Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Razia Cinta


__ADS_3

Kenzo yang sedang duduk diteras depan rumahnya terlihat lega ketika mobil Luna masuk ke halaman rumahnya menandakan jika gadis itu baru saja pulang dari rumah neneknya.


Tampak Luna turun sambil menggendong Alysha disusul Bagas dan Felisha juga Abimanyu.


Abimanyu terlihat menurunkan barang dari bagasi dan membawanya masuk menyusul Felisha yang sudah lebih dulu masuk bersama Luna.


Sebuah senyum tipis langsung terbit di bibir Kenzo begitu melihat kekasihnya sudah pulang dari menginap.


Kenzo yang masih duduk diteras langsung tersenyum ketika Abimanyu datang dengan membawa satu piring kecil brownis kukus.


"Disuruh nganterin ini sama Mommy buat kakak " Abi memberikan piring kue itu kepada Kenzo.


"Wah kebetulan kakak lagi ngopi " ujar Kenzo sambil mengambil satu potong brownis dan memakannya.


"Bi..kakak Luna sedang apa ?" tanya Kenzo sebelum Abimanyu hendak beranjak pulang.


"Sedang main sama dedek Alysha " jawab Abi sambil berlalu pulang.


Tidak lama setelah Abi pulang terdengar suara Nakula yang memanggilnya dari halaman rumah menantangnya untuk bermain basket.


Dengan senang hati Kenzo pun menerima tantangan sahabatnya itu.


"Aku dukung kakak Ken " ujar Abi mulai menyemangati Kenzo.


"Kalau begitu aku pendukung kakak Nakula " ujar Luna sambil menggerakkan tangan Alysha memberi semangat kepada kakaknya.


Luna dan Abi heboh memberi semangat jagoannya yang sedang berlomba memasukan bola ke dalam ring.


Sementara Bagas dan Felisha memilih menjadi pihak yang netral..mereka malah asik membuat permainan sendiri didalam kamar disaat anak-anak sedang anteng menonton dua cowok ganteng bertanding.


Luna melompat-lompat kegirangan ketika Nakula berhasil mengalahkan Kenzo dengan skor yang terpaut sangat tipis.


"Kamu itu malah dukung Nakula bukannya dukung pacar sendiri " omel Kenzo sambil menenggak air dinginnya.


"Idiiih marah " Luna malah tertawa mendapat Omelan dari Kenzo, begitu juga dengan Nakula yang ikut tertawa melihat wajah sahabatnya yang tampak kesal karena kalah bertanding dan tidak mendapatkan dukungan dari Luna.


Kenzo yang masih kesal langsung tersenyum ketika tangan mungil Alysha menggapainya minta di gendong.


"Dedek mau di gendong kakak ya " Kenzo pun langsung mengambil Alysha dari pangkuan Luna dan menciumi pipi gembulnya dengan gemas.


"Sayang sepertinya Alysha haus deh " ujar Kenzo ketika lama-lama bayi berpipi gembul itu mulai merengek.


"Aku bikinin susu botol dulu " Luna buru-buru pergi untuk membuatkan susu botol Alysha.


Tidak butuh waktu lama Luna pun sudah kembali dengan satu botol susu ditangannya. Luna mengambil Alysha dari tangan Kenzo dan diletakan diatas bouncer nya..baby Alysha pun mulai anteng menyedot susu botolnya.


Tidak lama kemudian Zhifana datang dan langsung menciumi pipi Alysha yang sedang anteng menyedot susu botolnya diatas bouncer nya.


"Datang langsung ciumin Alysha..kakaknya dianggurin " keluh Nakula.


"Cium kamu bau keringat..mendingan cium adiknya wangi mmmh.." Zhifana terus menciumi pipi bulat Alysha.


"Awas kamu..nanti kalau minta cium ga akan aku kasih " ancam Nakula.


"Biarin..yang ada juga kamu yang suka minta cium duluan " jawab Zhifana.Nakula yang awalnya mengancam akhirnya malah tertawa.


Luna dan Kenzo hanya melongo mendengar perdebatan sepasang kekasih itu.Mereka tampak tidak malu perdebatan mereka didengar oleh Kenzo dan Luna.


