
Felisha yang masih tertidur di sisi kiri dan kanan ranjang terbangun ketika mendengar suara celotehan anak-anak.
Semalam Bagas dan Felisha menyatukan dua ranjang berukuran besar itu agar muat menampung kelima bocah itu berikut Bagas dan Felisha.
"Kalian sudah bangun ?" Felisha tersenyum melihat kelima bocah itu sedang berbaring sambil berceloteh.
Tidak lama kemudian Luna, Zhifana dan Cindy yang mendengar suara celotehan anak-anak masuk ke kamar Felisha.
"Kalian lihat Daddy ?" tanya Felisha kepada ketiga wanita cantik itu yang malah ikut berbaring diatas ranjang membuat ranjang Felisha semakin penuh.
"Daddy sama Kakak Ken, kak Nakula dan kak Dewa pergi lari pagi " jawab Luna sambil meletakan kepalanya di perut Felisha dengan manja.
Keempat perempuan cantik itu tidak ada yang turun dari ranjang, mereka mengobrol sambil menemani kelima bocah itu yang ramai berceloteh.
"Ya ampuuun..bukannya pada bangun malah semua tiduran disini " omel Bagas yang baru pulang joging dengan menantu dan kedua putranya.
"Mandi sana..pada males kalian "
"Dingin Dad " jawab Luna.
"Kalau Mommy mana bisa bangun kalau ditidurin begini sama kakak Luna " Felisha beralasan sambil menunjuk kepala Luna yang berada diatas perutnya.
"Alasan " ujar Bagas.
Tidak lama kemudian Luna, Zhifana dan Cindy bangun untuk memandikan anak-anak mereka.
Felisha membantu Luna memandikan Kenan dan Ana karena Luna memang tidak membawa pengasuh.
Setelah mandi kelima anak-anak itu dibawa ke halaman untuk berjemur sambil disuapi makan. Sementara Bagas dan menantu juga kedua putranya sarapan di ruang makan.
Memiliki anak kembar yang sudah mulai aktif tentu saja membuat Luna kerepotan.
Beruntung Alysha yang sudah besar tidak rewel sehingga Felisha bisa membantu memegang si kembar.
Setelah selesai memberi makan anak-anak Felisha menggelar kasur lantai yang berukuran cukup besar untuk tempat bermain anak-anak.
Luna memisahkan Alysha dengan Ana karena kedua bocah cantik itu bermain boneka.
Pada saat joging tadi pagi Bagas menunjukkan beberapa villa yang masih satu komplek dengan villa yang baru dibeli oleh Bagas.
Bagas berencana untuk membelikan Nakula, Sadewa dan Luna masing-masing satu Villa.
__ADS_1
Nakula langsung menjatuhkan pilihan pada satu villa yang berada di dekat danau. Namun Sadewa menolak untuk membeli villa disana. Sadewa berniat untuk membeli villa di daerah Lembang. Bagas tidak keberatan dengan pilihan Sadewa.
Sedangkan Kenzo belum menjawab apapun, pria tampan bermata sipit itu menyerahkan sepenuhnya kepada Luna.
Pembicaraan masalah villa berlanjut setelah mereka semua berkumpul di ruang keluarga sambil menemani anak-anak bermain.
Nakula memutuskan akan membeli villa yang berada di dekat danau, sedangkan Sadewa tetap kepada keputusannya yang akan membeli villa di daerah Lembang. Tinggal Luna yang belum memutuskan apapun.
Setelah melalui pembicaraan serius akhirnya Luna memutuskan untuk mengikuti saja apa kemauan Daddy nya.
Luna tidak ingin mengecewakan Daddynya jika ia menolak pemberian Daddynya.
Luna dan Kenzo tidak keberatan ketika akhirnya Bagas memilihkan satu buah Villa yang berada di dekat area pesawahan untuk Luna.
Meskipun kasih sayang Bagas kepada Luna sudah tidak dapat diragukan lagi, namun untuk urusan seperti itu Luna menyerahkan sepenuhnya kepada Daddynya.
Luna sadar akan status dirinya yang hanya keponakan sekaligus putri sambung Daddy nya.
Meskipun bukan anak kandungnya namun Bagas tidak pernah membedakan Luna dengan semua anak kandungnya.
Setiap bulan Luna tetap mendapatkan profit dari perusahaan dan Fasilitas seperti yang didapatkan oleh semua anak-anak Bagas.
