
Selama di Jepang hampir setiap malam Kenzo menghubungi Luna. Kenzo akan menghubungi Aluna jika Luna sudah selesai belajar dan menjelang tidur, itupun tidak lebih dari satu jam karena Kenzo sangat memperhatikan jam tidur Luna.
Luna baru saja membereskan buku-bukunya dan kemudian naik keatas ranjangnya ketika satu panggilan video dari Kenzo masuk.
"Sudah selesai belajarnya ?' tanya Kenzo menatap dalam wajah cantik Luna.
"Sudah " jawab Luna.
"Hari ini ngapain saja ?" Kenzo meminta laporan kegiatan harian Luna.Hal yang wajib Luna lakukan setiap hari semenjak mereka pacaran.
"Sekolah seperti biasa, pulang sekolah langsung bimbel sampai jam 5 sore..terus pulang..terus belajar..sudah bagitu saja " Luna melaporkan kegiatannya hari ini.
"Tidak ada yang gangguin pacar kakak kan disekolah ?" tanya Kenzo.
"Apaan sih kak " cebik Luna.
"Kamu bisa dong jaga hati kamu untuk kakak " pinta Kenzo dengan wajah penuh pengharapan.
Kenzo yang sedang menunggu jawaban dari Luna langsung kecewa ketika wajah cantik yang sedang ia tatap dengan penuh kerinduan itu tiba-tiba menghilang dari layar ponselnya.
Luna mematikan sambungan video secara sepihak karena Mommy dan Daddy nya tiba-tiba muncul di kamarnya.
"Belum tidur kak" tanya Bagas sambil duduk disisi ranjang diikuti Felisha disebelahnya.
"Baru mau tidur Dad " jawab Luna sambil menyembunyikan ponselnya dibalik bantal.
"Kak..besok Daddy mau ke Surabaya ada kerjaan, rencananya Mommy mau ikut nemenin Daddy disana selama tiga hari..awalnya Abi mau Mommy ajak tapi Abinya tidak mau " ujar Felisha panjang lebar.
"Jadi kakak keberatan tidak Mommy dan Daddy tinggal selama tiga hari disini sama Abi ?" tanya Felisha.
"Ya tidak dong Mom. Kakak akan jagain Abi disini....Mommy dan Daddy bisa andalkan kakak " jawab Luna.
"Terimakasih Sayang " Bagas mencium kening Luna penuh sayang.
"Putri kesayangan Daddy sudah besar..sudah bisa diandalkan menjaga Abi " ucap Bagas bangga.
"Ya dong Dad..aku tau bagaimana manjanya Daddy..sampai keluar kota pun Mommy harus ikut " ledek Luna.
"Kakak meledek Daddy ya ?!" Bagas mencubit ujung hidung Luna dengan gemas.
"Iya kak..Daddy itu Sekarang semakin manja saja..urusan kerjaan saja Mommy sampai harus ikut " cibir Felisha.
Bagas hanya tertawa, ia sama sekali tidak marah ketika Felisha dan Luna menyebutnya manja.. karena memang begitu kenyataannya. Sekarang setiap keluar kota ia selalu membawa Felisha.Bagas benar-benar tidak bisa jauh dari Felisha.Beruntung Abimanyu sudah mulai besar sehingga sudah bisa ia tinggal.
"Ya sudah sekarang kakak tidur..Mommy akan paking dulu " Bagas dan Felisha pun beranjak keluar dari kamar Luna.
Setelah Mommy dan Daddy nya keluar dari kamar, Luna mengambil ponselnya dari bawah bantal kemudian melakukan panggilan video ke nomor Kenzo.
"Kenapa ditutup ?" seraut wajah tampan dengan mata sedikit sipit itu langsung menodong Luna dengan pertanyaan.
"Maaf Kak..tadi ada Mommy dan Daddy tiba-tiba ke kamar aku " jawab Luna.
"Memangnya Mommy dan Daddy kamu akan marah kalau melihat kita sedang vc ?" tanya Kenzo.
"Tidak sih " jawab Luna.
"Mereka saja tidak marah kenapa kamu yang panik ?" tanya Kenzo.
