Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Kakak Luna


__ADS_3

Setelah menyekap Felisha selama tiga jam di kamar hotel,Bagas dan Felisha pun pulang sesuai jadwal biasa mereka pulang dari kantor.


Kepulangan mereka disambut Luna yang sedang menangis dalam gendongan pengasuhnya.


"Kenapa lagi ini cantiknya Daddy ?" Bagas mengambil Luna dari gendongan pengasuhnya.


"Jatuh dari sepeda dad " jawab Nakula


"Mana yang sakit ?" tanya Bagas


Luna memperlihatkan dengkulnya yang terdapat luka memar sedikit sambil menangis semakin kencang.


"Daddy sakiiiit..hikshiks "


"Hanya luka kecil, sebentar lagi juga sembuh " hibur Bagas


"Tapi sakit dad " Isak Luna sambil mengeratkan pelukannya dileher Bagas.


"Kakak Luna kan jagoan " bisik Bagas.


Tangis Luna mereda ketika Bagas memanggilnya kakak.Sepertinya ia menyukai panggilan barunya.


"Daddy..kenapa leher Daddy merah-merah ?" tanya Luna sambil memeriksa leher Bagas


"Daddy digigit serangga sayang " jawab Bagas sambil melirik kearah Felisha yang sedang menutup mulutnya menahan untuk tidak tertawa.


"Apakah dikantor Daddy ada serangga ?" tanya Luna penasaran.


"Biasanya tidak ada..baru tadi siang ada serangga masuk ke ruangan Daddy " jawab Bagas.


"Apakah ini sakit ?" Luna menekan kissmark dileher Bagas


"Tidak " jawab Bagas.


"Kalau sakit Daddy harus ke dokter.Nanti kalau ada serangga lagi Daddy pukul saja serangganya " ujar Luna


"Nanti Daddy balas gigit serangganya " jawab Bagas,kembali melirik kearah Felisha.


Tidak ingin mengganggu kemesraan Luna dengan Daddy nya, Felisha memilih pergi ke kamar si kembar untuk memeriksa aktivitas kedua putranya yang sedang beranjak ABG.


"Mom..kami minta ijin untuk ikut persami " Nakula memberikan selembar surat ijin orang tua dari sekolah


"Iya nanti mommy bilang sama Daddy " Felisha membawa surat ijin orangtua itu untuk diperlihatkan kepada suaminya.


"Tapi Kami juga ada beberapa perlengkapan yang harus dibeli " kini Sadewa yang berbicara.


"Mommy bilang Daddy dulu ya..kalau Daddy mengijinkan nanti kita beli perlengkapan yang kalian butuhkan " jawab Felisha.


"Iya mom " jawab si kembar kompak


Felisha kembali ke kamarnya dengan membawa surat untuk ia perlihatkan kepada Bagas.


"Apa itu sayang ?" tanya Bagas setelah ia menidurkan Luna.


"Si Kaka mau ikut persami..ini surat ijin orangtua " Jawab Felisha seraya memberikan kertas itu kepada Bagas.


Bagas membaca dengan seksama,kemudian ia mengambil pulpen dan menandatangani surat itu.


"Satu lagi " Felisha menunjuk satu surat dibelakangnya.


"Kenapa dua ?" tanya Bagas


"Sayang anak kita yang akan ikut camping dua orang " Felisha mengingatkan


"Ya..mas lupa " Bagas tertawa sambil kembali membubuhkan tandatangannya di lembaran kertas kedua.


Nakula dan Sadewa tampak girang ketika Bagas masuk ke kamar mereka membawa surat ijin yang sudah ditandatangani.


"Kalian mengikuti kegiatan di alam terbuka harus hati-hati dan waspada oke ??" pesan Bagas


"Iya dad " jawab si kembar


"Perlengkapan apa saja yang harus dibeli ?" tanya Bagas. " Nanti kita beli bersama "


"Om Dio mau antar kami beli dad " jawab Sadewa


"Ya sudah kalau mau beli sama om kamu,minta uangnya sama mommy " Bagas menyentuh bahu kedua putranya kemudian beranjak keluar dari kamar si kembar.

__ADS_1


Keesokannya sepulang dari kantor,Dio menjemput kedua keponakannya untuk membeli perlengkapan camping.


Felisha memberikan kartu debit berikut nomor pin nya kepada si kembar untuk membeli semua kebutuhan nya.


"Jangan biarkan om Dio yang bayar ya !" pesan Felisha.Ia tau harga perlengkapan camping tidaklah murah,apalagi harus membeli dobel.


