Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Eksekusi disiang hari


__ADS_3

Mengandung konten dewasa.. harap bijak dalam membacaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Bagas


Hari kedua di Bali.. Felisha masih enggan memperlihatkan wajahnya kepadaku. Setiap kali aku melakukan panggilan video, dia selalu mengarahkan kameranya ke arah anak-anak.


Jika dia dikantor hanya setumpuk berkas di mejanya saja yang aku bisa lihat. Benar-benar membuatku penasaran. Sepertinya gadis itu masih malu kepadaku setelah aku mencium bibirnya dua kali.


Meski tidak bisa melihat mommy nya tapi aku cukup puas melihat anak-anak dalam keadaan baik.


Sore ini setelah semua urusan dengan Dio dan Ezra selesai, aku kembali ke hotel tempat ku menginap.


Aku mulai memasukan baju-baju ku kedalam koper. Ku sisakan hanya baju yang akan aku pakai pulang ke Jakarta saja besok pagi.


Malamnya aku sengaja tidak menghubungi dia. Aku takut dia merasa tidak nyaman pada saat aku pulang nanti.


🌸🌸🌸🌸🌸


Pagi ini Felisha mengantarkan Nakula dan Sadewa ke sekolah sebelum ia pergi ke kantor.


"Nanti pulang dijemput kakek ya " ujar Felisha


"Iya mommy " jawab si kembar


Setelah memastikan Nakula dan Sadewa masuk ke sekolah, Felisha pun melanjutkan perjalanan menuju kantornya.


Jika sedang menginap di rumah bunda, Felisha dan ayah bergantian mengantar jemput Nakula dan Sadewa karena jemputan mobil sekolah si kembar tidak sampai kesana.


Jam 11 siang Bagas mengirimkan pesan meminta Felisha menjemputnya di Bandara. Felisha pun siap-siap.


"Mau kemana Fe..jam makan siang masih lama " Oceh Dina


"Jemput suami gue di bandara " jawab Felisha


"Oleh-oleh nya jangan lupa " ujar Dina sebelum Felisha keluar dari ruangannya.


Felisha melajukan mobilnya menuju bandara. Sesampainya di bandara Bagas memasukan kopernya kedalam mobil,kemudian Bagas mengambil alih kemudi.


"Tidak pulang ke rumah bunda?.. anak-anak masih disana " tanya Felisha ketika Bagas melajukan mobilnya tidak ke jalan yang menuju rumah bunda, melainkan menuju rumah rumah mereka.


"Saya ingin istirahat dulu di rumah " jawab Bagas tetap fokus pada jalan didepannya.


"Kamu sudah makan? " tanya Bagas melirik jam tangan yang melingkar ditangannya.


"Belum " jawab Felisha


"Kita makan siang dulu "


Bagas menepikan mobilnya didepan halaman sebuah resto yang kebetulan mereka lewati.

__ADS_1


Setelah memesan Bagas menuntun Felisha menuju meja yang kosong di pojokan. Karena memasuki jam makan siang hanya meja itu yang kosong.


Felisha tampak bingung ketika makanan yang Bagas pesan datang. Ternyata Bagas memesan banyak makanan


"Kamu lapar banget mas nyampe harus pesan makanan sebanyak ini? " tanya Felisha


"Tidak usah protes.. makan yang banyak " jawab Bagas.


Bagas memasukan banyak makanan kedalam piring Felisha.


"Sudah mas.. ini terlalu banyak " Felisha menolak.


Meski dipaksa pun nyatanya Felisha tidak dapat menghabiskan makanannya.


"Kamu tuh aneh pesen makanan banyak, mending kalau buat sendiri ini maksa harus aku habiskan " Felisha menggerutu ketika mereka keluar dari resto.


Bagas hanya diam mendengarkan omelan Felisha. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka.


Sesampainya di rumah, Felisha mengeluarkan baju kotor Bagas dari koper dan membawanya ke belakang.


"Mas aku balik lagi ke kantor ya " Felisha pamit kepada Bagas.


Diluar dugaan Bagas yang sedang merebahkan tubuhnya di ranjang langsung bangkit dan menahan tangan Felisha.


"Tidak usah balik lagi ke kantor " ujar Bagas


"Ga bisa mas, aku harus... mmmptthh " Felisha tidak dapat meneruskan ucapannya karena bibir Bagas langsung membungkam mulutnya.


Bagas melepaskan tautan bibir mereka sekilas, ditatap nya wajah Felisha lembut.Felisha menunduk menyembunyikan rona wajahnya yang memerah.


"Kenapa malu? " tanya Bagas


"Mas.. saya harus kembali ke kantor " ucap Felisha lirih.


"Tidak usah.. biar nanti saya yang bilang sama bos kamu " jawab Bagas


"Tapi mas... " Lagi-lagi Felisha tidak dapat melanjutkan ucapannya, karena bibir Bagas kembali ******* bibirnya. Kali ini ciuman Bagas lebih panas dan menuntut.


Bagas menggiring Felisha menuju ranjang mereka dan merebahkan Felisha disana. Felisha hanya pasrah ketika Bagas mengurung tubuhnya dibawah tubuh kekarnya.


