Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Program Tambah Momongan


__ADS_3

Felisha yang sedang memperhatikan Luna yang sedang paking keperluan si kembar terlihat aneh.


"Kak yakin cuma bawa baju segini, kalian kan biasanya suka agak lama di Jepang nya ?" tanya Felisha.


"Iya Mom cuma segini..percuma bawa barang banyak juga semua sudah disediakan sama Mamih di sana " jawab Luna.


Begitu dikabari jika Kenzo dan Luna juga si kembar akan ke Jepang Mamih Kenzo langsung mengirim pesan kepada Luna agar jangan repot-repot membawa barang terlalu banyak karena semua sudah disediakan untuk menyambut kedatangan kedua cucunya itu.


Selesai paking Luna dan Felisha menghampiri Kenan dan Ana yang sedang bermain dengan Alysha.


"Kalian nanti di sana jangan nakal ya " pesan Felisha sambil mengelus kepala Kenan dan Ana bergantian.


"Mommy..dedek juga ingin ikut dedek sipit ke Jepang " pinta Alysha.


"Kakak Luna dan Kakak Ken nya nanti repot bawa tiga anak Sayang " jawab Felisha.


"Kalau begitu perginya sama Mommy dan Daddy saja " pinta Alysha.


"Iya nanti kalau Daddy tidak sibuk kita nyusul " jawab Felisha.


Alysha yang merasa tidak puas dengan jawaban Mommy nya beranjak menuju teras belakang menghampiri Bagas dan Kenzo yang sedang mengobrol sambil menikmati kopi.


"Daddy..aku mau ikut dedek sipit ke Jepang " Alysha menarik-narik tangan Bagas.


"Jangan Sayang nanti kakak Luna dan kakak Ken nya repot, mereka kan perginya tidak bawa baby sitter " jawab Bagas.


"Aku ingin ikut sama dedek sipit... hikshiks " Alysha langsung naik ke pangkuan Bagas kemudian memeluk lehernya dan menangis.


"Kalau sudah ada maunya begini nih.. persis seperti Mommy dan kakak Luna " keluh Bagas sambil mengelus kepala Alysha yang menangis di dadanya.


"Nanti ya kalau Daddy tidak sibuk kita menyusul " Bagas berusaha membujuk putri bungsunya.


Setelah sekian lama akhirnya Alysha berhenti menangis setelah Bagas dan Felisha mengajak Alysha mengunjungi Satria di Sumedang.

__ADS_1


Pergi ke Sumedang tidak akan membutuhkan waktu lama. Berbeda dengan jika harus ke Jepang karena Luna dan Kenzo pasti akan disana tidak kurang dari satu Minggu.


Setelah Luna dan Kenzo juga si kembar berangkat ke Jepang, di hari yang sama Bagas, Felisha, Abimanyu dan Alysha pun berangkat ke Sumedang. Nakula dan Zhifana tidak ikut karena bayinya masih terlalu kecil untuk dibawa perjalanan jauh.


Cindy yang sedang memasak untuk makan siang kaget dengan kedatangan mertuanya dan kedua adik iparnya yang tiba-tiba.


"Mommy..Daddy..kenapa tidak kasih kabar kalau mau kesini, tau kalian akan kesini aku akan masak banyak " ucap Cindy sambil mencium tangan Bagas dan Felisha.


"Tidak usah repot Kak " jawab Felisha sambil memperhatikan dapur rumah dinas Sadewa yang mungil, berbeda jauh dengan dapur rumah mereka yang luas bahkan sama luasnya dengan rumah dinas yang putranya tempati.


"Mommy jangan kaget.. disini semuanya serba mungil " Cindy menyadari jika Felisha sedang memperhatikan dapurnya.


"Tidak apa-apa mungil juga..yang penting kalian bahagia " jawab Felisha.


Disaat Luna dan Felisha sibuk di dapur, Bagas dan Abimanyu membawa Satria dan Alysha berkeliling melihat lingkungan rumah dinas tempat Sadewa tinggal.


Hampir semua rumah dinas disana berukuran sama hanya dua rumah yang berukuran lebih luas yang dihuni oleh Kapolres dan Waka Polres.


"Bagus..berarti setiap pagi Ayah, Bunda dan Aa olahraga..makanya Aa sehat begini " Bagas mengelus pipi bulat Satria.


"Dad..apakah aku boleh jadi polisi seperti kak Dewa ?" tanya Abimanyu tiba-tiba.


Bagas melongo menatap kearah Abimanyu. "Serius kamu ingin seperti kakak kamu ?" tanya Bagas.


Abimanyu tampak terdiam, Bagas mengerti jika putranya itu masih bingung untuk memilih.


"Kamu pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan " ucap Bagas.


"Daddy..nanti kalau sudah besar Aa juga mau jadi Polisi seperti Ayah " oceh Satria lagi.


"Iya..Daddy doakan semoga cita-cita Aa tercapai " ucap Bagas.


Setelah puas jalan-jalan melihat lingkungan rumah dinas, mereka berempat pun pulang. Disaat yang bersamaan Cindy dan Felisha sudah selesai masak dan sedang menghidangkannya di meja makan.

__ADS_1


Karena sudah waktunya makan siang mereka pun makan bersama tanpa Sadewa karena pria tampan itu sedang dinas dan baru akan pulang sore hari.


Setelah selesai makan mereka semua mencari hotel untuk tempat mereka menginap selama berada di Sumedang.


Bagas dan Felisha juga Alysha dan Abimanyu tidak mungkin tidur di rumah Sadewa karena disana hanya memiliki dua kamar.


Bagas memesan tiga kamar. Satu untuk dirinya dan Felisha juga Alysha, satu kamar untuk Abimanyu dan satu kamar lagi untuk Cindy dan Sadewa juga Satria yang ikut menginap bersama mereka.


Sore harinya setelah selesai dinas Sadewa langsung menyusul ke hotel tempat keluarganya menginap.


Sepanjang hari mereka semua berkumpul di kamar Bagas. Sadewa dan Bagas tampak terlibat obrolan yang sangat serius.


Bagas menyuruh Sadewa untuk mengajukan mutasi ke Jakarta secepat mungkin.


Bagas ingin agar mereka semua dapat berkumpul bersama di Jakarta.Dan Sadewa pun setuju, mulai Senin depan ia akan mulai menyiapkan semua berkas pengajuan mutasinya.


Sadewa dan Abimanyu baru keluar dari kamar Bagas setelah hari mulai gelap.


Sadewa kembali ke kamarnya hanya berdua dengan Cindy karena Satria ingin tidur dengan Alysha.


"Kakak akan mengajukan mutasi secepatnya " ucap Sadewa setelah mereka berada di kamar hotel.


"Pasti Daddy yang suruh " tebak Cindy.


"Iya..tapi kakak juga memang berniat mengajukan mutasi setelah kamu lulus kuliah..sekarang kamu sudah lulus jadi kita bisa fokus pada progr6 yang lain " jawab Sadewa.


"Program apa ?" tanya Cindy dengan dahi mengkerut.


"Program kasih adik untuk Aa " jawab Sadewa.


"Oh itu..bukannya sejak aku ikut ke Sumedang setiap malam programnya sudah dijalankan ya ?' tanya Cindy.


"Iy..tapi harus lebih usaha dan usaha yang gigih biar berhasil bikin kamu tekdung " jawab Sadewa sambil menarik tangan Cindy dan menggiringnya menuju kasur empuk bersprai putih.

__ADS_1


__ADS_2