Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Pergi Menjauh


__ADS_3

Hari ini Felisha dipanggil ke ruang kerja Ezra. Sepertinya ada masalah serius yang akan dibicarakan oleh bosnya itu pada Felisha.


"Duduk Fe ! " titah Ezra.


Meski Ezra sahabat baik Dio kakaknya, namun jika di kantor Felisha tetap memperlakukan Ezra selayaknya bosnya.


"Saya ada penawaran buat kamu " ucap Ezra


"Penawaran apa pak? " tanya Felisha


"Posisi manager keuangan di kantor cabang Bandung kosong, saya ingin kamu yang mengisi posisi itu. Tapi itu juga terserah kamu. Saya menawarkan ini karena saya melihat kerja kamu disini bagus " ujar Ezra


Felisha tampak berpikir. Menjadi manager keuangan tentu sudah jadi mimpinya sejak lama. Namun ia butuh waktu untuk berpikir, jika ia terima tawaran dari Ezra tentu ia harus tinggal di Bandung. Dan ia harus membawa Luna ikut bersamanya.


"Kamu pikirin baik-baik.. ini kesempatan kamu untuk mengembangkan karir kamu dan.. pergi jauh dari suami kamu yang ga guna itu " ujar Ezra sambil tertawa. Felisha hanya mendengus


"Saya akan pikirkan dulu pak " ujar Felisha akhirnya


"Oke.. saya kasih waktu dua hari untuk kamu berpikir sebelum memutuskan "


"Baik pak.. Terima kasih " ujar Felisha sebelum keluar dari ruangan Ezra.


Setelah berpikir selama dua hari, akhirnya Felisha memutuskan untuk menerima tawaran Ezra. Pergi jauh dari Bagas akan memudahkan ia lepas dari Bagas dan menata kembali masa depannya yang telah sia-sia selama 4 tahun.


Ezra memberi waktu satu minggu untuk Felisha mempersiapkan kepindahannya ke Bandung.


Ayah dan bunda meski berat namun mendukung sepenuhnya keputusan yang telah diambil oleh Felisha.


"Kamu sudah dapat pengasuh buat Luna? " tanya bunda ketika membantu Felisha memasukan baju-baju Luna ke dalam koper.


"Sudah ada, mbak Mia pengasuh Luna waktu di rumah mas Bagas akan ikut aku " jawab Felisha


"Bagus kalau begitu, setidaknya Luna sudah kenal dengan mbak Mia " ujar bunda.


Ketika memasukkan beberapa berkas penting kedalam koper, Felisha tampak mencari sesuatu.


"Cari apa Fe? " tanya bunda heran


"Buku nikah sama akte kelahiran Luna.. sepertinya Feli lupa bawa di rumah mas Bagas " jawab Felisha.


"Ooh.. penting itu Fe. " ujar bunda

__ADS_1


"Besok Feli ambil ke rumah mas Bagas " ujar Felisha


Kebetulan besoknya hari sabtu, Felisha pun mendatangi rumah Bagas untuk mencari buku nikah dan akte kelahiran Luna. Kedua berkas itu sangat penting untuk melengkapi berkas perceraian mereka.


"Kakak Feli ! " Nakula dan Sadewa menyambut kedatangan Felisha.


"Luna kenapa tidak diajak? " tanya Sadewa


"Tadi Luna masih tidur sayang " jawab Felisha


Bagas yang kebetulan ada di rumah hanya menatap Felisha dalam diam.


"Maaf mas saya mau ambil buku nikah dan akte kelahiran Luna di kamar " Felisha meminta ijin untuk masuk ke kamar Bagus.


"Silahkan " jawab Bagas.


Setelah mendapat ijin dari Bagas, Felisha pun masuk ke kamar Bagus yang sudah ia tempati hampir 4 tahun.


Felisha mencari buku nikah dan akte kelahiran Luna di dalam laci, namun tidak ditemukan.Padahal Felisha yakin ia menyimpannya disana. Karena tidak berhasil menemukan dua benda itu Felisha pun memberanikan diri bertanya kepada Bagas.


"Mas.. saya mencari buku nikah dan akte kelahiran Luna dikamar, tapi tidak ada.. apa mas Bagas menyimpannya? " tanya Felisha


Bagas sudah bisa menebak, untuk apa istrinya mencari kedua benda itu.Bagas memang sengaja menyimpan buku nikah dan akte kelahiran Luna didalam lemari berkas miliknya setelah Felisha memutuskan pulang ke rumah orangtuanya.


