
Pagi ini Luna pergi kuliah bersama Bagas karena Nakula yang biasa mengantarkannya harus pergi ke Medan untuk urusan pekerjaan selama tiga hari.
Sejak Nakula mulai bergabung di perusahaan, Bagas lebih sering menugaskan Nakula untuk urusan di luar kota.Bagas ingin Nakula benar-benar menguasai bisnis yang digelutinya bukan hanya sekedar duduk didepan meja.
Bagas baru akan terjun langsung jika sekiranya Nakula mengalami kendala. Namun sejauh ini Nakula benar-benar bisa diandalkan. Darah pebisnis benar-benar menurun kepadanya.
"Kakak pulang kuliah jam berapa ?" tanya Bagas.
"Jam tiga Dad " jawab Luna.
"Nanti kalau sekiranya Daddy sibuk nanti Daddy akan suruh sopir jemput kakak " ucap Bagas.
Diusia Luna yang hampir menginjak 17 tahun Bagas memang belum mengijinkan Luna membawa mobil sendiri meskipun kemampuan menyetirnya sudah tidak dapat diragukan lagi.
Untungnya Luna termasuk anak yang penurut, ia tidak mau melanggar apa yang Daddy nya larang.
"Tidak usah dijemput Dad..aku nanti pulang sama teman " ucap Luna.
Luna ingat jika hari ini Kenzo berjanji akan menjemputnya sepulang kuliah nanti.
"Ya sudah pulangnya hati-hati ya Kak " Bagas mencium kening Luna sebelum gadis itu turun dari mobilnya.
*
Jam 3 sore Luna yang baru keluar dari kampus mendapati Kenzo sudah menunggunya di parkiran. Kenzo benar-benar menepati janjinya untuk menjemput Luna.Sudut bibir Kenzo menyunggingkan senyum begitu melihat kedatangan Luna.
"Kuliahnya lancar ?" tanya Kenzo setelah Luna masuk kedalam mobil Kenzo.
"Lancar " jawab Luna sambil memasang seatbelt nya.
Setelah Luna memasang seatbelt nya dengan sempurna Kenzo pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman kampus Luna.
"Besok kamu pulang jam berapa? biar kakak jemput lagi " tanya Kenzo.
"Tidak usah jemput lagi kak..aku tidak mau berbohong terus selalu bilang ketemu kakak di jalan.. lama-lama Mommy juga tidak akan percaya " jawab Luna.
"Makanya jangan dibiasakan berbohong. Apa susahnya sih bilang kalau kakak yang jemput kamu " Ujar Kenzo.
"Aku tidak mau mereka berpikir yang macam-macam tentang kita " jawab Luna.
"Maksud kamu ?" tanya Kenzo.
"Takutnya mereka berpikir kalau kita pacaran " jawab Luna.
"Bukannya kita memang pacaran " Kenzo mengingatkan.
"Itu dulu kak.. sekarang kan sudah tidak " jawab Luna.
Kenzo terdiam, Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.Kenzo pikir setelah sembuh ia bisa kembali lagi bersama Luna tapi ternyata ia salah.
"Jadi kamu menganggap kakak itu apa ?" tanya Kenzo dengan sabar.
"Aku menganggap kakak Ken itu seperti kakak Nakula dan kakak Sadewa " jawab Aluna.
"Baiklah " jawab Kenzo pasrah.
"Mulai sekarang kakak minta kamu jangan lagi berbohong sama Mommy dan Daddy kalau kakak suka jemput kamu di kampus..bukannya wajar jika seorang kakak selalu mengantar jemput adiknya ?"
"Bagaimana ya ?" Luna terlihat bingung.
__ADS_1
Kenzo berusaha menyembunyikan tawanya melihat Luna yang polos tampak kebingungan.
"Bagaimana Sayang ?" tanya Kenzo.
"Baiklah " jawab Luna lirih.
"Sebagai adik kamu jangan pernah menolak apapun pemberian dari kakak, dan kamu wajib melaporkan semua kegiatan kamu kepada Kakak..dan satu lagi seorang adik itu harus menurut kepada kakaknya termasuk meminta ijin jika akan pergi kemana-mana " Kenzo memberikan sederet aturan.
"Kenapa harus begitu ?" tanya Luna.Permintaan Kenzo tidak ada bedanya dengan sewaktu mereka pacaran dulu.
"Semua kakak pasti ingin melakukan yang terbaik untuk adiknya " jawab Kenzo tersenyum licik.
"Baiklah " jawab Luna.
"Mulai sekarang kamu boleh meminta apapun kepada kakak..seperti kepada Nakula dan Sadewa " ujar Kenzo.
"Baiklah " jawab Luna senang.Lagi-lagi tanpa sepengetahuan Luna sebuah senyuman licik tersungging dibibir Kenzo.
Setibanya di rumah, Luna turun dari mobil Kenzo. Di teras tampak Bagas dan Felisha menyambut mereka dengan tatapan heran.
"Pulang sama Kenzo lagi kak ?" tanya Felisha.
"Iya Mom..tadi..."
"Aku yang jemput Luna ke kampus Tan..kebetulan searah " sambar Kenzo.
"Ooh.." Bagas dan Felisha saling lirik.
"Kenzo nya dibikinin minum kak " titah Felisha.