"Iya mom " jawab si kembar


Melihat kedua kakaknya pergi dengan om nya,Luna menangis ingin ikut.Namun Bagas tidak mengijinkan karena khawatir Dio akan kerepotan membawa tiga orang anak.


"Daddy aku ingin ikut sama om Dio " rengek Luna


"Om Dio nya nanti repot sayang. Lebih baik kita jalan-jalan saja sama mommy " bujuk Bagas.


"Tapi aku maunya sekarang " Luna menarik-narik tangan Bagas.


"Iya sekarang kita pergi,tapi Daddy dan mommy ganti baju dulu " ujar Bagas.Ia dan Felisha baru saja pulang dari kantor.


Luna menunggu Bagas dan Felisha berganti pakaian sambil duduk diatas kasur dengan sisa tangis nya.


"Ayok kita pergi sekarang " Bagas yang sudah mengganti setelan kantornya dengan celana pendek dan kaos langsung menggendong Luna.


"Sudah berhenti nangisnya " bujuk Bagas ketika dilihatnya Luna masih terisak.


"I..Iyya..dad.. hikshiks "


Felisha menyusut wajah Luna yang basah dengan sapu tangan.Menjelang akan punya adik ada perubahan besar pada diri Luna.Gadis kecilnya itu jadi cengeng dan manja..juga posesif kepada Daddy nya. Felisha dan Bagas harus extra sabar menghadapi putri kecilnya itu.


Bagas melajukan mobilnya menuju sebuah mall sesuai keinginan Luna.Mereka langsung memasuki area permainan yang lumayan ramai.


Bagas menemani Luna mencoba hampir semua permainan.Sementara Felisha memilih mengawasi suami dan putrinya yang sibuk kesana kemari mencoba setiap permainan.


Bagas memang menyuruh Felisha duduk dan menunggu mereka bermain.Bagas tidak ingin Felisha yang sedang hamil muda terlalu kelelahan mengikuti keinginan Luna yang lumayan aktif.


Setelah mencoba hampir semua permainan, Bagas dan Luna pun menghampiri Felisha yang sudah menyiapkan minuman segar ditangannya.


"Mommy aku dapat tiketnya banyaaak.. Daddy jagoan mainnya " puji Luna


Felisha melirik Bagas yang tampak bermandikan keringat.Bagas pasti sangat lelah mengikuti keinginan putrinya. Apalagi mereka baru saja pulang dari kantor.


Bagas menenggak minuman yang Felisha sodorkan.Begitu juga dengan Luna.


"Iya kita kesana " Bagas menuntun Luna memasuki gerai ayam goreng tersebut.


Begitu memasuki tempat itu,Luna malah lebih tertarik pada area play ground yang ada disana daripada memesan makanan.


"Sayang kamu pesan saja,biar mas nemenin Luna bermain dulu " titah Bagas.


Felisha memesan makanan sambil sesekali memperhatikan Bagas yang sedang menemani Luna bermain.Punggung Bagas terlihat basah karena terus mengikuti Luna yang seperti tidak ada lelahnya.


Felisha membawa nampan berisi makanan ke sebuah meja.Melihat makanan sudah siap Bagas dan Luna pun menghampiri Felisha.


Setelah mencuci tangan mereka pun makan. Karena lelah bermain,Luna makan dengan sangat lahap.Bagas beberapa kali membersihkan mulut Luna yang sedikit belepotan.


"Habis ini Luna mau kemana ?" tanya Bagas


Felisha melotot kearah Bagas.Pria itu seperti menantang saja,padahal kaosnya sudah mulai basah oleh keringat.


"Mau pulang saja dad..aku lelah " jawab Luna


Bagas dan Felisha membuang napas lega ketika akhirnya Luna mau pulang. Felisha merasa tidak tega melihat Bagas yang sangat berusaha sekali menyenangkan Luna meski ia baru pulang dari kantor.


Setelah selesai makan,mereka pun pulang. Luna langsung tertidur dipangkuan Felisha.


"Kamu pasti lelah mas " Felisha melirik Bagas yang sedang fokus menyetir.


"Lumayan " jawab Bagas


"Nanti malam aku pijitin deh " ujar Felisha


"Bener ya ?!"


"iya bener " jawab Felisha yakin.


"Ini anak seperti sedang balas dendam saja. Mencuri semua perhatian mas " gumam Bagas sambil tersenyum. Felisha pun tertawa.


"Mas Bagas itu sudah bucin sama Luna " ujar Felisha

__ADS_1


"Apa itu bucin ?" tanya Bagas


"Budak cinta " jawab Felisha.


