
Perut Zhifana yang semakin membesar membuat Cindy dan Luna selalu tertarik untuk mengelusnya.
Hari ini Nakula, Sadewa dan Luna sedang berkumpul di rumah Bagas. Mereka diberi tanggung jawab untuk menjaga Abimanyu dan Alysha karena Felisha sedang mendampingi Bagas ke Swiss untuk urusan pekerjaan selama satu Minggu.
Karena Sadewa dan Cindy tinggal ditempat yang jauh jadi mereka menemani saat weekend saja.
"Sudah berapa bulan ini kak ?" tanya Cindy sambil mengelus-elus perut Zhifana.
"Delapan bulan lebih..sudah berasa berat kalau jalan juga cepet lelah " jawab Zhifana sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
"Pas mau punya adik Arka rewel tidak kak ?" tanya Luna
"Rewel ..untung Papanya sabar " jawab Zhifana sambil melirik Nakula yang sedang menggendong Arka baru berhenti menangis.
Sejak tadi siang Arka merengek ingin berenang namun dilarang oleh Nakula dan Zhifana karena Arka sedang flu.
Cindy termenung, ternyata Sadewa sudah mempertimbangkan dengan matang ketika memutuskan untuk menunda memberi adik untuk Satria.
Cindy tidak bisa membayangkan bagaimana repotnya jika ia hamil disaat kuliahnya belum selesai, ditambah nantinya ia harus menghadapi sendiri kehamilannya sambil mengurus Satria yang masih kecil.
Sepertinya ia harus berterimakasih kepada Sadewa karena sudah mengambil keputusan yang paling tepat dengan menunda memberi Satria adik sampai Cindy selesai kuliah.
Karena Bagas dan Felisha sedang tidak ada Luna dan Kenzo pun menginap meski rumah mereka bersebrangan.
Jam 7 malam anak-anak sudah tertidur. Alysha tidur dikamar Sadewa bersama Satria karena ranjang di kamar Luna sudah dikuasai oleh si kembar.
Karena anak-anak sudah tidur ketiga pasang suami istri muda itu berkumpul sambil nonton film.
"Sayang..aku mau makan nasi goreng dong " Zhifana mencolek-colek tangan Nakula.
"Sebentar aku suruh pelayan buatkan " Nakula hendak pergi ke dapur untuk menyuruh pelayan namun dilarang oleh Zhifana.
"Aku inginnya makan nasi goreng buatan kamu " ucap Zhifana.
"Baiklah " jawab Nakula sambil beranjak menuju dapur.
"Ayah..aku juga mau " bisik Cindy.
"Gw mau ya " Sadewa mengacungkan tangannya kearah Nakula yang sedang mencari bahan untuk diolah.
"Kakaaak..aku juga mau " Luna yang mengelus kepala Kenzo yang rebahan diatas pangkuannya ikut mengacungkan tangannya kepada Nakula.
"Tidak..tidak..kalau sayang bini sini bantuin gw " ucap Nakula.
__ADS_1
Karena tidak mau dianggap tidak sayang istri akhirnya Sadewa dan Kenzo pun menyusul Nakula ke dapur
"Ada bagusnya kakak Zhi minta dibuatkan nasi goreng jadi kita bisa ngerjain mereka sekalian " Luna terkikik jahil.
"Nasi gorengnya pedas tidak ?" tanya Kenzo.
"Pedas " jawab ketiga wanita itu kompak.
"Kalian sedang apa ?" tanya Abimanyu yang akan mengambil minum di kulkas.
"Nah kebetulan..bantuin kita Bi..ketiga nyonya itu ingin dibuatkan nasi goreng " Sadewa melarang Abimanyu yang akan kembali ke kamarnya.
"Abi ga bisa kak " jawab Abimanyu.
"Bantuin cuci timun sama tomat, kakak mau ngupas bawang " Kenzo memberikan Timun dan tomat kepada Abimanyu untuk dicuci.
Abimanyu pun menurut perintah ketiga kakaknya itu.
Setelah hampir satu jam saling bahu-membahu akhirnya nasi goreng pedas buatan keempat cowok ganteng itu pun selesai.
"Ini yang masak siapa? enak banget " puji Zhifana.
"Ya kami berempat yang masak " jawab Nakula.
"Sumpah ini enak banget " Zhifana sampai nambah.
"Aku kan makannya berdua sama si dedek " kilah Zhifana.
