Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Boneka Jepang


__ADS_3

Keesokannya anggota keluarga besar Bagas mulai berdatangan ke rumah sakit untuk melihat si kembar yang baru lahir ke dunia.


"Aih lucu banget..buat Tante saja bayinya " Kinanti dan Ajeng terkagum-kagum melihat sepasang bayi kembar bermata sipit yang sedang tertidur diatas box di dekat ranjang Luna.


"Jangan dong Tan.." jawab Aluna.


"Kalian bikin lagi saja.. Azriel pasti senang punya adik lucu begini " ujar Ajeng.


"Bikinnya gampang tinggal ngangkang tapi brojolinnya yang susah " jawab Luna.


"Kamu mau kasih Alyn adik bilang saja sama aku, jangan minta punya Luna..bisa ngamuk tuh suaminya " ujar Dio kepada Kinanti. Kenzo hanya menanggapi dengan senyuman.


Menjelang siang Zhifana datang bersama Nakula tanpa membawa Arka.


"Selamat ya dek.. akhirnya kamu sekarang menjadi Mommy " Zhifana menciumi wajah Luna penuh kasih sayang.


"Bayi kalian ganteng dan cantik. Yang perempuan mirip Luna tapi matanya sipit kayak Kenzo..kalau yang laki Kenzo banget tidak ada Luna nya " ujar Zhifana sambil tersenyum.


"Ingat Ken puasa 80 hari " Nakula menepuk bahu Kenzo.


"Bukannya 40 hari ya ?" Dahi Kenzo berkerut.


"40 hari untuk satu bayi..Lo kan punya dua bayi jadi ya 80 hari " jawab Nakula dengan wajah serius.


Luna dan Zhifana tampak terkikik melihat Kenzo yang sepertinya percaya akan ucapan Nakula.


Setelah Nakula dan Zhifana pulang, pada sore harinya Sadewa dan Cindy datang dari Bandung. Mereka datang berdua ke rumahsakit setelah menitipkan Satria di rumah Mama Cindy.


"Aih lucu banget..kayak boneka " Cindy terpaku menatap kedua bayi yang tampak tertidur lelap setelah Luna beri ASI secara bergantian.


"Sayang..aku mau yang seperti itu " Cindy merengek kepada Sadewa sambil menunjuk pada kedua bayi Luna.


"Iya..pulang dari sini kita bikin " jawab Sadewa semangat.


"Tidak mau bikin..ambil saja yang ada " ujar Cindy sambil menunjuk pada dua bayi kembar dalam box bayi.


"Enak saja main ambil-ambil bayi gw " semprot Kenzo galak.


"Pinjam sehari dua hari saja..boleh ya kak " Cindy menarik-narik tangan Kenzo.


"TIDAK " jawab Kenzo tegas.


"Ya sudah kalau tidak boleh dipinjam cium saja " ujar Cindy sambil menciumi kedua boneka hidup milik Luna dan Kenzo.


"Dek..jangan lupa mulai sekarang pakai nomer antrian ya " seloroh Cindy sebelum pulang.


"Oke siap.." Luna mengacungkan ibu jarinya, sementara wajah Kenzo langsung terlihat lesu.


Setelah Cindy pulang tidak lama kemudian Mamih dan Papih Kenzo tiba dari bandara.

__ADS_1


"Kakak kamu baik-baik saja Sayang ?" begitu datang Mamih langsung menciumi wajah Luna.


"Iya Mih aku dan si kembar baik " jawab Luna.


"Mana cucu-cucu Papih ?" tanya Papih setelah mencium puncak kepala menantu kesayangannya.


"Di ruangan khusus bayi Pih " jawab Kenzo.


Mamih dan Papih yang sudah ingin segera melihat kedua cucu mereka pergi ke ruangan khusus bayi.


Mereka hanya bisa melihat kedua cucu mereka yang sedang tertidur lelap dari dinding kaca.


"Itu pasti cucu kita Pih.. kelihatan dari matanya yang sipit seperti Papih dan Kenzo " Mamih menunjuk pada dua bayi mungil yang tampak


berbeda dari bayi-bayi yang lain.


"Iya.. sepertinya itu cucu kita " jawab Papih.


Puas melihat kedua cucunya Papih dan Mamih pun kembali ke ruang perawatan. Disana mereka melihat Kenzo sedang menidurkan Luna dengan cara mengelus perutnya seperti biasa.


"Papih dan Mamih lebih baik pulang saja istirahat dulu, biar Luna aku yang jaga " saran Kenzo demi melihat Papih dan Mamihnya yang baru tiba dari Jepang.


Karena memang mereka lelah dan tidak mungkin mereka bertiga tidur di rumah sakit akhirnya Papih dan Mamih Kenzo pun mengikuti saran Kenzo untuk pulang ke rumah dan keesokannya pagi-pagi mereka kembali ke rumah sakit sambil membawa makanan untuk Luna dan Kenzo.


Orangtua Kenzo datang bersama dengan Bagas dan Felisha. Begitu mereka masuk ke ruangan perawatan Luna mereka kaget ketika mendapati Luna dan Kenzo sedang tidur pulas diatas ranjang dengan posisi saling berpelukan.