Dasar kanebo kering,istilah umum seperti itu saja tidak tau.


"Oh ya..bucin...bucin sama mommy nya juga " tambah Bagas sambil tertawa.


Felisha terpaku menatap Bagas.Sekarang Bagas begitu mudah tertawa dan berkata manis padanya.Sesuatu yang sangat mahal di awal pernikahan mereka.Dulu jangankan untuk bermanja-manja,menatap wajahnya saja Felisha tidak berani.Bagas seperti bintang dilangit yang begitu sulit untuk ia raih.


"Sayang..kenapa ?" lamunan Felisha buyar ketika Bagas menyentuh tangannya.


"Tidak apa-apa " jawab Felisha tersenyum lembut.


"Mas tidak mau kamu menyembunyikan apapun " pinta Bagas


"Tidak ada.. beneran sayang " jawab Felisha


"Tapi mata kamu aneh waktu liatin mas " ujar Bagas menyelidik.


"Aneh bagaimana?..aku cuma sedang mengagumi suami sendiri " jawab Felisha.


"Yakin cuma itu ?" Bagas tidak yakin dengan jawaban istrinya,sebab ia sempat menangkap kesedihan dimata Felisha.


"Iya sayang..ga percayaan banget sih sama istri sendiri " sungut Felisha


"Aku tuh sekarang merasa menjadi wanita yang paling beruntung..punya suami yang ganteng dan sayang meskipun kaku seperti kanebo.. ditambah anak-anak yang ganteng dan cantik. Hidup aku tuh sempurna banget " ujar Felisha


"Bukan kamu yang beruntung..tapi mas Bagas " jawab Bagas dengan wajah datarnya.


"Merasa beruntung tapi mukanya datar begitu..dasar kanebo kering " cebik Felisha


Bagas melirik kearah Felisha sambil tersenyum tipis.Ia sama sekali tidak marah ketika Felisha mengatai dirinya kanebo kering.Baginya itu sebutan sayang Felisha untuknya.


"Kanebo kering..kanebo kering..kanebo kering " racau Felisha.Bagas pun tertawa terbahak.


"Mas Bagas ganteng kalau sedang tertawa " Felisha kembali menatap kagum pada Bagas.


Mendapat pujian dari Felisha Bagas malah menghentikan tawanya. " Gombal "


Sesampainya di rumah,Bagas mengangkat tubuh Luna yang tertidur dipangkuan Felisha. Nakula dan Sadewa tampak baru pulang dari membeli perlengkapan camping dengan Dio.


"Om Dio nya kemana kak ?" tanya Bagas sebelum masuk ke kamar untuk menidurkan Luna.


"Sudah pulang dad barusan " jawab si kembar sambil membongkar hasil belanjaan mereka.


"Mom ini kartunya " Nakula mengembalikan kartu pemberian Felisha.


"Tidak dipakai mom..semua om Dio yang bayar" ujar Sadewa.


"Kenapa kalian biarkan om Dio yang bayar ?" tanya Bagas merasa tidak enak.


"Om Dio nya maksa dad " jawab Nakula


"Ya sudah biarin sayang..namanya juga sayang sama keponakan " ujar Felisha.


Bagas pun akhirnya mengerti.Ada rasa haru dalam hatinya ternyata Dio sangat menyayangi kedua putranya meskipun hubungan mereka sempat memburuk.


Nakula dan Sadewa kembali ke kamar mereka untuk mempersiapkan semua perlengkapan camping mereka besok dengan dibantu Felisha.


Dua ransel perlengkapan dan bekal si kembar sudah siap.Besok pagi Nakula dan Sadewa akan mengikuti persami di Bogor.


"Apa ada yang kurang ?" tanya Felisha


"Sudah mom..semua sudah lengkap " jawab si kembar.


Setelah memastikan semua lengkap, Felisha pun kembali ke kamarnya.


"Sudah beres ?" tanya Bagas.Ia mengalihkan pandangannya dari ponselnya kearah Felisha yang perlahan merangkak naik keatas ranjang dan berhenti duduk dipangkuannya.


"Sudah boss " jawab Felisha seraya melingkarkan kedua tangannya dileher Bagas.


"Apa ini maksudnya ?" tanya Bagas pura-pura tidak mengerti sambil menunjuk tangan Felisha yang membelit lehernya.


"Kan mau mijitin kamu " jawab Felisha manja


"Bukan mau mijitin..tapi kamu minta dipijit " Bagas melempar ponselnya kemudian menerkam bibir Felisha dengan rakus.

__ADS_1


"Maaass..!!!"


__ADS_2