Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Kram Kaki Menusuk Hati


__ADS_3

Weekend ini Luna dan Cindy berencana akan pergi ke Bandung.Bagas dan Felisha mengijinkan karena mereka akan menginap di rumah mereka yang sekarang ditinggali oleh Sadewa.


Luna dan Cindy memilih pergi dengan menggunakan travel karena Luna bersikeras ingin mencoba menggunakan kendaraan umum.


Sebelum pergi Luna sempat minta ijin kepada Kenzo, dan pria itu mengijinkan karena perginya dengan Cindy.Selain itu di Bandung juga ada Sadewa dan mereka akan menginap disana.


Sebelum Luna pergi Kenzo membekali gadis manja itu sebuah blackcard dan serentetan pesan yang wajib Luna patuhi.


"Aku tidak butuh ini " Luna mengembalikan kartu berwarna hitam itu kepada Kenzo. Uang jatah bulanan dari Daddynya saja sudah lebih dari cukup bahkan berlebih.


"Pegang saja..kakak tidak mau tau " Kenzo tidak ingin dibantah.


Tidak ingin berdebat akhirnya Aluna pun menyimpan kartu pemberian Kenzo kedalam dompetnya.


Kenzo mengantarkan Aluna dan Cindy sampai travel itu pergi.Setelah pergi Kenzo langsung menghubungi Sadewa untuk memberitahu jika Luna dan Cindy sudah pergi.


"Aluna itu adik gw..dia aman bersama gw " ujar Sadewa.


"Iya " jawab Kenzo sedikit malu.


Karena terlalu khawatir ia sampai melupakan jika Sadewa itu adalah kakak Aluna dan rasa sayang Perwira Polisi muda itu kepada adiknya sudah tidak bisa diragukan lagi.


Setibanya di Bandung begitu turun dari travel ia sudah langsung dijemput oleh Sadewa yang masih mengenakan pakaian dinasnya karena baru pulang dan tidak sempat mengganti baju.


"Di jalan lancar ?" tanya Sadewa sambil memeluk bahu Aluna.


"Lancar kak " jawab Luna sambil menggelendot manja dilengan Sadewa.


Sadewa membawakan tas milik Luna dan Cindy kemudian dimasukkan kedalam bagasi mobil.


"Mau langsung ke rumah atau makan dulu ?" tanya Sadewa.


"Pulang saja kak..tadi di jalan kita sudah makan .Mommy membekali kita kotak makan.. seperti anak TK saja " jawab Luna.


"Mungkin Mommy lupa kalau anaknya sekarang sudah gadis " ujar Sadewa sambil terkekeh.


Jangankan kepada Luna, kepada Sadewa saja Felisha masih selalu membawakan kotak makan jika Sadewa akan pulang ke Bandung.


"Luna..bagaimana kalau kita menginap di hotel saja " bisik Cindy.

__ADS_1


"Kenapa harus menginap di hotel ?" tanya Luna


"Aku takut sama kakak kamu " jawab Cindy masih berbisik.


Meskipun berbisik-bisik namun Sadewa bisa mendengar ucapan Cindy dengan jelas.


"Kalau mau menginap di hotel lebih baik kalian pulang lagi saja ke Jakarta sekarang " ancam Sadewa tegas.


" Tidak jadi Pak..eh..kak " jawab Cindy gugup.


"Kakak..jangan galak-galak dong sama Cindy, nanti dia nangis loh " ujar Luna.Sadewa pun hanya diam sambil sesekali melirik kearah Cindy yang tampak ketakutan.Melihat wajah Cindy yang ketakutan malah terlihat lucu dimata Sadewa.


Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam mereka pun sampai di rumah.


Sadewa menyuruh Luna dan Cindy istirahat. Ia sendiri langsung masuk ke kamar mandi di kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Sadewa sudah menyiapkan kamar tamu untuk Cindy, namun Cindy lebih memilih tidur dengan Aluna karena merasa takut tidur sendirian.


"Sudah besar masa takut tidur sendiri " gumam Sadewa menyindir.


