
Keesokannya pagi-pagi sekali sebelum Luna pergi ke sekolah tanpa sepengetahuan Felisha Bagas masuk ke kamar Luna.
"Kak..nanti pulang sekolah kakak tolong beliin coklat ya untuk Mommy !..dibungkus yang cantik..Mommy sedang ingin dikasih coklat sama Daddy.....takutnya Daddy tidak sempat beli " ucap Bagas sambil menyerahkan beberapa lembar uang kepada Luna
"Siap Dad..tapi kakak juga punya coklat banyak bagaimana kalau coklatnya tidak usah beli.. punya kakak saja jadi tinggal dibungkus yang cantik " ide Luna sambil memperlihatkan laci meja belajarnya yang penuh dengan coklat.
"Banyak sekali " Bagas tampak melongo.
"Dikasih temen Dad " ujar Luna tersipu.
"Terserah kakak saja..jangan sampai Mommy tau ya " pesan Bagas sambil buru-buru keluar dari kamar Luna khawatir Felisha akan curiga.
"Siap Boss " jawab Luna sambil mengacungkan ibu jarinya.
Siangnya sepulang sekolah Luna langsung masuk ke kamarnya. Setelah mengunci pintu Luna pun membungkus beberapa batang coklat secantik mungkin untuk Daddy nya berikan kepada Mommy nya.
Luna sengaja membuka aplikasi di ponselnya untuk melihat tutorial menghias coklat yang cantik. Setelah selesai ia pun mengirimkan photo hasil karyanya kepada Bagas.
"Bagus.. terimakasih sayang " puji Bagas.
Luna menyembunyikan coklat yang sudah dihias dengan sangat cantik itu di laci nakas agar tidak ditemukan oleh Mommy nya.
Sorenya begitu Bagas pulang dari kantor, Luna langsung memberikan coklat yang sudah dibungkus dengan cantik itu kepada Bagas tanpa sepengetahuan Felisha.
"Terimakasih kak..jangan sampai Mommy tau.. ini rahasia kita " bisik Bagas.
"Iya Dad " jawab Luna sambil tersenyum.
Setelah mendapatkan coklat dari Luna, Bagas pun bergegas mencari Felisha di kamarnya. Felisha yang baru selesai mandi kaget ketika mendapati Bagas sudah ada di kamar.
"Sayang kapan pulang ?" sapa Felisha
"Baru saja " jawab Bagas sambil duduk di sofa.
"Sini Sayang..Mas punya sesuatu buat kamu " Bagas menangkap pinggang Felisha dan mendekapnya.
"Punya apa ?" tanya Felisha.
"Coklat..seperti yang kamu minta kemarin " Bagas menyerahkan coklat yang sedari tadi ia sembunyikan dibelakang tubuhnya.
"Aih..beneran aku dikasih coklat.. terimakasih kanebo mesum ku " ucap Felisha setelah menerima coklat dari tangan Bagas.
"Cuma terimakasih ?" tanya Bagas
"Mmuuah..mmuuach.." Felisha menciumi seluruh wajah Bagas.
"Cuma Cium ?" Bagas mulai meminta lebih.
"Nanti malam ya " jawab Felisha sambil mengerling manja.
"Oke..Mas tunggu nanti malam " ujar Bagas sambil beranjak menuju kamar mandi.
"Sepertinya Felisha harus sering-sering diberi coklat " batin Bagas sambil tersenyum.
Bagas tidak sabar untuk segera mendapatkan persembahan special dari Felisha nanti malam.
Sambil menunggu anak-anak tidur, Bagas menghabiskan waktu dengan menonton tv dikamarnya.
"Aku mau lihat anak-anak dulu " Felisha beranjak menuju kamar Abimanyu. Dikamarnya Abimanyu sedang tertidur nyenyak.
Setelah memastikan Abimanyu tidur, kini Felisha masuk ke kamar Luna. Disana Luna pun sudah tertidur nyenyak diatas ranjangnya.
Ketika Felisha akan beranjak meninggalkan kamar Luna, tiba-tiba mata Felisha tertuju pada kotak sampah yang ada di dekat meja belajar.
Disana Felisha menemukan sisa-sisa guntingan pita dan kertas yang mirip dengan hiasan coklat yang ia dapatkan dari Bagas.
Setelah diperiksa dengan teliti akhirnya Felisha bisa mengambil kesimpulan jika ada yang tidak beres antara Luna dan Bagas.
__ADS_1
"Anak-anak sudah tidur Yang ?" tanya Bagas ketika Felisha muncul dikamar mereka.