"Lun..kita jalan yuk !" ajak Zhifana.


"Kemana ?" tanya Luna


"Shoping terus nyalon " jawab Zhifana.


"Ayok..tapi kakak yang bayarin ya " pinta Luna


"Tenang " jawab Zhifana.


"Kalian mau pergi berdua ?" tanya Nakula.

__ADS_1


"Iya..memangnya kamu mau ikut nyalon juga?" Zhifana balik bertanya.


"Ga lah " jawab Nakula.


Luna menatap kearah Kenzo meminta ijin dengan isyarat matanya, namun Kenzo malah melengos.


Pada saat Zhifana dan Nakula membawa Alysha ke kamar bayi untuk ditidurkan Luna tidak melewatkan kesempatan untuk membujuk Kenzo agar mengijinkan dirinya pergi bersama Zhifana.


"Boleh ya kak aku pergi sama kak Zhi " bujuk Luna sambil mengguncang-guncang lengan Kenzo.


"Cuma belanja trus nyalon..sudah itu langsung pulang " bujuk Luna sambil mengerjapkan matanya memohon.


"Wanita belanja itu tidak cukup waktu sebentar, belum nyalon..bisa seharian kamu pergi sama Zhifana..waktu sama kakaknya kapan ? " tanya Kenzo.


"Kan tidak setiap hari kak " Luna masih berusaha membujuk.


"Boleh ya kak ?!" tanya Luna lagi.


"Ya sudah..pergilah " jawab Kenzo akhirnya.


"Terimakasih " jawab Luna senang sambil menjembel kedua pipi Kenzo sebelum berlalu ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Tidak sampai satu jam Luna pun keluar sudah berpakaian rapi, gadis itu tampak cantik dengan memakai rok jeans sepaha dan kaos putih.


"Jangan pakai rok pendek " Kenzo langsung melotot kearah Luna.


"Kakak ih..ini rok baru tau..baru dipake sekarang " ujar Luna.


"Kalau begitu tidak usah pergi " ancam Kenzo.


"Iya..iya..aku ganti " Luna pun mengalah dan mengganti rok pendeknya dengan celana jeans yang robek dibagian lututnya.


"Ya sudah tidak apa-apa..daripada pake rok pendek " ujar Kenzo setelah Luna mengganti bajunya.


Luna dan Zhifana pergi tanpa sempat pamitan kepada Bagas dan Felisha Karena mereka tidak ada yang keluar dari kamar ketika Luna dan Zhifana pergi.


Setelah Luna dan Zhifana pergi, Kenzo pun pulang.Nakula dan Abimanyu pun kembali ke kamar masing-masing.


"Pada kemana anak-anak..sepi banget ?" tanya Felisha.


"Mas Nakula sama Mas Abi ada di kamarnya, kalau mbak Luna pergi sama mbak Zhi " jawab mbak Mia.


Setelah puas berbelanja dan memanjakan diri di salon jam 3 sore Zhifana dan Luna pun pulang.


"Kalian kenapa tidak ajak Mommy kalau mau nyalon " ujar Felisha ketika Zhifana dan Luna muncul.


"Kita ga berani..takut ganggu Mommy dan Daddy yang lagi pacaran " jawab Luna sambil tertawa.


"Anak kecil udah tau pacaran " Bagas mengacak rambut Luna yang kebetulan duduk disebelahnya.


"Ya tau lah Dad..orang dia kan sekarang sudah punya pacar " timpal Nakula.


*


Laju mobil Sadewa sedikit tersendat ketika di depan sedang ada razia kendaraan bermotor. Beberapa anak berseragam abu-abu tampak terkena razia.


"Dasar anak-anak nakal " gumam Sadewa sambil geleng-geleng kepala.Untung Luna tidak senakal mereka..batin Sadewa.


Ketika melewati jajaran anak sekolah yang terkena razia, Sadewa tampak kaget ketika mendapati Cindy ada diantara mereka.


Perlahan Sadewa menepikan mobilnya.Ia turun dari mobil kemudian menghampiri petugas yang sedang membuat surat tilang untuk Cindy.


Melihat kedatangan Sadewa Cindy berniat bersembunyi namun Sadewa terlanjur sudah melihatnya.


