan nya dengan Luna.

__ADS_1


Cindy menahan pinggul Sadewa agar berhenti bergerak diantara kedua pahanya ketika mendengar suara deru mesin mobil yang masuk ke halaman rumah.


"Sepertinya ada tamu Yang " bisik Cindy.


"Paling ke tetangga sebelah " jawab Sadewa sambil kembali menggerakkan tubuhnya maju mundur diatas tubuh Cindy.


Namun tidak lama kemudian terdengar suara Luna dan Abimanyu yang memanggil-manggil membuat Sadewa semakin mempercepat gerakan maju mundurnya sambil menutup mulut Cindy agar keluarganya tidak mendengar suara-suara aneh yang keluar dari mulut Cindy.


Tidak lama kemudian suara erangan Sadewa terdengar sebelum akhirnya ia ambruk diatas tubuh Cindy setelah mendapatkan pelepasan bersama.


"Enak saja mulut aku dibekap, taunya kakak sendiri yang suaranya paling kenceng " omel Cindy sambil mendorong tubuh Sadewa agar turun dari atas tubuhnya.


Sadewa hanya nyengir sambil memakai celana dan kaosnya bersiap untuk keluar sebelum Luna dan Abimanyu menggedor pintu kamarnya.


Sadewa dan Cindy yang sudah berpakaian lengkap keluar disaat Luna dan Abimanyu akan menggedor pintu kamarnya.


"Kalian itu tidak sabaran sekali " Sadewa menjitak kepala Luna dan Abimanyu bergantian.


"Abis lama sekali keluar kamarnya, lagi tanggung ya ?" ledek Luna.


"Kok kamu tau dek..kalian ngintip ya ?" tanya Cindy.


Sadewa sebenarnya akan menyangkal namun Cindy tanpa sadar keburu mengakuinya.


Dadewa dan Cindy menemui Mommy dan Daddynya juga Nakula dan Zhifana yang sedang sibuk membongkar barang bawaan mereka dari Jakarta.


Melihat kakaknya muncul Alysha yang sudah bisa berjalan langsung memburu Sadewa dan memeluknya.


Tubuh mungil Alysha pun langsung melayang ketika Sadewa mengangkatnya kedalam gendongannya dan menciumi seluruh wajahnya hingga bocah cantik itu terkikik kegelian.


"Sudah berapa bulan kak ?" tanya Felisha sambil menyuruh Cindy duduk disampingnya.


"Kata dokter 5 Minggu Mom " jawab Cindy.


"Bagaimana bisa hamil..bukannya kamu KB ?" tanya Zhifana.


"Aku sering lupa minum kak " jawab Cindy.


"Ooh..pantas saja kebobolan " ujar Zhifana sambil tersenyum.


"Kalau pake KB pil itu harus rutin minumnya kak..tidak boleh bolong-bolong " nasehat Felisha.


"Iya mom suka lupa " jawab Cindy sambil tersipu.


"Tidak apa-apa hamil sekarang mumpung masih muda " ujar Bagas yang sedari tadi hanya mendengarkan ketiga wanita itu membahas alat kontrasepsi.


"Kamu juga dengerin dek..sebentar lagi kamu kan nikah " kini Nakula yang bersuara sambil mencolek pipi Luna.


"Iya..iya..aku dengerin " jawab Luna.


"Abi daritadi juga ikut dengerin kak " celetuk Abimanyu.


"Kamu tidak akan mengerti dek " Sadewa mengacak rambut Abimanyu.

__ADS_1


Felisha yang sudah sangat berpengalaman mengenai seputar kehamilan menasehati Zhifana dan Cindy mengenai cara menjaga kehamilan.


Kedua wanita muda yang sedang berbadan dua itu mendengarkan dengan seksama apa yang mertuanya itu ajarkan.


__ADS_2