Om Buah Hatiku

Om Buah Hatiku
Rayuan Luna


__ADS_3

Bagas dan Dio mengakhiri permainan catur mereka.Bagas akui jika Dio sangat hebat dalam mengatur strategi.


Bagas dan Dio menggiring Luna dan sikembar masuk ketika Felisha memanggil untuk makan siang.


"Kak Kinan..Luna makan dulu " Felisha memanggil Kinanti dan Luna yang sedang menjaga Abimanyu karena Felisha sibuk di dapur bersama bunda.


"Kamu makan saja duluan ..biar kakak yang jagain Abi "Kinan nampaknya belum berselera untuk makan.


"Ga bisa..kakak lagi hamil harus makan yang benar..aku bisa makan sambil gendong Abi " Felisha memaksa.Dan akhirnya Felisha pun berhasil memaksa Kakak iparnya untuk makan.


Melihat Felisha yang sedikit kerepotan karena makan sambil menggendong Abimanyu membuat Bagas cepat-cepat menyelesaikan makannya.


"Sini gantian gendong Abi nya..kamu makan yang benar " Bagas mengambil alih Abimanyu dari tangan Felisha.


Setelah Bagas membawa Abimanyu, Felisha pun melanjutkan makannya dengan tenang.


"Resiko punya bayi ya gitu..Feli sudah berpengalaman dibanding kamu.Jadi kamu harus sudah siap mental " nasehat bunda kepada Kinanti.


"Iya Bun " jawab Kinanti.


"Kamu juga kak..sebagai suami jangan mau enaknya sendiri.Harus bisa bantu istri di rumah apalagi saat repot dengan bayi seperti Bagas barusan " tambah bunda.


"Iya Bun " jawab Dio.


"Feli saja bisa ngurus 4 anak..kamu juga harus bisa kak " nasehat Ayah.


"Iya Yah " jawab Dio dan Kinanti.


Luna dan sikembar hanya mendengarkan kakek dan neneknya yang sedang menasehati om dan Tante kesayangan mereka.


Selesai makan Kinanti membereskan semua piring kotor diatas meja dan membawanya ke belakang.


Cuci piring adalah pekerjaan rumah yang tidak membuat mual apalagi muntah.Jadi bunda hanya mengijinkan Kinanti mencuci piring saja.


"Sudah makannya ?" tanya Bagas begitu Felisha datang menghampiri.


"Sudah... Sekarang giliran dedek Abi yang ***** " Felisha mengambil Abimanyu dari tangan Bagas untuk ia beri ASI.


Bagas menatap kagum pada Abimanyu yang tampak rakus menyusu.Pipinya bergerak seiring mulutnya yang terus menghisap sumber kehidupannya.


Selagi Abimanyu menyusu,Bagas merebahkan tubuhnya disamping Felisha.


"Kamu lelah tidak mengurus 4 orang anak ?" tanya Bagas tiba-tiba.


"Mas Bagas kenapa bertanya begitu ?" tanya Felisha heran.


"Cuma tanya saja " jawab Bagas santai.


"Kalau aku bilang lelah kira-kira mas Bagas mau tidak pijitin aku ?" tanya Felisha


"Mau...kamu tinggal bilang saja nanti mas pijitin " jawab Bagas serius.


"Aih.. Daddy nya anak-anak baik banget sih..jadi makin cinta " Felisha mengusek-usek pipi Bagas dengan gemas.


"Sama mas juga makin cinta sama kamu " balas Bagas,membuat Felisha melongo.Felish tidak menyangka jika Bagas akan membalas ucapannya.


Setelah kenyang menyusu Abimanyu pun cepat tertidur.Perlahan Felisha melepaskan putingnya dari mulut mungil bayinya.Setelah terlepas Felisha pun menidurkan Abimanyu diatas box bayinya.


"Baru habis makan jangan tidur " Felisha duduk disisi ranjang sambil mencolek-colek pipi Bagas.

__ADS_1


"Tidak tidur cuma tiduran " gumam Bagas.


"iya lama-lama tidur beneran "


"Tidak akan " jawab Bagas sambil menggeser kepalanya dan menjadikan paha Felisha sebagai bantalnya.


"Mas Bagas tidak bisa diam " omel Felisha dengan suara tertahan ketika tangan Bagas mulai tidak bisa diam mencoba membuka kancing baju Felisha yang baru saja Felisha tutup setelah Abi selesai menyusu.


"Sekarang giliran Daddy nya " bisik Bagas


"Enak saja sudah tua masih mau ambil jatah anak " Felisha memijit ujung hidung Bagas gemas.


Meski sedikit megap-megap namun tidak membuat Bagas menghentikan membuka kembali pabrik susu milik Felisha.


Karena tidak bisa dilarang akhirnya Felisha membiarkan tangan nakal Bagas bermain-main sesuka hatinya disana.


Tangan Bagas baru berhenti ketika tiba-tiba Luna muncul di pintu dan langsung nyelonong naik keatas ranjang.


"Daddy..aku ngantuk " Luna langsung merebahkan dirinya disamping Bagas.Ini memang sudah waktunya Luna tidur siang.


"Kakak Nakula sama kakak Sadewa kemana ?" Tanya Felisha sambil mengusap-usap punggung Luna.


"Ikut om Dio beli bakso buat Tante Kinan " jawab Luna dengan suara mulai lemah.


"Bukannya Kinan barusan baru selesai makan ya ?" tanya Bagas.