"Ssst..jangan berisik. Paling mereka cuma tidur saja. Tidak mungkin Kenzo tega melakukan yang aneh-aneh disaat istrinya baru melahirkan " ujar Papih.


"Biar saja.. sepertinya ranjangnya muat untuk berdua " Bagas tertawa melihat kelakuan Luna dan Kenzo.


Mendengar ada yang masuk Kenzo pun membuka matanya. Melihat ada Mamih Papih juga mertuanya Kenzo pun perlahan turun dari ranjang.


"Nyenyak banget kalian tidur sampe pelukan begitu " sindir Mamih.Kenzo hanya tersipu malu.


*


Setelah tiga hari pasca melahirkan akhirnya Luna dan kedua bayi nya sudah diperbolehkan pulang.


"Kita sudah sampai rumah " Mamih Kenzo dan Felisha turun dari mobil dengan menggendong masing-masing satu bayi.


Kedua bayi mungil itu pun langsung menempati kamar baru mereka. Mereka tertidur pulas diatas ranjang bayi yang berukuran cukup besar dengan diawasi oleh dua baby sitter yang sudah Felisha siapkan untuk kedua cucunya itu


Ketika kedua bayi itu tidur, Kenzo membantu Luna memompa ASI nya dengan breast pump untuk stok jika kedua bayi mereka haus secara bersamaan.


Luna memang masih kesulitan menyusui kedua bayinya secara bersamaan, jadi salah satu terpaksa harus menggunakan botol.


Setelah mendapatkan beberapa botol Asi Kenzo menyimpan nya didalam lemari pendingin.


Kenzo memberi nama Kenan untuk bayi lelakinya dan Keanna untuk bayi perempuan nya.

__ADS_1


Diantara kedua bayi lucu itu Kenan terlihat lebih lincah dibanding Keana yang terlihat lebih kalem.


Namun ada kalanya keduanya menangis bersamaan karena keduanya tidak mau menyusu dari botol.


Jika sudah begitu Felisha dan Mamih Kenzo sibuk membantu Luna untuk menyusui kedua bayinya sekaligus.


Kenzo membelikan dua buah bantal khusus untuk bayi agar mempermudah Luna pada saat menyusui kedua buah hati mereka secara bersamaan.


Setelah beberapa kali mencoba akhirnya Luna menemukan cara menyusui kedua bayi kembarnya secara bersamaan.


Luna mengikuti saran dari dokter yaitu dengan cara duduk dan memposisikan kepala kedua bayinya didepan dadanya dengan posisi kaki bayinya mengarah ke belakang tubuh Luna.


Kenzo dan Mamihnya juga Felisha membantu agar Luna dapat menyusui bayinya dengan nyaman.


Setelah kenyang menyusu baby Keana melepaskan hisapannya dan mulai tertidur. Berbeda dengan baby Kenan yang masih enggan melepaskan hisapannya meskipun bayi tampan itu mulai mengantuk.


Felisha menidurkan baby Keana didalam ranjang bayi dengan diawasi oleh baby sitter. Sedangkan Mamih Kenzo sibuk di dapur dengan pelayan untuk menyiapkan makanan untuk Aluna.


"Ini kapan lepasnya dari tadi mimik terus " Kenzo mengusap-usap pipi bayi merah itu dengan telunjuknya.


"Kenan mimiknya dimainin Kak..kalau mau dilepas buru-buru dihisap lagi.. sama persis seperti Daddy nya " ujar Luna. Kenzo hanya tertawa.


Setelah Kenan tertidur pulas, Luna menidurkan disamping Keana yang sudah lebih dulu tidur.


"Mumpung anak-anak tidur kakak makan dulu " Mamih Kenzo membawa makanan ke kamar Luna sementara Felisha pulang dulu untuk menidurkan Alysha.


"Kamu harus banyak makan Sayang biar ASI nya lancar soalnya kamu kan menyusui dua bayi " ujar Kenzo sambil menyuapi Luna makan.


"Apalagi Kenan mimiknya kuat banget " sambung Kenzo.


"Iya Sayang..dia kalau belum kempes belum dilepas" jawab Luna sambil mengunyah makanannya.


"Bagaimana dengan nasib Daddy nya ?" tanya Kenzo dengan suara pelan nyaris tidak terdengar.


"Emang tega mau rebutan jatah sama anak-anak ?" cibir Luna.


"sekali-kali tidak masalah.. sepertinya stok logistik aman buat bertiga " jawab Kenzo sambil nyengir.


"Puasa.. puasa..jangan dulu mikir yang engga-engga nanti pusing sendiri " nasehat Luna.


"Sekarang saja kalau lihat kamu sedang menyusui si kembar kepala kakak suka langsung pusing " keluh Kenzo.


"Kalau pusing nanti aku pijitin " ujar Luna.


"Kepala atas enak di pijit..kalau kepala bawah bagaimana urusannya ?" tanya Kenzo.


"Untuk saat ini kepala bawah bukan urusan aku " jawab Luna.


"Tega kamu Sayang " keluh Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2