
"ALUNA BAGAS HADI PRANOTO..dari tadi kamu menuduh terus tanpa memberi kesempatan kepada kakak untuk menjelaskan..sekarang kamu diam dan dengarkan omongan kakak !" ucap Kenzo dengan nada sedikit tinggi. Luna pun langsung berhenti berbicara.
"Malam Minggu kemarin memang kakak bertemu dengan Hana disini.."
"Tuh kan bener.. akhirnya ngaku juga " sambar Luna.
"DIAM..dengarkan dulu kakak mau ngomong " bentak Kenzo.
"Malam Minggu kemarin kakak, Nakula, dan Sadewa memang datang kesini dan bertemu dengan Hana, tapi kakak datang kesini untuk mencari Kamu, Cindy dan Zhifana "
"Malam itu kalian tidak bisa dihubungi jadi kakak berinisiatif mencari kesini karena kamu dan Cindy kan sering nongkrong disini dan Ryo adalah teman kalian "
"Karena kalian tidak ada disini kita pun langsung pulang..kakak sama Hana pun cuma saling sapa biasa.. kalau tidak percaya kamu tanya saja sama kedua kakak kamu "
Setelah mendengar penjelasan dari Kenzo Luna langsung menunduk.
"Masih tidak percaya sama suami sendiri ?" tanya Kenzo menatap dalam kearah Luna..yang ditatap hanya diam menunduk.
"JAWAB !" ucap Kenzo.
"Iya percaya " jawab Luna lirih.
"Masih berpikir kakak ada main sama Hana ?" tanya Kenzo. Luna menggeleng.
Untuk beberapa saat mereka terdiam membisu, mobil Kenzo pun masih berada di halaman parkir coffee shop milik Rio.
"Sekarang kamu mau kemana lagi.. kakak akan antar kemanapun kamu mau " ucap Kenzo dengan nada lebih rendah.
"Aku tidak ingin pergi kemana-mana lagi, aku ingin pulang saja " jawab Luna lirih.
"Kenapa ingin cepat pulang..kamu tidak bahagia pergi dengan suami ?" tanya Kenzo.
"Bukan seperti itu..kakak pikir aku bahagia jika kita malah bertengkar seperti ini ?..lebih baik aku di rumah saja bersama anak-anak " jawab Luna.
Mendengar ucapan Luna hati Kenzo terasa dicubit.
"Kakak tidak mau bertengkar, maksud kakak mengajak kamu keluar sekarang ini adalah ingin membuat kamu senang..kakak tidak menyangka jika akan bertemu Hana dan malah bikin kamu salah faham " ucap Kenzo lirih.
"Iya maaf..aku juga tidak seharusnya mengajak kakak kesini karena kakak tidak suka sama Rio " balas Luna.
"Sebetulnya bukan tidak suka..tapi kakak suka cemburu karena Rio dulu pernah naksir sama kamu " jawab Kenzo jujur.
__ADS_1
"Aku juga sama..aku selalu cemburu kepada Hana karena dia juga sempat naksir sama kakak " ucap Luna sambil menyembunyikan matanya yang mulai berair.
"Sayang..kakak itu sudah jatuh cinta sama kamu dari kecil..jadi jangan berpikir kalau kakak akan berpaling dari kamu..kamu adalah sumber kebahagiaan kakak, apalagi setelah anak-anak kita lahir..hidup kakak itu begitu sempurna memiliki kalian. Dan kakak tidak akan menukarnya dengan apapun " ucap Kenzo.
"Jika selama ini kamu merasa kakak mengekang kamu kakak minta maaf, mungkin karena kakak itu terlalu mencintai kamu dan takut kehilangan kamu sehingga membuat kamu tidak nyaman "
"Sayang..maafkan kakak ya " pinta Kenzo sambil menggenggam jemari Luna.
"Aku juga minta maaf karena selalu cemburu pada Hana " jawab Luna tanpa berani menatap wajah Kenzo.
"Mulai sekarang kita baikan ya " ucap Kenzo. Luna mengangguk.
"Kakak tidak mau kamu terus mengabaikan kakak..dan kakak tidak mau setiap malam kamu menghindari kakak dengan ngumpet dibawah selimut lagi " pinta Kenzo.
"Bukan menghindari kakak dengan ngumpet dibawah selimut.. sebenarnya aku itu takut waktu malam Minggu kemarin kami nonton film horor, jadi setiap malam selalu kebayang terus..mau minta di peluk kakak masih kesal makanya ngumpet di bawah selimut " ucap Luna.