Perlahan bibir mereka kembali bertaut, kali ini Felisha membalasnya membuat ciuman mereka semakin panas. Karena terlalu hanyut dalam ciuman yang begitu memabukkan, Felisha tidak menyadari jika tangan Bagas mulai membuka satu persatu kemeja yang Felisha kenakan.


Setelah berhasil membuka semua kancing kemeja Felisha, perlahan bibir Bagas merambat turun menyusuri leher jenjang Felisha. Sejenak bibir yang tidak tersentuh nikotin itu bermai-main disana, mengecap dan menggigit membuat desahan lolos dari bibir Felisha.


Bagas tersenyum melihat hasil karyanya dileher putih Felisha, kemudian ia berpindah di bagian yang masih putih bersih.


"Sekarang disebelah sini " gumamnya sambil tersenyum.


"Sekarang disini.. disini.. disini.. "

__ADS_1


"Maaaass... jangan begitu dong, nanti aku malu " Omel Felisha.


"Ya sudah kalau begitu disini saja.. " Bibir Bagas turun menuju dua bukit kembar Felisha.


"Kalau disini kamu tidak akan malu kan? " tanya Bagas sambil membuka pengait bra yang Felisha kenakan.


Bodohnya Felisha mengangguk, seolah mengijinkan Bagas mengacak-ngacak dua benda bulatnya yang puncaknya sudah mulai mengeras menunggu untuk disentuh.


Dalam sekejab Bagas pun melahap dua benda bulat itu dengan rakus. Pria tampan itu seperti seorang musafir yang sedang kehausan. Mereguk setiap inci tubuh Felisha seolah tubuh sintal itu dapat menghilangkan dahaganya. Diam-diam tangan Bagas menyusup dibalik rok selutut yang Felisha kenakan. Jarinya menyelinap diantara kain berbentuk segitiga yang melindungi area sensitif nya.


"Maaaasss " Felisha kembali mendesah. Tangan Felisha berusaha menjauhkan tangan Bagas dari bawah sana.


Bagas menurut ia mengeluarkan jari tangannya dari sana. Namun untuk menarik rok Felisha beserta kain berbentuk segitiga itu. Dalam sekejap tubuh Felisha Bagas buat polos tanpa sehelai benang pun menempel disana. Felisha meraih selimut untuk menutupi tubuhnya ketika Bagas dengan sedikit terburu-buru melucuti bajunya sendiri.


Bagas menarik selimut yang menutupi tubuh Felisha kemudian mengurung tubuh polos itu dibawah tubuhnya.


Sejenak mata mereka saling mengunci sebelum akhirnya bibir mereka kembali saling bertaut.


"Saya menginginkan kamu sekarang " bisik Bagas dengan suara memburu. Felisha mengangguk.


Felisha membuka kedua pahanya memberi ruang bagi Bagas untuk berada dibawah sana.


Felisha sedikit meringis ketika mereka mulai melakukan penyatuan. Meski ini bukan yang pertama kali buat mereka,namun Felisha tidak pernah melakukannya semenjak Bagus meninggal lebih dari empat tahun yang lalu. Setelah merasa rileks, tubuh Felisha pun mulai bisa menerima adanya benda asing yang menghentak-hentak dibawah sana dengan ritme yang semakin cepat.


Tubuh Felisha berguncang seiring hentakan Bagas yang semakin cepat dan dalam. kedua tangan Felisha mencengkram bahu Bagas erat. Keduanya mengerang ketika gelombang kenikmatan menggulung kedua raga yang terus bergerak seirama.


Felisha menyebut nama Bagas, begitupun sebaliknya ketika mereka sampai pada puncak kenikmatan bersama. Dan akhirnya tubuh Bagas pun ambruk di atas tubuh Felisha dengan napas yang memburu.


"Terimakasih sayang " Bagas mencium ujung hidung Felisha.


"Turun iih berat " Felisha mendorong tubuh Bagas yang masih anteng diatas tubuh Felisha.


Bagas menggulingkan tubuhnya ke samping tubuh Felisha. Mereka berbaring telentang dengan selimut menutupi tubuh polos mereka.


"Mas.. aku balik lagi ke kantor ya " Felisha bangun hendak ke kamar mandi untuk membersihkan sisa percintaan mereka barusan.


"Tidak usah balik lagi ke kantor.. saya tidak ijinkan " Bagas menangkap pinggang Felisha


"Maaaass.. "


"Lagi ya.. " pinta Bagas


"Tapi mas.. saya harus balik ke kantor " jawab Felisha


Tapi Bagas tidak mau melepaskan Felisha. Ia kembali mengurung Felisha dibawah kendali tubuhnya. Dan mengulangi apa yang barusan mereka lakukan.


Ketika hari mulai gelap, Bagas baru mau melepaskan Felisha. Setelah mengakhiri dengan acara mandi bersama, mereka pun bersiap untuk menjemput anak-anak di rumah bunda.


Hareudang-hareudang..

__ADS_1


Mana like, komen dan votenya


Happy reading 😘😘😘😘


__ADS_2