Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Lima Anak


__ADS_3

Keesokannya pagi-pagi Luna dan Cindy kaget ketika mendapati ada Abimanyu tidur di kamar anak-anak.


"Abi kenapa pindah tidurnya ?" tanya Luna pada saat mereka sarapan.


"Semalam aku tidak bisa tidur kak.. aku seperti mendengar ada suara mencurigakan dari arah garasi, makanya aku tidur sama anak-anak takut ada apa-apa " jawab Abimanyu.


"Kalau dengar suara yang mencurigakan seperti itu harusnya kamu bangunkan kita Bi " nasehat Kenzo.


"Iya Bi..padahal kakak sama kak Ken belum tidur loh..kita tidurnya jam 2 an " ucap Luna.


"Ups " Luna buru-buru menutup mulutnya ketika melihat Kenzo melotot kearahnya.


"Pantas basah " sindir Cindy.


"Apaan sih kak..kayak sendirinya tidak basah saja " Luna menunjuk rambut Cindy yang juga basah.


"Sebaiknya kita periksa cctv saja Wa " saran Kenzo.


"Jangan " ucap Cindy panik.


"Tidak perlu..semalam aku memang ke garasi untuk mengambil berkas kantor yang ketinggalan di mobil " Sadewa berdusta.


"Oh jadi yang semalam itu kak Dewa " Abimanyu terlihat lega. Sadewa mengangguk.


Cindy langsung menunduk ketika tatapan tajam Sadewa langsung mengarah padanya.


"Lain kali jangan minta main di mobil lagi kakak tidak akan mau..apalagi di mobil dinas " bisik Sadewa ditelinga Cindy.


"Iya " jawab Cindy lirih.


Sejak kejadian itu Cindy tidak pernah lagi merengek mengajak main di dalam mobil apalagi di dalam mobil dinas Sadewa.


*


Setelah sepuluh hari berada di tanah suci akhirnya Bagas dan Felisha pulang ke tanah air.


Karena rindu Alysha nyaris tidak mau turun dari gendongan Bagas.

__ADS_1


"Dedek disini tidak nakal kan sama kakak Luna dan kakak Cindy ?" tanya Bagas.


"Tidak dong Dad..setiap malam aku tidur sama dedek Satria dan dedek sipit..kalau mau tidur kak Luna dan kak Cindy selalu bacain buku cerita " lapor Alysha.


"Aku juga suka jalan-jalan pake mobil Polisi kak Dewa..seru loh Dad suaranya nguing..nguing.. " Alysha menirukan suara sirine mobil dinas Sadewa.


"Mommy bangga sama kalian..kalian bisa dipercaya mengurus adik-adik selama Mommy dan Daddy pergi " puji Felisha.


"Iya dong Mom..lagian Alysha tidak rewel sama sekali jadi kita tidak merasa direpotkan sama sekali " jawab Luna sambil menggelendot di lengan Felisha.


"Kandungan kalian baik-baik saja kan ?" Felisha mengelus perut Luna dan Cindy yang sudah mulai menonjol dengan bergantian.


"Baik Mom " jawab Cindy.


"Abi tidak kangen sama Mommy ?" Felisha merengkuh kepala si tampan Abimanyu kedalam pelukannya.


"Kamu tidak nakal kan selama Mommy dan Daddy tidak ada " Felisha mengecup kepala Abimanyu.


"Tidak dong Mom..tanya saja sama kakak Ken dan kak Dewa " jawab Abimanyu.


"Mommy..kita juga tidak nakal " Satria dan dua bocah sipit mendekat kearah Felisha.


Satria, Kenan dan Ana melirik kearah ibu-ibu mereka bingung harus menjawab apa karena Luna dan Cindy setiap hari selalu menjejali mereka dengan bermacam sayuran yang mereka tidak tau namanya satu persatu.


"Pokoknya aku kasih mereka makanan yang enak dan bergizi " jawab Luna.


Setelah Bagas dan Felisha kembali dari tanah suci, Sadewa dan Kenzo pun kembali ke rumah masing-masing karena tugas mereka untuk menjaga Alysha dan Abimanyu sudah selesai.


"Akhirnya kita bisa tidur di kamar kita lagi " Kenzo merebahkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk.


Selama Bagas dan Felisha umroh mereka tidur di rumah Bagas meskipun rumah mereka bersebrangan.


"Kangen boboin kamu disini " Kenzo mencolek-colek pinggang Luna.


"Emang disana sama disini apa bedanya Yang ?' tanya Luna.


"Ya jelas beda dong Sayang..kalau disana tidak bebas..kalau berisik nanti kedengaran Sadewa dan Cindy..jadi kurang greget gitu.. kalau disini kan bebas mau uh..ah kenceng juga di rumah sendiri " jawab Kenzo.

__ADS_1


"Dasar mesum " Luna terkikik sambil mencubit perut Kenzo.


"Mommy.. Daddy..mau bobo cini " Kenan dan Ana yang sudah mengenakan piyamanya tiba-tiba muncul dan langsung naik keatas kasur.


Ana yang manja buru-buru memeluk Kenzo takut keduluan oleh saudara kembarnya.


Pengasuh mereka mengetuk pintu kamar Luna dan memberikan dua botol susu untuk Kenan dan Ana.


Kedua bocah berpipi bulat dan bermata sipit itupun menyedot susu botol mereka sampai tertidur.


Kenzo mengelus kepala mereka dan menciumi pipinya bergantian. Pria tampan bermata sipit itu merasa hidupnya semakin sempurna setelah menikah dan memiliki Kenan dan Ana, ditambah calon buah hati mereka yang sedang bersemayam di dalam perut istri kesayangannya.


"Yang ini ingin dielus juga Dad " ucap Luna seraya mengusap perutnya yang mulai terlihat menonjol.


Kenzo pun meraih pinggang Luna kemudian mengelus perutnya


"Yang sehat ya diperut Mommy.. Daddy janji akan sering-sering nengok " bisik Kenzo di perut Luna.


"Jangan sering-sering Dad..nanti akunya bosan " jawab Luna sambil terkikik.


"Tidak mungkin bosan yang ada Mommy kamu yang ketagihan " balas Kenzo.


"Tau saja..dasar sipit " aku Luna sambil menyisir rambut Kenzo dengan jarinya.


"Sayang kakak kan anak tunggal..jadi kamu harus kasih suami kamu ini anak yang banyak biar rumah kita ramai " pinta Kenzo.


"Emang tiga belum cukup Sayang ?" tanya Luna.


"Kakak maunya lima..seperti Daddy dan Mommy " jawab Kenzo.


"Ya ampuun Sayang apa tidak kebanyakan " Luna menatap Kenzo.


"Tidak..lebih dari lima lebih baik " jawab Kenzo.


"Sayang..ngurus banyak anak itu repot loh " Luna berusaha bernegosiasi.


"Kan kita akan saling kerjasama mengurus dan mendidik anak-anak kita.. selain itu kakak juga siapkan pengasuh untuk mereka biar kamu tidak kerepotan..kakak ingin seperti Mommy dan Daddy yang sangat bahagia mempunyai banyak anak " jawab Kenzo.

__ADS_1


"Terserah kamu lah Sayang " ujar Luna pasrah.


Si Sipit tidak tau saja bagaimana kehidupan mertuanya diawal pernikahan mereka.


__ADS_2