"Kakak pikir kamu tidak mau disentuh sama suami sendiri " gumam Kenzo.
"Bukan seperti itu " jawab Luna.
"Makanya kalau penakut jangan nonton film horor " nasehat Kenzo sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Cindy yang pilih filmnya.. sebenarnya aku sama kakak Zhi sangat takut " jawab Luna.
"Tidak mau..aku kapok nonton film horor bikin susah tidur " jawab Luna.
"Dasar penakut " ledek Kenzo sambil memasukkan mobilnya ke halaman sebuah hotel yang berada tidak jauh dari coffee shop milik Rio.
"Mau ngapain kesini ?" tanya Luna.
"Mau ngajak kamu refreshing " jawab Kenzo sambil mengerling.
"Lebih baik refreshing nya sama suami saja enak, daripada sama Cindy dan Zhifana yang ada kamu jadi parno gara-gara nonton film horor " sambung Kenzo.
Luna diam tidak menjawab. Ia hanya menurut ketika Kenzo menuntunnya masuk ke hotel untuk cek in.
"Kenapa tidak pulang saja " ucap Luna setengah berbisik ketika room boy mengantar mereka menuju kamar hotel.
"Biar tidak diganggu anak-anak " jawab Kenzo.
Setelah berada di dalam kamar hotel Kenzo langsung menyergap Luna di depan pintu kamar dan memepetnya ke dinding.
__ADS_1
Bibir Kenzo langsung melu mat bibir Luna dengan rakus. Luna tidak sempat menolak ia terlihat masih shock dengan serangan Kenzo yang tiba-tiba.
Meskipun begitu Luna merespon nya dengan mengalungkan kedua tangannya dileher Kenzo.
"Bibir kakak apakah masih sakit ?" tanya Luna setelah mereka saling melepaskan tautan bibir untuk meraup oksigen.
"Tidak " jawab Kenzo sambil mengangkat tubuh Luna sehingga kaki jenjangnya melingkar di pinggangnya.
Mereka kembali saling berciuman mesra. Suara decapan bibir mereka adalah satu-satunya suara yang terdengar dikamar hotel mewah itu.
Kenzo yang sudah sangat terbakar gairah membawa Luna keatas kasur empuk dan menjatuhkannya disana.
Luna tertawa terkikik ketika Kenzo melompat dan menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Luna.
Luna yang sudah mulai terpancing berusaha membuka kemeja yang Kenzo kenakan. Ia sudah sangat merindukan aroma tubuh pria bermata sipit dan berkulit putih itu.
Kenzo yang mengerti keinginan istrinya itu buru-buru membuka seluruh pakaiannya sehingga tidak ada sehelai benangpun yang menempel ditubuh kekar itu.
Setelah benar-benar polos kini Kenzo mulai melucuti semua pakaian yang Luna kenakan hingga keduanya benar-benar polos.
Kenzo kembali menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Luna dan menerkam bibirnya dengan rakus, sementara tangannya mulai mere mas dua benda padat dan kenyal di dada Luna.
Disaat Kenzo asik dengan kedua benda itu ia tidak menyadari jika tangan Luna merayap kebagian bawah tubuh Kenzo dan meremasnya membuat pria tampan bermata sipit itu mengerang tertahan sambil memejamkan matanya.
"Kamu nakal sayang " Kenzo menggigit puncak dada Luna dengan gemas.
"Sakit sipit " Luna menjerit tertahan merasakan sakit di puncak dadanya.
Namun rasa sakit itu seketika sirna ketika bibir kenyal Kenzo buru-buru mengu lum dan menghisapnya dan jeritan kesakitan Luna pun berubah menjadi suara desa han erotis yang sangat disukai oleh Kenzo.
Luna dan Kenzo berada di kamar hotel itu sampai waktu menjelang magrib.
Mereka menutup serangkaian kegiatan panas mereka dengan acara mandi bersama.
Setelah membersihkan tubuh dari sisa percintaan , mereka pun akhirnya memutuskan pulang.
Setibanya di rumah Bagas dan Felisha yang kebetulan sedang berada di rumah Kenzo menemani si kembar terlihat aneh melihat Luna dan Kenzo pulang dalam keadaan rambut yang basah.
Bagas dan Felisha hanya geleng-geleng kepala melihat leher Luna yang banyak dihiasi kissmark bukti keganasan Kenzo.
Bagas dan Felisha lupa jika sebetulnya kelakuan mereka pun tidak jauh berbeda dengan Luna dan Kenzo.
__ADS_1
Bahkan Bagas masih sangat ganas diusianya yang sudah tidak muda lagi.