Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Tambah Pasukan


__ADS_3

Tengah malam Nakula yang terbangun karena ingin ke kamar mandi kaget ketika tidak mendapati Zhifana ada di sampingnya.


Nakula mencari ke kamar Arka namun disana hanya ada Arka dan pengasuhnya yang sedang tertidur.


Setelah mencari kemana-mana akhirnya Nakula menemukan Zhifana sedang berada di dapur.


"Sayang kamu sedang apa ?" tanya Nakula.


"Sedang bikin salad buah " jawab Zhifana sambil memotong buah-buahan yang baru ia ambil dari kulkas.


"Malam-malam gini bikin salad buah, enaknya siang Yang " ujar Nakula sambil terus memperhatikan Zhifana.


"Aku maunya juga sekarang " jawab Zhifana sambil memarut keju kedalam mangkuk buah yang sudah dicampur dengan mayones.


"Sayang.cobain deh ini segar sekali " Zhifana menyuapi Nakula satu sendok salad buah.


"Iya..segar " jawab Nakula ketika salad buah itu sudah masuk kedalam mulutnya.


Melihat Nakula menyukai salad buah buatan nya Zhifana pun terus menyuapi Nakula hingga salad buah dalam mangkuk itu pun habis karena isinya berpindah ke perut Nakula.


"Sudah yuk tidur " ajak Zhifana sambil menggamit tangan Nakula menuju kamar mereka.


Nakula mengikuti langkah kaki Zhifana dengan wajah yang terlihat bingung.


Tengah malam begini Zhifana membuat salad buah yang sama sekali tidak ia makan. Malah menyuruh Nakula yang menghabiskan nya.


Sesampainya di kamar Zhifana langsung mengajak Nakula tidur. Begitu mencium bantal Zhifana langsung tertidur dengan lelap.


Nakula menatap wajah Zhifana yang terlelap dengan pulas. Nakula menangkap sesuatu yang aneh pada diri Zhifana akhir-akhir ini.


Kemarin malam Nakula juga menemukan Zhifana tengah membuat mie instan yang sangat pedas sendirian di dapur.


Ketika Nakula hampiri Zhifana malah memaksa Nakula yang menghabiskan nya hingga keesokannya Nakula merasakan sakit


perut.


Ditengah kebingungannya tiba-tiba Nakula mengusap perut Zhifana. Ada senyum tipis disudut bibirnya ketika otaknya memikirkan suatu kemungkinan yang sangat membahagiakan..mungkin saja Zhifana sedang hamil lagi.


"Tangannya diam ih " Zhifana menepiskan tangan Nakula yang mengusap-usap perut nya.


Nakula mengerutkan dahinya, biasanya Zhifana akan cepat tertidur jika Nakula mengelus perutnya, namun kini istrinya itu tampak terganggu dengan apa yang biasa ia lakukan.


Melihat semua keanehan itu membuat Nakula yakin jika Arka sebentar lagi akan memiliki adik.


Akhirnya Nakula berhenti mengelus perut Zhifana, kini tangannya beralih menyusup dibalik baju tidur Zhifana dan mengelus dua benda kenyal didadanya hingga Nakula pun tertidur.


Keesokannya pada saat di kantor Nakula terus memikirkan keanehan prilaku Zhifana akhir-akhir ini.


Ketika Nakula menceritakan kepada Bagas ternyata Bagas malah menyarankan Nakula langsung membawa Zhifana ke dokter kandungan seperti yang Bagas lakukan ketika Felisha hamil Abimanyu.


"Sore bawa Zhifana ke dokter. Moga-moga beneran hamil..Arka sudah pantas punya adik " ujar Bagas.

__ADS_1


"Iya Dad..nanti sore aku ajak Zhifana ke dokter " jawab Nakula.


Karena berniat membawa Zhifana ke dokter, hari itu Nakula pulang lebih cepat dari kantornya.


Setibanya di rumah Nakula dibuat kecewa karena Zhifana pergi dengan Arka dan pengasuhnya.


Nakula beberapa kali mencoba menghubungi Zhifana namun tidak aktif.


Nakula dengan kesal menunggu kepulangan Zhifana. Ketika waktu menunjukkan jam delapan malam barulah Zhifana pulang.


Pengasuh membawa Arka yang dalam keadaan tertidur ke kamar, sedangkan Zhifana membawa satu kantung besar belanjaan.


Belum sempat Zhifana membongkar belanjaannya Nakula keburu datang dan menghampirinya.


"Kebiasaan kamu kalau pergi susah di hubungi. Daritadi aku telpon tidak aktif " omel Nakula.


"Maaf tadi hapenya lowbat tidak sempat ngecas " jawab Zhifana.


"Alasan saja " gumam Nakula sambil beranjak pergi meninggalkan Zhifana yang hanya termangu karena tersinggung oleh ucapan Nakula.


Zhifana yang tersinggung oleh ucapan Nakula akhirnya mendiamkan Suaminya itu.


Begitu juga dengan Nakula yang terlihat masih kesal karena Zhifana yang sulit dihubungi jika keluar ikut mendiamkan Zhifana.


Sampai berhari-hari mereka saling mendiamkan. Mereka hanya berbicara seperlunya saja itu pun jika menyangkut hal yang penting saja.