"Iya Mom " jawab Luna sambil beranjak menuju dapur.
"Boleh coba gendong Om ?" tanya Kenzo.
"Boleh dong..memang bisa ?"
"Bisa " jawab Kenzo yakin.
"Pegangnya jangan kaku " ujar Bagas sambil memberikan Alysa ketangan Kenzo. Bayi yang belum genap berusia 6 bulan itu tampak nyaman dalam gendongan Kenzo.
"Harus belajar gendong bayi dari sekarang, biar nanti kalau sudah menikah dan punya anak tidak kaku " nasehat Felisha.
"Sudah ada calonnya belum Ken ?" tanya Bagas.
"Masih pendekatan Om " jawab Kenzo.
"Bagus..harus semangat Ken " Bagas menyemangati Kenzo.
"Terimakasih Om " jawab Kenzo.
Tidak lama kemudian Luna datang dengan membawa satu gelas es jeruk untuk Kenzo.
"Minum dulu gih..Alysa nya mau diboboin dulu " Felisha mengambil Alysa dari tangan Kenzo.
Bagas dan Felisha membawa bayi mungil itu ke kamar, meninggalkan Luna dan Kenzo berdua di teras depan.
"Adik kamu cantik " puji Kenzo.
"Iya dong orang Mommy aku nya juga cantik " jawab Luna bangga.
__ADS_1
"Kakaknya juga cantik " puji Kenzo.
"Haah..??!"
Hari-hari berikutnya Luna tidak lagi berbohong kepada Mommy dan Daddy nya jika Kenzo sering menjemputnya sepulang kuliah. Bagas dan Felisha pun tidak keberatan karena mereka sudah mengenal Kenzo dengan sangat baik, begitu juga dengan Nakula dan Sadewa.
*
Hari ini Luna dibuat jengkel karena Kenzo melarangnya untuk ikut kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh kampusnya.
"Kakak yakin kalau Daddy kamu pun tidak akan mengijinkan " ujar Kenzo.
"Makanya kakak bantuin bilang sama Daddy " rayu Luna.
"Tidak " jawab Kenzo tegas.
"Kakak tidak asik..aku tidak mau menganggap kakak sebagai kakak aku lagi " Luna langsung cemberut.
"Bagus kalau begitu..kakak juga sebetulnya tidak mau menganggap kamu adik " jawab Kenzo santai.
"Kakak jahat " Luna memukul lengan Kenzo.
Kenzo tertawa melihat Luna marah kepadanya. Kenzo memang sebetulnya tidak mau menjadi kakak Luna..yang ia inginkan adalah menjadi kekasih gadis manja itu.
Meskipun kesal Luna pun akhirnya menurut. Kenzo saja melarang dirinya ikut apalagi Daddynya.
Untuk meredakan kekesalannya,Luna mengajak Abimanyu menginap di rumah Eninnya. Ia sengaja tidak memberitahu Kenzo jika ia akan menginap disana.
"Mommy dan Daddy tidak ikut menginap kak ?" tanya Bunda ketika melihat kedatangan Luna dan Abimanyu yang diantarkan oleh Nakula.
"Mommy dan Daddy tidak ikut karena dedek Alysa sedang demam baru selesai imun " jawab Luna.
Selama Luna menginap Kenzo beberapa kali menghubungi Luna. Karena sedang kesal Luna pun mengabaikan banyak panggilan dari Kenzo.Bahkan hingga sampai Luna dan Abimanyu pulang pun Luna tidak mau menerima panggilan dari Kenzo.
Sampai beberapa hari kemudian Kenzo tidak lagi menghubungi Luna, bahkan ia juga tidak menjemput Luna di kampus. Sepertinya Kenzo marah karena Luna selalu mengabaikan telepon darinya.
Setelah seminggu Kenzo menghilang tanpa kabar akhirnya pria tampan berwajah oriental itu kembali muncul di rumah Luna dengan membawa dua buah paperbag berlogo tulisan kanji.
"Ini titipan dari Mamih untuk kamu..dan ini untuk Mommy kamu " Kenzo memberikan dua buah paperbag itu kepada Luna.
"Kakak habis dari Jepang ?" tanya Luna
"Iya " jawab Kenzo.
"Kenapa pulang tidak bilang-bilang?..giliran aku saja kemana-mana harus bilang dulu sama kakak " sungut Luna sambil ngeloyor pergi membawa paperbag ditangannya.
Kenzo termangu mendengar ocehan Luna, namun sejurus kemudian sebuah senyuman mengembang dibibrnya.Dengan cepat Kenzo menangkap tangan Luna.
"Jangan marah dulu dong..kakak sebetulnya mau bilang sama kamu kalau kakak mau ke Jepang selama satu Minggu, tapi kamu tidak mau menerima telepon dari kakak " Kenzo memberi alasan.
"Waktu itu aku masih kesel sama kakak " jawab Luna.
"Kalau sekarang ?" tanya Kenzo sambil menarik tangan Luna agar mendekat kearahnya.
"Sekarang aku tambah kesel " jawab Luna dengan wajah cemberut.
"Karena kakak pergi tidak bilang-bilang ?" tanya Kenzo.
"Pikir saja sendiri " jawab Luna.
__ADS_1
"Sepertinya sih karena itu " tebak Kenzo sambil tersenyum.