Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Jangan Sombong sama Kakak


__ADS_3

Sudah menjadi agenda wajib jika weekend Bagas menuruti keinginan anak-anaknya untuk menginap di rumah mertuanya.


Namun sebelum pergi Bagas dan Felisha sudah mendoktrin Luna agar jangan tidur di kamar Kinanti.


"Memangnya kenapa mom aku tidak boleh tidur sama Tante Kinan ?" tanya Luna.


"Karena dedek Alyn sedang ingin tidur sama om Dio..seperti kakak Luna yang suka ingin tidur sama Daddy..iya kan dad ?"


"Iya " jawab Bagas singkat.


"Kalau kakak Luna tidur disana kasurnya tidak cukup untuk berempat " tambah Bagas.


"Baiklah..kakak akan tidur sama mommy dan Daddy saja " Luna akhirnya mengerti.


"Anak pintar " Bagas mencium pipi Luna.


Sebetulnya bukan tanpa alasan jika Bagas dan Felisha melarang Luna tidur di kamar Kinanti. Alasannya adalah karena Kinanti sudah melewati masa nifas nya hari ini. Bagas dan Felisha tidak ingin Luna mengganggu Dio yang akan berbuka setelah selama 40 hari puasa.


Dio langsung mengangkat tubuh Luna tinggi-tinggi ketika bocah ceriwis itu datang.


"Oom..takut jatuh " Luna mencengkram lengan Dio erat. Meskipun takut jatuh tapi Luna malah tertawa cekikikan.


"Kak sudah turunkan nanti jatuh " Ayah tampak ngeri melihatnya.


Dio pun menurunkan Luna karena Luna mengaku jika ia ingin pipis karena terus tertawa.


Felisha buru-buru membawa Luna ke kamar mandi. Setelah selesai mereka kembali berkumpul di ruang keluarga.


Felisha dan Kinanti mengobrol sambil menyusui bayi mereka. Alyn yang baru berusia 40 hari tampak kalem, berbeda dengan Abimanyu yang sudah mulai tidak bisa diam, sehingga Bagas pun harus turun tangan membujuk putranya agar diam saat menyusu.


Setelah Alyn tertidur, Kinanti mengajak Luna untuk tidur dikamarnya seperti biasa.


"Luna mau tidur sama Mommy dan Daddy saja Tante " Luna menolak ajakan Kinanti.


"Loh kenapa ?.. biasanya juga tidur sama Tante dan dedek Alyn " Kinanti merasa heran.


"Kata Mommy dan Daddy dedek Alyn sedang ingin bobo sama Papanya " jawab Luna.


"Sedang ingin tidur sama Papa nya ?" Kinanti masih tidak mengerti.


"Alyn kan sudah 40 hari..takut kak Dio mau buka puasa " bisik Felisha ditelinga Kinanti.


"Ya ampuun..kakak saja tidak sadar kalau Alyn sudah empat puluh hari " Kinanti menepuk jidatnya.


"Yang bener Fe..emang sudah 40 hari ?" Dio langsung bersemangat. Ia sama seperti Kinanti yang tidak menyadari jika masa nifas Kinanti sudah selesai.


"Hitung saja sendiri " jawab Felisha.


"Pura-pura lupa dia " ledek Bagas sambil tertawa.


"Makasih Fe sudah diingatkan..kamu memang adik paling pengertian " Dio mengacak rambut Felisha sambil mengajak Kinanti ke kamar mereka.

__ADS_1


Dengan malu-malu Kinanti mengikuti Dio sambil menggendong Alyn.


"Berbuka diawali dengan yang manis-manis ya kak !" ledek Felisha.


"Oke " Dio mengacungkan ibu jarinya.


Ayah, Bunda, dan Bagas tertawa melihat Felisha yang terus meledek Dio.


"Dad..memang om Dio lagi puasa ya ?" tanya Luna.


"Iya Sayang " jawab Bagas sambil menahan senyumnya.


"Tadi aku lihat om Dio makan kue yang Mommy bawa " Luna menunjuk kue yang ada di meja.


"Waduuh..mungkin om Dio kelupaan " jawab Bagas sambil menggaruk pelipisnya.


*


Dio langsung menyergap Kinanti setelah ia menidurkan Alyn diatas ranjang bayinya.


"Kamu sengaja ya tidak memberitahu aku kalau masa nifas kamu sudah selesai ?" tanya Dio sambil menyosor bibir dan leher Kinanti dengan bernafsu.


"Kalau Feli tidak bilang aku juga tidak ingat " jawab Kinanti.


Tanpa melepaskan tautan bibir mereka Dio langsung menggiring Kinanti ke atas ranjang.


