
Keluarga Bagas baru saja selesai melaksanakan acara aqiqah putra mereka yang baru lahir.
Bayi mungil yang diberi nama Abimanyu Bagas Hadipranoto itu terlelap dalam gendongan Daddy nya dengan Luna yang terus menngelendot ditangannya.
"Daddy..aku mau gendong dedek Abi " pinta Luna
"Bisa tidak ?" tanya Bagas
"Bisa dad " jawab Luna yakin.
Bagas pun meletakkan bayi yang baru berumur satu Minggu itu di pangkuan Luna tanpa ia lepaskan sama sekali.
Luna tampak senang dapat menngendong adiknya.Luna pun menunduk menciumi pipi bayi mungil itu.
"Dedeknya tidur terus " gumam Luna
"Kan masih bayi sayang..jadi baru bisa tidur,nangis sama mimik " jawab Bagas
"Dedeknya kita tidurkan dulu ya " Bagas memindahkan bayinya dari pangkuan Luna kedalam box bayi.Luna mengangguk.
"Sekarang aku yang digendong sama Daddy " Luna mengangkat kedua tangannya kearah Bagas minta di gendong.
"Iya sekarang giliran kakak Luna yang Daddy gendong.. haduh bayi ini sudah berat banget " Bagas pun langsung mengangkat tubuh Luna tinggi-tinggi.luna pun terkikik senang.
"Sudah Luna giliran mommy nya ya mas " ujar Felisha
"Boleh tidak Daddy gendong mommy ?" Bagas malah bertanya pada Luna
"Tidak boleh...mommy berat.Kasian Daddy " jawab Luna sambil mendelik kearah Felisha
"Tuh denger mom..kata kakak Luna tidak boleh karena mommy berat " Bagas mengulangi ucapan Luna.
"Iya.. mommy tidak akan minta digendong sama Daddy " jawab Felisha akhirnya.
Diantara para tamu yang datang tampak ada Ajeng yang terlihat cemberut karena Ezra terus mengikutinya.Bahkan ketika Ajeng ke dapur untuk mengambil minum Ezra pun mengikuti dengan berpura-pura akan mengambil minum juga.
"Ngapain sih ngikutin terus ?" tanya Ajeng tidak suka.
"Aku cuma mau ngambil minum " jawab Ezra berdusta.
"Modus " cibir Ajeng
"Kakak mau aku buatkan kopi ?" tanya Kinanti yang kebetulan juga ada di dapur sedang membuat kopi untuk Dio,Bagas dan Ayah
"Boleh " jawab Ezra
"Kak Ajeng mau kopi juga? biar aku buatkan sekalian " Kinanti menawarkan diri
"Boleh " jawab Ajeng
Ajeng memperhatikan Kinanti yang sedang membuat lima cangkir kopi.Terlihat sekali jika Kinanti pandai meracik kopi
"Kalau kak Ezra biasanya gulanya cuma satu sendok " ujar Kinanti sambil mengaduk kopi dengan sendok kecil.
Ajeng memutar bola matanya malas.Tidak penting baginya untuk mengetahui takaran kopi kesukaan Ezra.
"Ya sudah aku mau kasih kopi ini dulu buat kak Dio,Ayah dan mas Bagas " keluar dengan nampan berisi tiga cangkir kopi
"Titip kopi itu buat kak Ezra ya "
__ADS_1
Ajeng melongo ketika Kinanti menghilang dibalik pintu dapur.Dengan terpaksa Ajeng pun membawakan kopi Ezra ke teras belakang tempat Ezra menikmati rokoknya.
"Terimakasih " ujar Ezra ketika Ajeng meletakan cangkir kopi itu di meja.
Karena didalam rumah banyak tamu dan kerabat Felisha, akhirnya Ajeng pun duduk diteras belakang bersama Ezra sambil menikmati kopi.
Cukup lama ngobrol ternyata Ezra lumayan menyenangkan,orangnya hangat tidak sekaku Bagas kakak iparnya.
"Kalau tidak judes sebenarnya kamu itu menyenangkan " ujar Ezra sambil menatap Ajeng dalam.
"Dilarang menatap nanti jatuh cinta " seloroh Ajeng sambil tertawa.
"Terlambat..aku sudah jatuh cinta " jawab Ezra
Ajeng berhenti tertawa ketika Ezra terus menatapnya penuh kekaguman.
"Dulu aku pikir kamu itu selingkuhan Bagas " ujar Ezra lirih "Soalnya kalian terlihat sangat dekat..dan kalian keluar dari hotel "
"Makanya jangan main hajar..jadi malu sendiri kan " jawab Ajeng
"Iya " jawab Ezra malu.
"Mas Bagas itu tidak mungkin selingkuh dari mbak Feli..dia itu suami takut istri " bisik Ajeng sambil tertawa.
"Iya..suami takut istri " jawab Ezra
"Ajeng..pulang dari sini aku antar lagi ya " pinta Ezra penuh harap.
Melihat wajah Ezra yang penuh harap akhirnya Ajeng pun mengangguk.
"YESS !!" Ezra mengepalkan tangannya ke udara
🌸🌸🌸🌸
Sejak kelahiran adiknya,Luna menjadi semakin manja kepada Bagas.Gadis kecil itu semakin berusaha mencari perhatian Daddy nya.Setiap malam Luna tidak akan tidur jika tidak dikeloni oleh Bagas.
Felisha kadang cemberut karena perhatian Bagas untuknya semakin tersita saja.
