
Ezra terbangun ketika hari sudah sore. Disampingnya Ajeng dan Luna masih tertidur pulas saling berpelukan.Sepertinya kedua wanita itu kelelahan setelah seharian bermain.
Perlahan Ezra mencium pipi kedua wanita yang masih terlelap itu bergantian.Namun ketika mencium pipi Ajeng bibir Ezra malah mampir di bibir Ajeng yang sedikit terbuka.
"Mmmhh...Sayaaang " merasa ada yang menyentuh bibirnya Ajeng pun terbangun.
"Sssttt..nanti Luna bangun !" Ezra membungkam mulut Ajeng dengan bibirnya.
Ajeng dan Ezra buru-buru melepaskan tautan bibir mereka ketika Luna terbangun.
"Aunty sama Om seperti Daddy sama mommy saja suka peluk-peluk " ucap Luna sambil mengucek matanya.
"Sama Luna juga aunty suka pelukan " ujar Ajeng sambil memeluk Luna.
'Tadi waktu tidur saja Luna sama Aunty peluk-peluk an " tambah Ezra.
"Begitu ya " ucap Luna sambil tertawa.
"Sudah sore..kita mandi yuk " Ajeng mengajak Luna untuk mandi.
"Ayok " jawab Luna
"Dadah om..kita mandi dulu ya " Luna beranjak ke kamar mandi bersama Ajeng.Ezra mengangguk sambil tersenyum.
"Hhmm..kalian sudah cantik dan wangi " Ajeng dan Luna yang baru keluar dari kamar langsung dihadiahi ciuman di pipi oleh Ezra.
"Sekarang giliran om yang mandi " Ajeng mendorong Ezra ke kamar mandi.
"Iya..om bau belum mandi " Luna menutup hidungnya dengan tangan mungilnya
Sambil menunggu Ezra selesai mandi Ajeng menyuapi Luna makan.Gadis kecil itu makan dengan lahap sambil berceloteh.
"Tadi pagi aku bawa bekal pasta buatan Daddy. Pasta buatan Daddy enak loh aunty " Luna mengacungkan ibu jarinya.
"Oh ya ?"
"Iya Aunty..tapi Daddy tidak bisa masakin tiap hari "
"Kenapa ?" tanya Ajeng
"Kan Daddy sibuk.. pekerjaannya banyaaak.. kata Daddy biar Luna,kakak sama Abi bisa jajan " oceh Luna.
"Iya.. Daddy Luna kan uangnya banyak " ujar Ajeng sambil tersenyum.
Ezra yang baru selesai mandi tertawa ketika mendengar ocehan Luna.
"Daddy Luna tidak kerja juga uangnya datang sendiri " ujar Ezra sambil tertawa
"Tidak oom..kata Daddy kalau mau banyak uang harus kerja " sanggah Luna.
"Dasar anak Daddy banget kamu " gumam Ezra.
Setelah selesai makan,Ajeng dan Ezra pun mengantarkan Luna pulang.Mereka tidak ingin mendapatkan amukan dari Bagas jika terlambat mengembalikan Luna.
"Luna..nanti kalau Aunty sama om ajak lagi Luna mau kan ?" tanya Ajeng penuh harap.
__ADS_1
"Mau..tapi bilang dulu sama mommy dan Daddy " jawab Luna.
"Pasti dong Sayang..kalau tidak bilang dulu bisa digantung om sama Daddy kamu " jawab Ezra
"Daddy aku baik om " Luna membela Daddy nya.
"Iya Sayang " Ezra mengusap kepala Luna dengan tangan kirinya.
Sesampainya di rumah Bagas, ternyata Bagas sudah pulang dari kantor.Ketika Ajeng dan Ezra datang Bagas sedang menimang Abimanyu.
"Mommy..tadi aku ketemu Daddy sedang makan di restoran " Luna langsung mengadu kepada Felisha.
"Daddy makan di restoran sama siapa ?" tanya Felisha
"Banyakan mom " jawab Luna
"Sama staf kantor Yang " Bagas menjelaskan.
"Staf nya semua perempuan Fe !" Ezra memprovokasi.Felisha langsung melotot kearah Bagas.
"Bohong..orang staf yang ikut aku tadi laki-laki semua..tanya saja sama Luna " jawab Bagas santai.
"Iya mom..semua laki-laki " jawab Luna sambil duduk dipangkuan Felisha karena Bagas sedang menggendong Abimanyu.
"Kalau mau ngomporin, aku tidak akan kasih izin kalian bawa Luna lagi " ancam Bagas.
"Becanda..hahah " Ezra tertawa.
"kamu sih " Ajeng langsung melotot kearah suaminya.
Setelah mengembalikan Luna dengan selamat dan tidak kurang apapun,Ezra dan Ajeng pamit pulang.Felisha mengantarkan mereka sampai ke teras sementara Bagas masih menimang Abimanyu sambil mendengarkan Luna berceloteh.
"Iya " jawab Felisha
"Kenapa tidak suruh tanya pakarnya ?" tanya Bagas.