Luna menggaruk pelipisnya sambil tersenyum membuat Kenzo semakin gemas melihatnya.
Seandainya saja Luna ada didekatnya ingin sekali Kenzo menggigit bibir mungil itu.
"Kakak sedang apa ?" tanya Luna sambil merobah posisi tidurnya menjadi miring ke kiri.
"Baru pulang kerja..mandi..terus vc kamu " jawab Kenzo.
__ADS_1
"Ooh.." jawab Luna.
"Kenapa cuma Ooh..?" tanya Kenzo.
"Aku tidak tau harus ngomong apalagi " jawab Luna malu.
Untuk sekian waktu mereka tidak ada yang berbicara, hanya mata mereka yang tampak saling tatap penuh dengan kerinduan.
"Sayaaang..kamu belum jawab pertanyaan kakak yang tadi " Kenzo mengingatkan.
"Pertanyaan yang mana ?" tanya Luna bingung.
"Apakah kamu bisa menjaga hati kamu untuk kakak ?" Kenzo mengulangi pertanyaan yang tadi belum sempat Luna jawab.
Setelah cukup lama membisu akhirnya senyum manis Kenzo terbit setelah melihat Luna menjawab dengan anggukan.
"Kakak sendiri ?..perempuan disana kan cantik-cantik dan seksi " balas Luna.
"Nyatanya kakak lebih memilih menunggu kamu besar daripada perempuan disana " jawab Kenzo.
Mendengar jawaban dari Kenzo hati Aluna terasa meleleh.Ia pun tersenyum sambil menatap wajah tampan Kenzo yang ada dilayar ponselnya.
"Sudah malam sekarang kamu tidur biar besok tidak kesiangan sekolah " ujar Kenzo ketika melihat Luna mulai menguap.
"Iya..kakak juga sekarang tidur biar besok tidak kesiangan kerja nya " balas Luna.
"Iya Sayang " jawab Kenzo.
Setelah mengakhiri sambungan video mereka pun tidur dengan nyenyak.
*
Setibanya di Surabaya Bagas dan Felisha langsung menuju ke hotel tempat mereka akan menginap selama tiga hari.
"Abi kan sudah besar Sayang..dia sudah punya kesenangan sendiri.Apalagi Luna..pasti dia malu kalau harus selalu ikut kemana kita pergi " ujar Bagas sambil berbaring diatas kasur.
"Mas Bagas lagian manja banget kerja saja harus ditemenin..padahal dulu kalau keluar kota biasa sendiri " oceh Felisha.
"Lain dulu lain sekarang Sayang..manusia kan bisa saja berubah " jawab Bagas.
"Seperti Mas Bagas berubah dari kanebo kering menjadi kanebo mesum " ujar Felisha.
"Suka-suka kamu Sayang mau sebut apapun mas terima " ujar Bagas pasrah.
"Mas..siapa yang masukin ini kedalam koper ?" Felisha menunjukkan dua buah lingerie yang ia temukan didalam koper.
"Mas yang masukin..itu kan seragam kerja kamu Sayang " jawab Bagas santai.
"Niat kesini kan Mas Bagas yang ada kerjaan, kenapa aku juga harus bawa seragam kerja ?" Felisha protes.
"Mas disini memang mau kerja..tapi mau ngerjain kamu juga " jawab Bagas sambil menarik pinggang Felisha dan mendekapnya erat.
"Anggap saja kita sedang bulan madu sambil kerja " bisik Bagas.
"Maksudnya kerja sambil bulan madu " ralat Felisha.
"Sama saja " jawab Bagas.
Apapun sebutan yang tepat Bagas tidak peduli. Yang ia inginkan saat ini adalah hanya melihat Felisha mendesah dan menyebutkan namanya dibawah tubuhnya.
Namun kenyataannya tidak sesuai dengan rencana Bagas. Bagas akhirnya tidak berkutik ketika Felisha naik keatas tubuhnya dan mengendalikan permainan.
Entah setan apa yang sedang merasuki istri nakalnya itu. Felisha yang menguasai tubuh Bagas tidak memberikan kesempatan Bagas untuk melawan.
