
Luna yang sedang selonjoran diatas sofa sambil menonton tv kaget dengan kedatangan mertuanya yang tiba-tiba.
"Mamih..Papih..kenapa tidak bilang mau kesini ?" Luna langsung menghambur kedalam pelukan Mamih mertuanya.
"Kaaak..kamu itu hati-hati dong. Perut sudah besar begini " Mamih Kenzo langsung melotot kearah Luna.
"Maaf Mih..habis seneng banget lihat Mamih dan Papih datang " jawab Luna sambil mencium tangan kedua mertuanya.
Setelah beristirahat sejenak Mamih mengajak Luna ke kamarnya untuk membongkar barang bawaannya.
"Ya ampuun Mamih..lucu-lucu banget " Luna menatap kagum pada baju-baju bayi yang mertuanya bawa dari Jepang.
"Mamih kamu pas dengar jenis kelamin bayi kalian laki-laki dan perempuan langsung maksa Papih anter borong baju bayi " ujar pria bermata sipit itu sambil menatap istrinya yang sibuk membongkar isi koper nya.
"Aku saja disini belum beli apa-apa Mih..soalnya kata Mommy disuruh nunggu 7 bulan dulu baru belanja perlengkapan bayi " jawab Luna.
"Biarin kakak belinya nanti saja kalau sudah 7 bulan, kalau Mamih sekarang juga tidak apa-apa " jawab Mamih santai.
"Suka-suka Mamih saja ya kak " ujar Papih sambil tertawa.
"Mamih dan Papih mau disini satu Minggu. Kira-kira kamar mana yang mau dijadikan kamar bayi ?" tanya Mamih.
"Sepertinya kamar yang pas di sebelah kamar aku Mih " jawab Luna.
"Papih setuju..lebih baik kamar itu saja biar dekat sama kamar kalian " Papih mendukung pilihan Luna.
Luna yang sedang membahas masalah kamar bayi dengan mertuanya buru-buru beranjak keluar ketika terdengar suara mobil Kenzo memasuki halaman rumah.
"Sayang keliatan happy banget " Kenzo memeluk Luna kemudian mencium bibirnya lembut.
'Iya dong karena ada Papih dan Mamih datang " jawab Luna sambil melingkarkan tangannya
dipinggang Kenzo.
"Papih..Mamih..kenapa tidak bilang kalau mau datang, kalau tau Papih dan Mamih datang kan aku bisa jemput " Kenzo mencium tangan Papih dan Mamihnya.
"Sengaja biar surprise " jawab Mamih sambil memperlihatkan baju-baju bayi yang dibawanya kepada Kenzo.
"Ini buat siapa Mih..tidak mungkin kan buat bayi aku " Kenzo menunjuk pada beberapa baju anak perempuan untuk usia 2 tahun.
"Yang itu buat Alysha..sengaja Mamih pisahin " jawab Mamih.
Kenzo memperhatikan baju-baju bayi itu dengan penuh kekaguman. Ia tersenyum membayangkan kedua buah hatinya jika sudah lahir nanti memakai baju yang lucu-lucu itu.
"Papih dan Mamih sengaja kesini untuk membuatkan kamar bayi untuk cucu-cucu kami, soalnya beberapa bulan kedepan Papih akan sedikit sibuk jadi kemungkinan susah ke sini " ujar Papih.
"Iya Pih nanti aku dan Luna cari konsepnya dulu " jawab Kenzo.
Sepertinya nanti malam ia harus rapat dulu dengan Luna, karena Luna pasti sudah punya gambaran kamar bayi seperti apa untuk kamar anak-anak mereka.
"Aku ingin kamar bayinya seperti ini " Luna memperlihatkan contoh gambar kamar bayi kembar kepada Kenzo.
"Bagus " puji Kenzo.
"Aku ingin seperti itu tapi warna cat dindingnya ingin warna pastel dan ranjang bayinya berwarna putih, juga lemari baju bayinya " Luna terus mengoceh mengutarakan semua keinginannya.
"Oke..kita akan buatkan kamar bayi seperti keinginan kamu " jawab Kenzo. Bagi Kenzo keinginan Luna adalah perintah untuknya.
__ADS_1
Keesokannya Kenzo dan Papihnya menyuruh seorang design interior langganan mereka untuk membuatkan kamar bayi yang sesuai dengan keinginan Luna.
Disaat para pria sibuk dengan pekerjaan dan menyiapkan kamar bayi, Luna dan Mamih Kenzo sibuk berbelanja dan melakukan perawatan tubuh.
Luna dan Mamih Kenzo pulang ketika hari menjelang sore. Kenzo dan Papihnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kedua wanita kesayangan mereka baru pulang bersenang-senang.
"Habis belanja apa ?" tanya Kenzo sambil membantu membawa barang belanjaan Luna ke kamar.
"Baju-baju bayi sama baju aku juga pakaian dalam soalnya badan aku sudah semakin bengkak begini " jawab Luna sambil melihat tubuhnya sendiri.
"Bengkak kan karena ada dedek bayinya..dua lagi " Kenzo mengusap perut Luna yang sudah semakin besar.
"Iya " jawab Luna sambil sedikit meringis ketika kedua bayi mereka bergerak didalam perutnya.
"Sepertinya mereka sedang bermain didalam perut kamu Sayang " Kenzo tersenyum ketika merasakan pergerakan kedua calon buah hati mereka di permukaan perut Luna.
"Semoga saja mereka tidak sedang berkelahi " jawab Luna sambil terkikik.
"Iya " jawab Kenzo sambil terus mengelus perut Luna hingga wanita itu tertidur.
Setelah hampir satu minggu akhirnya kamar bayi yang Luna inginkan selesai lengkap dengan perabotannya.
"Bagaimana..ini kan yang kamu inginkan ?" tanya Kenzo.
