Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Daddy jangan meninggal


__ADS_3

Felisha baru saja merebahkan kepalanya didada Bagas ketika satu pesan dari Ajeng masuk di ponselnya.


Mbak Feli sama mas Bagas ya yang tadi bayarin kita makan di resto..makasih ya mbak!


"Gimana..sukses makan siang berduanya ?" goda Felisha


Aku terpaksa tau ☹️


"Kenapa terpaksa?..kak Ezra itu baik loh !" jawab Felisha


Terpaksa..abisnya dia ga brenti nelpon tiap hari jadinya aku pusing


"Ya sudah nanti kalau sudah terbiasa lama-lama juga pusingnya hilang..ganti kangen"


Mbak Feliii😭😭


Felisha tertawa sambil menyimpan kembali ponselnya diatas nakas,kemudian ia kembali merebahkan kepalanya didada Bagas.


"Siapa ?" tanya Bagas sambil mengusap perut Felisha yang sudah semakin besar.


"Ajeng..katanya terimakasih sudah dibayarin makan tadi " jawab Felisha sambil semakin menyusupkan wajahnya didada Bagas.


"Oh.." jawab Bagas sambil memejamkan matanya.


"Sayang..menurut kamu Ajeng sama kak Ezra cocok tidak ?" tanya Felisha


"Mas tidak tau " jawab Bagas enggan membuka matanya


"Ya dikira-kira saja " ujar Felisha memaksa.


"Mas tidak tau sayang..kalau kamu sama mas sudah jelas cocok..buktinya ada ini " Bagas mengelus perut Felisha


"Mas Bagas ditanya apa..jawabnya apa " Felisha tampak tidak puas dengan jawaban Bagas.


"Sudah tidak usah ngurusin orang lain. Sekarang kamu tidur..bukannya besok kita mau belanja keperluan bayi sama anak-anak " Bagas kembali memejamkan matanya.


"Iya.." jawab Felisha sambil melingkarkan tangannya di pinggang Bagas.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tertidur dengan saling berpelukan.


Keesokannya Bagas dan Felisha membawa ketiga anak mereka menuju ke sebuah mall. Ketika memasuki sebuah baby shop,Luna dan sikembar tampak bersemangat mencari baju untuk adik mereka.


"Mommy..ini bagus buat dedek " Luna memperlihatkan baju bayi dan kaos kaki berwarna merah muda kepada Felisha.


Bagas dan Felisha saling pandang.Menurut hasil USG yang mereka lakukan beberapa hari yang lalu, terlihat jika jenis kelamin bayi dalam kandungan Felisha adalah laki-laki.


"Iya Bagus sayang " Felisha tidak tega menolak baju dan kaos kaki pilihan Luna.


Luna tampak senang ketika memasukan barang pilihannya kedalam keranjang belanjaan.


Bagas pun tak mau kalah dengan anak-anak.Ia memasukan bedongan dan semua perlengkapan bayi yang sudah ia tulis dalam secarik kertas.


Sebelum tidur Bagas memang sudah mencari tau perlengkapan bayi apa saja yang harus dibeli kepada Wina.


Felisha melarang Bagas ketika ia akan membeli sebuah box bayi. " box bayi tidak usah beli sayang..yang bekas Luna juga masih bagus "

__ADS_1


"Ya sudah " Bagas pun menuruti perkataan Felisha.


"Daddy..ini untuk dedek " Luna membawa boneka beruang berukuran cukup besar.


"Itu buat kakak saja..kalau dedek masih terlalu kecil " ujar Bagas sambil tersenyum


"Ya sudah ini buat kakak saja " Luna memasukan boneka itu kedalam keranjang


Tidak terasa beberapa troli pun penuh dengan perlengkapan bayi.Bagas memberikan alamat rumahnya agar pihak toko langsung mengirimkan ke rumahnya.


"Habis belanja kita kemana" tanya Bagas


"Makan " jawab Nakula dan Sadewa kompak.


"Oke..kita cari makan " ujar Bagas


Bagas menggiring anak dan istrinya menuju sebuah restoran jepang yang ada tidak jauh dari baby shop tempat mereka belanja.


"Daddy aku mau tempura sama sate " Luna menyebut yakitori dengan sebutan sate karena bentuknya yang mirip.


Sementara si Kembar memilih menu ramen.Sedangkan Bagas dan Felisha memesan teriyaki dan tempura mengikuti Luna.


Bagas tersenyum melihat si kembar yang makan dengan lahap,bahkan mereka pun masih sempat meminta tempura milik Bagas dan Felisha.


"Kakak makannya jangan banyak-banyak, nanti perutnya gendut seperti perut mommy " Luna mengingatkan.


Felisha yang sedang makan pun langsung tersedak ketika mendengar ucapan Luna.


"Pelan-pelan dong sayang makannya " Bagas menepuk-nepuk punggung Felisha.


"Minum mom " Nakula menyodorkan minum kepada Felisha.