Felisha benar-benar menguasai permainan..
__ADS_1
dan akhirnya justru Bagas lah yang lebih banyak mendesah dan terus menyebut nama Felisha.
*
Pagi ini Luna menggantikan tugas Mommy nya untuk menyiapkan semua perlengkapan Abimanyu ke sekolah. Satu buah kotak bekal sudah siap, Abimanyu sendiri tampak sudah mengenakan seragam sekolahnya dan sedang sarapan.
Tidak susah bagi Luna untuk menyiapkan semua keperluan Abimanyu karena ia sudah terbiasa melihat Mommy nya melakukannya.
Luna sendiri sudah mengenakan seragam SMA nya dan sedang sarapan bersama Abi dan Nakula.Pagi ini Nakula yang akan mengantarkan Abimanyu dan Luna ke sekolah.
Setelah selesai sarapan Nakula pun mengantarkan kedua adiknya ke sekolah.Selama dalam perjalanan Nakula tidak henti menasehati kedua adiknya terutama Luna yang sudah menginjak remaja.
Nakula mengantarkan Abimanyu terlebih dahulu sebelum mengantarkan Luna. Meskipun tidak terlahir dari rahim yang sama namun Nakula sangat menyayangi kedua adiknya itu.
"Dek..kamu sudah punya pacar ?" tanya Nakula tiba-tiba setelah mereka menurunkan Abimanyu di sekolahnya.
"Pa..pacar..?..belum kak " jawab Luna gugup.
"Kakak kenapa menanyakan itu ?" tanya Luna.
"Cuma ingin tau saja..masa adik kakak secantik ini belum punya pacar..atau sudah punya tapi kamu sembunyikan ?" tebak Nakula.
"Ih kakaaak.." wajah Luna langsung terlihat merah.
"Sekarang aku tanya sama kakak..kakak sendiri sudah punya pacar belum ?" Luna balas bertanya.
"Dasar kamu..!" Nakula enggan menjawab, ia hanya tertawa sambil mengacak rambut Luna.
"Jawab dong kak " Luna memaksa sambil mengguncang-guncang tangan Nakula membuat Nakula tertawa semakin kencang.
"Kakak tidak asik " Luna langsung cemberut karena tidak juga mendapatkan jawaban dari Nakula.
Tidak ingin melihat adik tersayang nya cemberut akhirnya Nakula pun membuka suara.
"Kakak sudah punya pacar " ujar Nakula.
"Mommy tau tidak kalau kakak sudah punya pacar ?" tanya Luna penasaran.
"Sudah dong..kamu pikir kakak bisa menyimpan rahasia dari mommy ?" Nakula terkekeh.
Sejak Nakula memiliki pacar Felisha adalah orang pertama yang Nakula beritahu.Nakula tidak bisa menyimpan rahasia sekecil apapun dari Mommy nya.
"Kalau kakak Dewa sudah punya pacar belum ?" Luna semakin penasaran dengan kedua kakak kembarnya.
"Setau kakak sih belum..sejak menjadi seorang Polisi dia jadi kaku " jawab Nakula sambil tertawa.
"Bukan kaku kak..tapi terlihat gagah dan berwibawa " Luna membela Sadewa.
"Kamu pikir kakak tidak gagah dan berwibawa ?" Nakula langsung cemberut.
"Kakak juga gagah dong..ganteng lagi " puji Luna.
"Apalagi kalau sering kasih aku uang jajan lebih..tambah ganteng " tambah Luna.
"Hmmm..ngelunjak " Nakula menjitak kepala Luna.
"Ngomong-ngomong..pacar kakak orang mana kapan dibawa ke rumah ?" tanya Luna.
"Orang Jakarta juga..tapi kuliahnya belum selesai. masih di Australia setahun lagi " jawab Nakula.
"Oh jadi ketemu disana ?" ujar Luna. Nakula mengangguk.
Karena asik mengobrol tidak terasa mereka pun telah sampai di depan sekolah Luna. Sebelum turun dari mobil Luna mencium tangan Nakula terlebih dahulu.
"Hati-hati di jalan kak " ucap Luna sebelum turun dari mobil.
__ADS_1