"Namanya juga lagi ngidam " jawab Felisha.


* * * *


Ajeng berusaha melepaskan diri dari pelukan Ezra karena merasa tidak nyaman dengan badannya yang terasa lengket setelah selesai memuaskan suaminya.


"Mau kemana ?" tanpa membuka matanya Ezra kembali menarik pinggang Ajeng dan kembali mendekapnya erat.


"Nanti saja..aku masih mau begini " larang Ezra


"Kalau orang lain weekend itu jalan-jalan..aku weekend nya dikurung terus dikamar sama suami " keluh Ajeng.


"Kamu mau jalan-jalan ?" tanya Ezra


"Iya " jawab Ajeng.


"Oke..habis ini kita jalan-jalan " Ezra dengan cepat menindih tubuh Ajeng kembali untuk memulai pendakian.


Setelah mendaki gunung dan menyusuri lembah entah untuk yang keberapa kalinya akhirnya Ezra pun ambruk diatas tubuh Ajeng dengan napas yang tersengal-sengal.


Ajeng yang tampak kelelahan terkapar tidak berdaya dalam himpitan tubuh kekar Ezra.


"Sayang..katanya mau jalan-jalan " Ezra mencium kening Ajeng setelah turun dari atas tubuh Ajeng.


"Besok lagi saja kak..akunya lelah " jawab Ajeng lemah.


Keinginan untuk jalan-jalan langsung sirna karena kini tubuhnya benar-benar terasa remuk karena ulah suaminya.


"Ya sudah kamu istirahat saja,biar sesi malam nanti sudah ada tenaga lagi " ujar Ezra.


"Tidak ada sesi malam..akunya lelah kak " keluh Ajeng.


"Kakak cuma becanda..sudah lebih baik kamu tidur " Ezra mengusap punggung Ajeng sampai wanita yang masih belum memakai apapun itu pun tertidur dalam dekapannya.

__ADS_1


Ketika matahari mulai tinggi Ajeng pun terbangun.Matanya memicing ketika tidak mendapati suaminya disampingnya.


Setelah memakai pakaian, Ajeng pun keluar untuk mencari Ezra.Ajeng terlihat lega ketika mendapati pria yang sudah meluluh lantahkan hati dan tubuhnya itu sedang asik di dapur.


"Kakak sedang apa ?" tanya Ajeng.


"Bikin kopi " jawab Ezra


"Kenapa tidak bangunkan aku ?"


"Kamu kan tidur Sayang..lagian kakak sudah biasa bikin kopi sendiri " jawab Ezra.


"Kamu mau ?" tanya Ezra


"Kalau mau aku nanti minta punya kamu saja " jawab Ajeng.


Selagi Ezra membuat kopi,Ajeng memilih membuat salad buah.Ajeng sengaja membuat lebih banyak dan ia masukkan kedalam kotak makanan.


"Banyak banget bikinnya ?" tanya Ezra


"Buat Kinanti..nanti sore kita kesana ya " pinta Ajeng.


"Tadi katanya tidak mau kemana-mana...


katanya lelah "


"Sudah tidak lagi " jawab Ajeng


"Berarti boleh dong kalau kita coba main di dapur " Ezra menangkap pinggang Ajeng.


"Tidak..tidak " Ajeng menolak dan buru-buru keluar dari dapur sebelum Ezra benar-benar menelanjanginya disana.


Ezra tertawa melihat Ajeng yang lari ketakutan dengan candaannya.Tidak mungkin Ezra meniduri istrinya siang bolong begini di dapur.


Ezra masih berpikir waras tidak ingin sampai jadi tontonan para pelayan dirumahnya.


Sore harinya Ezra mengikuti kemauan Ajeng untuk pergi ke rumah Kinanti.Sesampainya disana mereka kaget karena keluarga Bagas ada disana.


"Aunty itu buat Tante Kinan..kalau buat aku mana ?" Luna menatap kotak salad buah untuk Kinanti.


"Aunty tidak bawa apa-apa untuk Luna karena tidak tau Luna ada disini..mending Luna ajak om Ezra saja beli apa yang Luna mau " bisik Ajeng.


Luna pun langsung berlari menuju Ezra yang sedang mengobrol dengan Bagas dan Dio.


"Oom..ayok kita beli oleh-oleh untuk Luna dulu" Luna menarik-narik tangan Ezra.


"Iya..iya.." Ezra pun bangkit dari duduknya.


"Kak..mau ikut tidak ?" ajak Ezra kepada Nakula dan Sadewa yang sedang anteng menonton tv


"ikut om " sikembar pun mengikuti Ezra yang sudah berjalan terlebih dahulu sambil menuntun Luna.


Tidak lama kemudian Luna pun sudah kembali. Gadis kecil itu tampak tertawa riang karena sudah merampok om nya.Luna tidak hanya membeli makanan saja namun ia juga membeli beberapa mainan.


"Waduuh oleh-oleh Luna lebih banyak dari oleh-oleh untuk Tante Kinan " seloroh Ajeng.


"Iya dong..makasih ya oom " Luna mencium pipi Ezra.


"Kecil-kecil sudah pintar merayu " puji Ajeng.

__ADS_1


"Kalian dibelikan mainan juga sama om Ezra ?" Kinanti bertanya kepada si kembar.


"Tidak Tante..cuma makanan saja.Kita kan sudah besar " jawab Nakula.


__ADS_2