*


Nakula menghentikan sejenak pekerjaannya.Pria tampan itu beranjak ke dapur untuk membuat kopi.


Nakula memutuskan membuat kopi sendiri karena ia tidak mungkin menyuruh Zhifana karena mereka sedang tidak bertegur sapa.


Ketika hendak mengambil kopi, mata Nakula tiba-tiba tertuju pada kotak susu yang berada tidak jauh dari tempat penyimpanan kopi.


Dahi Nakula mengernyit, ini bukan susu milik putranya..ini adalah susu khusus untuk ibu hamil. Bagaimana Zhifana bisa belum membuang susu hamilnya padahal usia Arka saja sudah tiga tahun lebih.


Perlahan Nakula memeriksa tanggal produksi dan kadaluarsa nya. Ternyata susu itu terhitung masih baru dan tanggal kadaluarsa nya masih lama.


Nakula mengurungkan niatnya untuk membuat kopi. Ia buru-buru beranjak menuju kamarnya untuk menanyakan tentang hasil penemuannya kepada Zhifana namun Zhifana tidak ada di kamarnya. Rupanya Zhifana tidur di kamar putra mereka.


Perlahan Nakula mengangkat tubuh Zhifana dan dipindahkan ke kamar mereka.


Merasa tubuhnya melayang Zhifana pun terbangun. Ia pun langsung melotot ketika mendapati tubuhnya sedang berada dalam gendongan Nakula.


"Kamu apa-apaan sih..turunin !" Zhifana melotot galak kearah Nakula.


Nakula pun menurunkan Zhifana diatas kasur empuk mereka.


"Aku tidak mau tidur sama kamu, aku mau tidur sama Arka saja..dasar pengganggu " omel Zhifana


Nakula buru-buru menangkap tubuh Zhifana ketika wanita itu hendak kembali ke kamar Arka.

__ADS_1


"Diam disini..kamu harus menjelaskan sesuatu kepada aku " ucap Nakula.


"Menjelaskan apa lagi..kenapa hape aku tidak aktif ?..kan sudah aku bilang kalau hape aku mati karena lupa dicas..masih kurang jelas ?" Zhifana melotot kepada Nakula.


"Bukan penjelasan yang itu " ujar Nakula sambil berusaha menahan Zhifana yang bersikeras akan kembali ke kamar Arka.


"Penjelasan yang mana lagi..sudah ah cape meladeni kamu " Zhifana menepiskan tangan Nakula namun tidak berhasil membuat dirinya lepas dari tangan Nakula.


"Aku menemukan banyak susu hamil di dapur..itu milik siapa ?" tanya Nakula.


"Punya aku " jawab Zhifana setelah beberapa menit terdiam.


"Jadi kamu hamil Sayang ?" Nakula melongo.


"Iya aku hamil..sudah ah aku mau tidur lagi sama Arka " jawab Zhifana sambil beranjak menuju pintu hendak keluar.


Nakula yang menjadi lengah karena shock langsung loncat dan mendahului Zhifana menuju pintu kamar.


Pria tampan itu buru-buru mengunci pintu kamar dan kuncinya ia masukan kedalam saku celananya.


"Kamu tidak bisa keluar dari sini " ujar Nakula sambil tersenyum licik.


"Dasar menyebalkan " sungut Zhifana sambil kembali ke ranjangnya dan melanjutkan tidurnya disana.


Nakula menyusul Zhifana naik keatas ranjang mereka. Pria tampan itu berbaring dengan posisi miring menghadap kearah Zhifana dengan tangan kanannya menopang kepalanya.


"Kenapa tidak bilang kalau disini ada bayinya ?" tanya Nakula sambil mengelus perut Zhifana lembut namun dengan cepat ditepiskan oleh Zhifana.


Meski ditepiskan Nakula kembali meletakan tangannya di perut Zhifana dan mengelusnya lagi.


"Kemarin itu sebenarnya aku pergi ke dokter..karena pas pulang kamu marah-marah akunya jadi males kasih taunya " ujar Zhifana yang akhirnya membiarkan Nakula mengelus perutnya.


"Bagaimana tidak marah..kamu tidak bisa dihubungi, padahal hari itu aku sengaja pulang cepat mau ajak kamu ke dokter " jawab Nakula.


"Ajak ke dokter..untuk apa ?" tanya Zhifana.


"Untuk periksa.. sebetulnya aku sudah curiga jangan-jangan kamu sedang hamil karena sikap kamu akhir-akhir ini aneh " jawab Nakula.


Zhifana melirik kearah Nakula, ia tidak menyangka jika Nakula begitu peka terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya.


Padahal banyak suami yang tidak menyadari jika istrinya sedang hamil jika tidak diberitahu..Ternyata Nakula berbeda.


"Sudah berapa bulan ?" tanya Nakula sambil mencium perut Zhifana.


"Delapan minggu " jawab Zhifana.


"Alhamdulillah ya Alloh.. akhirnya hamba diberi kepercayaan untuk memiliki momongan lagi " gumam Nakula sambil terus menciumi perut Zhifana.


"Apakah Arka sudah tau jika dia akan punya adik ?" tanya Nakula.


"Belum..kamu saja yang kasih tau " jawab Zhifana.

__ADS_1


"Iya Sayang " jawab Nakula.


__ADS_2