
Kenzo melepaskan genggaman tangannya ditangan Luna ketika mereka sudah sampai di rumah Bunda.
Di halaman tampak Dio sedang mencuci mobilnya. Luna dan Kenzo pun mencium tangan Dio bergantian.
"Bawa apa itu kak ?" tanya Dio sambil menunjuk kotak ditangan Luna.
"Cake buatan Mommy " jawab Luna sambil masuk kedalam rumah diikuti oleh Kenzo dibelakangnya.
"Ken mau kemana ? mendingan sini bantuin om cuci mobil !" ajak Dio.
Kenzo pun tidak jadi masuk kedalam, ia akhirnya menggulung celananya dan membantu Dio mencuci mobil.
"Sayang itu kasian Kenzo baru datang malah diajak cuci mobil " omel Kinanti kepada Dio.
"Tidak apa-apa Tan..di rumah juga aku biasa cuci mobil sendiri " jawab Kenzo.
Setelah selesai membantu Dio mencuci mobil Luna dan Kenzo pun pulang.
"Kakak maaf ya..tiap ke rumah Enin pasti suka disuruh-suruh..kemarin disuruh mijitin kakek, sekarang disuruh cuci mobil sama Om Dio " Luna merasa tidak enak hati kepada Kenzo.
"Kenapa harus minta maaf..kakak malah senang melakukannya. Kakak merasa sedang berada di rumah sendiri dan dengan keluarga sendiri " jawab Kenzo.
Ketika sedang fokus mengemudi tiba-tiba Luna meminta Kenzo menepikan mobilnya.
"Ada apa sih Sayang minta berhenti tiba-tiba ?" tanya Kenzo.
"Aku ingin ice cream itu " Luna menunjuk pada gerai ice cream di kanan jalan.
"Iya kakak belikan..mau rasa apa ?" tanya Kenzo
"Coklat Vanila tanpa topping " jawab Luna.
"Oke Boss " ujar Kenzo sebelum menyebrang untuk membelikan ice cream untuk Luna.
Tidak lama kemudian Kenzo pun datang dengan ice cream rasa vanila dan coklat tanpa topping seperti keinginan Luna.
Kenzo tidak melajukan mobilnya menunggu Luna menghabiskan ice creamnya.
"Sini..bibir kamu belepotan " Kenzo merangkum wajah Luna kemudian membersihkan bibir Luna yang belepotan ice cream dengan bibirnya.
"Ih kakak mmpptthh " Luna tidak dapat menghindar ketika bibir Kenzo mulai menjilati bibirnya.
"Manis..rasa coklat vanila " bisik Kenzo.
Luna mendorong tubuh Kenzo ketika terdengar suara ponsel Kenzo berdering.
"Argh..ganggu saja " keluh Kenzo sambil melepaskan tautan bibir mereka.
Kenzo memeriksa ponselnya ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Mamihnya dan ada pesan yang masuk juga dari Mamihnya yang mengabari jika mereka ada di rumah.
"Papih dan Mamih ada di rumah..tumben tidak bilang-bilang kalau mau ke Jakarta " ujar Kenzo sambil menyimpan ponsel nya.
__ADS_1
"Ayo kita pulang " Luna merapikan rambut dan bajunya.
"Setelah ini kita pulang " Kenzo menarik pinggang Luna dan kembali menautkan bibir mereka. Kali ini Luna membalasnya sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Kenzo.
Setelah puas saling menyesap dan ******* mereka pun saling melepaskan diri.Kenzo mengusap bibir Luna yang sedikit bengkak dengan ibu jarinya.
"Kamu tau sayang..kakak itu takut khilap..jika saja bisa ingin rasanya kakak bawa kamu ke penghulu sekarang juga " keluh Kenzo sambil mulai menyalakan mesin mobilnya.
Luna tersipu sambil kembali merapikan baju dan rambutnya.Kenzo melirik kearah Aluna sambil tersenyum namun Luna malah membuang muka menyembunyikan wajahnya yang merona merah.
"Kalian darimana dulu sih disuruh nganterin kue saja lama banget " omel Felisha begitu Luna dan Kenzo turun dari mobil.
"Tadi kita nongkrong dulu di gerai ice cream Tan " jawab Kenzo.
"Mendingan kamu cepetan pulang Ken..tadi Mamih kamu nyariin kamu kesini " ucap Felisha
"Iya Tan " jawab Kenzo sambil beranjak pulang ke rumahnya.
Setelah Kenzo pulang Felisha menyuruh Luna mengantarkan Cake keju ke rumah Kenzo.
"Kenapa tidak tadi sekalian saja dibawa sama kakak Ken " ucap Aluna.
"Mommy lupa kak..sudah cepetan anterin sana " titah Felisha.
Tanpa membantah Luna pun pergi ke rumah Kenzo dengan membawa piring berisi Cake keju buatan Mommy nya.
"Sayang..ketagihan ya ingin dicium lagi sampai nyusul kesini " goda Kenzo.
"Enak saja..aku kesini disuruh Mommy nganterin ini " jawab Luna sambil memperlihatkan piring ditangannya.
