
Setiap ada kesempatan berkumpul, Nakula dan Sadewa juga Kenzo selalu meminta waktu kepada istri-istri mereka untuk pergi ngumpul bersama teman-teman sekolahnya.
"Boleh ya Sayang mumpung lagi di Jakarta " Sadewa meminta ijin kepada Cindy.
Karena Sadewa perginya dengan Kenzo dan Nakula Cindy pun akhirnya mengijinkan.
Sore itu Nakula, Sadewa dan Kenzo pergi dengan mobil Kenzo. Luna tidak tau kemana Kenzo akan membawa kedua kakaknya pergi.
Setelah Nakula dan Sadewa juga Kenzo pergi tiba-tiba Luna dan Cindy juga Zhifana mempunyai ide untuk pergi bertiga.
Setelah anak-anak mereka tidur ketiga wanita cantik itu pergi dengan mobil Luna.
"Pulangnya jangan terlalu malam " pesan Bagas kepada putri dan kedua menantunya.
"Iya Dad " jawab mereka bertiga kompak.
Sebelum pergi mereka mengirim pesan kepada suami-suami mereka memberitahu jika mereka bertiga akan pergi jalan-jalan.Namun pesan mereka semua centang satu.
Malam itu Nakula, Sadewa dan Kenzo mengunjungi sebuah klub malam untuk bertemu dengan beberapa teman sekolah mereka.
Disana mereka memesan minuman non alkohol karena memang mereka tidak menyukainya.
Namun suara dentuman musik yang sangat kencang membuat ketiga pria tampan itu tidak menyadari jika istri-istri mereka mengirimkan pesan meminta ijin untuk keluar bersama.
Setelah satu jam berlalu Kenzo yang baru membuka ponselnya kaget ketika mendapati pesan dari Luna jika istrinya itu minta ijin untuk pergi bersama Cindy dan Zhifana.
Kenzo membalas pesan Luna dengan menanyakan kemana tujuan mereka akan pergi, namun tidak juga dibaca oleh Luna.
Kenzo berusaha menghubungi Luna tapi tidak diangkat. Kenzo yang merasa kesal kemudian memberitahu Nakula dan Sadewa jika istri-istri mereka malam ini pergi bersama.
Nakula berusaha menghubungi Zhifana namun tidak diangkat, begitu juga dengan Sadewa.
Ketiga pria tampan itu terlihat mulai gusar memikirkan kemana istri-istri mereka pergi.
"Balik yuk..kita cari mereka !" ajak Kenzo kepada Nakula dan Sadewa.
Akhirnya Nakula dan Sadewa juga Kenzo pamit kepada teman-teman mereka untuk pulang duluan.
Di jalan Kenzo terus menghubungi Luna namun tidak diangkat. Pria tampan bermata sipit itu terlihat sangat kesal begitu juga dengan Nakula dan Sadewa.
"Sepertinya mereka sengaja tidak mau menerima telepon dari kita.. dasar bandel " Sadewa terlihat geram.
"Iya.. sepertinya mereka kompak. Tidak biasanya Zhi tidak mau menerima telepon dari gw " ujar Nakula.
"Kira-kira kemana mereka pergi ?" tanya Sadewa.
"Kita coba cari ke coffee shop nya si Rio..Luna dan Cindy sering nongkrong disana " Kenzo melajukan mobilnya ke arah coffee shop milik Rio yang berada satu arah dengan kantornya.
__ADS_1
Setibanya disana ketiga pria tampan itu tidak menemukan istri-istri mereka disana.
Di coffee shop milik Rio Kenzo malah bertemu dengan Hana yang sedang nongkrong disana dengan teman-temannya.
Setelah saling sapa Kenzo pun keluar dari sana dengan diikuti oleh Nakula dan Sadewa dibelakangnya.
Ketiga pria tampan itu mulai panik mencari kemana istri-istri mereka pergi.
Karena tidak juga menemukan keberadaan Luna, Cindy dan Zhifana akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang dan menunggu istri-istri mereka di rumah.
Sementara di sebuah gedung bioskop Luna, Cindy dan Zhifana tampak sedang nonton sambil menikmati pop corn.
Luna yang sedikit penakut beberapa kali terpekik sambil menutup matanya.
Malam itu mereka memang menonton film dengan genre horor pilihan Cindy.
"Berisik amat sih dek " omel Cindy karena pekikan Luna memekakkan telinganya.
"Ya gw takut..gw sama kakak Ken belum pernah nonton film horor " jawab Luna.