"Pakarnya..siapa Sayang ?" tanya Felisha
"Suami kamu dong..lihat anaknya nyampe banyak begini " Bagas menunjuk pada dirinya sendiri sambil tertawa.
"Kalau kamu sih sudah tidak bisa diragukan lagi jam terbang nya sudah tinggi " jawab Felisha.
"Mommy..siapa yang bisa terbang ?" Luna yang sejak tadi mendengarkan obrolan mommy dan Daddy nya tampak penasaran.
"Burung Daddy sayang "Jawab Felisha spontan.
"SAYAAANG " Bagas langsung melotot kearah Felisha.
"Ups " Felisha menutup mulutnya sendiri.
Luna hanya melongo tambah tidak mengerti.
"Maksud mommy..dulu Daddy punya burung tapi sekarang sudah terbang tinggi " Felisha mengarang bebas.
"Ooh begitu.." Luna mulai mengerti.
__ADS_1
"Ceritanya ga bermutu " cibir Bagas
'Masss....kamu tuh bukannya bantu mikir malah mengejek, padahal aku sudah capek-capek mikir " Felisha merajuk.
"Mending ajak Luna tidur daripada nanti nanyain burungnya terbang kemana kan berabe " bisik Bagas.
"Iya Mas " jawab Felisha sambil menuntun Luna menuju kamarnya.
Baru dua langkah tiba-tiba Luna menghentikan langkahnya.
"Mommy..burung Daddy terbang kemana ? kenapa tidak ditangkap ?" tanya Luna.
Bagas dan Felisha bengong tidak tau harus menjawab apa.
"Iya nanti malam burungnya kita tangkap ya mom !" ajak Bagas sambil mengerling.Felisha hanya membuang muka.
"Sudah sekarang kakak tidur..besok takut kesiangan sekolah " Felisha mengakhiri perdebatan tentang burung.
"Aku mau dikeloni sama Daddy " pinta Luna
"Baiklah " jawab Bagas sambil menyerahkan Abimanyu kepada Felisha.
Ditangan Bagas Luna begitu mudah tertidur.Tangan mungilnya memeluk perut Bagas dengan erat.Sebelum kembali ke kamarnya Bagas terlebih dahulu mencium pipi Aluna lembut seraya berbisik.
"Tidur yang nyenyak ya putri cantik Daddy "
"Luna sudah tidur Yang ?" tanya Felisha yang baru saja menidurkan Abimanyu di kamar bayi bersama mbak Mia.
"Sudah..kalau belum mana mau dia melepaskan mas " jawab Bagas sambil tertawa.
"Sekarang giliran aku yang kamu kelonin " Felisha naik keatas ranjang dan langsung duduk dipangkuan Bagas.
"Bagaimana Luna tidak manja kalau Mommy nya juga manja " ujar Bagas seraya meremas bokong Felisha yang tepat menduduki tongkat saktinya yang sensitif.
"Aku bisa manja-manja nya kalau anak-anak sudah tidur.Kebagian sisa anak-anak " keluh Felisha.
"Kamu sama anak sendiri saja cemburu " Bagas mentertawakan Felisha yang cemberut.
Karena kesal ditertawakan oleh Bagas,Felisha pun menggigit telinga Bagas.Tawa Bagas pun seketika berubah menjadi erangan kesakitan.
Bagas membalas dengan menggigit dagu Felisha.Namun Bagas membalas tidak cukup dengan menggigit dagunya saja,melainkan merambat turun menggigit dan menghisap leher Felisha sehingga meninggalkan jejak merah kebiruan.Felisha pun melakukan hal yang sama kepada Bagas sehingga leher Bagas pun dipenuhi jejak merah kebiruan.
"Ini namanya stempel kepemilikan...Mas Bagas itu cuma punya aku " ucap Felisha posesif.
"Iya cuma punya kamu " jawab Bagas.
"Kalau yang sedang kamu duduki itu punya siapa ?" tanya Bagas.
"Oh ini..punya aku juga dong " jawab Felisha sambil mengelus tongkat sakti Bagas.
"Kamu itu nakal Sayang " Bagas meraup wajah Felisha kemudian melahap bibirnya.Felisha pun membalasnya.Mereka pun saling mengunyah dan ******* dengan rakus.
Hanya pada saat anak-anak sudah tidur saja Felisha dapat benar-benar memiliki Bagas seutuhnya...itu pun jika Abimanyu tidak terbangun pada malam hari.
Bagas mengerang sambil menyebut nama Felisha berulang kali sebelum akhirnya tubuh kekar yang bermandikan peluh itu ambruk diatas tubuh Felisha.
__ADS_1
"Nanti kalau Luna nanya lagi apa aku harus bilang kalau semalam burungnya Daddy pulang ?" tanya Felisha masih dengan nafas tersengal.
"Jangan..cukup kita saja yang tau " jawab Bagas sambil mencium bibir Felisha sebelum menggulingkan tubuhnya turun dari atas tubuh Felisha.