"Tidak usah cemburu sama anak sendiri.Kalau mas Bagas main perempuan baru kamu boleh cemburu bahkan murka pun mas terima " ujar Bagas ketika malam itu Felisha tampak cemberut karena seharian tidak mendapatkan perhatian dari Bagas.
"Sekarang ini Luna sedang balas dendam kepada Daddy nya..Anggap saja mas sedang bayar utang kepada Luna " tambah Bagas
"Lalu bayar utang sama akunya kapan ?" tanya Felisha.
"Nanti ya setelah empat puluh hari dedek Abi, mas mulai nyicil bayar utang sama kamu " jawab Bagas sambil tertawa.
"Mikirnya kesitu terus " cibir Felisha sambil mencubit paha Bagas
"Cubitnya tangan saja..kalau disitu takutnya kepleset tangan kamu nya " tawar Bagas
"Dasar mesum " tangan Felisha kini berpindah mencubit kedua pipi Bagas.
Bagas tidak melawan meski kedua pipinya terasa panas mendapat cubitan dari Felisha, justru Bagas semakin mendekap tubuh Felisha dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih ya Sayang sudah menjadi ibu terbaik untuk anak-anak dan istri terbaik untuk mas Bagas " bisik Bagas lembut
"Aku yang seharusnya berterima kasih karena .." Felisha tidak dapat menyelesaikan ucapannya karena Bagas buru-buru meletakkan telunjuknya dibibir Felisha.
"Tidak usah diteruskan " ucap Bagas tegas.
__ADS_1
"Iya mas " jawab Felisha lirih.
Felisha tidak tahu bagaimana kehidupannya dan Luna seandainya Bagas tidak menikahinya.
Pasti banyak yang mencemoohnya karena telah hamil diluar nikah.
Cup..satu ciuman mendarat dibibir Bagas.Pria yang nyaris tertidur itu kembali membuka matanya.
"Sayang..jangan mancing-mancing " omel Bagas.
"I love you kanebo kering " bisik Felisha sambil menenggelamkan wajahnya didada Bagas.
"I love you too " jawab Bagas sebelum benar-benar tertidur.
Tengah malam Bagas dan Felisha terpaksa saling melepaskan diri karena Luna tiba-tiba pindah dari kamarnya dan langsung memposisikan dirinya ditengah diantara Bagas dan Felisha.
"Kakak..kapan Daddy sama mommy bisa berduaan ?" gumam Bagas sambil mengusap-usap punggung Luna sampai gadis kecil itu kembali tertidur.
Setelah Luna tertidur pulas,tangan Bagas menjangkau tubuh Felisha dan memeluknya hingga wanita yang telah melahirkan buah hatinya itu pun tertidur kembali.
Keesokannya pagi-pagi sekali sebelum Luna dan Abimanyu bangun Felisha sudah berkutat di dapur bersama art nya untuk menyiapkan sarapan pagi.Sedangkan Bagas bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Sarapan siap tersaji di meja sesaat sebelum Bagas dan si kembar keluar dari kamar mereka. Pada saat Bagas dan si kembar sarapan,suara gaduh dari kamar Felisha pun terdengar.Luna dan Abimanyu terbangun bersamaan.Keduanya menangis bersahutan.
Bagas dan Felisha pun buru-buru ke kamar. Bagas langsung mengambil Luna sedangkan Felisha mengambil Abimanyu.
"Daddy jangan dulu pergi ke kantor..tunggu Kaka mandi dulu " pinta Luna manja
"Iya.. Daddy tunggu kakak selesai mandi " jawab Bagas.
Luna pun turun dari pangkuan Bagas kemudian beranjak ke kamar mandi bersama pengasuhnya.
"Jagoan Daddy sudah bangun " Kini Bagas menghampiri Abimanyu yang siap-siap akan Felisha mandikan.
"Iya dong " jawab Felisha mewakili putranya.
"Kalau sudah begini mas jadi malas pergi " gumam Bagas sambil menatap lekat pada putranya yang sudah tidak memakai baju.
Bagas memperhatikan Felisha yang tampak sudah lihai memandikan bayi karena sudah berpengalaman mengurus Aluna waktu bayi.
"Kerja.. kerja..jangan males anak sudah empat.. mau dikasih makan apa mereka " ujar Felisha sambil memakaikan baju pada Abimanyu.
Mendengar ocehan Felisha Bagas pun tertawa. Tidak mungkin anak dan istrinya terlantar hanya karena ia sedang malas ke kantor.Roda perusahaan akan tetap berjalan karena Bagas memiliki orang-orang terbaik dan terpercaya.
"Daddy..kakak sudah mandi "
Luna yang sudah cantik dan wangi langsung menghampiri Bagas yang sedang memperhatikan Abimanyu yang baru selesai memakai baju.
"Kakak sama dedek Abi sudah wangi..siapa dulu nih yang harus Daddy cium ?" Tanya Bagas berlaga bingung.
"Aku..aku dulu dad !" Luna langsung naik ke pangkuan Bagas.
"Oke.. Daddy cium kakak Luna dulu.. mmuach " Bagas pun mencium pipi Luna.
Setelah mencium Luna,kini giliran Bagas mencium Abimanyu yang akan Felisha beri ASI.
"Daddy kerja dulu ya.. dedek baik-baik sama kakak Luna " ucap Bagas kepada bayi merah itu.
"Mas pergi dulu.." Bagas hendak mencium bibir Felisha namun Luna menarik tangan Bagas sambil cemberut.
__ADS_1
"Sudah sana pergi..nanti istri tua nya ngamuk " bisik Felisha sambil menahan senyumnya.