"mommy kenapa batuk-batuk ? makanya jangan banyak makan coklat " nasehat Luna


"Iya sayang " jawab Felisha.


Bagas dan sikembar hanya tersenyum melihat Luna yang dengan polosnya menasehati Felisha.


"Sabar sayang " bisik Bagas sambil menyentuh tangan Felisha lembut.


Selesai makan,Bagas masih harus mengikuti keinginan ketiga anaknya yang ingin mampir ke rumah kakek neneknya.


Rupanya si kembar ada janji dengan Dio akan pergi ke lapangan futsal tempat yang biasa Dio datangi.


"Kalau taman bermain di belakang sudah jadi bisa-bisa anak-anak semakin betah disana dan tidak mau pulang " keluh Bagas


"Namanya juga anak-anak mas,mungkin mereka bosan di rumah terus " jawab Felisha sambil mengusap kepala Luna yang tertidur dalam pangkuannya.


Sesampainya di rumah orangtua Felisha,Bagas langsung menggendong Luna ke kamar mereka.


"Kalian darimana ?" tanya ayah


"Abis belanja perlengkapan bayi kek " jawab Sadewa.


Tiba di rumah kakek dan neneknya,si kembar langsung mencari Dio.Mereka pun menemukan Dio sedang mengawasi para pekerja yang sedang membuat kolam ikan dan taman bermain.

__ADS_1


"Om katanya mau ngajak kita main futsal " Si kembar menagih janji om nya


"Sore ya " jawab Dio


"Iya om " jawab si Kembar


"Sepertinya Dio ada janji sama si kembar " ujar ayah kepada Bagas


"Sepertinya begitu " jawab Bagas.


"Gas..nanti malam jadwal ayah ronda,kamu temani ayah ya " ajak ayah


"Iya yah " jawab Bagas.


Malam itu untuk yang pertama kali dalam seumur hidupnya Bagas melakukan tugas ronda menemani ayah mertuanya dan bergabung bersama bapak- bapak penghuni tempat tinggal mertuanya.


"Pak Irawan tugas rondanya dikawal " goda pak RT.


"Sengaja saya ajak menantu,supaya dia tau bagaimana rasanya ronda malam,karena saya yakin dia belum pernah ronda " jawab ayah santai.


Bagas menggaruk pelipisnya, baru mengetahui niat ayah mertuanya itu mengajaknya ronda malam.


"Biasa tinggal bayar ya mas " pak RT menepuk bahu Bagas.Bagas hanya tersenyum dikulum.


Semakin malam udara semakin dingin.Untung Felisha memakaikan jaket yang lumayan tebal meski awalnya ia menolak.Sepertinya Bagas harus berterima kasih kepada istrinya itu yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.


Dengan berbekal senter di tangan,Bagas bersama ayah dan petugas ronda yang lain berkeliling kampung secara bergiliran memastikan keamanan tempat tinggal mereka.


Setelah berkeliling mereka berkumpul di pos ronda sambil menikmati kopi sebelum kembali berkeliling bergantian dengan regu yang lain.


Menjelang subuh,ayah dan Bagas pun pulang. Bagas langsung terkapar diatas ranjang disebelah Felisha yang masih tertidur pulas bersama Luna.


Bagas benar-benar tertidur pulas.Ia tidak bergeming meski Luna membangunkannya dengan cara menggelitiknya.Bahkan Luna duduk diatas perut Bagas sambil membuka paksa matanya.


"Mommy..kenapa Daddy tidak bangun-bangun ?" tanya Luna penuh ketakutan


"Daddy tidak meninggal kan ?" Luna mulai terisak.


"Tidak sayang.. Daddy semalam habis ronda sama kakek.Jadi Daddy mengantuk " Felisha merengkuh tubuh mungil Luna mencoba menenangkannya.


"Aku takut Daddy meninggal " Luna pun menangis kencang.


"Luna kenapa menangis sayang " Mendengar suara tangis Luna yang lumayan kencang Bagas pun akhirnya terbangun.


"Tuh.. Daddy nya bangun " Felisha menunjuk kearah Bagas yang masih mengumpulkan nyawanya.


"Daddy...aku takut Daddy meninggal..tadi kakak bangunkan Daddy nya tidak bangun-bangun " Luna menangis memeluk Bagas.


"Daddy tidur sayang..bukan meninggal " Bagas memeluk tubuh mungil putrinya.


"Mommy juga kan bilang kalau Daddy sedang tidur " ujar Felisha sambil tersenyum.


"Iya " jawab Luna sambil terisak memeluk erat leher Bagas.


"Daddy masih ngantuk mau tidur lagi.. kakak mau tidur lagi sama Daddy atau mau main" tanya Bagas.

__ADS_1


"Kakak mau main saja sama kakak kembar " jawab Luna sambil melepaskan diri dari dekapan Bagas.


"Iya.. Daddy mau tidur lagi " Bagas pun kembali berbaring dan melanjutkan tidurnya.


__ADS_2