
Dio terkapar diatas tubuh Kinanti dengan nafas tersengal,begitu juga Kinanti.Keduanya baru saja menyelesaikan pekerjaan demi tercapainya misi memberi adik perempuan untuk Luna.
Kinanti buru-buru mendorong tubuh Dio ketika samar-samar terdengar suara Felisha dan Bagas yang sedang menenangkan Luna yang sedang menangis.
Bagas dan Felisha berusaha menahan Luna yang ingin mencari Kinanti ke kamar yang biasa Kinanti dan Dio tempati jika sedang menginap.
"Tante Kinan nya hilang..pasti pulang ke rumah Enin tidak bilang-bilang " Luna menangis dalam gendongan Bagas.
"Tante Kinan ada sayang..sekarang sedang membuatkan minum buat om Dio " ujar Felisha berbohong.
Padahal ia dan Bagas sudah bisa menebak apa yang sedang mereka lakukan setelah diam-diam kabur dari kamar anak-anak.
Tangis Luna langsung berhenti ketika orang yang dicarinya datang dengan wajah sedikit memerah.
"Tuh mommy juga bilang apa..Tante Kinanti baru selesai bikin kopi untuk om Dio..iya kan Tan ?" Felisha mengerling kearah Kinanti.
"I..iya sayang " jawab Kinanti gugup.
"Sudah malam yuk kita bobo " Kinanti mengambil Luna dari gendongan Bagas
"Abis berapa ronde kak ?" bisik Felisha meledek.
"Dasar kamu seperti yang tidak doyan saja " jawab Kinanti sambil berlalu dengan Luna dalam gendongannya.Felisha pun tertawa.
"Kamu itu iseng banget sih godain kakak ipar kamu " omel Bagas.
"Habisnya lucu saja mas lihat mukanya merah pas keluar dari kamar " jawab Felisha sambil tertawa.
"Padahal mereka itu sudah suami istri ngapain harus malu " ujar Felisha.
"Sudah sekarang kita tidur " Bagas menggiring Felisha kembali ke kamar mereka.
"Tapi kasihan juga mereka,mau berduaan saja direcokin anak-anak.Abisnya anak-anak semua nempel sama kak Dio dan kak Kinanti " ujar Felisha setelah mereka berbaring diatas ranjang bersiap untuk tidur.
"Iya " jawab Bagas yang mulai mengantuk.
"Sayaaang..diajak ngobrol malah tidur " Felisha protes ketika dilihatnya Bagas mulai akan tertidur.
"Ngantuk Sayang " jawab Bagas tanpa membuka matanya.
"Tapi aku belum ngantuk " Felisha terus mengganggu Bagas dengan mencolek-colek pipinya.
"Tidak ada tapi-tapian..TIDUR !" titah Bagas tegas.
"iya mau tidur..galak banget sih kamu " jawab Felisha dengan wajah cemberut namun ia berusaha menurut perintah Bagas untuk segera tidur.
Meski dengan wajah cemberut namun tak urung tangan Felisha melingkar di pinggang Bagas.Akan sulit bagi Felisha jika tidur tanpa memeluk kanebo keringnya terlebih dahulu.
Bagas menyambut tangan Felisha dengan sebuah pelukan hangat.Dan Felisha pun tertidur dalam posisi ternyamannya dalam pelukan Bagas.
Keesokannya pagi-pagi Nakula dan Sadewa heboh karena semalam mereka kehilangan om kesayangannya.
"Om semalam kenapa pindah ?" tanya Nakula ketika mereka berkumpul di ruang makan untuk sarapan.
"Kalian tidurnya ngabisin tempat jadi om pindah ke kamar " jawab Dio berbohong
"Halaaah..alasan " sindir Bagas
"Tante Kinan juga semalam ilang kak..untung aku temuin lagi..jadi tidur dikamar aku lagi " tambah Luna dengan wajah berseri.
__ADS_1
"Lain kali kalian kalau tidur sama om Dio dan Tante Kinan ikat saja di ranjang biar tidak kabur " saran Felisha.
"Mereka sedang kejar setoran " ledek Bagas sambil tertawa.
"Kalian itu bisanya cuma meledek " ujar Dio
Luna dan si kembar hanya melongo tidak mengerti dengan apa yang sedang orang dewasa bicarakan.
Setelah selesai sarapan,Dio dan Kinanti pamit untuk pulang.Mendengar om dan tantenya akan pulang,Luna dan si kembar ribut ingin ikut. Bahkan Luna sampai menangis karena awalnya Bagas tidak mengijinkan.
Bagas tidak ingin Dio dan Kinanti terlalu direpotkan oleh anak-anak.Namun Dio dan Kinanti pun bersikeras untuk membawa Luna dan si kembar ke rumah ayah dan bunda.
"Daddy ijinkan kalian ikut tapi jangan nakal, dan jangan merepotkan " nasehat Bagas
"Iya dad " jawab Luna dan si kembar.
Sebelum pergi si kembar mencium pipi Abimanyu yang berada dalam gendongan Felisha.
"Kalau Abi sudah besar pasti om ajak " Dio mencium pipi bayi mungil itu lembut.
Bagas dan Felisha melambaikan tangan ketika mobil Dio yang membawa anak-anak mulai bergerak meninggalkan halaman rumah mereka.
"Ga ada anak-anak di rumah jadi sepi " keluh Felisha sambil bersiap untuk menyusui Abimanyu yang mulai merengek.