"Iya tapi jeritnya jangan deket telinga gw..lihat tuh kakak Zhi saja santai " ujar Cindy.
"Sebetulnya kakak juga takut " ujar Zhifana sambil menggenggam tangan Luna.
"Tangan kakak dingin banget " ujar Luna.Dalam diamnya sebetulnya Zhifana sama penakutnya dengan Luna.
Cindy dan Sadewa memang sering menonton film horor atau film action berbeda dengan Luna dan Zhifana yang lebih menyukai film romance dan komedi.
Setelah film selesai mereka pun keluar dari gedung bioskop. Dalam perjalanan pulang ketiga wanita cantik itu makan nasi goreng di warung pinggir jalan yang kebetulan mereka lewati.
Mereka asik makan sambil membicarakan film yang tadi mereka tonton.
Mereka bertiga tidak ada yang membuka ponsel karena sebelum pergi mereka sudah minta ijin kepada suami-suami mereka.
Setelah selesai makan mereka pun memutuskan langsung pulang. Jam 10 malam mobil yang Luna kendarai sampai di rumah.
Begitu turun dari mobil mereka langsung disambut oleh ketiga pria tampan yang berkacak pinggang di teras.
"Darimana kalian ?" tanya Nakula
"Habis nonton " jawab Zhifana.
"Kenapa ditelepon tidak diangkat ?" Sadewa menatap tajam kearah Cindy.
"Waktu nonton di silent..sampe pulang " jawab Cindy.
Luna yang belum ditanya apa-apa terlihat ketar-ketir melihat Kenzo yang menatapnya tajam tanpa berbicara apapun.
__ADS_1
"Pulang !" ucap Kenzo sambil berjalan menuju rumah mereka.Luna mengikuti dari belakang dengan wajah pasrah.
Setibanya di rumah Luna langsung masuk ke kamar dan naik keatas ranjang kemudian menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut.
"Kenapa tidak bilang sebelumnya kalau mau pergi nonton ?" tanya Kenzo.
"Rencananya mendadak " jawab Luna.
"Seharusnya sebelum pergi kamu minta ijin dulu sama suami " ucap Kenzo.
"Aku sudah minta ijin tapi pesannya tidak dibuka " jawab Luna.
"Kalau begitu berarti kakak belum ijinkan..kenapa nekad pergi ?" nada suara Kenzo mulai naik.
"Maaf " cicit Luna.
"Kamu juga ditelpon tidak diangkat. Kamu tau tidak kita cari kalian kemana-mana " Kenzo terlihat sangat kesal.
"Maaf..tadi tidak terdengar karena di silent " jawab Luna.
"Kakak tidak suka kamu mulai belajar bandel " omel Kenzo.
Mendengar Kenzo mengatakan dirinya belajar bandel Luna mengeluarkan kepalanya dari balik selimut.
"Aku tidak bandel kak..aku cuma pergi nonton itu pun sama kedua kakak aku..masa tidak boleh ? aku juga tidak melarang kakak pergi bersama kak Nakula dan Kak Dewa " ujar Luna emosi.
"Kakak jangan egois dong..sendirinya boleh pergi kemana pun giliran aku dilarang " omel Luna.
"Padahal aku pergi juga sama kak Zhi dan Cindy..kami para wanita juga butuh hiburan..bukan hanya kalian yang butuh hiburan " semprot Luna.
Kenzo hanya melongo tidak menyangka jika Luna akan semarah itu padanya.
"Bukan melarang..kakak hanya khawatir soalnya tadi kamu tidak bisa dihubungi " Kenzo berusaha melembutkan nada suaranya.
"Kan aku tadi bilang sudah minta ijin. Kakak Zhi dan Cindy juga..tapi kalian tidak membuka pesan dari kami "
"Aku tidak suka kakak bilang aku belajar nakal " semprot Luna.
"Iya maaf tadi kakak salah bicara " ucap Kenzo lirih.
Kenzo yang awalnya kesal dan ingin memarahi Luna akhirnya malah terbalik, justru dirinya lah yang dimarahi oleh Luna.
Setelah mengeluarkan kekesalannya Luna kembali menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut.
Sebelum tidur Kenzo berusaha membuka selimut yang menutupi tubuh Luna.
"Sayang..jangan ditutupi begini dong, emang kamu tidak sesak ?" Kenzo berusaha menarik selimut yang menutupi tubuh Luna namun tidak berhasil.
__ADS_1
Sampai tertidur Luna tidak keluar dari dalam selimutnya. Akhirnya Kenzo pun harus melewati malam yang dingin hanya dengan memeluk guling.