
Musim dingin di Jepang membuat Luna dan Kenzo juga si kembar lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
Meski di dalam rumah Mamih Kenzo memakaikan baju berbahan tebal dan lembut agar tubuh Kenan dan Ana tetap hangat.
Beruntung Papih sudah menyiapkan mainan yang cukup lengkap sehingga Kenan dan Ana tidak merasa bosan meski lebih banyak berada di dalam rumah.
"Kak..kita disini seperti yang tidak punya anak saja..Kenan dan Ana setiap malam tidur sama Papih dan Mamih..dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi Mamih yang ngurus mereka..bahkan Papih sampai tidak pergi ke kantor " keluh Luna.
"Biarkan saja..kasih kesempatan Mamih dan Papih dekat dengan cucu mereka, kan mereka tidak setiap hari bisa bertemu dengan Kenan dan Ana " jawab Kenzo.
"Iya juga sih " jawab Luna.
"Kalau kamu bete bagaimana kalau kita bikin adik untuk Kenan dan Ana disini.. mereka juga kan di produksi disini " Kenzo menarik tangan Luna agar duduk dipangkuannya.
"Diproduksi..seperti pabrik saja " sungut Luna sambil menyisir rambut Kenzo dengan jarinya.
Pria tampan bermata sipit itu tampak begitu nyaman ketika rambutnya mendapat elusan dari tangan Luna yang lembut.
"Kamu betah disini ?" tanya Kenzo sambil menenggelamkan wajahnya di dada Luna yang hangat.
"Iya betah.. anak-anak juga kelihatannya betah. Kalau kakak pulang ke Jakarta aku dan anak-anak tinggal disini saja satu Minggu lagi " jawab Luna.
"Tidak..tidak..kakak tidak mau pulang sendiri. nanti di rumah kakak tidur sama siapa ? kakak tidak mau jauh dari kamu dan anak-anak " Kenzo langsung menolak dengan tegas.
"Awas saja kalau sampai kamu bilang ke Mamih..bisa-bisa kamu dan anak-anak dilarang pulang dan kakak disuruh pulang ke Jakarta sendiri " ancam Kenzo.
Kenzo sangat hapal bagaimana Mamihnya. Ia akan mewujudkan semua keinginan menantu cantiknya untuk tinggal lebih lama bersamanya dan ujung-ujungnya nanti Kenzo lah yang harus mengalah.
"Iya aku tidak akan bilang ke Mamih..kakak tenang saja lagian disini sedang musim dingin nanti siapa yang akan peluk aku kalau mau tidur...anak-anak sudah dikuasai sama Mamih dan Papih " jawab Luna akhirnya.
"Itu kamu pinter " Kenzo menekan kening Luna dengan telunjuknya sambil tersenyum senang.
Udara musim dingin dan malam ini salju turun cukup tebal membuat Kenzo dan Luna saling menghangatkan tubuh dengan cara mengurung diri di kamar dan bergulat diatas kasur.
__ADS_1
Sementara Kenan dan Ana sudah tertidur dalam pelukan hangat Papih dan Mamih Kenzo.
Keesokannya pagi-pagi ketika terbangun Luna tidak mendapati Kenzo di sampingnya.
Setelah mandi dan memakai pakaian musim dinginnya Luna pun keluar dari kamar untuk mencari Kenzo.
Luna mendapati Kenzo dan Papih sedang menemani Kenan dan Ana bermain di ruang bermain.
Tidak ingin mengganggu mereka berempat Luna pun memilih membantu Mamih mertuanya yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.
Beberapa hari menjelang kepulangan Luna ke Jakarta Mamih terlihat berat melepaskan mereka berempat. Apalagi Kenan dan Ana yang sudah semakin manja karena setiap malam tidur bersama mereka.
"Kalau Papih mengijinkan sebenarnya Mamih ingin ikut sama kalian saja ke Jakarta " ujar Mamih.
"Enak saja mau pergi meninggalkan suami " omel Papih yang tiba-tiba muncul sambil menggendong Kenan disusul Kenzo di belakangnya yang menggendong Ana.
"Itu juga kalau Papih mengijinkan kalau tidak juga mana berani Mamih pergi " jawab Mamih.
Setelah selama dua Minggu di Jepang, Luna dan Kenzo juga si kembar pun pulang ke Jakarta.
"Ya ampun ini pipi makin bulat saja " Felisha menciumi pipi Kenan dan Ana dengan gemas.
"Mommy..pipi dedek sipit seperti bakpau hihihi " Alysha terkikik melihat pipi Kenan dan Ana.
"Kakak Luna juga makin putih seperti orang Jepang " Felisha menatap Luna yang menurutnya terlihat semakin cantik.
"Disana sedang musim dingin Mom jadi kita nyaris tidak keluar rumah karena jalanan tertutup salju yang lumayan tebal " jawab Luna.
"Jadi kakak disana kerjaannya apa saja ?" tanya Bagas.
"Makan..tidur..bobo dan di boboin " jawab Luna sambil tertawa.
"Sayang !" Kenzo langsung melotot kearah Luna.
__ADS_1
"Dasar kamu itu " Bagas hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban Luna yang polos.
"Kakak berarti tidak beli oleh-oleh dong buat aku ?" tanya Abimanyu
"Maaf kita ga sempat beli apa-apa disana..kamu kakak kasih mentahnya saja ya " jawab Kenzo.
"Siip lah..mentahnya juga tidak apa-apa " jawab Abimanyu senang.
Mendengar Luna dan Kenzo sudah pulang, keesokannya Nakula dan Zhifana datang karena Arka terus merengek ingin bertemu dengan dedek sipit. Sepertinya Arka sangat rindu kepada Kenan dan Ana setelah dua Minggu tidak bertemu.
"Dedek sipit kakak datang " Arka datang sambil membawa banyak jajanan di tangannya.
Arka pun membaginya dengan Alysha dan si kembar.
"Begitu mendengar kalian sudah pulang Arka langsung merengek ingin kesini " ucap Zhifana sambil menyerahkan Arsyi kepada Luna.
"Kakak Zhi ini kepala Arsy kenapa seperti bola lampu ?" tanya Luna sambil mengelus kepala bayi mungil yang kini tidak memiliki rambut.
"Sudah waktunya di gunduli dek biar bagus nanti tumbuhnya " jawab Zhifana.
"Biar gundul tapi cantik kok " puji Felisha sambil mengelus kepala Arsyi yang menurut Luna seperti bola lampu.
Kebahagiaan keluarga Bagas semakin sempurna ketika Sadewa dan Cindy juga Satria datang dari Sumedang pada sore harinya.
"Kalau sudah merengek ingin kesini Cindy dan Aa sudah tidak bisa dibantah lagi " keluh Sadewa ketika mereka sudah berkumpul di ruang keluarga rumah Bagas yang luas.
"Jangan mengeluh..sudah kewajiban kamu menyenangkan hati istri dan anak kamu " nasehat Bagas.
"Tuh Daddy juga bilang apa " Cindy merasa ada yang mendukung.
"Iya Dad " jawab Sadewa.
Pada malam harinya Bagas mengajak Nakula, Sadewa, Kenzo dan Abimanyu menghadiri undangan salah satu relasi bisnisnya di sebuah hotel bintang lima.
__ADS_1
Bagas mengenalkan keempat jagoannya kepada relasi bisnisnya dengan bangga.
Memiliki empat jagoan membuat kerajaan bisnis Bagas menjadi semakin kokoh.