Pada malam harinya Sadewa kedatangan tamu teman seangkatan yang juga berdinas di Bandung.Sadewa pun mengenalkan Luna dan Cindy kepada temannya.


"Adik Lo cantik Wa..kalau belum punya pacar buat gw saja " seloroh teman Sadewa yang bernama Agung itu.


"Neng Luna sudah punya pacar belum ?" tanya Agung menggoda.Luna pun bukan menjawab malah tertawa lucu.


Pada saat mereka mengobrol diam-diam Cindy melaporkan semua kegiatan mereka kepada Kenzo, termasuk teman Sadewa yang sedang menggoda Luna.


Mendapat laporan dari Cindy jika ada teman Sadewa yang menggoda Luna membuat Kenzo langsung gusar.


Tanpa pikir panjang Kenzo pun memasukan beberapa baju kedalam tas ranselnya dan menyambar kunci mobilnya langsung menyusul ke Bandung malam itu juga.


Perjalanan Jakarta-Bandung yang biasanya Kenzo tempuh hanya dalam waktu 3 jam kini sampai memakan waktu 5 jam karena terjadi kecelakaan di km 97.


Hampir jam 2 dini hari mobil Kenzo pun sampai di Bandung.Karena tidak mungkin berkunjung diwaktu dini hari akhirnya Kenzo mencari hotel terdekat untuk menginap.


Sebelum tidur Luna dan Cindy sibuk membuat daftar tempat wisata yang akan mereka kunjungi besok sambil menyiapkan baju dan sepatu yang akan mereka pakai besok.


Udara Bandung yang dingin membuat Cindy buru-buru memakai sweater nya.

__ADS_1


"Kamu kalau di Jepang udaranya lebih dingin kuat " ujar Luna.


"Disana kan pakai pemanas ruangan " jawab Cindy sambil menarik selimutnya tinggi-tinggi.


Tidak lama kemudian Luna dan Cindy pun tertidur sambil berpelukan.


Sementara di kamar lain Sadewa masih anteng menonton pertandingan sepak bola. Karena club pegangannya kalah akhirnya Sadewa pun memutuskan untuk tidur. Sadewa harus menyiapkan energi yang full karena besok ia harus mengantarkan adik kesayangannya jalan-jalan.


Baru saja Sadewa akan memejamkan matanya tiba-tiba ia mendengar suara gaduh dari kamar tamu.


Sadewa loncat dari atas ranjang dan buru-buru menuju ke kamar tempat Cindy dan Luna tidur.


"Ada apa ribut-ribut ?" tanya Sadewa


"Kaki Cindy kram kak " Luna memegangi kaki Cindy. Cindy tampak menangis sambil mencengkram tangan Luna.


"Tidak usah panik " Sadewa mendekat kearah kaki Cindy. Perlahan Sadewa meregangkan otot kaki Cindy yang tegang dan kemudian menggosok-gosokan dengan minyak kayu putih yang baru saja diambilnya dari kotak obat.


Perlahan otot kaki Cindy pun mulai rileks.


"Apa masih sakit ?" tanya Sadewa


"Tidak Pak..eh Kak " jawab Cindy.


Tangis Cindy pun berhenti setelah rasa sakit dibetisnya menghilang.


"Kalau kram lagi jangan nangis..lakukan seperti yang kakak lakukan tadi " nasehat Sadewa .


"Iya Pak " jawab Cindy.


"Bapak lagi..Bapak lagi " Luna menoyor kepala Cindy.


"Kakak aku seganteng ini belum pantes disebut bapak " ujar Luna sambil menarik selimutnya bersiap untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu oleh tangisan Cindy.


Sadewa keluar dari kamar, namun ketika sampai pintu ia menoleh ketika Cindy memanggilnya.


"Kakak.. terimakasih "


"Ya " jawab Sadewa sebelum menghilang dibalik pintu kamar.Luna dan Cindy tidak melihat jika bibir pria tampan nan gagah itu menyungging senyuman tipis.

__ADS_1


Like, komen dan vote nya pliiiss..pliiisss


Happy reading 😘😘😘


__ADS_2