Keana yang mulai bosan berjalan tertatih menuju kearah Kenzo.Dalam sekejap bocah cantik bermata sipit itu pun sudah berada dalam gendongan Kenzo.
Ana memeluk leher Kenzo, sepertinya bocah cantik itu mulai mengantuk. Kenzo mengusap-usap punggung Ana hingga putrinya itu tertidur dalam dekapannya.
"Ana gampang banget tidurnya " ucap Cindy ketika melihat Ana yang tertidur lelap dalam dekapan Kenzo.
"Dia itu anak Daddy banget, diusap punggungnya saja sama kakak Ken langsung tidur. Kalau Kenan agak susah tidur..harus kenyang mimik dulu baru mau tidur " ujar Luna.
"Kalau Lo dek harus diboboin dulu ya baru tidur " celetuk Cindy.
"Kok tau sih " jawab Luna sambil terkikik.
"Bun !" Sadewa melotot kearah Cindy.
"Apaan sih..orang Luna nya saja ngaku " jawab Cindy.
"Dasar kalian itu mulutnya ga ada filternya " omel Felisha.
"Kenapa pake ngaku segala sih Yang " Omel Kenzo dengan suara pelan.
__ADS_1
Pada saat mereka berkumpul sambil bersenda gurau Bagas menyempatkan diri untuk mengecek keberadaan Abimanyu yang sedang berlibur di Villa mereka di Bali dengan teman-temannya.
Setelah mastikan keberadaan Abimanyu baik-baik saja Bagas baru terlihat lega dan kembali mengobrol dengan anak-anak dan menantunya.
Keesokannya mereka semua pulang ke Jakarta.Kecuali Sadewa dan Cindy yang pulang ke Bandung melalui jalur puncak.
*
Sepulang dari puncak Kenan dan Ana mengalami demam. Sepertinya karena perbedaan cuaca di Jakarta dan puncak membuat daya tahan tubuh si kembar menurun.
Pada saat demam seperti itu Kenan dan Ana tidak ada yang mau kepada pengasuh-pengasuh mereka. Keduanya sangat kompak nempel kepada Luna dan Kenzo.
Ana nyaris tidak mau turun dari gendongan Kenzo, begitu juga Kenan yang tidak mau lepas dari Luna.
Selama kedua buah hatinya sakit, Kenzo memutuskan untuk tidak pergi ke kantor. Pria tampan itu sangat telaten membantu Luna mengurus si kembar.
Setelah diberi obat demam Kenan dan Ana pun tertidur dalam gendongan Kenzo dan Luna.
Selama Kenan dan Ana sakit Felisha dan Bagas bolak-balik ke rumah Kenzo untuk melihat keadaan si kembar.
"Tidak tenang ya Sayang kalau anak-anak pada sakit. Kalau boleh memilih biar kakak saja yang sakit daripada mereka " ujar Kenzo sambil mengelus kepala Ana yang berada dalam dekapannya.
"Aku juga mikirnya begitu Sayang " jawab Luna.
"Lebih baik kamu tidur saja Yang, biar anak-anak kakak yang jaga..lihat mat kamu merah begini, nanti pusing " ucap Kenzo setelah Kenan dan Ana tertidur diatas ranjang mereka.
Luna yang memang merasa sangat ngantuk akhirnya ikut tertidur bersama kedua buah hatinya.
Selama istri dan kedua buah hatinya tertidur, Kenzo dengan setia menunggui tidak jauh dari ranjang mereka.
Setelah cukup tertidur Luna pun bangun dengan tubuh lebih segar.
"Sayang.. sekarang giliran kamu yang tidur. Jangan sampai nanti kamu juga ikutan sakit " Luna menyuruh Kenzo tidur.
"Baiklah " jawab Kenzo sambil membaringkan tubuhnya disamping Kenan dan Ana.
Tidak bisa dipungkiri jika sebetulnya dirinya pun sangat mengantuk setelah semalaman menggendong Ana yang terus merengek .
Luna mengelus kepala Kenzo dengan lembut hingga pria tampan bermata sipit itu pun tertidur.
Setelah mengalami demam selama dua hari, dihari ketiga kondisi Kenan dan Ana pun berangsur pulih. Kenan dan Ana mulai mau makan dan mulai terlihat aktif lagi. Namun Ana malah terlihat semakin manja kepada Kenzo.
__ADS_1
Meskipun kondisi si kembar mulai pulih namun Kenzo memutuskan tetap tinggal di rumah selama beberapa hari sampai kedua buah hatinya benar-benar pulih.