Karena tidak menemukan apa yang ia cari, akhirnya Felisha pulang dengan tangan kosong. Felisha tidak memberi tau Bagas tentang rencana kepindahannya dengan Luna ke Bandung.


Keesokannya Dio dan orangtua Felisha mengantarkan Felisha dan Luna ke Bandung. Mbak Mia pengasuh Luna waktu di rumah Bagas pun turut serta.


Di Bandung Felisha tinggal disebuah rumah mungil yang dibangun alm Bagus pada saat mereka pacaran. Bisa dibilang ini adalah rumah impian mereka berdua.


Bagus dan Felisha sudah merencanakan jika kelak mereka akan tinggal di rumah ini bersama anak-anak mereka. Dan.. di rumah ini juga mereka telah khilap hingga menyebabkan lahirnya Luna di dunia ini.


Manusia hanya bisa berencana namun Tuhan yang berkehendak.. kini Felisha menempati rumah itu hanya dengan anak mereka tanpa Bagus.


Bagas pun tidak tau jika adiknya mempunyai sebuah rumah di Bandung. Setiap kali Bagus dan Felisha ke Bandung, mereka selalu beralasan akan mengunjungi rumah nenek Felisha.


Bagus dan Felisha beberapa kali pernah mengajak si kembar kesana. Bahkan pada saat kecelakaan yang merenggut nyawa Bagus pun mereka dalam perjalanan kesana.


Dio dan orang tua Felisha tampak kagum melihat rumah yang akan Felisha dan Luna tempati. Rumah yang tidak terlalu besar namun terlihat cantik. Tidak banyak perabot disana hingga ruangan terlihat luas.Felisha menghiasi satu sisi dinding di ruang tamu dengan memajang photo-photo Bagus,Luna dan dirinya.


"Luna yang betah ya disini " nasehat bunda

__ADS_1


"Iya enin " jawab Luna.


"Fe.. kamu pinter-pinter beradaptasi dilingkungan yang baru...jangan ngelakuin yang aneh-aneh " nasehat Dio


"Iya kak " jawab Felisha


"Ayah percaya kamu sekarang sudah mampu bertindak dengan bijak " ayah mengusap kepala putrinya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Siang ini Bagas kembali mendatangi rumah mertuanya untuk mengunjungi Luna. Satu papperbag berukuran besar berisi sebuah boneka lucu teronggok di jok depan.


"Luna pasti senang " Bagas melirik jok disampingnya sambil tersenyum. Bagas mempunyai keyakinan yang tinggi jika ia bisa membuat istrinya pulang melalui Luna.


Suasana rumah orangtua Felisha terlihat lebih sepi dari biasanya.


"Nak Bagas? " bunda membuka pintu masih dengan mengenakan mukenanya,sepertinya baru selesai solat dzuhur.


"Luna nya kemana bun tumben sepi ? " tanya Bagas setelah mertuanya itu mempersilahkan dirinya duduk.


"Loh.. emang Feli tidak cerita sama nak Bagas? " bukan menjawab bunda malah balik bertanya


"Cerita apa? "


"Felisha kan pindah kerja ke Bandung, bunda pikir waktu kemarin Feli ke rumah nak Bagas dia cerita " ujar bunda


"Tidak.. dia hanya mencari buku nikah dan akte kelahiran Luna. Sama sekali tidak membahas kepindahannya ke Bandung " jawab Bagas kecewa.


"Maaf ya nak Bagas.. mungkin Feli lupa " ujar bunda merasa tidak enak. Bagas mengangguk.


Tidak mungkin Feli lupa.. istrinya itu pasti sengaja tidak memberi tau kepindahannya ke Bandung agar Bagas tidak mencarinya.


Bagas kembali ke kantor dengan wajah yang keruh. Dengan pindah ke Bandung, tentu akan menyulitkan Bagas mendekati Luna, apalagi membuat Felisha kembali padanya.


"Shiit..!! " Beberapa kali Bagas memukul kemudi.Ia tidak menyangka jika istrinya itu akan nekad pergi semakin menjauh darinya.


Bagas tidak mengerti kenapa ia bisa begitu marah ketika Felisha semakin menjauh darinya. Padahal hampir 4 tahun ia selalu mengabaikan keberadaannya.


Maaf ya readers.. baru upπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_1


__ADS_2