"Iya.. terimakasih Sayang " jawab Luna senang sambil mencium bibir Kenzo.
"Terimakasih nya cuma sama Ken saja..sama Papih tidak ?" tanya Papih
"Terimakasih Papih " Luna memeluk Papih mertuanya yang disambut dengan ciuman di puncak kepala Luna.
"Apapun yang kakak inginkan pasti akan Papih turut " ujar pria bermata sipit itu.
"Ya..Papih cuma bilang begitu cuma sama Mamih dan Luna saja " jawab Papih sambil melepaskan pelukannya.
"Aku itu seperti anak tiri saja " gumam Kenzo.
"Jangan iri sama istri sendiri " nasehat Mamih.
"Iya " jawab Kenzo.
Karena urusan kamar bayi sudah selesai, keesokannya Mamih dan Papih Kenzo pulang ke Jepang. Mereka akan kembali ke Jakarta mendekati waktu Luna melahirkan.
*
Semakin hari perut Luna semakin besar membuat Luna semakin kesulitan bergerak dan lebih mudah lelah.
Setiap malam sebelum tidur Kenzo selalu memijit kaki Luna yang terasa pegal-pegal.
"Sayang..aku merasa takut pada saat nanti melahirkan " ucap Luna lirih.
Kenzo yang sedang memijit kaki Luna berhenti sejenak kemudian menatap lembut kearah wajah Luna.
"Takut kenapa ?" tanya Kenzo lembut
"Pada saat Cindy melahirkan aku lihat dia sangat kesakitan sampai mencengkram tangan aku kuat-kuat.. lalu bagaimana dengan aku yang akan melahirkan dua bayi " jawab Luna lirih.
Kenzo termangu, ia tidak menyangka jika peristiwa Cindy melahirkan akan begitu membekas di kepala Luna dan menimbulkan trauma.
__ADS_1
"Kakak yakin kamu pasti bisa Yang " Kenzo berusaha membesarkan hati Luna.
"Kamu bayangkan saja bagaimana lucunya bayi-bayi kita jika sudah lahir kakak yakin ketakutan kamu itu pasti akan hilang dengan sendirinya " nasehat Kenzo.
"Iya..tapi kamu enak Sayang cuma bikin doang aku yang merasakan beratnya mengandung dan sakitnya melahirkan " Luna mencubit dengan Kenzo dengan gemas.
Meskipun sakit tapi Kenzo tidak mengeluh.Ia membiarkan Aluna melampiaskan kegundahan hatinya dengan cara mencubit tangannya hingga meninggalkan bekas merah ditangan putihnya.
"Mungkin karena itulah makanya ada pepatah jika surga itu ada di bawah telapak kaki ibu " ujar Kenzo.
"Kalau begitu aku mau tidur sama Mommy malam ini..boleh ya sayang " pinta Luna.
"Heeh..masa tidur sama mommy " Kenzo langsung melongo.
"Cuma malam ini saja " Luna menarik tangan Kenzo agar bangun.
Dengan terpaksa Kenzo pun mengikuti langkah Luna pergi ke rumah mommy nya.
"Kalian belum tidur ?" tanya Bagas begitu melihat kedatangan Luna dan Kenzo.
"Daddy..aku malam ini ingin tidur sama kalian boleh ya ?" tanya Luna.
"Mau tidur sama kami ?"
"Iya Dad..satu malam saja " jawab Luna.
"Maaf Dad jika istri aku merepotkan Mommy dan Daddy " ucap Kenzo.
"Siapa bilang merepotkan..paling malam ini Daddy puasa dulu..demi si kembar " jawab Bagas sambil terkekeh.
"Kamu sudah ijin sama suami belum ?" tanya Felisha.
"Sudah Mom..dadah sayang. Kita pisah ranjang dulu ya..aku nginep sama Mommy dan Daddy dulu " Luna melambaikan tangannya kepada Kenzo ketika Bagas dan Felisha mengajak Luna ke kamarnya.
"Iya Sayang " jawab Kenzo lirih.
Malam itu Luna tertidur pulas dalam pelukan hangat Mommy dan Daddy nya.
Namun ketika tengah malam Luna terbangun ia mendapati Bagas dan Felisha tengah tidur pulas saling berpelukan disebelahnya.
Tidak ingin mengganggu Mommy dan Daddynya Luna pun turun dan diam-diam kembali ke kamarnya dimana Kenzo tengah tertidur sendiri sambil memeluk guling.
Luna mengambil guling dari pelukan Kenzo dan menggantikan dengan tubuhnya.
Menyadari ada yang menyusup kedalam pelukannya Kenzo pun membuka matanya.
"Sayang..katanya mau tidur sama Mommy dan Daddy ?" tanya Kenzo.
"Sudah..tapi sekarang aku mau tidur sama suami aku yang ganteng ini " jawab Luna sambil menyusupkan wajahnya didada Kenzo. Luna pun melanjutkan tidurnya dalam pelukan hangat suami tampannya.
Keesokannya Bagas dan Felisha langsung heboh karena tidak mendapati Luna di ranjang mereka.
Bagas mencari ke bawah ranjang khawatir Aluna terjatuh namun tidak ada. Setelah dicari ke kamarnya Bagas dan Felisha pun terlihat lega mendapati Luna tengah tertidur pulas dalam pelukan Kenzo.
"Kakak tidak ketahuan pindahnya " ujar Felisha sambil tertawa.
"Iya " jawab Bagas sambil menyeret Felisha kembali ke kamarnya.
__ADS_1
"Semalam kan Mas tidak dapat jatah karena ada Luna..jadi Mas mau ambil jatah sekarang saja sebelum anak-anak bangun " bisik Bagas.
"Iya deh " jawab Felisha pasrah.