"Sudah " jawab Felisha sambil duduk di sebelah Bagas.
Begitu Felisha duduk disebelahnya, Bagas langsung menggeser duduknya merapat kearah Felisha.
"Sayang..kamu tidak lupa kan akan janji kamu tadi sore " Bagas mengingatkan Felisha akan ucapannya pada saat ia memberinya coklat.
"Tidak dong..tapi aku mau tanya dulu sama kamu Mas " Felisha menatap tajam kearah Bagas.
"Tanya apa ?" dahi Bagas tampak berkerut.
"Kamu jawab yang jujur..coklat yang Mas kasih ke aku itu dari Luna ya ?!" tanya Felisha.
Bagas yang tidak terbiasa berbohong itu pun akhirnya mengangguk dengan wajah yang takut.
"Tuuuh kan..kamu tidak romantis..ngasih coklat saja nyuruh Luna yang siapin " Felisha langsung cemberut dan mencubit perut Bagas .
"Mas sengaja nyuruh Luna karena takut Mas ga sempat beli..tadi seharian Mas sibuk di kantor " Bagas memberi alasan.
"Trus coklatnya juga punya Luna kan ?" tanya Felisha.
"Iya.. kebetulan kakak Luna kan punya banyak coklat..daripada mubazir " jawab Bagas.
"Iiih..Mas Bagas tidak modal...sebel " Felisha langsung cemberut dan beranjak menuju ranjang meninggalkan Bagas yang tampak masih melongo.
"Sayaaang..jangan marah dong..besok Mas kasih coklatnya yang dapat beli Mas " Bagas membujuk Felisha agar tidak marah.
"Tidak usah " semprot FelishaBagas menggaruk pelipisnya bingung.
"Aku tuh pengennya kamu itu ada usaha..bukannya nyuruh Kakak Luna " oceh Felisha.
"Iya Mas salah ..Mas janji besok akan beli lagi buat kamu " ujar Bagas.
"Tidak usah..kalau mau coklat lagi aku tidak akan minta sama Mas Bagas lagi..biar nanti aku minta saja sama Kakak Luna " jawab Felisha sinis.
"Sudah tidur ah..aku ngantuk " Felisha membalikan badannya membelakangi Bagas dan bersiap untuk tidur.
"Sayaaang katanya malam..."
"Tidak jadi " potong Felisha dengan cepat.
"Ya sudah tidak apa-apa " ucap Bagas lirih. Ia tidak memaksa Felisha karena tau istrinya itu sedang marah padanya. Namun meskipun begitu Bagas tetap memeluk punggung Felisha dari belakang.
"Dasar Kanebo kering..tidak romantis " Bagas masih sempat mendengar Felisha menggerutu.
Keesokannya pada saat sarapan Luna menatap dengan penuh penasaran kepada Bagas mengenai reaksi Mommy nya setelah diberi coklat.
"Gagal kak... Mommy tau kalau Daddy nyuruh kakak untuk siapin coklatnya " bisik Bagas.
"Yaaah..sayang sekali " Luna ikut menyesal.
"Bagaimana kalau Daddy ajak Mommy makan malam romantis berdua saja biar Mommy tidak marah lagi " saran Luna.
"Ide bagus tuh ..tapi Abi bagaimana ? dia pasti ingin ikut kalau lihat Mommy dan Daddy pergi ?" tanya Bagas.
"Daddy antarkan kami ke rumah Enin saja. Abi kan suka anteng kalau main sama Alyn..biar kakak yang bantu jaga Abi " jawab Luna.
"Oke . Daddy setuju " wajah Bagas langsung berbinar.
"Kalian ngomongin apa sih serius sekali ?" tanya Felisha yang baru muncul dari dapur.
"Anak-anak ingin diantarkan ke rumah Eninnya, mumpung libur " jawab Bagas.
"Ya sudah nanti siang kita ke rumah Enin " ujar Felisha.
"Cuma anak-anak saja Sayang..nanti malam kita akan kedatangan tamu. Jadi biar Mas saja yang antarkan anak-anak ke rumah Bunda " ujar Bagas berbohong.
__ADS_1
"Baiklah " jawab Felisha tanpa ada rasa curiga sama sekali.
Siangnya Bagas mengantarkan Luna dan Abi ke rumah mertuanya. Setelah mengobrol sebentar dengan Ayah dan Dio Bagas pun pamit pulang dan meninggalkan Luna dan Abi disana.