"Iya " jawab Bagas menatap putranya yang mulai menyusu.
"Mas tolong ambilkan handuk kecil dilaci "ujar Felisha ketika ASI yang satunya mulai merembes.
"ASI nya banyak ya Sayang sampai rembes begitu " Bagas menyerahkan handuk kecil yang Felisha minta.
"Iya " jawab Felisha sambil meletakan handuk kecil itu didadanya.
"Mulai deh " Felisha mencubit perut Bagas membuat pria tampan itu meringis.
"Sakit Sayang " Bagas mengusap perutnya yang terasa panas akibat cubitan jari Felisha.
"Mau kemana mas ?" tanya Felisha ketika tiba-tiba Bagas beranjak dari sampingnya.
"Cari udara..disini lihat dedek Abi menyusu malah bikin pening " jawab Bagas.
"Dasar otak mesum " cibir Felisha.Bagas hanya tertawa sebelum menghilang dibalik pintu.
🌸🌸🌸🌸🌸
Pulang dari rumah Bagas,Dio membawa anak-anak ke wahana permainan di pusat perbelanjaan.
Luna dan si kembar langsung berlari mencoba setiap wahana permainan.Dio bermain bersama Nakula dan Sadewa sedangkan Kinanti bermain bersama Luna.
"Tante aku sudah lama tidak bermain kesini karena kata Daddy dedek Abi belum boleh dibawa kesini " celoteh Luna.
"Iya sayang..dedek Abi kan masih kecil jadi belum boleh dibawa kemana-mana " jawab Kinanti.
"Kalau Luna mau main perginya sama om Dio dan Tante Kinan saja ya " bujuk Kinanti
"Iya " Luna mengangguk.
Setelah lelah bermain,Dio dan Kinanti membawa anak-anak makan di sebuah gerai ayam goreng yang berada tidak jauh dari tempat bermain.
Kinanti membawa Luna dan sikembar duduk di meja yang kosong,sedangkan Dio mengantri untuk memesan makanan.
__ADS_1
"Om..aku mau sama ice cream " pinta Luna
"Iya " jawab Dio
Pada saat Dio mengantri,ia dikejutkan oleh Ezra dan Ajeng yang baru datang dan hendak mengantri juga.
"Sama siapa ?" tanya Ezra
"Sama anak-anak " Jawab Dio menunjuk kearah meja dimana Kinanti beserta anak-anak sedang menunggu.
"Sama anak bos besar " seloroh Ezra sambil tertawa ketika melihat adiknya bersama ketiga anak Bagas yang cantik dan ganteng-ganteng.
"Keponakan gue..bukannya sebentar lagi juga jadi keponakan Lo ?" jawab Dio sambil menatap tangan Ezra dan Ajeng yang saling menggenggam.
Ajeng buru-buru menepiskan tangan Ezra yang tanpa sadar sedang menggenggam tangannya.
"Sialan.. gara-gara Lo sih jadi dilepas " ujar Ezra meninju lengan Dio.Dio pun tergelak.
"Gue tunggu di meja ya " ujar Dio sambil membawa makanan pesanannya.
"Oke " jawab Ezra.
Anak-anak tampak senang ketika Ezra dan Ajeng bergabung bersama mereka.
"Aunty kenapa sama om Ezra ?" tanya Luna
"Aunty tadi ketemu sama om Ezra didepan " jawab Ajeng.
"Jangan suka bohong sama anak " Ezra menegur Ajeng yang selalu berbohong seolah mereka tidak sengaja jalan bersama.
"Aunty..bohong itu dosa " ucap Luna sambil mengangkat jari telunjuknya.
"Aunty berarti ngajarin kita yang tidak baik " Teguran kedua pun keluar dari mulut Nakula.
"Maafkan Aunty sayang " ujar Ajeng malu.
"Lagian kak Ajeng seperti malu-malu gitu jalan sama kak Ezra " sindir Kinanti.
"Maklum sayang mereka belum terbiasa,jadi masih malu-malu kucing " sindir Dio
"Bukan gue yang malu-malu kucing,tapi dia " ujar Ezra.
"Auuww..sakit " Ezra tiba-tiba meringis karena tangan Ajeng diam-diam mencubit lengan Ezra dari bawah meja.
"Om Ezra kenapa ?" Luna melongo melihat Ezra meringis.
"Ada semut dibawah meja gigit tangan om " jawab Ezra sambil melirik kearah Ajeng.
Yang dilirik hanya menunduk namun jari Ajeng kembali bergerak untuk mencubit.Ezra yang sudah waspada pun menangkap tangan Ajeng kemudian menggenggam nya erat.
Suasana terasa hangat dengan celotehan Luna. Gadis kecil itu selalu jadi pusat perhatian karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.
Selesai makan mereka pun berpisah.Sebelum berpisah Ezra membawa Luna ke sebuah toko mainan.Ajeng menemani Luna mencari mainan kesukaannya.
Sedangkan Dio dan Kinanti membawa si kembar ke toko buku yang berada disebelah toko mainan.Sikembar yang sudah mulai besar lebih senang dibelikan komik Jepang.
Setelah membelikan apa yang anak-anak sukai Dio dan Ezra pun berpisah.Dio melanjutkan perjalanan membawa Luna dan si kembar ke rumahnya sedangkan Ezra mengantarkan Ajeng pulang ke tempat kost nya.
.
__ADS_1