"Sayang..pake pengaman ya " pinta Kinanti


Dio termangu menatap dada Kinanti yang semakin besar . Ia tidak menyangka selama 40 hari tidak menjamahnya akan tumbuh menjadi sebesar itu.


"Jangan dilihat terus ini punya Alyn " Kinanti menangkup kedua *********** dengan kedua tangannya.


"Tidak apa-apa Papanya mencoba sedikit .. mumpung Alyn sedang tidur " jawab Dio.


"Dasar mesum..Papa macam apa masih ingin mengambil jatah anak " sungut Kinanti.


Setelah melepaskan semua baju Kinanti kini Dio melepaskan semua bajunya sendiri hingga keduanya benar-benar polos.


Wajah Kinanti tiba-tiba merona merah karena malu melihat tubuh Dio yang benar-benar polos.


"Sayang..pake pengaman " Kinanti kembali mengingatkan ketika Dio mulai naik keatas tubuhnya.


"Iya..iya.." Dio mengambil pengaman didalam laci nakas dan membuka kemasannya dengan giginya kemudian memakainya sebelum ia kembali mengurung Kinanti dibawah tubuhnya.


*


Luna sedang anteng mewarnai ketika Nakula dan Sadewa pulang sekolah. Kali ini si kembar pulang bersama Ken.


"Sedang mewarnai apa ?" Ken mengintip sedikit pekerjaan Luna.


"Buah strawberry " jawab Luna tanpa menoleh sedikitpun kepada teman kakaknya itu.

__ADS_1


"Sombong banget..kakak punya ini loh " Ken memperlihatkan sebatang coklat kehadapan Luna


"Kakak mauuu.." pinta Luna


"Makanya jangan sombong sama kakak " Ken memberikan coklat itu kepada Luna.


"Aku sedang mewarnai kak..bukan sombong " jawab Luna sambil kembali meneruskan pekerjaannya setelah menerima coklat pemberian dari Ken.


Nakula dan Sadewa juga Ken naik ke lantai atas menuju kamar si kembar.


"Kakak Ken.. terimakasih coklatnya " teriak Luna. Ken yang baru sampai tangga hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Adek kalian lucu banget ya " ujar Ken setelah berada di kamar Nakula dan Sadewa.


"Iya.. dong " jawab Nakula bangga.


"Pengen ya punya adik kayak Luna ?" tanya Sadewa.


"Iya ..tapi tidak mungkin. Mamih tidak mungkin hamil lagi karena rahimnya sudah diangkat " jawab Ken lirih.


"ups sorry...kalau begitu anggap saja Luna adik Lo " ujar Sadewa.


Sejak bertetangga hampir setiap hari Kenzo bermain ke rumah si kembar, begitu juga sebaliknya. Selain bermain mereka juga selalu belajar bersama setiap pulang sekolah.


Felisha dan Bagas sama sekali tidak keberatan melihat kedekatan Kenzo dengan kedua putranya, karena Kenzo termasuk anak yang sopan dan kedua orangtuanya pun sangat baik.


"Kaaak..makan dulu " suara Felisha yang memanggil dari lantai bawah menghentikan obrolan ketiga ABG itu.


"Ajak Kenzo sekalian " tambah Felisha.


"Iya mom " jawab si kembar.


Tidak lama kemudian mereka bertiga langsung turun menuju ruang makan. Disana sudah ada Luna yang sudah lebih dulu makan dengan ditemani Felisha.


"Mamih Papih kamu kemana jarang keliatan ?" tanya Felisha kepada Kenzo.


"Sedang di Jepang Tan " jawab Kenzo sambil mengunyah makannya.


"Kenapa kakak Ken tidak ikut ? Luna saja kalau Daddy pergi ke luar kota suka menangis ingin ikut " tanya Luna.


"Kakak kan sudah besar..harus sekolah " jawab Kenzo sambil tertawa.


"Terus kakak di rumah sama siapa ?" Luna terus memberondong Ken dengan pertanyaan.


"Kan ada pelayan " jawab Ken.


"Luna..kakak Ken nya jangan diajak ngobrol terus..kapan makannya " Felisha mengingatkan Luna.


"Tidak apa-apa Tan " jawab Kenzo.


Berada ditengah-tengah keluarga Bagas yang hangat membuat Kenzo merasa nyaman. Ia terkadang iri melihat kehangatan keluarga Nakula dan Sadewa..tidak seperti kedua orangtuanya yang selalu sibuk dengan bisnisnya.

__ADS_1


Di rumah Nakula dan Sadewa, Kenzo semakin senang dengan kedua adik mereka yang lucu dan menggemaskan.Hampir setiap hari Kenzo membelikan Aluna coklat..Bahkan kedua orangtua Kenzo pun sering membelikan Aluna oleh-oleh jika pulang dari luar negri


__ADS_2