"Sudah ah aku pulang " Setelah memberikan piring berisi Cake kepada Kenzo Luna pun buru-buru pulang. Mereka tidak menyadari jika Mamih Kenzo tidak sengaja mendengar perbincangan antara Luna dan Kenzo barusan.
Ketika Kenzo meletakan piring berisi Cake keju di meja Mamih Kenzo tidak dapat menahan diri untuk bertanya.
"Ken jujur sama Mamih...kamu itu pacaran ya sama Luna ?" tanya Mamih Kenzo sambil menatap dalam wajah putranya.
Kenzo terdiam sejenak sebelum akhirnya ia mengangguk. " Iya Mih " jawab nya.
"Sejak kapan..kenapa tidak bilang sama Mamih?" tanya Mamih Kenzo.
"Ken lupa kapan tepatnya jadiannya tapi sebelum Ken kecelakaan kita sudah pacaran " jawab Kenzo.
"Ya ampun Ken..itu sudah lama..kenapa tidak cerita ke Mamih " Kenzo meringis ketika telinganya di jewer oleh Mamihnya.
"Lunanya masih malu-malu Mom.. Tante Feli sama Om Bagas juga baru tau belum lama ini " jawab Kenzo.
"Mamih setuju kalau Ken pacaran sama Luna?" tanya Kenzo.
"Setuju banget Ken.. sebetulnya Mamih dan Papih sudah ngincer dia dari kecil " jawabnya.
"Ternyata kita sama Mih " jawab Kenzo sambil tertawa.
__ADS_1
"Dasar kamu "
Jam 7 malam Kenzo sudah berpakaian rapi.Begitu ia keluar dari kamar disaat yang bersamaan Mamihnya pun keluar dari kamar sudah berpakaian rapi.
"Mau kemana Ken ?" tanya Mamihnya.
"Ke rumah Luna..ngapel " jawab Kenzo
"Ngapel ?..orang Lunanya mau pergi sama Mamih " ujar Mamih Kenzo santai.
"Loh..ini kan jadwal aku ngapel Mih " Kenzo langsung protes.
"Masabodoh..orang Luna nya sudah janjian sama Mamih. Kalau kamu mau ikut boleh tapi jangan cerewet "
Karena tidak ada pilihan lain akhirnya Kenzo pun memilih ikut.
"Loh kenapa tidak ada yang duduk di depan ?" tanya Kenzo ketika melihat Mamihnya menarik Luna untuk duduk di kursi belakang bersamanya.
"Tadi Mamih bilang apa..kalau mau ikut tidak usah cerewet " jawab Mama.
Meski dongkol Kenzo pun melajukan mobilnya menuju ke tempat yang diinginkan oleh kedua wanita tersayang nya itu.
Tempat pertama yang mereka tuju adalah sebuah toko yang menjual tas dan sepatu dengan brand ternama. Kenzo menunggui dengan setia kedua wanita itu mencari barang yang mereka inginkan.
Meskipun kesal karena acara apel malam minggunya terganggu namun melihat Mamihnya terlihat begitu bahagia bersama Luna semua kesalahannya menguap seketika.
Setelah menghabiskan uang yang tidak sedikit disana Mamih Kenzo membawa Luna memasuki toko perhiasan.
Pemilik toko sangat mengenal Luna karena ia sering mengantar Mommy nya membeli perhiasan disana. Mamih Kenzo dan Luna pun diperlihatkan beberapa koleksi terbaru perhiasan disana.
"Ini cantik buat kamu " Mamih Kenzo memilihkan cincin yang sangat cantik dengan berlian kecil yang berkilauan.
"Tidak usah Tan " Luna menolak ketika Mamih Kenzo akan membelikan cincin itu untuk Luna.
"Kenapa menolak..ini bentuk rasa sayang Tante buat kamu " Mamih Kenzo tidak menerima penolakan.
Kenzo memberi isyarat agar Luna menerimanya dengan anggukan kepala ketika Luna menatap kearahnya dengan tatapan bingung.Akhirnya Luna pun menerimanya.
"Langsung dipakai saja " ucap Mamih Kenzo ketika cincin itu akan dimasukkan kedalam kotak kecil yang sangat cantik.
"Terimakasih Tan " ucap Luna
"Mulai sekarang jangan panggil Tante lagi..tapi panggil Mamih " ujar Mamih Kenzo sambil menuntun Luna keluar dari toko perhiasan.
"Baik Mih " jawab Luna malu-malu.
Setelah puas berbelanja mereka pun pergi ke sebuah restoran.
"Mamih dari tadi belanja sana-sini sama Luna.. sama anak sendiri lupa " keluh Kenzo ketika mereka masuk ke restoran.
"Tadi Mamih bilang kalau mau ikut jangan cerewet " omel Mamih Kenzo.
__ADS_1
"Iya..iya " jawab Kenzo lirih.
Luna yang merasa iba melihat Kenzo yang tidak berkutik didepan Mamihnya berusaha memberi support dengan menggenggam tangan Kenzo dibawah meja. Senyum Kenzo pun langsung terbit di sudut bibirnya.