Karena tidak bisa dilarang akhirnya Nakula membiarkan Zhifana makan sepuasnya.
Sadewa melempar bola-bola tisu kearah Luna dan Kenzo yang makan dengan saling menyuapi.
"Lebay Lo " cibir Sadewa.Kenzo hanya tersenyum sambil bergumam " sirik Lo "
"Bukan Lebay Ayah..tapi mereka itu mesra..aku juga mau disuapin seperti Luna..biar mesra " Cindy memberikan sendok makannya kepada Sadewa.
"Kamu itu kebiasaan Bun suka culamitan..Luna disuapi makan pengen..dulu waktu Zhifana hamil juga merengek ingin hamil " gumam Sadewa sambil mulai menyuapi Cindy makan. Cindy hanya nyengir
"Tapi liat orang nikah tidak ingin nikah lagi kan ?" tanya Luna.
"Ya enggak lah..gw sudah cinta mati sama pak Polisi kesayangan gw " jawab Cindy sambil memeluk lengan Sadewa.
"Jangan banyak ngomong..makan saja yang bener " Sadewa menjejali mulut Cindy dengan timun.
__ADS_1
Setelah selesai makan mereka melanjutkan nonton film yang sempat terjeda karena para pria masuk ke dapur.
Menjelang film usai tiba-tiba Zhifana mengeluh jika perutnya sakit.
"Sayang sakit perut atau mau melahirkan ?" tanya Nakula mulai panik.
"Entahlah..tapi sepertinya mau melahirkan " Zhifana berdiri karena merasa ada air bening yang mengalir disela betis mulusnya.
"Kakak Zhi ini ketuban " Ucap Luna
"Iya dek " jawab Zhifana.
"Kita harus segera bawa kakak Zhi ke rumah sakit " ucap Luna .
Malam itu Zhifana dibawa ke rumahsakit oleh Nakula, Luna dan Kenzo. Sedangkan Cindy, Sadewa dan Abimanyu kebagian tugas di rumah menjaga anak-anak yang sedang tidur. Beruntung ada mbak Mia dan kedua baby sitter si kembar yang ikut membantu menjaga anak-anak.
Kenzo berusaha tidak panik saat menyetir..sementara Nakula berusaha menenangkan Zhifana yang mulai merasakan kontraksi.
"Atur napas kak..tarik buang.." ucap Luna yang duduk disamping Kenzo.
"Kamu jangan cubit kakak dong Sayang " keluh Kenzo.
Luna sebenarnya sama paniknya dengan Nakula. Namun ia berusaha mengendalikan kepanikannya dengan cara mencubit tangan kiri Kenzo.
Setibanya di rumahsakit Zhifana langsung ditangani oleh dokter dan tidak lama kemudian dipindahkan ke ruang bersalin.
Ketika Nakula dan Zhifana berada di ruang bersalin, Kenzo dan Luna terpekur di kursi di depan ruang bersalin.
"Sayang ini kedua kalinya kita menunggui kakak ipar kamu melahirkan " ucap Kenzo sambil memeluk bahu Luna.
"Dulu waktu Cindy melahirkan kita yang bawa ke rumahsakit..sekarang Zhifana melahirkan kita juga yang bawa ke rumahsakit " sambung Kenzo sambil terkekeh.
"Iya Sayang " jawab Luna sambil bersandar di dada Kenzo.
"Aku lupa belum kasih tau Mama nya kak Zhi " masih dalam pelukan Kenzo Luna menghubungi Mama Zhifana mengabari jika Zhifana akan melahirkan.
Aluna menunggu sambil tertidur bersandar di bahu Kenzo. Sementara Nakula berada di ruang bersalin bersama beberapa orang perawat yang sedang bersiap untuk membantu persalinan Zhifana.
Setelah beberapa jam berlalu Luna yang sedang tertidur dalam pelukan Kenzo langsung terbangun ketika terdengar suara tangis bayi yang sangat nyaring dari ruang bersalin.
"Sayang..bayinya sudah lahir " bisik Kenzo.
"Iya Sayang..keponakan kita bertambah satu lagi " jawab Luna semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Kenzo.
__ADS_1
Beberapa jam setelah melahirkan Zhifana yang sudah stabil langsung dipindahkan ke ruang perawatan. Sementara bayi yang berjenis kelamin perempuan itu ditempatkan di ruangan khusus bayi.
Luna langsung mengabari jika bayi Zhifana sudah lahir dan berjenis kelamin perempuan.