Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Masakan Pertama Daddy


__ADS_3

Setelah meminum obat demam, Felisha kembali tidur.Bagas seharian itu menemani anak-anak bermain.Biasanya jika menginap biasanya si kembar sering bermain dengan Dio.Namun karena Dio sedang di Bali akhirnya Bagas menemani ketiga buah hatinya bermain.


"Daddy aku mau naik sepeda " rengek Luna ketika Bagas sedang menemani Nakula dan Sadewa bermain basket.


"Daddy temani Luna dulu..kalian main berdua " Bagas menyudahi permainan nya kemudian menghampiri Luna yang sedang ingin bermain sepeda.


"Daddy..pegangin ya aku mau ngebut " ucap Luna ketika Bagas sudah menaikan tubuh mungilnya keatas sepeda.


"Iya " jawab Bagas sambil memegang bagian belakang sepeda Luna.


Luna mengayuh sepedanya mengelilingi halaman rumah.Ia tampak tertawa riang sambil sesekali melambaikan tangannya kepada kedua kakaknya yang sedang bermain basket.


Setelah lelah bermain sepeda,Luna pun turun dan berlari ke dapur untuk mengambil minum.Tak lama kemudian Luna sudah datang kembali dengan sebotol air mineral yang baru saja ia ambil dari lemari pendingin.


"Ini buat Daddy " Ucap Luna sambil memberikan botol air mineral itu kepada Bagas.


"Terimakasih sayang " Bagas langsung menenggak nya hingga menyisakan separuh.


"Buat kakak mana dek ?" tanya Nakula becanda


"Sebentar Luna ambil lagi "


Luna kembali berlari kedapur mengambilkan minum untuk kedua kakaknya.


"Terimakasih " ujar sikembar sambil duduk berselonjor dibawah ring basket.


Luna kembali menghampiri Bagas yang sedang menenggak sisa minumnya.


"Daddy.. Mommy sedang sakit ya ?" tanya Luna sambil menggelendot dipangkuan Bagas.


"Iya sayang..Luna tidak boleh nakal ya " jawab Bagas.Luna mengangguk.


"Sekarang Daddy mau ke kamar dulu..sudah waktunya mommy makan siang " Bagas menurunkan Luna dari pangkuannya dan beranjak menuju kamarnya untuk melihat kondisi Felisha.

__ADS_1


"Sayang..sudah enakan ?" tanya Bagas ketika mendapati Felisha tengah duduk ditepi ranjang.


"Anak-anak kemana ?" bukannya menjawab pertanyaan Bagas, Felisha malah menanyakan anak-anak.


"Didepan " jawab Bagas


Felisha menatap pada Bagas yang tampak berkeringat dengan baju yang basah.


"Cape ya nemenin anak-anak bermain" tanya Felisha.Dijawab senyum oleh Bagas.


Bohong jika ia tidak merasa lelah..apalagi mengejar Luna yang sedang belajar naik sepeda cukup menguras energi nya.


"Kamu sudah enakan ?" Bagas mengulangi pertanyaannya.


"Iya..ini sudah keringetan " jawab Felisha


"Syukurlah " jawab Bagas lega.


"Baru sakit sebentar kamu sudah tirus begini " Bagas menyusuri wajah Felisha dengan jarinya.


"Jangan sakit,nanti tidak ada yang menemani saya main " bisik Bagas dan disambut cubitan di perut dari Felisha.


"Sakit Fe..suka sekali kamu mencubit saya " Bagas tampak meringis


"Abis yang ada dikepala mas Bagas begituan terus " ujar Felisha.Bagas hanya tertawa


"Malam ini mau nginep lagi atau pulang ?" Bagas melepaskan pelukannya.


"Pulang saja..besok anak-anak sekolah pagi kasian " jawab Felisha


"Baiklah..tapi sebaiknya kamu jangan ke kantor dulu.Tunggu sampai kondisi kamu benar-benar pulih " ujar Bagas


"Udah kuat kok ngantor juga " ujar Felisha

__ADS_1


"Tidak boleh..saya bilang tidak boleh ya tidak boleh " pungkas Bagas.


Felisha langsung diam.Bagas kembali pada setingan semula..kaku dan tidak bisa dibantah.


Minggu sore mereka pun pulang.Begitu sampai rumah Bagas langsung menyuruh Felisha istirahat di kamar.


Karena para pengasuh pulang setiap weekend,jadilah Bagas yang mengurus ketiga buah hatinya seorang diri.Dari memasak sampai memandikan Luna.Untung Nakula dan Sadewa termasuk anak-anak yang mandiri.Mereka membantu mengasuh Luna disaat Bagas sedang sibuk di dapur.


"Sayang sedang apa ?" tanya Felisha yang tiba-tiba sudah ada di dapur.


Bagas tertegun ketika mendengar Felisha memanggilnya sayang.


"Masak untuk kita makan malam " jawab Bagas.Tampaknya Bagas sedang membuat pasta.


Bagas berhenti mengaduk pasta ketika tiba-tiba Felisha memeluknya dari belakang.Tidak biasanya Felisha seperti ini.


"Kenapa Fe..?" tanya Bagas sambil kembali mengaduk.


"Tidak apa-apa..mas Bagas keliatan seksi kalau lagi masak " jawab Felisha


"Kalau begitu saya akan sering-sering masak " jawab Bagas sambil tersenyum tipis.


Setelah Bagas menyelesaikan masakannya, Felisha membantu menyusunnya di meja makan.Bagas memanggil anak-anak untuk makan.


"Masakan Daddy enak " puji Luna


"Mommy juga mau dimasakin begini setiap hari " ujar Felisha sambil tertawa.


"Iya..nanti Daddy akan sering-sering masak untuk kalian " janji Bagas


"Daddy..kalau besok kami ingin bekal pasta buatan Daddy apa boleh ?" tanya Sadewa


Bagas tampak berpikir sejenak " iya boleh..Daddy akan buatkan untuk bekal kalian besok "

__ADS_1


"Terimakasih dad " ucap sikembar.


Besok sudah pasti akan menjadi hari teristimewa untuk si kembar,karena untuk yang pertama kalinya mereka membawa bekal hasil masakan Daddy nya.


__ADS_2