Cindy menunduk ketika Sadewa tampak berbicara dengan salah satu petugas kepolisian yang merazia nya.


Cindy yang ketakutan berjongkok disebelah motornya berharap agar Sadewa tidak menemukannya..tapi terlambat.


"Kita pulang " Sadewa meraih tangan Cindy untuk bangkit dari posisi jongkoknya.

__ADS_1


"Lalu motor aku ?" tanya Cindy.


"Biar nanti kakak yang urus " Sadewa menuntun Cindy menuju mobilnya yang terparkir di bahu jalan.


"Kenapa bawa motor tanpa membawa kelengkapan surat-surat nya ?" tanya Sadewa.


"STNK sama kuncinya diumpetin sama Papa..aku pake kunci cadangan " jawab Cindy.


"Kamu juga tidak punya SIM " ujar Sadewa.


"Belum sempat bikin " jawab Cindy lirih.


"Kalau mau berkendaraan bikin SIM dulu, dan bawa surat kelengkapan kendaraan nya " nasehat Sadewa.


"Iya kak " jawab Cindy.


"Trus jam segini seharusnya kamu masih sekolah..kenapa kelayapan ?" tanya Sadewa.


Cindy terdiam, ia tidak berani mengaku jika ia bolos sekolah karena gurunya sedang rapat.


"Mau bolos ?" tebak Sadewa. Cindy menunduk.


"Gurunya sedang tidak ada " jawab Cindy.


"Iya..tapi kalau belum waktunya pulang tetap saja bolos namanya " ujar Sadewa sambil fokus mengemudi. Lagi-lagi Cindy hanya menunduk.


Sadewa melirik jam yang melingkar ditangannya, Sekarang hampir mendekati jam makan siang sepertinya wajar jika ia mengajak gadis nakal itu makan siang.


"Mau kemana kak ?" tanya Cindy ketika Sadewa melajukan mobilnya bukan menuju jalan ke rumahnya.


"Kita makan dulu ya..tadi dari Bandung kakak tidak sempat makan " ajak Sadewa.


"I..iya.." jawab Cindy.


Sadewa membawa Cindy ke sebuah restoran. Disana Cindy tampak patuh dan tidak protes ketika Sadewa memilihkan menu makanan untuknya.


"Kakak sekarang libur ?" tanya Cindy.


"Iya " jawab Sadewa.


"Ooh..aku pikir liburnya Sabtu Minggu " gumam Cindy.


"Kakak juga maunya begitu " jawab Sadewa sambil tertawa.


Pada saat makan suasana mulai sedikit mencair ketika Cindy mulai tidak terlalu takut dan berani bertanya tentang banyak hal kepada Sadewa.


"Kamu tidak takut lagi sama kakak ?" tanya Sadewa.


"Tidak terlalu..ternyata kakak orangnya cukup menyenangkan " jawab Cindy.


"Tidak terlalu berarti masih takut " ujar Sadewa.


"Sedikit " jawab Cindy.


Setelah selesai makan Sadewa kembali melanjutkan perjalanan mengantarkan Cindy pulang ke rumahnya.


Mama Cindy tampak heran ketika melihat Cindy pulang diantarkan oleh Sadewa.


"Motor Cindy mogok Tan , tadi kebetulan kita bertemu di bengkel " Sadewa berbohong.


"Mogok ya..makanya Tante larang pake motor juga..Cindy nya saja yang bandel " ujar Mama Cindy.


Cindy terlihat lega ketika Sadewa tidak menceritakan kepada Mama nya jika tadi ia kena razia dan sekarang motornya berada di kantor polisi.


"Kamu berhutang kepada kakak " bisik Sadewa sebelum pamit pulang.


"Haaah ?" Cindy tampak bingung.


"Kalau tidak ingin Mama kamu tau motor kamu ada di kantor polisi kamu harus mau jalan sama kakak besok " bisik Sadewa sambil tersenyum licik.

__ADS_1


"Iya mau kak " jawab Cindy.


"Bagus..besok kakak jemput kamu " ujar Sadewa sambil menyalakan mesin mobilnya kemudian berlalu.


__ADS_2