Dari rumah mertuanya Bagas tidak langsung pulang, namun ia mampir ke sebuah toko perhiasan langganannya. Disana Bagas membeli satu set perhiasan model terbaru untuk Felisha. Bagas berharap ini akan mengobati kekecewaan hati Felisha kemarin.
"Tamu nya tidak jadi datang kesini..mereka mengundang kita makan malam di hotel " ujar Bagas setelah sampai ke rumah.
"Untung aku belum menyuruh pelayan untuk masak " jawab Felisha.
Malamnya Felisha dan Bagas bersiap untuk pergi makan malam. Bagas tampak kagum dengan gaun yang Felisha kenakan. Felisha tampak masih terlihat seperti anak kuliahan meskipun sudah dua kali melahirkan.
"Kalau lihat kamu begini Mas jadi malas pergi " Bagas menangkap pinggang Felisha dan memeluknya erat.
"Sayaaang..nanti temannya menunggu terlalu lama tidak enak " Felisha mengurai tangan Bagas yang membelit pinggang rampingnya.
Dengan enggan Bagas pun terpaksa melepaskan belitan tangannya dari pinggang Felisha dan mereka pun bersiap untuk berangkat.
Sesampainya di hotel Felisha terkesima melihat meja yang ditata sangat cantik dan terkesan romantis. Namun ia sedikit heran karena disana hanya ada dua buah kursi yang berhadapan.
"Kursinya cuma dua ?" tanya Felisha
"Ya..karena meja itu hanya untuk kita " jawab Bagas.
"Lalu teman Mas Bagas ?" tanya Felisha
"Mereka tidak ada ..Mas bohong " jawab Bagas sambil menatap dalam kearah Felisha. " Mas sengaja menyiapkan makan malam ini untuk kita berdua "
"Tumben kamu jadi romantis "
"Kemarin kamu mengumpat bilang Mas tidak romantis " keluh Bagas. " Makanya Mas buktikan kalau Mas juga bisa romantis "
"Walaupun Mas Bagas tidak romantis tapi aku tetap cinta sama kamu " ujar Felisha.
Pada saat makan, tiba-tiba Felisha teringat kepada anak-anaknya.
"Kalau begini aku jadi ingat anak-anak..Nakula, Sadewa, Luna sama Abi " gumam Felisha.
"Kamu tau tidak Sayang ..ini semua idenya Luna loh " ucap Bagas.
"Ya ampuun anak itu " Felisha tidak menyangka jika Luna punya Ide membuat acara makan malam romantis untuk Mommy dan Daddy nya.
"Apakah ini juga idenya Luna ?" tanya Felisha ketika Bagas memberikan sebuah kotak kepada Felisha.
"Tidak..ini benar-benar ide Mas " jawab Bagas.
"Bagus banget Sayang.. terimakasih " ucap Felisha ketika melihat isi kotak itu yang berkilauan.
Selesai acara makan malam berdua, Bagas dan Felisha pun pulang. Mereka tidak pulang ke rumah Bunda melainkan pulang ke rumah mereka sesuai keinginan Bagas.
"Malam ini Mas ingin menghabiskan malam hanya berdua saja sama kamu " bisik Bagas setelah mereka sampai ke rumah.
Begitu turun dari mobil, Bagas langsung menuntun tangan Felisha dan membawanya ke kamar..disana Bagas langsung memeluk dan melahap bibir Felisha dengan rakus, Felisha pun membalasnya.
Bagas termangu ketika tiba-tiba Felisha mendorong tubuh Bagas hingga terjerembab diatas kasur empuknya dengan posisi telentang.
Bagas masih termangu ketika Felisha langsung naik keatas tubuh Bagas dan mulai melepaskan kemeja Bagas.Sebelumnya Bagas dengan cepat telah meloloskan gaun yang Felisha pakai berikut pakaian dalamnya.
Setelah berhasil melepaskan kemeja Bagas, kini tangan nakal Felisha mulai melepaskan sabuk yang melingkar dipinggang Bagas.
Bagas menahan napasnya ketika Felisha mulai membuka resleting celananya dan mengeluarkan isi didalamnya yang sudah tampak penuh dan sesak.
"Sayaaang " gumam Bagas saat benda keramat miliknya itu masuk kedalam mulut Felisha.
Mata Bagas terpejam saat merasakan mulut Felisha mulai memainkan dan menghisap lollipop nya.
Sepertinya Bagas harus berterimakasih kepada putri kesayangannya atas idenya yang sangat brilian dengan menyuruh Bagas mengajak Felisha makan malam romantis berdua.
__ADS_1